Saturday, October 12, 2013

Chapter 21 - Black Note (part two)

"Iya juga ya kau benar oppa" ucap Seung woo sambil tersenyum pada Jongin. "Ehm.......kalian tidak lihat disini ada orang?" Tanya Sehun. "Mian Sehun~ssi aku sampai tidak memperhatikanmu hehe" ucap Jongin pada Sehun yg sedang memasang wajah datar itu. "Gwenchana..kami mengerti kok iya kan Heerin~ah?" Ucap Sehun sambil merangkul Heerin. "Ne! Betul sekali. Wajar kalian seperti itu karena kita pun juga sama seperti kalian. Kita berdua biasanya tak pernah memperhatikan orang saat sedang berdua. Iya kan Sehun~ah?" Tanya Heerin sambil tersenyum melirik Sehun. "K-kalian juga jadian sama seperti kami?!" Tanya Seung woo dengan nada terkejut "betul sekali! Kau pintar Seung woo~ah Hyun ra juga sama seperti kita loh!" Ucap Heerin dengan nada yang gembira "benarkah?! Uaahh kita harus rayakan ini!" Ucap Seung woo dengan bahagia. "Aku setuju dengan usulmu! Bagaimana kalau kita pesta dirumahku? Aku rasa rumahku tempat yang tepat untuk merayakan ini" ucap Heerin dengan bersemangat. "Baiklah! Nanti malam kita pesta dirumahmu! Telepon aku saat sudah siap ya!" Ucap Seung woo sambil tersenyum lebar "baiklah aku akan menelponmu saat semuanya telah beres" ucap Heerin lagi. Siang itu pun akhirnya menjadi siang yang menggembirakan bagi Seung woo juga heerin. -tbc
*mian agak lama ngepostnya berhubung saya ini mahluk sosialita nan sibuk (?) jadi yaa baru bisa ngepost sekarang hope u enjoy it!

Chapter 21 - Black Note (part one)

06.15
Pada pukul itulah Seung woo menemukan sebuah clue lagi tentang surat hitam yang berisi gambar siluet wajahnya itu. Clue itu adalah kelas 2-4 dimana kelas itu adalah kelas Kim Jongin kakak kelasnya. Disitu juga tertulis K.I lagi. Pada saat itu, Seung woo langsung menuju ke kelas Jongin dan memberi tahu clue itu. "Oppa ada clue lagi!" Ucap Seung woo "ini apa? Siapa pengirimnya?" Tanya Jongin "tak tahu..saat aku datang langsung ada ini" ungkap Seung woo. "Jangan-jangan........." Ucap Jongin yang langsung menuju ke kelas Byun Baekhyun teman dekatnya "ya! Baekhyun~ah ini ulahmu ya?" Tanya Jongin pada Baekhyun "apa? Itu apa?" Tanya Baekhyun "tak usah sok polos..aku tahu ini ulahmu" ucap Jongin "apa buktinya kalau ini ulahku?" Tanya Baekhyun. "Karena hanya kau yang mengetahui segala sesuatu tentangku dan juga masalah dengan Seung woo" ucap Jongin "lagipula repot-repot sekali kau membuat ini. Aku juga sudah mengatakannya pada Seung woo kalau aku yg membuat siluet itu" lanjut Jongin lagi "jadi kau sudah mengatakannya?! Ah tahu begitu tak usah aku buat surat bodoh itu" ucap Baekhyun lagi "nah! Benar kan itu ulahmu! Sudahlah aku sudah tau itu ulahmu" ucap Jongin "arrasseo kau menang..iya aku yang buat surat clue itu tapi reaksi Seung woo bagaimana?" Tanya Baekhyun "yah begitulah masih belum ada tanda-tanda" ucap Jongin. "Oh iya! Aku lupa! Tadi kan aku meninggalkan Seung woo di kelasku sendirian! Aku ke kelas dulu ya!" Pamit Jongin pada Baekhyun "ya! Dasar bodoh! Anak itu benar-benar ckck" ucap Baekhyun melihat kelakuan temannya itu.
--------------------------------------
Saat kembali, Jongin sudah tak melihat Seung woo di kelasnya. Maka dari itu ia langsung memutuskan untuk langsung ke kelas Seung woo di kelas 1-2. Benar saja, Seung woo sedang duduk membaca novel "Lee Seung Woo" panggil Jongin pada Seung Woo. Semua yeoja menoleh ke arah Seung woo mengingat yang memanggilnya adalah salah satu flower boy di sekolahnya "wae?" Tanya seung woo sambil menghampiri Jongin "ikut aku" ucap Jongin sambil menarik tangan Seung woo. Semua anak yeoja melirik kepadanya dan Jongin. "Ada apa? Kenapa menarikku??" Tanya Seung woo pada Jongin yang membawanya ke taman belakang sekolah "ternyata yang memberikanmu clue selama ini adalah baekhyun temanku" ungkap Jongin "aaahh begitu ternyata. Aku kira siapa..yasudah kalau begitu aku sudah tenang kalau sudah tau siapa pengirimnya" ucap Seung woo "masih ada satu hal lagi yang perlu aku katakan kepadamu" ucap Jongin "apa itu?" Tanya Seung woo dengan wajah penuh tanda tanya "kau ingat ungkapan dariku itu?" Tanya Jongin "ungkapan apa?" Tanya Seung woo lagi "ungkapan bahwa aku menyukaimu saat pertama aku melihatmu masuk ke sekolah ini. Saat aku menjadi panitia penerimaan murid baru waktu itu dan aku melihatmu. Aku menyukaimu" ucap Jongin "jadi, aku ingin bertanya apa kau punya perasaan yang sama denganku?" Tanya Jongin "sejujurnya...aku memang menyukaimu tapi kau itu termasuk anak terkenal sementara aku bukan anak terkenal. Aku juga bukan dari anak orang kaya sepertimu. Aku juga tidak terlalu cantik seperti yeoja yang berada disekitarmu. Dan aku rasa aku tak pantas untuk menyukaimu" ucap seung woo dengan wajah datar "itu bukan masalah selama kau juga menyukaiku. Aku tak peduli harta dan penampilanmu. Aku hanya peduli ini. Hatimu" ucap Jongin sambil menarik tangan Seung woo untuk memegang dadanya. "Jadi, kau mau memberi hatimu untuk kusimpan di dalam hatiku?" Tanya jongin "selama kau bisa menyimpannya kenapa tidak?" Ucap Seung woo penuh kebahagiaan. Pada akhirnya, pada pukul 06.30 mereka pun resmi menjadi seorang kekasih. Pada saat bel masuk, Jongin mengantarkan Seung woo ke kelasnya. "Seung woo~ah kalau sudah istirahat ktalk aku ya nanti aku segera kesini ne?" Ucap jongin sambil mengacak rambut Seung woo "oppa! Jangan diacak susah menyisirnya kembali!" Omel Seung woo pada jongin yang tertawa mendengar omelan yeojanya itu. "Arasseo...aku pergi ya annyeong" ucap Jongin sambil berlari menuju kelasnya yang lumayan dekat dari kelas seung woo. Saat Seung woo masuk, dia melihat Jongdae duduk di bangku sebelahnya. "Bahagia sekali..ada apa?" Tanya Jongdae dengan senyum yang agak dipaksakan "aku....baru saja jadian dengan Jongin oppa! Haaa senang sekali rasanya Jongdae~ah" ucap Seung woo pada Jongdae "a-ah benarkah? Chukkahae...akhirnya yeoja sejelek dirimu bisa memiliki namja juga ya" ucap Jongdae dengan penuh rasa sakit hati. "Ah iya....maaf ya seharusnya aku menjadi yeoja pura-pura mu selama 1 minggu tetapi aku hanya bisa hingga hari ke 5" sesal Seung woo pada jongdae "a-ah tak apa lagipula yg pacar pura-pura itu juga aku hanya bercanda kok. Kita ini kan sahabat masa iya pacaran iya kan? Haha" ucap Jongdae dengan tawa yang agak dipaksakan. "Iya juga sih..tapi walau bagaimanapun aku berterimakasih padamu karena telah menjadi temanku yang baik walau kadang menyebalkan" ucap Seung woo pada jongdae "iya..aku juga berterima kasih padamu karena kau mau jadi temanku yang perhatian" ucap Jongdae lagi 'dan terima kasih untuk menjadi orang pertama yang aku cintai selama 2 tahun ini walaupun itu hanya terpendam dalam hatiku saja dan juga terima kasih telah menjadi orang pertama yang kuberikan first kiss' batin Jongdae dibalik senyumnya itu. Setelah obrolan itu, akhirnya guru pun datang dan pelajaran dimulai hingga akhirnya bel istirahat tiba. Saat istirahat, tadinya Seung woo ingin menghubungi Jongin tapi ternyata dia sudah didepan kelasnya bersama dengan baekhyun. "Chukkahae seung woo~ssi kau telah resmi menjadi pacar seorang Kim Jongin" ucap Baekhyun sambil mengulurkan tangannya. "A-ah gomawo sunbae" ucap Seung woo malu-malu sambil menjabat tangan baekhyun yang sudah terulur itu. "Temanmu dimana?" Tanya Jongin pada Seung woo "nugu? Jongdae? Heerin? Apa sehun?" Tanya seung woo lagi "Jongdae" ucap Jongin. "Itu di kelas mau aku panggilkan?" Tanya Seung woo lagi "tak usah..aku hanya bertanya saja. Kalau begitu ayo ke kantin aku lapar" ucap Jongin sambil merangkul Seung woo. "Baekhyun~ah lebih baik kau dengan yeojamu saja sana jangan ikuti aku" ucap Jongin "iya..baiklah. Silahkan nikmati waktu berdua kalian ya" ucap Baekhyun sambil berlalu begitu saja. Seung woo dan Jongin pun pergi bersama ke kantin untuk makan sedangkan Jongdae yang sedang di kelas itu sedang merasa sakit hati karena dia kalah cepat dari Jongin. Tak lama, heerin dan Sehun masuk dan melihat Jongdae yang galau itu "dimana Seung woo?" Tanya Heerin "bersama pacar barunya" ungkap jongdae "MWO?! SEUNG WOO PUNYA PACAR BARU?! SIAPA?! JANGAN BILANG....." Ucap heerin dengan nada terkejut "ne...pacar barunya Kim Jongin" ungkap Jongdae "daebak aku harus telepon Hyun ra sekarang" ucap Heerin lalu menelpon Hyun ra "Hyun ra~ya! Kau harus tahu Seung woo jadian dengan Jongin!" "MWOYA?! KENAPA BISA BEGITU?! KENAPA TIDAK DENGAN JONGDAE?!" Teriak Hyun ra yang terkejut mendengar kabar tersebut "sudahlah mungkin ini bukan takdirnya bersama jongdae. Biarkan saja mereka jadian. Kita dukung saja mereka arasseo?" Ucap Heerin sambil menenangkan Hyun ra "geurae kita dukung saja mereka itu. Tapi apa Jongdae tak apa-apa?" Tanya Hyun ra "dia bisa mengatasinya tak usah khawatir" ucap Heerin pada Hyun ra "oiya! Aku mau memberitahumu kalau aku....kemarin jadian dengan Yifan" ucap Hyun ra dengan nada bahagia "benarkah?! Aku juga! Kemarin juga aku sama sepertimu!" Ucap Heerin dengan nada bahagia "waaahhh chukkahae heerin~ah semoga kita bisa terus seperti ini ya. Ah iya dan juga Seung woo. Kita juga harus menerima pilihannya walau bagaimanapun juga aku rasa jongin itu tak seperti yang kalian pikirkan" ucap Hyun ra "iya juga sih..yasudahya aku tutup dulu annyeong!" Ucap Heerin lalu menutup teleponnya. "Jongdae~ah aku ke kantin ya. Ingat tak usah galau masih banyak yeoja mengantri untukmu" hibur sehun pada Jongdae "iya..aku tahu banyak yang mengantri untukku kau tahu kan aku siapa? Aku ini juga termasuk flower boy sama seperti jongin!" Canda Jongdae pada sehun "terserahlah....yang penting jangan lakukan hal konyol ya" ucap Sehun "aku tak akan begitu! Masa hanya karena yeoja menyebalkan itu aku melakukan hal konyol? Mustahil" ucap Jongdae sambil tertawa. Heerin dan Sehun pun akhirnya pergi ke kantin. Dan saat di kantin, benar saja Seung woo sedang makan berdua dengan Jongin. Akhirnya, Heerin dan Sehun pun bergabung dengan mereka setelah mengambil makanannya masing-masing. "Seung woo~ah aku menumpang duduk disini boleh kan?" Tanya Sehun pada Seung woo. "A-ah boleh kenapa tidak?" Ucap Seung woo mempersilahkan. "Ehm....sepertinya ada sesuatu yg kalian sembunyikan dari kami" ucap Heerin pada Seung woo. "Apa? Aku tak pernah menyembunyikan apa2" ucap Seung woo "kkeotjimal! Kau jadian dengan sunbae kan?" Tanya Sehun pada Seung woo. "Ani...kenapa kalian bisa....." "JONGDAE!" Teriak Sehun dan Heerin bersamaan. "Dasar bocah berisik sekali dia" omel Seung woo pada kelakuan Jongdae itu. "Sudah biarkan saja lagipula kenapa juga harus kita sembunyikan iya, kan?" Tanya Jongin sambil mengenggam tangan Seung woo. -tbc

Chapter 20 - Black Note

-Hyun ra side-
Setelah berpisah dari Heerin dan Sehun, Yifan dan Hyun ra pun berjalan-jalan di sekitar lokasi sekolah mereka. "Kalau aku tak salah malam ini akan ada bintang jatuh kan?" Tanya Yifan "bintang jatuh? Aku tidak tahu..kau tahu darimana?" Tanya Hyun ra pada Yifan yang sedang memandangi langit itu "Ah...itu aku baru saja melihat dari internet" ucap Yifan sambil tersenyum. "Ah! Bagaimana kalau kita ke sungai han? Aku rasa kalau mau melihat bintang jatuh sungai han lah tempat terbaik untuk melihatnya" ucap Hyun ra bersemangat "aku setuju! Baiklah kkaja!" Ucap Yifan lalu menggandeng tangan Hyun ra. Setibanya di Sungai Han, mereka belum melihat apa2 "dimana? Kok sampai saat ini aku belum melihat bintang jatuhnya?" Tanya Hyun ra dengan perasaan gelisah "kau amat sangat mau melihat bintang jatuhnya?" Tanya Yifan penuh perhatian "Tentu saja! Aku ingin meminta sesuatu" ucap Hyun ra sambil tersenyum manis. "Apa itu?" Tanya Yifan penasaran "rahasia" ucap Hyun ra singkat sambil menyembunyikan senyumnya. Tak lama bintang jatuh pun terlihat. "Wah! Bintang jatuh! Cepat buat permohonan!!" Ucap Hyun ra antusias lalu dia berdoa pada tuhan dengan khusyu' begitu pula Yifan. Saat Yifan sudah selesai berdoa, Hyun ra masih memejamkan matanya dan berdoa. Yifan hanya tersenyum melihat yeoja di sampingnya itu. Tak lama, Hyun ra membuka matanya dan menatap Yifan dengan penuh arti. "Tatapan macam apa itu?" Tanya Yifan heran. "Aku.....ingin membuat pengakuan" ucap Hyun ra dengan disertai helaan nafas yang panjang "apa itu?" Tanya Yifan penasaran "Aku......aku menerima tawaranmu" ucap Hyun ra disertai dengan senyum kelegaan di wajahnya "jinjja?!" Tanya Yifan dengan wajah yang bahagia "Ne" ucap Hyun ra singkat. "Gomawo hyun ra~ya...aku tahu kau tak akan menolakku! Aku sudah tau itu! Kemarilah.." ucap Yifan sambil melebarkan kedua tangannya tanda ingin memeluk hyun ra. Hyun ra pun langsung menghambur ke dalam pelukan yifan dengan senang hati. "I love you my angel..you will always be my angel from now until we meet again in heaven" ucap Yifan sambil memeluk Hyun ra erat.

-Heerin side
"Heerin~ah aku punya sesuatu untukmu" ucap Sehun pada Heerin. "Apa itu?" Tanya Heerin "Ini...." Ucap Sehun sambil memberikan sebuah gelang. "A-apa ini??" Tanya Heerin bingung "Ini gelang" ucap Sehun santai "I-iya aku tahu ini gelang tapi untuk apa..." Tanya heerin bingung. Sehun hanya menjawab pertanyaan itu dengan penuh senyum dan menggandeng tangan Heerin "ikut aku" Sehun pun mengajak Heerin ke sebuah taman didekat rumah Heerin. "Tutup mata" titah sehun pada heerin "untuk apa?" Tanya Heerin lagi "sudah tutup saja" titah Sehun pada Heerin. Heerin pun menurut dan menutup matanya. Tak lama, terdengar suara alunan musik dan disitu juga terdengar suara Sehun yg bernyanyi sebuah lagu. Setelah selesai menyanyikan lagu itu Sehun mentitah Heerin kembali "Heerin~ah buka matamu" Heerin pun membuka matanya dan melihat beberapa papan yg dihiasi oleh lampu yg apabila disambung akan menghasilkan kalimat bertuliskan 'would you be mine?'. Heerin pun terkejut dan tak bisa berkata-kata lagi hingga meneteskan air mata. "So..your answer is yes or not?" Tanya Sehun dengan penuh tanda tanya "aku......." Ucap Heerin penuh keraguan "yes or not?" Tegas Sehun sekali lagi "not sehun~ah" ucap heerin malu-malu "not? A-ah okay...seharusnya kita menjadi teman saja bukan menjadi..." Ucap sehun yang kemudian dipotong oleh penjelasan dari heerin lagi "My answer is not rejecting your purpose of course!" Ucap Heerin dengan berbinar-binar "Aku pikir kau akan menolak ternyata..." "Aku mana bisa menolak orang yang sudah ada dalam hatiku sejak beberapa bulan ini!" ucap Heerin dengan penuh kelegaan setelah mengungkapkan perasaannya. Dan sehun pun menunjukkan wajah datarnya karena masih belum percaya dengan jawaban yes yg aneh dari Heerin "wajahmu....kenapa begitu?" Tanya Heerin "Aku masih belum percaya kau menerimaku" ucap Sehun dengan wajah datarnya "wajahmu lucu saat begitu" ucap heerin sambil tertawa kecil "a-ah benarkah? Ini refleks loh aku juga tidak tahu mengapa wajahku seperti ini" ucap Sehun meyakinkan Heerin. "Iya aku tahu itu refleks tapi tetap saja itu lucu" ucap Heerin sambil menahan tawanya."Sudahlah jangan tertawa lagi! Aku malu tahu" ucap Sehun dengan wajah sebal. "Iya iya tidak akan kutertawakan lagi" ucap Heerin sambil tersenyum. "Habis ini mau kemana lagi kita?" Tanya Sehun dengan nada gembira. "Pulang" ucap Heerin dengan tenang "wae?! Kita kan baru sebentar jalan berdua" Kata Sehun dengan nada agak kecewa. "Ini sudah malam bodoh besok itu sekolah" ucap Heerin pada sehun yang mengambek itu. "Arraseo kkaja" ucap Sehun sambil mengajak Heerin pulang. Yup akhirnya kedua sahabat Seung woo pun bernasib sama dengan dia. -to be continued-

Monday, September 23, 2013

Chapter 20 - Black Note

-Hyun ra side-
Setelah berpisah dari Heerin dan sehun juga Seung woo dan Jongin, Yifan dan Hyun ra pun berjalan-jalan di sekitar lokasi sekolah mereka. "Kalau aku tak salah malam ini akan ada bintang jatuh kan?" Tanya yifan "bintang jatuh? Aku tidak tahu..kau tahu darimana?" Tanya Hyun ra pada Yifan yang sedang memandangi langit itu "Ah...itu aku baru saja melihat dari internet" ucap Yifan sambil tersenyum. "Ah! Bagaimana kalau kita ke sungai Han? Aku rasa kalau mau melihat bintang jatuh sungai han lah tempat terbaik untuk melihatnya" ucap Hyun ra bersemangat "aku setuju! Baiklah kkaja!" Ucap Yifan lalu menggandeng tangan Hyun ra. Setibanya di sungai Han, mereka belum melihat apa2 "dimana? Kok sampai saat ini aku belum melihat bintang jatuhnya?" Tanya Hyun ra dengan perasaan gelisah "kau amat sangat mau melihat bintang jatuhnya?" Tanya Yifan penuh perhatian "Tentu saja! Aku ingin meminta sesuatu" ucap Hyun ra sambil tersenyum manis. "Apa itu?" Tanya Yifan penasaran "rahasia" ucap Hyun ra singkat sambil menyembunyikan senyumnya. Tak lama bintang jatuh pun terlihat. "Wah! Bintang jatuh! Cepat buat permohonan!!" Ucap Hyun ra antusias lalu dia berdoa pada tuhan dengan khusyu' begitu pula Yifan. Saat Yifan sudah selesai berdoa, Hyun ra masih memejamkan matanya dan berdoa. Yifan hanya tersenyum melihat yeoja di sampingnya itu. Tak lama, Hyun ra membuka matanya dan menatap Yifan dengan penuh arti. "Tatapan macam apa itu?" Tanya Yifan heran. "Aku.....ingin membuat pengakuan" ucap Hyun ra dengan disertai helaan nafas yang panjang "apa itu?" Tanya Yifan penasaran "Aku......aku menerima tawaranmu" ucap Hyun ra disertai dengan senyum kelegaan di wajahnya "jinjja?!" Tanya Yifan dengan wajah yang bahagia "Ne" ucap Hyun ra singkat. "Gomawo hyun ra~ya...aku tahu kau tak akan menolakku! Aku sudah tau itu! Kemarilah.." ucap Yifan sambil melebarkan kedua tangannya tanda ingin memeluk Hyun ra. Hyun ra pun langsung menghambur ke dalam pelukan yifan dengan senang hati. "I love you my angel..you will always be my angel from now until we meet again in heaven" ucap Yifan sambil memeluk Hyun ra erat.

-Heerin side
"Heerin~ah aku punya sesuatu untukmu" ucap Sehun pada Heerin. "Apa itu?" Tanya Heerin "Ini...." Ucap Sehun sambil memberikan sebuah gelang. "A-apa ini??" Tanya Heerin bingung "Ini gelang" ucap Sehun santai "I-iya aku tahu ini gelang tapi untuk apa..." Tanya Heerin bingung. Sehun hanya menjawab pertanyaan itu dengan penuh senyum dan menggandeng tangan Heerin "ikut aku" Sehun pun mengajak heerin ke sebuah taman didekat rumah Heerin. "Tutup mata" titah Sehun pada Heerin "untuk apa?" Tanya Heerin lagi "sudah tutup saja" titah Sehun pada Heerin. Heerin pun menurut dan menutup matanya. Tak lama, terdengar suara alunan musik dan disitu juga terdengar suara Sehun yg bernyanyi sebuah lagu. Setelah selesai menyanyikan lagu itu sehun mentitah Heerin kembali "Heerin~ah buka matamu" Heerin pun membuka matanya dan melihat beberapa papan yg dihiasi oleh lampu yg apabila disambung akan menghasilkan kalimat bertuliskan 'will you be my girlfriend?'. Heerin pun terkejut dan tak bisa berkata-kata lagi hingga meneteskan air mata. "So..your answer is yes or not?" Tanya Sehun dengan penuh tanda tanya "aku......." Ucap Heerin penuh keraguan "yes or not?" Tegas Sehun sekali lagi "not Sehun~ah" ucap Heerin malu-malu "not? A-ah okay...seharusnya kita menjadi teman saja bukan menjadi..." Ucap Sehun yang kemudian dipotong oleh penjelasan dari Heerin lagi "My answer is not rejecting your purpose of course!" Ucap Heerin dengan berbinar-binar "Aku pikir kau akan menolak ternyata..." ucap Sehun dengan penuh keterkejutan "Aku mana bisa menolak orang yang sudah ada dalam hatiku sejak beberapa bulan ini!" ucap Heerin dengan penuh kelegaan setelah mengungkapkan perasaannya. Dan Sehun pun menunjukkan wajah datarnya karena masih belum percaya dengan jawaban yes yg aneh dari Heerin "wajahmu....kenapa begitu?" Tanya Heerin "Aku masih belum percaya kau menerimaku" ucap Sehun dengan wajah datarnya "wajahmu lucu saat begitu" ucap Heerin sambil tertawa kecil "a-ah benarkah? Ini refleks loh aku juga tidak tahu mengapa wajahku seperti ini" ucap Sehun meyakinkan heerin. "Iya aku tahu itu refleks tapi tetap saja itu lucu" ucap Heerin sambil menahan tawanya."Sudahlah jangan tertawa lagi! Aku malu tahu" ucap Sehun dengan wajah sebal. "Iya iya tidak akan kutertawakan lagi" ucap Heerin sambil tersenyum. "Habis ini mau kemana lagi kita?" Tanya sehun dengan nada gembira. "Pulang" ucap Heerin dengan tenang "wae?! Kita kan baru sebentar jalan berdua" Kata Sehun dengan nada agak kecewa. "Ini sudah malam bodoh besok itu sekolah" ucap Heerin pada sehun yang mengambek itu. "Arraseo kkaja" ucap Sehun sambil mengajak heerin pulang. Yup, akhirnya kedua sahabat Seung woo itu pun saling memiliki pasangan hatinya di hari yang sama. -to be continued-

Chapter 19 - Black Note

"Balikan? Kuliah?" Tanya Hyun ra sekali lagi "iya...lalu yang membuat aku kesal saat itu Chanyeol membackhug Seung woo hampir saja aku marah pada Chanyeol tapi karena aku penasaran dengan apa yg mereka bicarakan makanya aku tahan saja" ucap Jongdae dengan berapi-api "kasian sekali dirimu Jongdae~ah..kau belum menyatakan cinta tetapi sudah didahului orang lain ckck" ucap Heerin sambil mempukpuk Jongdae namun tiba2 Sehun batuk kecil. "Ada apa Sehun~ah?" Tanya Heerin "Tidak..hanya tersedak saja..sepertinya tadi ada nyamuk masuk ke pernapasanku" ucap Sehun asal. "Aku rasa itu bukan batuk biasa...itu batuk cemburu iya kan?" Goda Jongdae pada Sehun "ya! Neo jinjja!" Omel Sehun pada Jongdae. "Ah iya...lalu yg mereka omongkan apalagi?" Tanya Hyun ra penasaran "katanya Chanyeol akan bilang pada noona nya untuk tinggal bersama Seung woo" ucap Jongdae sambil mengingat-ingat pembicaraan 2 manusia itu tadi "setahuku..memang banyak orang yg begitu saat di Amerika" jelas Yifan yang sedari tadi hanya memainkan ponselnya itu. "Benarkah? Tahu darimana?" Tanya Jongdae penasaran "sepupuku seperti itu saat di amerika..dia membawa pacarnya lalu tak lama mereka menikah" jelas Yifan dengan sejujur-jujurnya "MWO?! TAK BISA DIBIARKAN!" Ucap Jongdae sambil melempar pspnya. "YA! PSP ITU MAHAL KENAPA DILEMPAR BODOH?!" Teriak Sehun "psp tidak semahal Seung woo" ucap Jongdae lalu terus menjambaki rambutnya. "Kim Jongdae! Kau bodoh! Bodoh sekali!" Omelnya pada dirinya sendiri. "Coba kau buka ktalk mu pasti kau terkejut" ucap Heerin pada Jongdae. Jongdae langsung berlari mengambil ponselnya dan benar saja dia terkejut "Seung woo......" Ucapnya sambil meratapi layar ponselnya "ada apa?" Tanya Heerin "dia bilang dia memaafkanku tapi......"ucap Jongdae sambil menahan nafasnya "ada apa lagii???" Tanya Heerin "dia ingin kita mengizinkan Jongin makan bersama kita malam ini" ucap Jongdae dengan wajah sepasrah mungkin. "Lee Seung woo sudah keterlaluan. Mengajak Jongin sunbae? Hah apa-apaan itu. Lebih baik dia membawa Chanyeol dibanding Jongin" omel Hyun ra yang kemudian omelan itu membuat semua orang menatap dirinya "apa? Kan benar kan lebih baik bawa mantan daripada si Jongin itu" bela Hyun ra lagi "Hyun ra~ya sudahlah kau tak lihat Jongdae sedang terpuruk? Kau ini ckck" ucap Heerin sambil merasa kasihan pada Jongdae. "Mian...aku lupa kalau kau juga menyukai Seung woo Jongdae~ah" ucap Hyun ra pada Jongdae "gwenchana..mungkin aku memang tidak seharusnya dengan dia..mungkin aku seharusnya merelakan Seung woo dengan Chanyeol. Ah aku rasa aku tak bisa ikut makan malam itu. Kalian makan saja dengan mereka nanti kalau sudah selesai beri tahu aku biar aku ganti uang kalian semua" ucap Jongdae yang setelah itu berlalu ke dalam rumahnya. "Jongdae~ah jangan begitu! Kalau kau tak ikut kita semua tak ikut!" Ucap Hee rin pada Jongdae. "Jangan pedulikan aku! Kalian pergi saja! Bilang pada Seung woo aku tak ikut karena ada urusan. Kalau kalian tak pergi Seung woo pasti akan merasa kecewa" ucap Jongdae dari dalam rumahnya. "Arasseo kalau itu yg kau mau baiklah kami pergi ya" ucap Sehun pada Jongdae. "Jongdae~ssi jangan khawatir kami akan membuat Seung woo senang selama makan bersama kami" ucap Yifan yang sedari tadi diam. "Gomawo" ucap Jongdae dengan senyum yang dipaksakan.
---------------------------------------------
Akhirnya mereka pun pergi ke warung makan galbi dan mengundang Jongin juga Seung woo untuk bergabung bersama mereka. Tak lama dua orang itu pun datang. "Sudah lama menunggu ya? Maaf tadi aku ada urusan sedikit dengan oppa" ucap Seung woo sambil tersenyum. "Ah begitu..gwenchana Seung woo~ah kita mengerti kok" ucap Heerin pada Seung woo. "Sunbae kau ingin bertemu kami? Ada apa??" Tanya Sehun dengan sopan. "Ah aku hanya ingin lebih mengenal kalian saja makanya aku ingin bertemu kalian" ucap Jongin sopan. "Ah ngomong-ngomong temanmu yg satu lagi kemana Seung woo~ah?" Tanya Jongin pada seung woo yang sedang mengutak-atik ponselnya itu. "Ah siapa? Si bodoh? Jongdae maksudmu? Tak tahu aku dia kemana" ucap Seung woo cuek. Tadinya Heerin ingin memberi tahu kalau saja Seung woo bertanya tapi nyatanya Seung woo tidak menanyakan keberadaan Jongdae sama sekali jadi akhirnya Heerin memutuskan untuk diam. "Ah iya kau mau mengatakan apa oppa masalah black note?" Tanya Seung woo "eoh..black note? Kenapa memangnya?" Tanya Jongin penasaran "ani waktu itu kau mengatakan masalah black note tapi kau sudah pulang" ungkap Seung woo. "Jadi begini....black note itu aku yang buat" ucap Jongin jujur. "Ne?! Jadi itu kau yang buat? Gambarku? Lalu ucapan itu?" Ucap Seung woo sambil terkejut mendengar pengakuan Jongin. "Lalu clue-clue itu?" Tanya Seung woo. "Clue apa? Aku hanya mengirimimu satu surat selebihnya tidak tahu" ucap Jongin. "Lalu inisial K.I itu inisial siapa?" Tanya sehun pada jongin "K.I? K.I itu memang inisial ku tapi sungguh aku tak pernah menulis clue karena waktu itu aku ingin mengungkapkannya pada Seung woo tapi tak jadi" ucap Jongin pada Sehun. " Satu hal lagi..kau suka ke tempat ayam di hari minggu?" Tanya Heerin "iya...memang aku suka kesitu" ungkap Jongin lagi "lalu pada saat jam 9 kau ke Heaven cafe?" Tanya Sehun "iya aku ada pertemuan dengan kelas ku" ungkap Jongin "lalu kau langganan selama 2 tahun di toko ice cream dekat sekolah?" Tanya Seung woo "Iya..aku juga suka kesitu. Kenapa kalian jadi tahu banyak tentang aku?" Tanya Jongin. "Berkat clue itu kami tahu semuanya oppa" ucap Seung woo. "Aku tidak mengerti siapa yg mengirimi kalian clue tapi yg jelas aku sama sekali tidak mengirimi Seung woo clue apa-apa" ungkap Jongin lagi. "Aneh...kira-kira siapa pengirim clue nya?" Tanya Seung woo lagi. Tak lama setelah perdebatan itu, akhirnya mereka pun memesan makanan dan pada akhirnya mereka pun makan malam sambil memikirkan siapa pengirim clue itu -tbc
---------------------------------------------
*Duh readersdeul mian ya akhir2 ini gue ngepost ff nya kedikitan. maklum banyak tugas mahalaknat terus juga gue yang lagi dalam kondisi pemulihan pasca terapi makanya jadi banyak istirahat ehehe sekali lagiii mian yaaaa hope u like it!*

Chapter 18 - Black Note (part two)

Saat pancake nya sudah jadi, Seung woo memanggil teman-temannya untuk makan tapi dia merasa aneh karena tak ada Jongdae "Hyun ra~ya anak itu kemana?" Tanya Seung woo pada Hyun ra yang tengah duduk disebelah Yifan dengan manisnya "Jongdae? Sepertinya dia pulang" ucap Hyun ra pada Seung woo yang kebingungan itu "hah? Pulang? Kenapa?" Tanya Seung woo heran "Tak tahu.." Ucap Hyun ra enteng "Dasar aneh" ucap Seung woo cuek. "Seung woo~ah bisa aku bicara sebentar denganmu?" Tanya Heerin dengan wajah serius "baiklah" ucap Seung woo. Mereka pun ke kamar seung woo dan membicarakan hal tersebut "Chanyeol itu mantanmu?" Tanya Heerin serius "Ne..benar" ungkap Seung woo pada heerin "kau dan Jongdae berteman selama 10 tahun kan?" Tanya Heerin lagi "Ne" ucap Seung woo singkat "kenapa Jongdae tak tahu kau berpacaran dengan Chanyeol?" Tanya Heerin pada Seung woo seakan-akan dia itu adalah jaksa penuntut umum dan Seung woo adalah tersangkanya. "Itu karena waktu itu aku dan Jongdae beda sekolah" ungkap Seung woo pada heerin "bukannya kau bersama2 selama 10 tahun?" Tanya heerin lagi "Kami memang bersama..kami satu tempat les tapi berbeda sekolah" jelas Seung woo dengan wajah yang dibuat sesantai mungkin "jadi begitu....pantas saja dia tak tahu" ucap Heerin sambil mengangguk mengerti "Chanyeol tak pernah menjemputku saat les tapi dia selalu mengajakku makan malam diluar saat aku pulang les dan terkadang malah aku makan bersama eonnie nya" jelas Seung woo pada heerin "kalian kenapa berpisah? Ceritakan padaku" ucap Heerin lagi "jadi begini....." Ucap Seung woo yang kemudian memulai bercerita tentang kisah cintanya dengan Chanyeol.
-1 tahun lalu-
Seung woo dan Chanyeol pergi ke taman berdua. Saat itu hari sudah malam dan mereka berencana untuk nge-date di malam hari. Mereka pun akhirnya duduk di bawah pohon. Saat itu, tiba-tiba Chanyeol merebahkan tubuhnya dan menaruh kepalanya di pangkuan seung woo. "Ada apa?" Tanya Seung woo pada Chanyeol "Tidak ada apa-apa..hanya lelah saja" ucap Chanyeol sambil memejamkan matanya dan tersenyum "lelah? Kau ada masalah apa? Ceritakan padaku" tanya Seung woo penuh perhatian pada namjanya itu "tak ada..aku mungkin akan merindukan ini" ucap Chanyeol lagi dengan nada yang dibuat setenang mungkin "ada apa sih? Aku penasaran" desak Seung woo pada Chanyeol "jadi..aku akan ke amerika" ungkap Chanyeol pada Seung woo dengan perasaan yang berat "mwo?!" Tanya Seung woo dengan nada tidak percaya "Aku akan belajar disana lalu nanti akan kembali lagi" jelas Chanyeol meyakinkan Seung woo yang mulai kelihatan goyah itu "kalau kau kesana aku bagaimana...." Tanya Seung woo penuh ketakutan "Kita..berpisah" ucap Chanyeol setenang mungkin padahal dia juga tak rela berpisah dengan Seung woo "berpisah? Bercandamu tak lucu" ucap Seung woo dengan nada kesal "serius...kita berpisah sementara" ucap Chanyeol dengan wajah yang serius "Channie~ah..kkajima aku tak mau berpisah" ucap Seung woo dengan suara agak bergetar "tak bisa..aku harus kesana dan aku rasa hubungan jarak jauh tak akan berhasil aku mohon kita berpisah sejenak okay?" Ucap Chanyeol pada Seung woo yang terlihat labil saat itu "B-baiklah" ucap Seung woo menahan tangisnya. Tiba2 air mata Seung woo jatuh ke pipi chanyeol. "Kau menangis? Uljimaaa" ucap Chanyeol lalu memeluk Seung woo "aku tak bisa......" Ucap Seung woo terisak "Kau bisa! Pasti bisa! Yakinlah.." Ucap Chanyeol dengan penuh keyakinan "Aku tak yakin..." Ucap Seung woo lagi dengan penuh kebimbangan "Anggap saja ini untuk masa depan kita..pasti bisa" ucap Chanyeol seraya tersenyum pahit "arasseo" ucap Seung woo singkat. "Jangan menangis ya..aku tak suka kalau kau menangis ah ini aku ada boneka untukmu..kalau kau rindu aku peluklah dia ne?" Ucap Chanyeol yang lalu memberikan sebuah boneka pada Seung woo "Tapi..." Ucap Seung woo yang kemudian terpotong oleh ucapan chanyeol "Sudahlah kita berpisah dulu ok?" Ucap Chanyeol sambil memegang bahu Seung woo "Bagaimana aku bisa melepasmu?" Tanya Seung woo dengan nada yang masih terisak "Baiklah..ini kali terakhir aku memberimu kejutan tutup mata" titah Chanyeol pada Seung woo. Dan Seung woo pun menutup mata lalu Chanyeol mulai mencium bibir Seung woo selama 30 detik. Disaat itu, Seung woo terus mengeluarkan air mata. Setelah 30 detik terlewati seung woo mulai merasa tenang. "Ingat...hanya 3 tahun" ucap Chanyeol penuh keyakinan "baiklah" ucap Seung woo.
Back to story
"Oh jadi begitu...romantis" ucap Heerin. "aku sudah punya Jongdae tapi masih berada di bayangannya Chanyeol eottokhae? Ah dan juga Jongin oppa....." Ucap Seung woo yang lalu menggaruk-garuk kepalanya sendiri "Kau masih suka dengan Jongin?" Tanya heerin penasaran "Tak tahulah perasaanku aneh" jelas Seung woo. "Seungie~ah ayo makan...jangan sampai kau sakit perut lagi" panggil Chanyeol pada Seung woo "ne...aku segera turun" teriak Seung woo "Heerin~ah kkaja kita makan" ucap Seung woo yang lalu segera berlari ke ruang makan "oh ne arasseo" ucap Heerin.
-----------------------------------------------
Saat turun, bangku yang tersedia hanya di sebelah Chanyeol jadi ya Seung woo terpaksa duduk disitu. Sebenarnya Seung woo tak enak pada Jongdae karena membuatnya pulang seperti itu. Akhirnya, Seung woo mengktalk Jongdae "Jongdae~ah..kenapa pulang?" Tapi ktalk nya belum juga dibalas. Saat makan dia terus saja melirik ponselnya dan itu membuat Chanyeol penasaran "ponselmu kenapa? Ada yg salah?" Tanya Chanyeol sambil melirik ponsel seung woo "A..ah tak ada" ucap Seung woo yang kemudian menutup ktalknya dan menaruhh ponselnya di atas meja makan "aku pinjam ponselmu ya" ucap Chanyeol yang langsung menyambar ponsel milik Seung woo itu "eung...okay" saat Chanyeol membuka ponsel Seung woo dia melihat foto selca Seung woo dengan boneka darinya "ini kan boneka dariku waktu itu..kau masih menyimpannya?" Tanya Chanyeol dengan nada yang bahagia "Ne" ucap Seung woo sambil tersenyum tipis "ternyata..haha oh iya aku akan memberikan skype id ku padamu jadi kita bisa saling skype saat aku berada di Amerika" ucap Chanyeol dengan penuh kebahagiaan pada Seung woo "ah okay" ucap Seung woo santai "done! ah iya line dan ktalk juga yaaa" ucap Chanyeol dengan ekspresi yang amat gembira "Channie~ah line saja ktalk ku agak error" alibi Seung woo pada Chanyeol agar chanyeol tidak membaca isi ktalknya dengan Jongin atau Jongdae "oh begitu..baiklah" Chanyeol pun menambahkan id line nya pada id Seung woo. Disaat makan, semua orang hanya terdiam melihat perlakuan Chanyeol pada Seung woo. Mereka merasa seperti orang asing saat berada bersama Chanyeol tidak seperti saat bersama Jongdae. "Eum..Seung woo~ah aku rasa kami harus pulang" ucap Hyun ra "benarkah? Ah baiklah..terima kasih sudah menjengukku" ucap Seung woo ramah pada hyun ra "ne..cheonmaneyo. Oh iya cepat sembuh ya jangan sampai sakit lagi" ucap Hyun ra menasihati Seung woo dan nasihat itu dibalas sebuah anggukan oleh Seung woo. Mereka semua pun pergi dari rumah seung woo dan menuju rumah Jongdae. saat dirumah Jongdae, mereka bertemu ibunya dan berkata Jongdae sedang berada di taman belakang. Mereka pun langsung ke belakang rumahnya dan melihat Jongdae sedang memainkan pspnya. "Hey...mukamu kenapa jadi muram begitu?" tegur Sehun "sedang apa kalian?" Tanya Jongdae dengan muka setengah terkejut "menghiburmu pastinya" jelas Heerin "kenapa aku harus dihibur? Aku tak sedih" ucap Jongdae beralibi "pembohong" ucap Hyun ra pada Jongdae yang terlihat sok tenang itu "baiklah..aku akui aku sedih karena membuat Seung woo marah tapi ada satu hal lagi yg membuat aku sedih" ucap Jongdae pada teman-temannya "apa itu?" Tanya heerin penasaran. "Chanyeol..mengajak Seung woo balikan saat kuliah nanti" ucap Jongdae dengan ekspresi wajah yang datar "NE?!" Teriak mereka semua dengan ekspresi yang tak terduga. -to be continued
---------------------------------------------
*huaahhh inilah chap yang paling2 males gue apdet gara2 panjang -.- maklumlah jadwal padat karena sekolah dll huuff tapiii gue akan terus apdet sampe ff ini selesai 아자!!!*

Chapter 18 - Black Note (part one)

"Channie~ah...kapan kau kembali dari amerika?" Tanya Seung woo dengan senyum di bibirnya yang pucat "Hari ini...ya Seungie~ah wajahmu kenapa seperti itu? Kau sakit lagi?" Tanya namja itu penuh perhatian "Ne...biasa sakit perut" ungkap Seung woo dengan wajah yang dibuat agak setengah mempouting "pasti kau telat makan lagi kan? Dasar nakal" ucap Channie pada Seung woo sambil memukul pelan pundaknyya. Sebenarnya, nama lengkap Channie adalah Chanyeol tepatnya Park Chanyeol. Chanyeol mempunyai kakak yang bernama Park Yura. Yup kakaknya amat sangat cantik dan dandanannya sangat elegan. Seung woo putus hubungan dengan Chanyeol karena Chanyeol memutuskan untuk meneruskan studinya ke Amerika dan Chanyeol berpikir bahwa berhubungan jarak jauh tidak efektif makanya dia memutuskan hubungan. "Oiya kau tidak pulang kerumah dulu? Harusnya kau beritahu Yura eonnie dulu" ucap Seung woo pada Chanyeol yang masih berdiri mematung di ruang tamu "dia sudah tahu kok..aku tadinya mau pulang cuman dia belum ada dirumah makanya aku kesini" ucap Chanyeol penuh senyum kebahagiaan "tunggu. Kau kembali ke sini untuk liburan kan?" Tanya Seung woo penasaran "Yap..hanya liburan" tegas Chanyeol pada Seung woo "oohh..okay I know" ucap Seung woo sambil menggunakan bahasa inggris "can I go to your room please? I'm very tired now Seungie~ah" ucap Chanyeol dengan entengnya "andwae! Disana ada banyak orang" cegah Seung woo pada Chanyeol yang hampir saja menuju kamar Seung woo "nugu? Namja?" Tanya Chanyeol penasaran "Eum.....iya tetapi ada yeoja juga kok" ungkap Seung woo santai "oh begitu...tak apa kan aku ke sana?" Tanya Chanyeol sekali lagi pada Seung woo "Up to you..." Ucap Seung woo santai "Kalau begitu aku kesana ya..gomawo Seungie~ah" ucap Chanyeol lalu naik ke atas.
---------------------------------------------
Saat membuka kamar Seung woo, dia melihat Jongdae, Hyun ra, Yi fan, Heerin, dan Sehun. "Wow..so crowded" ucap Chanyeol dengan gaya ke barat-baratannya itu "Chanyeol~ah bisakah kau berhenti menggunakan bahasa inggris? Its not America you know?" Omel Hyun ra pada Chanyeol yang sok berbahasa inggris itu "okay..aku tak akan bicara menggunakan english" ucap Chanyeol yang lalu langsung menuju sofa di kamar Seung woo "but you can speak english to me" tawar Yifan pada Chanyeol "really? I think you can't speaking with english" ucap Chanyeol dengann wajah yang benar-benar bahagia "I'm fluent enough to speaking with English because my childhood is in Canada" terang Yifan panjang lebar "oh...okay" ucap Chanyeol sambil terus tersenyum seperti orang idiot. Chanyeol pun mulai merebahkan tubuhnya di sofa. "Aahhh ternyata parfum milik Seung woo tidak berubah dari dulu" ucap Chanyeol sambil menikmati aroma bantal yang tengah ia gunakan itu. "Bicara apa dia daritadi? Berisik sekali" gumam Jongdae dengan perasaan kesal "jangan jealous...dia cuman mantannya Seung woo" ucap Hyun ra menenangkan "tapi tetap saja...." Ucap Jongdae yang kemudian dipotong oleh teriakan Seung woo "Channie! What do you want to eat? I will make it for you" tawar Seung woo sambil tersenyum manis pada Chanyeol. "I want pancake! I really like your pancake" ucap Chanyeol dengan wajah berseri-seri "I will make it!" Ucap Seung woo bahagia "Can I help you?" Tanya Chanyeol yang sama bahagianya dengan Seung woo "Sure! Cmon go to the kitchen!" Ucap Seung woo sambil menarik tangan Chanyeol "YA! LEE SEUNG WOO!" Teriak Jongdae tapi tak dihiraukan oleh Seung woo "kau sih membuat dia marah...jangan sampai dia balikan dengan mantannya" goda Heerin "biarkan saja dia balikan aku tidak peduli" ucap Jongdae sambil beralibi bahwa dia tidak menyukai Seung woo. Di dapur, Seung woo langsung mengambil bahan2 untuk membuat pancake.
----------------------------------------------
Saat sedang memecahkan telur, tiba2 Chanyeol mem-backhug Seung woo "bisakah kita kembali seperti dulu?" Tanya Chanyeol dengan nada serius "Eoh? Tapi kan waktu itu....." Ucap Seung woo yang kemudian terpotong oleh penjelasan dari Chanyeol "Aku bilang kan kita berpisah sementara" ucap Chanyeol yang makin mempererat pelukannya "tapi perpisahan tetap perpisahan Channie~ah lagipula aku dan kau belum selesai belajar" ucap Seung woo dengan nada khawatir "kita bisa kuliah bersama! Kita kuliah di amerika bersama-sama..kalau kau setuju nanti aku akan minta noona pindah ke apartemen yang lebih besar agar kau bisa tinggal denganku" tawar Chanyeol pada Seung woo "tapi keadaan sekarang dan dulu berbeda Channie" jelas Seung woo pada Chanyeol "aku akan tunggu dirimu hingga kuliah arasseo?" Ucap Chanyeol lagi pada Seung woo yang sedang menahan emosinya itu "Channie~ah" panggil Seung woo pada Chanyeol agar Chanyeol sadar betapa tak masuk akalnya omongannya itu "aku tak bisa lepas darimu! Kau tahu? Selama di amerika aku hanya memikirkan dirimu! Di meja belajarku aku menaruh foto kita saat kita berkemah waktu itu! Dan itu yang membuat aku menjadi semangat untuk belajar" terang Chanyeol penuh rasa kejujuran "jadi..kau tak melepaskanku?" Tanya Seung woo ragu "Ne! Siapa yang melepaskanmu? Aku tak melepaskanmu!" Tegas Chanyeol pada Seung woo "Sebenarnya aku.....ah sudahlah nanti saja" ucap Seung woo pada Chanyeol "ada apa? Katakan padaku" ucap Chanyeol lalu membalik tubuh Seung woo "tak ada apa-apa..sudahlah lebih baik kita buat pancake saja" ucap Seung woo dengan senyum yang dipaksakan "baiklah....oiya kau ingat project saat kita berdua disuruh merawat anak tidak? Aku ingat saat waktu itu aku menginap disini hanya karena sebuah boneka hahaha" ucap Chanyeol sambil membayangkan kejadian pada hari itu "oh itu! Iya aku ingat! Saat itu anaknya menangis terus dan terpaksa kau yang merawat mian" sesal Seung woo pada Chanyeol "gwenchana..aku memang yg menyuruhmu tidur iya kan? Oiya omong-omong kau kalau tidur berisik" ucap Chanyeol setengah berbisik "sshhh! Diamlah nanti ada yg dengar! Aku malu tau" ucap Seung woo sambil mendorong bahu Chanyeol "hahaha arasseo" ucap Chanyeol lalu meneruskan kembali mengaduk adonan. Mereka terus meneruskan membuat pancake dan tak menyadari sedari tadi Jongdae melihat apa yang mereka lakukan. Jongdae pun merasa bersalah dan pulang begitu saja. -tbc

Sunday, September 22, 2013

Chapter 17 -Black Note

"Sekarang giliran kau Yifan~ssi" ucap Jongdae. "Naega?" Tanya Yifan penuh keraguan "Ne...cobalah aku tak memasukkan apapun yang aneh disitu" ungkap Jongdae penuh dengan ekspresi yang dibuat sepolos mungkin. "B-baiklah" ucap Yifan ragu-ragu. Saat ingin memakan makanan itu, Yifan pun bicara lagi "sebentar..ehm teman-teman kalau aku punya salah dengan kalian tolong maafkan aku ya. oh iya terutama untuk Hyun ra, kalau aku terkena musibah karena memakan makanan ini aku mohon secepatnya jawab permohonanku tadi. Terima kasih" ucap Yifan seperti membaca sebuah wasiat. Setelah berbicara seperti itu Yifan pun mulai memakan makanan itu. Dia pun sama seperti sehun, makan sambil memejamkan matanya dan berharap tak terjadi apa-apa. Dan benar saja memang tak terjadi apa-apa. "Ini....lumayan enak" ucap Yifan dengan wajah pas-pasan "iya kan? Enak kan? Harusnya kalian percaya padaku" ucap Jongdae sambil menyombongkan diri. "Aku mau mencoba" tantang Seung woo pada Jongdae "kau....mau?" Tanya Jongdae penuh keraguan "Berikan satu suap untukku" pinta Seung woo pada Jongdae. Jongdae pun menyuapi Seung woo, tapi tiba-tiba Seung woo terbatuk-batuk saat memakan itu. "Kau kenapa?! Ya! Lee Seung woo!!" Teriak Hyun ra sambil memukul-mukul punggung Seung woo "Seung woo~ah! Kau tak akan mati kan? Jangan mati dulu seung woo~ah!" Ucap Hee rin panik. Jongdae langsung mengambil air dan meminumkannya pada Seung woo. Setelah tenang, Seung woo memukul punggung Jongdae "ya! Inikah perlakuanmu pada seorang yeoja ha?! Teganya kau menyuapi aku gumpalan lada pada pastanya! Kau mengaduk kurang rata tahu tidak? Aigooo dasar bodoh!" Omel Seung woo dengan wajah yang benar-benar kepedasan. "Benarkah? Aku kira sudah rata" ucap Jongdae dengan ekspresi sok polos "kau mau mengerjaiku apa memang tidak sengaja menyuapi ku lada ini?" Semprot Seung woo pada Jongdae "Tentu saja sengaja!" Ucap Jongdae lantang. "Eh ani maksudku.....tidak sengaja! Aku salah bicara! Sungguh!!" Ucap Jongdae yang langsung mengelak namun elakannya itu ditolak oleh teman-temannya "Kim Jongdae....." Ucap Hyun ra dan Hee rin bersamaan "wae.....aku salah bicara......." Ucap Jongdae dengan perasaan tidak bersalah "Seung woo~ah biarkan aku menangani dia..Yifan~ssi, sehun~ah kalian jaga Seung woo" ucap Hee rin penuh emosi. "Ne" ucap Yifan dan Sehun. Para yeoja itu pun menarik Jongdae keluar kamar dan entah apa yang mereka lakukan. "Dasar bodoh bisa-bisanya dia mengerjai aku saat aku sedang sakit perut ckck" ucap Seung woo kesal. "Kau....tidak apa-apa kan?" Tanya Yifan penuh kekhawatiran "tentu saja..lagipula sepertinya tidak akan parah kalau mengkonsumsi seperempat botol lada" ledek Seung woo pada makanan yang dibuat Jongdae itu.
---------------------------------------------
Tak beberapa lama, yeoja2 itu kembali dengan tampang puas. "Apa yang kalian lakukan padanya? Sepertinya kalian puas sekali" tanya Seung woo penuh senyum. "Aku menyuruhnya menraktir kita makan galbi nanti malam makanya aku puas" ucap Hyun ra dan diperkuat dengan anggukan setuju Hee rin. "Bagus! Aku sayang kaliaaannn" ucap Seung woo sambil memeluk kedua temannya. "Oiya tapi kalian ancam apa dia hingga dia mau menraktir kita galbi? Dia kan agak2 pelit" ucap Seung woo. "Aku bilang saja kalau tak mau menraktir aku akan mengizinkan kau dengan Jongin sunbae mu itu" ucap Hee rin "lalu reaksinya?" tanya Seung woo penasaran "Pertamanya dia marah2 tapi berkat rayuanku ini makanya dia mau" ucap Hee rin lagi. "Aku baru tahu selama ini ternyata hee rin jago merayu seorang namja" ucap Hyun ra. Ucapan itu cukup membuat Sehun batuk kecil. "Kau ini.....aku tidak seperti itu kok" ucap Hee rin sambil menahan malu yang terlihat jelas di wajahnya. Di tengah suasana itu, tiba-tiba ibunya Seung woo memanggil Seung woo "Seung woo~ah dibawah ada tamu" ucap ibu Seung woo pada Seung woo yang tengah berada di kamarnya itu "nugu?" Tanya Seung woo pada ibunya "Channie" ucap ibunya dengan nada bahagia "mwo?! Channie?" Ucap Seung woo setengah berteriak. Seung woo pun langsung berlari kebawah menemui Channie.
---------------------------------------------
Disaat Seung woo berlari keluar, jongdae langsung bingung melihatnya "Channie siapa? Yeoja?" Tanya Jongdae polos "Bukan. Namja" ucap Hyun ra dengan wajah santai "namja?" Tanya Jongdae dengan penuh rasa penasaran "Ne..mantan Seung woo yang tersembunyi" ucap Hyun ra dengan ekspresi yang dibuat menakutkan pada Jongdae "SEUNG WOO PUNYA MANTAN?!" Teriak semua orang "kalian tak tahu? Kasian sekali ckck" ucap Hyun ra sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Jongdae pun langsung menghela napas berat. Dia mengira Seung woo belum mempunyai namja lain tetapi ternyata dia sudah memiliki namja yang pernah menjadi first love nya. -tbc
---------------------------------------------
*mian miannn ngepostnya agak lama soalnya gue masih dalam kesibukan dari masalah sekolah sampe ke kesehatan yang kurang mendukung fufu~ oiya ini juga agak pendek dari sebelumnya soalnya yagitulah biasa namanya inspirasi kan datengnya dadakan haha btw selamat menikmati yaaaa*

Wednesday, September 18, 2013

Chapter 16 - Black Note (part two)

"Kalau kalian jadi pasangan sepertinya akan lucu" ucap Yifan sambil tersenyum. "Pasangan? Kami memang sudah menjadi pasangan kok" ucap Jongdae sambil merangkulkan tangannya di bahu seung woo namun Seung woo langsung menyikut perutnya "NEO JEONGMAL!" ucap Seung woo dengan nada agak marah. "JADI KALIAN JADIAN DAN TAK MEMBERITAHU AKU?!" Ucap hyun ra pada mereka berdua. "Itu....." Ucap Seung woo yang kemudian terpotong oleh pertanyaan dari Hyun ra "Kapan kalian jadian?" Tanya Hyun ra serius "Baru kemarin" ucap Jongdae penuh rasa kebahagiaan. "Aku kira kalian sudah merahasiakannya dariku selama sebulan tak tahunya hanya sehari" ucap Hyun ra. "Aku tidak jadian! Jongdae dan aku pu--" ucap Seung woo yang langsung dipotong oleh Jongdae yang membekap mulut Seung woo. "Annyeong maaf lama menunggu..nona Lee ini sedikit buah untukmu..aku dan Hee rin khusus membelikannya untukmu" ucap Sehun sambil membawa sekeranjang buah yang lalu ditaruhnya di meja belajar Seung woo "gomawo tuan Oh" ucap Seung woo sambil sedikit membungkuk.
---------------------------------------------
Tiba-tiba Seung woo meneteskan air mata saat melihat teman-temannya dan itu cukup membuat Jongdae langsung panik "wae? Sakit lagi? Sebelah mana?" Tanya Jongdae sambil memegangi pipi Seung woo "Ani..aku hanya terharu melihat kalian semua yang begitu perhatian denganku..gomawo" ucap Seung woo sambil menangis tersedu-sedu "eih anak ini kenapa harus menangis sih? Ya! Keumanhae! Aku juga ingin menangis kan" omel Hyun ra pada Seung woo. "Sudahlah daripada kalian saling menangis lebih baik kita makan bersama saja! Siapa tahu itu bisa membuat kita lebih bahagia" ucap Jongdae pada mereka semua. "Ide bagus! Begini saja kita para namja memasak nah bagi para yeoja bisa menemani Seung woo eottae?" Tanya Sehun pada yang lain "joha...aku setuju" ucap Yifan yang sedari tadi tak banyak bicara itu. Akhirnya para namja pun memasak sementara para yeoja berkumpul di kamar Seung woo. Tak lama, akhirnya para namja membawa makanan yang bentuknya tak jelas dan agak sedikit gosong "ige mwoya?" Tanya Seung woo pada Jongdae "macaroni schottel wae?" Tanya Jongdae pada seung woo "Bentuknya......menyeramkan" ucap Heerin "iya! Ini menyeramkan! Yifan~ssi aku tak bisa makan itu" ucap Hyun ra pada Yifan "geurae? Sebenarnya bukan aku yang membuat tapi.....Jongdae" ungkap Yifan. "Ehm pantas saja bentuknya tak karuan ckck" cela Seung woo pada makananyang dibuat Jongdae. "Walaupun begitu tetap saja ini enak! Sehun~ah coba ini" ucap Jongdae sambil menyerahkan makanan yang bentuknya menyeramkan itu pada Sehun "ne?!" Tanya Sehun penuh keterkejutan "Coba saja! Anggap ini sebagai permohonan maafmu karena telah menonjokku tadi" ucap Jongdae pada Sehun "t-tapi......" Ucap Sehun terbata-bata "Sudah coba saja!" Paksa Jongdae pada Sehun. Namun, berkat paksaan itu, sehun mencoba makanan itu sambil memejamkan matanya 'harusnya aku buat surat wasiat dulu sebelum mencicipi makanan ini..tuhan maafkan aku kalau aku punya salah' batin Sehun saat ingin memakan masakan itu.
-----------------------------------------------
Akhirnya dengan keberanian yang dipaksakan itu, Sehun merasakan rasa masakan itu dan semua orang pun langsung hening. Orang pertama yang menanyakan rasa makanan itu adalah Hee rin "Sehun~ah bagaimana.....rasanya?" Sehun terdiam sejenak lalu tiba2 raut wajahnya berubah seakan-akan dia menjadi seorang chef yang profesional. "Rasanya enak...hanya saja kurang gurih dan....Jongdae~ah kau menumis bawangnya kurang matang jadi rasanya kurang kuat dan juga kau terlalu menggunakan bumbu dengan irit jadi rasanya agak kurang terasa" ucapan Sehun itu cukup membuat semua orang terbelalak. "Dae.......bak" ucap Hyun ra pada Sehun. -tbc
----------------------------------------------
*hiyaaaaa akhirnya chap 16 selesaaaiiiii huhuhu setelah penuh perjuangan yang amat berat, gue bisa ngepost ini juga .-. gue harap kalian suka yaa annyeong!*

Chapter 16 - Black Note (part one)

"Mau bertanya apa?" Tanya Jongdae dengan wajah yg perhatian "Kalau kau melihat yeoja yang kau sukai dengan namja lain perasaanmu bagaimana?" Tanya Seung woo dengan penuh rasa penasaran dan sakit hati atas apa yang ia lihat tadi "Aku pasti merasa sakit hati tentunya" ungkap Jongdae sambil memandang ke arah langit "oh begitu ya" ucap Seung woo datar "memangnya ada apa? Kau suka dengan namja lain?" Tanya Jongdae dengan segala rasa ingin tahunya "a-aniya aku hanya bertanya saja" ucap Seung woo ragu. "benar kau hanya bertanya? Jangan2 namja yang kau sukai itu aku lagi" ucap Jongdae pede sambil tersenyum "jangan khawatir chagi aku tak akan begitu padamu" ucap Jongdae sambil merangkul Seung woo "ya! Apa-apaan kau ini dasar menyebalkan" ucap Seung woo dengan wajah masam "ya Lee Seung woo!" Teriak Jongdae sambil terus mengikuti Seung woo yang marah itu.
-----------------------------------------------
Bel pulang pun berbunyi, saat itu Jongdae dan Seung woo masih bertengkar sama seperti tadi. Saat pulang, Seung woo jalan terlebih dahulu dan langsung menggandeng Hee rin dan Sehun. "Mwoya? Sana sama Jongdae saja mengganggu saja kau ini" ucap Hee rin yang merasa terganggu karena kehadiran Seung woo ditengah-tengah antara dirinya dengan Sehun. Tanpa sadar Sehun tertawa mendengar ucapan Hee rin. "Mwoya? Jadi kalian mengusirku? Baiklah aku bisa berjalan sendiri" ucap Seung woo pada mereka berdua. Karena kesal, Seung woo pun akhirnya tersandung oleh kursi dan akhirnya dia pun jatuh. Jongdae pun langsung berlari menolong Seung woo "dasar bodoh! Jalan saja tidak benar cepat bangun" omel Jongdae yang sebenarnya telah mengulurkan tangannya di hadapan Seung woo "dwaesseo! Jangan bantu aku" omel Seung woo pada Jongdae "masih marah? Dasar bocah..yasudah kalau tak mau kubantu" ucap Jongdae yang tadinya mengulurkan tangannya untuk menolong Seung woo tetapi ditarik kembali karena Seung woo yang menolak tetapi pada akhirnya tangan tersebut disambut oleh Seung woo secara terpaksa "iya iya aku mau" ucap Seung woo pada Jongdae. "Heh ahjumma bibirmu bengkak" ucap Jongdae sok cuek "benarkah?! Ya! Tanggung jawab!" Semprot Seung woo pada Jongdae sambil merengek seperti anak bayi "Tanggung jawab? Itu salahmu!" Omel Jongdae pada Seung woo "Pokoknya aku tak mau tahu kau harus tanggung jawab!" Omel Seung woo lagi pada jongdae sambil memukulnya "Baiklah aku akan tanggung jawab" ucap Jongdae pada Seung woo yang mengamuk itu. Jongdae pun langsung menggangdeng Seung woo dan mengajaknya pergi ke sebuah toko ice cream. "Kau mau aku tanggung jawab kan? Sekarang aku sudah tanggung jawab" ucap Jongdae dengan nada sebal "kau mau menraktirku ice cream?" Tanya Seung woo heran "Tak mau? Yasudah kalau begitu" ucap Jongdae yang sudah berbalik badan tetapi langsung ditahan oleh Seung woo "iya iya aku mau! Kau ini!" Ucap Seung woo pada Jongdae yang berpura-pura mengambek itu. Tapi, saat mereka sudah memesan ice cream dan mulai memakannya tiba2 Seung woo melihat inisial K.I pada sebuah meja. Seung woo pun langsung berdiri dan menghampiri meja itu. Jongdae melihat Seung woo dengan penuh keheranan. "Permisi....boleh aku tahu siapa yang biasa duduk disini?" Tanya Seung woo pada pelayan di toko ice cream itu "Oh..yang biasa duduk disini itu seorang anak muda yang sudah menjadi langganan kami selama 2 tahun terakhir. Biasanya dia suka kesini saat jam 5 sore" ungkap si pelayan pada Seung woo "benarkah? Gomawo" ucap Seung woo pada petugas itu.
----------------------------------------------
Seung woo pun kembali ke tempat duduknya dan melanjutkan makan ice cream lagi "sedang apa kau disitu?" Tanya Jongdae penuh rasa ingin tahu "Rahasia" ucap Seung woo dengan wajah datar "lagi-lagi kau seperti ini padaku..kau benar2 cari mati denganku ya?" Ucap Jongdae sambil meregangkan jari2 tangannya seolah2 dia ingin memukul seseorang. "Mau menamparku? Tampar saja" tantang Seung woo. "Baiklah kalau itu yang kau mau" Jongdae pun bertingkah seakan-akan dia akan menampar Seung woo namun dia malah menarik wajah Seung woo mendekati wajahnya dan justru malah mencium bibirnya. Seung woo yang kaget langsung mendorong tubuh jongdae namun Jongdae menahan kepala Seung woo begitu kuat hingga dia tak bisa melepaskan diri. Setelah 60 detik berlalu barulah jongdae melepaskan tangannya dari kepala Seung woo. "Bagaimana tamparanku? Sakit kan?" Tanya Jongdae sambil terus tersenyum evil "Dasar bodoh! Aku benci kau!" Ucap Seung woo sambil memegangi bibirnya itu "Aku harap tamparanku tadi dapat menyembuhkan bibirmu yang bengkak tadi" ucap Jongdae santai "sikkureo!" Semprot Seung woo pada Jongdae yang tengah kegirangan "Hahaha mianhae" ucap Jongdae sambil mengedipkan matanya pada Seung woo "tak ada maaf untukmu" ucap Seung woo datar "ayolah.....begitu saja marah" rengek Jongdae pada Seung woo "terserah" ucap Seung woo sambil menyuapkan ice cream dengan porsi yang besar "ya! Pelan2 nanti sakit perut" ucap Jongdae dengan penuh kekhawatiran pada Seung woo "biar saja!" Ucap seung woo penuh kekesalan. Benar saja, tak lama sakit perut Seung woo kambuh lagi. "J-Jongdae ah perutku......" Ucap Seung woo lirih "Wae? Kau sakit?" Tanya Jongdae yang langsung memegangi kedua lengan Seung woo "Dari tadi pagi aku sakit perut" ungkap Seung woo dengan ucapan yang lirih karena menahan sakit "kenapa tak bilang?!" Omel Jongdae pada Seung woo "Aku kira tak akan parah....rumah...antarkan aku pulang" titah Seung woo pada Jongdae "arasseo kita pulang sekarang" ucap Jongdae dengan penuh perhatian. Dan dengan cepat Seung woo langsung digendongnya hingga pulang. Jongdae langsung merebahkan Seung woo ke kasurnya dan mengambilkan obatnya untuk seung woo. "Cepat minumlah..kau ini sudah tau punya maag akut tetap saja tak memerdulikannya" omel Jongdae sambil menyodorkan obat maag untuk Seung woo "aku kira tak akan parah tapi tahunya...." Ucap Seung woo yang kemudian terpotong oleh suara teriakan seorang yeoja "SEUNG WOO~AH APA YANG TERJADI PADAMU?!" Teriak Hee rin pada seung woo "Hee rin~ah eottokhae....." Ucap Seung woo dengan nada terkejut "Aku tahu saat melihatmu digendong keluar cafe oleh Jongdae" ungkap Heerin penuh rasa ketakutan "kau mengikutiku?" Tanya Seung woo pada Heerin "Ani..aku hanya mau pulang tapi tiba2 melihatmu begitu makanya aku langsung menyusulmu" ucap Heerin dengan nada khawatir "oh begitu..biasa maag ku kambuh lagi" ungkap Seung woo "tuhkan! Kan sudah kubilang jangan lupa bawa obat kau malah tidak membawanya!" Omel Hee rin pada Seung woo. Tapi, mereka tiba2 langsung tertawa saat melihat Hongdae yang menghapus air matanya dan berwajah pucat itu "JONGDAE~AH KAU MENANGIS? KATAMU SEUNG WOO YANG AKAN MENANGIS KALAU KAU TERLUKA HAHAHA DASAR BODOH" teriak Heerin sambil tertawa kencang "YA! AKU TIDAK MENANGIS HANYA KELILIPAN DEBU SAJA! DASAR BONEKA BODOH MATAKU JADI PEDAS KAN!" ucap Jongdae sambil beralibi. "Dasar bayi. Yang sakit aku yang menangis kau dasar bodoh" ucap Seung woo sambil berevil smirk ria. "Kau yang bodoh! Kenapa tak bawa obatnya?! Kalau kau kritis bagaimana? Sudah tau sakit bukannya membawa obat malah dibiarkan begitu saja" ucap Jongdae sambil terus berteori. "Ya! Keumanhae..tak sadar ada aku disini? Kalian ini berisik sekali. Kalau suara kalian tidak cempreng sih tidak apa-apa tetapi kan ini suara kalian seperti 2 anak kucing yang terjepit pintu!" Ucap Hee rin pada mereka berdua.
-----------------------------------------------
Tak lama, Hyun ra datang bersama yifan untuk melihat kondisi Seung woo "neo jeongmal paboya!" Ucap Hyun ra sambil memukul Seung woo "wae? Namanya manusia kan tidak tahu apa yang terjadi saat di masa depan" bela Seung woo pada dirinya sendiri "aku baru kembali kesini kau malah sudah sakit! Menyebalkan" ucap Hyun ra penuh kekhawatiran "Hyun ra~ya dia siapa?" Tanya Hee rin "oh..ini Yifan yang aku bicarakan itu" ucap Hyun ra "oh jadi ini orangnya..ternyata keren juga" ucap Seung woo. Jongdae dan Hyun ra langsung merajam Seung woo dengan tatapan penuh kilat. "Wae? Aku hanya berkata dia keren kenapa kalian......" Ucap Seung woo yang kemudian dipotong oleh ucapan Yifan "Annyeong....Yifan imnida" ucap Yifan penuh dengan keramahan. "Ah ne....aku Seung woo dan itu Hee rin oh iya namja bodoh yang satu ini namanya Jongdae" ucap Seung woo penuh rasa kesal saat melirik Jongdae "mwo?! Namja bodoh?" Tanya Jongdae dengan rasa kesal pada Seung woo "Memang kau bodoh kan?" Tanya Seung woo "enak saja! Aku ranking 3 di kelas!" Omel Jongdae lagi pada Seung woo "Berisik" ucap Seung woo pada Jongdae. -tbc
-----------------------------------------
*part 1 pun akhirnya selesai setelah gue mendapat banyak cobaan huhu yasudahlah karena gue gabisa berkata2 itu aja dari gue. sekian dan salam chendol (?)*

Chapter 15 - Black Note (part two)

Namun, yang ditunggu2 tidak datang hingga akhirnya ada seseorang yang memasukkan sebuah kubus peraga matematika ke kepala Seung woo "IGE MWOYA?! YA! LEPASKAN" teriak Seung woo yang sekarang ini kepalanya dimasukkan ke dalam kubus peraga matematika. Karena terlalu banyak bergerak akhirnya bibir Seung woo terbentur kubus itu dan menyebabkan bibirnya berdarah. "Seung woo~ah....bibir mu berdarah" ucap Hee rin pada Seung woo "berdarah? Ya! Kerjaan siapa ini?!" Omel Seung woo sambil melihat sekeliling dan tiba2 di sudut matanya telah terlihat seorang namja dengan muka yang amat tidak enak dipandang menurut Seung woo "Makanya jangan buat aku melakukan hal konyol padamu..lihat kan bibirmu berdarah. Lagipula juga melepaskan diri dari kubus ini tidak sulit kok kenapa juga kau harus banyak bergerak dasar bodoh" ucap Jongdae cuek. "Ya! Ahjussi neo jinjja!" Ucap Seung woo sambil melemparkan cup coffee yang berisi sisa kopi ke tubuhnya. "Ya! Itu ada isinya bodoh! Lihat bajuku kena noda kopi!" Omel Jongdae pada seung woo yang terlihat menyimpan amarah pada Jongdae "Lebih baik kena noda kopi dibanding aku yang harus berdarah karena ulahmu" semprot Seung woo pada Jongdae "siapa suruh menyuruh Hee rin memukulku? Makanya aku lakukan ini padamu!" Semprot Jongdae pada seung woo "Terserah. Kau duluan yang mengujiku. Hee rin~ah tonjok dia sekali lagi..demi aku" pinta Seung woo sambil memasang puppy eyes pada heerin "tapi Seung woo~ah......" Ucap Heerin yang kemudian dipotong oleh teriakan Seung woo "TONJOK SAJA HEE RIN~AH SEKARANG!" Saat Hee rin ingin menonjok, sehun berbisik pada Hee rin "biar aku saja" Sehun pun akhirnya menonjok muka Jongdae "sudah puas nona Lee?" Tanya Sehun pada Seung woo "Kamsahamnida Oh Sehun" ucap Seung woo yang kemudian berlari meninggalkan cafetaria "LEE SEUNG WOO! MATI KAU DITANGANKU!" Teriak Jongdae yang langsung mengejar Seung woo yang langsung melarikan diri itu.
---------------------------------------------
Hee rin pun bertanya pada Sehun "kenapa kau lakukan itu?" Tanya Heerin dengan penuh rasa penasaran "Aku tak mau tanganmu melukai seorang namja" ucap Sehun tenang sambil meniup-niup tangannya yang telah menonjok Jongdae itu "a-ah begitu rupanya...gomawo" ucap Heerin malu-malu "hari ini kau ada acara tidak?" Tanya Sehun dengan ekspresi datar "Tidak ada wae?" Tanya Heerin penasaran "Mau makan malam diluar?" Ajak Sehun pada heerin sambil melemparkan senyum terbaiknya pada Heerin "Tentu saja! Ani maksudku aku mau kok" ucap Heerin dengan senang hati "baiklah aku jemput kau nanti dirumah" ucap Sehun pada Heerin.
-------------------------------------------
Sementara itu di sekolah Hyun ra, dia sekarang sedang asyik menggambar hingga anak bernama Wu Yifan menghampirinya "sedang melukis apa?" Tanya Yifan pada Hyun ra yang sedang melukis "Ah....aku sedang melukis bunga yang ada di meja guru itu" ucap Hyun ra pada Yifan yang telah duduk manis disebelahnya sambil melihat Hyun ra yang sedang melukis itu "ooh....oiya aku penasaran dengan teman-teman mu yang kau ceritakan padaku itu kapan aku bisa bertemu dengan mereka?" Tanya Yifan pada Hyun ra "Kau mau menemui mereka? Arasseo akan aku atur pertemuan dengan mereka" ucap Hyun ra santai "oh iya...bisa aku menemuimu di atap sekolah saat pulang nanti? Ada yang ingin kusampaikan padamu" ucap Yifan sambil mendekatkan samping wajahnya pada samping wajah Hyun ra "o-oh begitu..b-baiklah aku akan kesana" ucap Hyun ra dengan penuh rasa grogi. Bel pun tak lama berbunyi, hyun ra pun menemui Yi Fan di atap sekolah "ada apa?" Tanya Hyun ra penasaran. Pertanyaan itu langsung dibalas sebuah pelukan oleh Yi Fan. "W-wae geurae? Kenapa memelukku?" Tanya Hyun ra yang masih tidak berbuat apa-apa "Tidak ada apa-apa..hanya ingin memelukmu saja" ucap Yifan yang makin memeluknyua erat. "Sebenarnya ada apa ini? Aku tak mengerti" tanya Hyun ra dengan polosnya "sebenarnya......aku menyukaimu Hyun ra~ya" ungkap Yifan yang masih memeluk Hyun ra "mwo?!" Tanya Hyun ra penuh keterkejutan "Aku suka padamu saat aku melihatmu sedang melukis..entah ada sesuatu yang membuatmu bersinar dan tampak seperti malaikat saat melukis maka dari itu aku menyukaimu" ungkap Yifan lagi pada Hyun ra "benarkah? Gomawo Yi fan~ssi" ucap Hyun ra yang kemudian mencoba membalas pelukan Yifan itu "Yi fan? Biasanya kau memanggilku Kris" tanya Yifan sambil tersenyum kecil "ah aku rasa memanggilmu dengan Yifan lebih baik" ungkap Hyun ra pada Yifan "lalu......bagaimana perasaanmu?" Tanya Yifan yang kemudian mengenggam tangan Hyun ra setelah memeluknya "Aku.....aku tak tahu" ucap Hyun ra ragu-ragu "kenapa kau tak tahu?" Tanya Yifan penasaran "Rasanya aneh....kalau aku tak dekat denganmu aku tak merasa gugup tapi saat dekat denganmu aku gugup" ungkap Hyun ra penuh kebingungan "kalau kau tak bisa menjawab tak apa...aku bisa menunggumu hingga kau bisa mengatakannya" ucap Yifan sambil meyakinkan Hyun ra "aku akan beri balasannya besok" ucap Hyun ra sambil meyakinkan Yifan "ne..arasseo oh iya kau mau ku antar pulang?" Tawar Yifan pada hyun ra "Tak usah..aku biasanya pulang bersama dengan teman-temanku" ucap Hyun ra penuh dengan senyum "oh begitu..yasudah hati-hati ya" ucap Yifan yang kemudian mengelus kepala Hyun ra pelan "ne" ucap Hyun ra pada Yifan.
------------------------------------------
Back to Seung woo setelah sesi kejar-kejaran itu berakhir, ternyata tak sengaja Seung woo melihat Jongin sedang berdua dengan seorang yeoja yang merupakan anak tercantik di sekolahnya. Sejak saat itu Seung woo mulai merasa bahwa dirinya tak pantas untuk Jongin dan setelah melihat Jongin ia pun kembali melihat Jongdae. Jongdae tersenyum melihat Seung woo tetapi Seung woo tidak. "Wae? Ada masalah?" Tanya Jongdae. "Aku mau bertanya sesuatu padamu" ungkap Seung woo pada Jongdae -tbc
-----------------------------------------------
*huah chap 15 nya kelaaarrr setelah dengan penuh perjuangan typo akhirnya jadi jugaaa!!! yaudah kalo gitu sekian dari saya dan...selamat membaca!*

Chapter 15 - Black Note (part one)

"Kenapa kau menarik lenganku? Sakit tau" ucap Seung woo pada orang yang menarik lengannya "bicara apa saja kau tadi dengan Jongin?" Tanya seorang namja pada Seung woo "Rahasia" ucap Seung woo singkat "rahasia? Baiklah kalau kau mau merahasiakannya dariku..aku rasa aku akan berbuat hal konyol lagi setelah ini" ucap Jongdae yang merupakan orang yang menarik lengannya itu. "Arasseo arraseo! Tidak ada yang kubicarakan sungguh. Tetapi tau darimana kau aku bertemu Jongin oppa?" Tanya Seung woo penuh selidik "Aku melihatmu masuk ke kelas si Jongin itu. Tetapi benar tak ada yang kau bicarakan?" Tanya Jongdae sekali lagi "Eobseo..jinjja eobseo" ucap Seung woo sambil membentuk tanda peace pada tangannya "baiklah kalau begitu..ah iya kau tahu tidak Heerin dan sehun benar2 sedang pendekatan satu sama lain" tanya Jongdae dengan wajah yang dibuat sok serius "kau bohong" ucap Seung woo tak percaya "tak percaya? Coba lihat ke arah jam 9 mereka berdua sedang membaca buku berdua" ucap Jongdae dengan penuh keyakinan "JINJJA?!" Teriak Seung woo. Jongdae langsung refleks membekap mulut Seung woo "ya! Jangan keras-keras nanti ketahuan" omel Jongdae pada Seung woo yang sedang ia bekap itu "mian..." Ucap Seung woo lemah "Lihat mereka, aku rasa tak lama lagi mereka akan jadian" prediksi Jongdae pada Seung woo yang sedari tadi hanya mengangguk-anggukan kepala saja "benarkah? Aku rasa aku harus ikut campur sekarang" ucap Seung woo sambil menggulung seperempat lengan bajunya "mau apa kau? Bisakah aku membantu?" Tanya Jongdae penuh antusias "Tentu saja Jongdae~ah aku rasa kita berdua harus membuat mereka jadian! Kau tahu kan apa yang kupikirkan?" Tanya Seung woo dengan disertai evil smirk pada Jongdae "Tentu saja aku tahu, aku dan kau kan memiliki pemikiran yang sama" ucap Jongdae sambil memberikan pandangan evil pada Seung woo. Tak lama Sehun dan Hee rin keluar. Jongdae dan Seung woo pun ikut keluar mengikuti mereka. Mereka ternyata pergi ke lapangan basket. Tadinya jongdae berniat mengikuti mereka terus tapi seung woo mengajaknya kembali ke kelas. Saat kembali, Seung woo menemukan sebuah surat berwarna hitam. Saat dibuka surat itu bertuliskan "pengirim gambar siluet di mejamu adalah orang disekitarmu, setiap hari minggu dia sering pergi ke toko ayam goreng" tulis kata-kata itu pada sebuah surat yang dibaca kencang oleh Seung woo "MWO?! HAHAHAHAHA KONYOL SEKALI" tawa Seung woo hingga terbahak-bahak. "Wae? Kenapa kau tertawa seperti itu?" Tanya Jongdae pada Seung woo. "Kau lihat sendiri saja aku tak bisa menjelaskannya" ucap Seung woo yang masih tertawa membaca tulisan itu.
---------------------------------------------
Setelah membacanya Jongdae pun juga sama terbahak-bahaknya dengan Seung woo "HAL KONYOL APA INI? ASTAGA AKU KIRA HANYA AKU YANG BODOH TERNYATA ADA ORANG YANG LEBIH BODOH DARIKU" teriak Jongdae sambil menahan tawa nya itu. "Konyol bukan? Memang itu sangat konyol..tapi tunggu gambar? Jangan2 siluet itu" ucap Seung woo sambil mengingat-ingat gambar yang diberikan padanya saat awal masuk sekolah itu "gambar? Kau dulu pernah dapat gambar?" Tanya Jongdae penuh selidik pada Seung woo "Ne....tak mungkin kau pengirimnya kan?" Tanya Seung woo pada Jongdae "Aku? Aku saja baru tahu..sepertinya aku butuh detektif sekarang" ucap Jongdae dengan gaya seperti seorang polisi "memangnya kau punya seorang detektif?" Tanya Seung woo dengan ekspresi bicara-apa-sih-kau-ini-sebenarnya "Tentu saja! Kita lihat saja siapa pengirimnya" ucap Jongdae bersemangat. "Tapi aku rasa kita kurang bukti disini" ucap Jongdae lagi "betul juga..masa hanya dia tukang makan ayam saja sih?" Ucap Seung woo heran. "Sepertinya akan ada petunjuk lagi kau sabar saja" ucap Jongdae sambil mengacak rambut Seung woo.
-----------------------------------------------
Tak lama bel pun berbunyi tanda masuk jam pelajaran, mereka pun langsung mengikuti pelajaran seperti biasa. Setelah 3 jam berlalu, bel pun berbunyi lagi menandakan waktu istirahat. Dan pada saat itulah mereka berdua langsung memikirkan clue itu. "Di gambar itu ada tanda nama pengirim tidak?" Tanya Jongdae lagi sambil menganalisis bukti agar pencarian orang tersebut semakin mudah "Aku lupa...yang jelas gambar itu di kertas warna berwarna hitam" jelas Seung woo lagi "coba kita lihat lagi gambar itu..biasanya ada inisial nama pengirim" ucap Jongdae dengan gaya seperti seorang detektif "benar juga" ucap Seung woo dan benar saja disitu ada inisial K.I "K.I? Siapa dia?" Tanya Jongdae lagi "Kenapa K.I? Benarkah bukan kau yang mengirimkan surat ini padaku?" Tanya Seung woo yang masih curiga pada Jongdae "Mana mungkin aku berbohong! Aku saja baru tahu kau dapat surat ini" omel Jongdae pada Seung woo. Hee rin pun yang melihat Jongdae dan Seung woo itu langsung penasaran "ini apa? Sebuah surat?" Tanya Hee rin. "Begitulah...ini clue untuk menemukan pengirim gambar siluet padaku" ucap Seung woo pada heerin. Saat membaca surat ini tiba2 Hee rin tertawa ditengah keheningan "OMONA! Ya! Shin Hee rin kau mau membuatku sakit jantung?" Omel Seung woo pada Hee rin "mian Seung woo~ah tapi sungguh clue ini sangat lucu" ucap Heerin sambil terus tertawa hingga menitihkan air mata "lain kali kalau mau tertawa beri kode dulu Heerin~ah kau ini..tertawa seperti anak gajah saja" ledek Jongdae pada Hee rin "MWO?! ANAK GAJAH?! KAU CARI MATI YA?!" Ucap Hee rin sambil mengepalkan tangannya yang ingin menonjok muka Jongdae tapi tiba2 tangan Hee rin dipegang oleh seseorang. "Hee rin~ah kau ini perempuan..jangan bertindak kasar" suara itu ternyata berasal dari Sehun yang juga orang yang memegang pergelangan tangan Heerin itu. "S-Sehun~ah......kau sedang apa kesini??" Tanya Heerin dengan nada gelagapan "Aku hanya ingin mampir sebentar ke kelas ini" jelas Sehun pada Heerin "tapi omong2 heerin~ah tiap minggu kau ke toko ayam kan?" Tanya Seung woo penuh selidik pada Heerin "Tidak setiap minggu juga sih" ungkap Heerin pada Seung woo "nah! Kau bisa kan membantuku mencari si tukang ayam ini?" Tanya Seung woo penuh harap "Haha urusan mudah..aku akan membantumu asal aku boleh menonjok mahluk ini" ucap Heerin sambil melirik Jongdae "tak apa..tonjok saja" ucap Seung woo santai "MWO?! YA LEE SEUNG WOO!" Teriak Jongdae "gomawo Seung woo~ah" ucap Heerin "kkaja Sehun~ah biarkan saja mereka" ucap Seung woo yang kemudian meninggalkan Heerin bersama Jongdae "baiklah" ucap Sehun menuruti Seung woo.
--------------------------------------------
Mereka pun berjalan sambil melambaikan tangannya pada Jongdae yang masih merasa ketakutan akan apa yang akan dilakukan Hee rin dan juga pada heerin yang sedang kegirangan karena mendapatkan kesempatan untuk menonjok Jongdae. "Sehun~ah kau duluan saja...perutku sakit aku mau ke toilet dulu" ucap Seung woo pada sehun dengan nada penuh lirih "baiklah" ucap Sehun lalu berlalu begitu saja. Seung woo pun langsung pergi ke toilet. Tak lama, Seung woo langsung keluar dari toilet dan segera mencuci tangannya. Namun, saat ingin mencuci tangan dia menemukan surat hitam lagi. "Apa ini? Surat lagi? Siapa pengirimnya?" Gumam Seung woo saat melihat surat itu. Saat dibuka surat ini bertuliskan "hari minggu jam 9 pagi. Oh Sehun. Meja dekat jendela. Heaven Cafe K.I" tulis surat itu pada Seung woo "K.I lagi? Tapi kenapa ada sehun? Aneh" ucap Seung woo penuh keheranan. Tak lama seung woo pun langsung berbincang dengan Sehun "Sehun~ah hari minggu ini....kau ada janji tidak?" Tanya Seung woo penuh selidik pada sehun "Janji? Oh aku ingat! Jam 9 pagi hari minggu aku ada kumpul basket di heaven cafe wae?" Tanya Sehun pada Seung woo yang terlihat sedang memikirkan sesuatu itu "Ternyata benar........" Gumam Seung woo pada dirinya sendiri "Apanya yang benar?" Tanya Sehun penasaran "Ah aniya bukan apa-apa...tapi apa kau tahu siapa yang suka menulis dengan inisial K.I?" Tanya Seung woo lagi pada Sehun "K.I? Aku tak tahu tapi aku akan cari tahu untukmu" ucap sehun meyakinkan "gomawo Sehun~ah ah iya! Mengenai Gee rin....apa kau..suka padanya?" Tanya Seung woo sambil menyeruput capucinno yang baru saja ia beli sebelum ia bertemu Sehun di cafetaria "Ne?" Tanya Sehun heran "Ani.....aku hanya melihat kalian itu dekat...." Ucap Seung woo yang kemudian dipotong oleh Sehun "Haruskah aku katakan itu?" Ucap Sehun santai "Kalau tak mau juga tak apa sih" ucap Seung woo dengan nada yang tidak memaksa "baiklah...aku akui aku menyukai dia sejak awal kalian masuk sekolah. Tapi aku tak berani bertemu dengannya makanya aku terus menghindar dari dia tapi tetap saja tak bisa" ungkap Sehun sambil tersenyum kecil "aku janji..kalau kau membantuku aku akan membantumu..tapi ingat hanya kita berdua saja yang tahu ok?" Ucap Seung woo sambil meyakinkan sehun "Arasseo..nah itu dia Hee rin" ucap Sehun sambil melambaikan tangannya dan melemparkan senyumannya pada Hee rin. Saat Hee rin datang, Seung woo langsung bertanya "bagaimana? Sudah beres?" "Tentu saja...lihatlah anak itu sebentar lagi pasti kau akan terkejut" ucap Hee rin. -tbc
--------------------------------------------

Tuesday, September 17, 2013

Chapter 14 - Black Note

Pagi itu, Seung woo sudah bersiap untuk ke sekolah dari tadi pagi. Dia merasa agak kurang bersemangat setelah yang apa yang terjadi kemarin. "Seung woo~ah kau sudah bersiap untuk sekolah? Ini masih jam 6" ucap eomma Seung woo pada Seung woo yang sudah bersiap dari tadi pagi "ara eomma tapi entah mengapa hari ini rasanya aku merasa harus bangun lebih pagi agar tidak terlambat" ucap Seung woo yang lalu melahap roti sandwichnya "heoksi ada yang terjadi kemarin saat Jongdae kesini?" Tanya ibunya pada Seung woo "Eoh? Kemarin tidak ada apa-apa" ungkap Seung woo dengan polosnya "jeongmal? Eomma mendengar semuanya..kau berpacaran dengan Jongdae kan?" Goda ibu Seung woo pada anaknya itu "Eomma! Itu bohong!" Omel Seung woo pada ibunya "Benarkah?! Aku kira itu sungguhan. Ah andai itu sungguhan. Atau kalau tak bersama Jongdae kau bersama Chanyeol saja" ucap ibunya santai "Eomma!!! Sudah ah aku berangkat saja" ucap Seung woo kesal "geurae..hati-hati di jalan ya" ucap ibunya sambil mencium kening anaknya itu "ne" ucap Seung woo sambil berlari.
---------------------------------------------
Saat dia membuka pagar, dia melihat seorang anak laki-laki berjalan perlahan menuju rumahnya "chagiya! Tunggu!" Ternyata anak itu adalah Jongdae "apa kau memanggilku chagiya? Memang kita jadian?" Semprot Seung woo pada Jongdae "galak sekali kau ini ada apa? Aku salah ya?" Tanya Jongdae dengan wajah penasaran "iya! Kau salah! Kau datang saat oppa sedang bicara denganku!" Semprot Seung woo lagi "Mwo?! Oppa?! Keu saram?? Wah daebak" ucap Jongdae pada seung woo. Seung woo pun mengabaikan Jongdae begitu saja dan langsung berlalu masuk ke bis. Ia langsung memakai headphonenya agar ia tak mendengar ocehan jongdae. Saat disekolah, Seung woo pun menghampiri kelas Jongin dan melihat Jongin terdiam seperti hantu. Dia langsung mengambil ponselnya dan memberi pesan pada jongin untuk menemuinya di lantai atap atas. Seung woo pun menuju duluan kesana sambil menunggu kedatangan Jongin. Tak lama, Jongin pun datang "ada apa kau menemuiku?" Tanya Jongin dengan nada dingin. "Masalah kemarin" ucap Seung woo "itu hanya drama. Itu hanya pura-pura. Aku kasihan dengan Jongdae makanya aku merawat dia karena dia sebenarnya terluka karena aku.....mendorong dia dari atas kasur hingga terjatuh" lanjut Seung woo "oh...begitu ternyata aku kira kau benar ada perasaan dengan dia" ucap Jongin datar "ANI! AKU TAK ADA PERASAAN DENGAN TROLL MACAM DIA TAHU!" Teriak Seung woo. "Tidak usah berteriak juga aku sudah dengar anak kecil" ucap Jongin sambil tersenyum. "Sudah selesai kan? Yasudah aku turun ya anak kecil. Byebye" lanjut Jongin sambil tersenyum dan melambaikan tangannya pada Seung woo. Seung woo pun langsung mematung disaat itu. Dia mematung karena terpukau melihat senyumnya yang dingin tetapi menawan. Saat Seung woo baru saja turun dari loteng sekolah tiba-tiba ada sepasang tangan yang menarik dirinya -tbc
---------------------------------------
*chap 14 selesaaiiii!! dikit ya? emang. gue juga bikinnya kayak orang dikejar deadline gini huff tapi harapan gue semoga kalian suka yaa!!! annyeong!*

Chapter 13 - Black Note

"Seung woo~ah kau sedang apa disini?" Tanya Jongin yang tengah berdiri didepan Seung woo dengan manisnya "Ah aku sedang berjalan santai dengan te- ani maksudku dengan namjachingu ku" ucap Seung woo datar "namjachingu? Nugu? Keu saram?" Tanya Jongin sambil menatap Jongdae "ne..naega Seung woo namjachingu an geurae chagiya?" Tanya Jongdae sambil menunjukkan evil smirk nya ke Jongin "Ne" ucap Seung woo singkat. "Oh begitu rupanya. Aku kira kau belum punya pacar Seung woo~ah. Chukkahae. Oiya aku baru ingat aku ada janji dengan temanku aku pergi dulu yaa" ucap Jongin dengan senyum yg dipaksakan dan lalu pergi begitu saja. "Aku tak enak padanya" ucap Seung woo dengan suara begitu lembut namun masih terdengar oleh Jongdae "tak apa...kau tau kan dia player? Untuk apa mengkhawatirkan dia" ucap Jongdae cuek.
---------------------------------------------
Setelah berjalan cukup lama, akhirnya mereka kembali ke rumah Jongdae. "Aku harus pulang sebelum sore Jongdae~ah karena aku mau mengerjakan pr yang menumpuk dirumah" pamit Seung woo pada Jongdae "kenapa tidak sekalian disini saja? Kenapa cepat sekali sih? Kenapa kau harus pulang?" Protes Jongdae pada Seung woo "Pertama aku pulang karena aku memiliki rumahku sendiri, kedua kalau aku mengerjakan disini, itu akan memakan waktu yang lama ara?" Ucap Seung woo pada Jongdae yang bersikap kekanak-kanakan itu "Geurae arasseo ah satu lagi bangku di sebelahmu kosong kan?" Tanya Jongdae pada Seung woo "Ne" ucap Seung woo singkat "mulai besok aku akan menjadi penghuni bangku kosong itu ingat itu" ucap Jongdae pada Seung woo "ne ahjussi" ledek Seung woo pada jongdae "ahjussi?! Ya neo jinjja!" Ucap Jongdae sambil melempar bantal yang meleset karena Seung woo sudah terlanjur keluar kamarnya. Tak beberapa lama, seung woo masuk ke kamar Jongdae setelah dia membereskan bajunya dan bersiap untuk pulang. Jongdae saat itu sedang terlihat mengerjakan sesuatu dengan laptopnya hingga dia tidak sadar seung woo telah masuk. "Sedang apa kau?" Tanya Seung woo yang langsung membuat Jongdae kaget dan refleks menutup layar laptopnya "a-aniya..aku hanya sedang mengerjakan pr" alibi Jongdae pada Seung woo.
----------------------------------------------
Sebenarnya Jongdae sedang mengedit fotonya dengan Seung woo tetapi dia bilang bahwa dia sedang mengerjakan prnya "ooh tapi kenapa ditutup? Aku tak boleh lihat?" Tanya Seung woo sambil agak merengut kesal "Tentu saja tidak! Nanti pasti kau menyontek tugasku!" Ucap Jongdae dengan nada agak setengah membentak "Terserah...ah iya aku pulang dulu ya kalau ada apa-apa ktalk aku saja..oiya bagaimana punggungmu sudah baikan?" Tanya Seung woo penuh perhatian "Lumayan...ini akan lebih baikan apabila besok kau menjalankan tugasmu" ucap Jongdae sambil ber-evil smirk ria pada Seung woo "ne ahjussi" ledek Seung woo pada Jongdae "ya! Neo jinjja!" Omel Jongdae pada Seung woo "Kemarin kau mengataiku ahjumma kenapa aku tak boleh mengataimu ahjussi? Dasar licik" omel Seung woo pada Jongdae "oiya...mian Seung woo~ah oiya hati-hati di jalan ya" ucap Jongdae yang lalu mengenggam tangan Seung woo erat "hmm..gomawo" ucap Seung woo sambil tersenyum pada Jongdae "ne..oiya tutup matamu" titah Jongdae pada Seung woo "untuk apa?" Tanya Seung woo pada jongdae yang bersikap aneh itu "Tutup saja" titah Jongdae lagi "baiklah" setelah Seung woo menutup matanya tiba2 Jongdae mencium pipi Seung woo. Seung woo kaget dan mukanya langsung memerah "ya! Ige mwoya?!" Omel Seung woo sambil memegang pipinya itu "Ucapan terima kasih" ucap Jongdae malu-malu "ah! Kau ini! Aku benci kau!" Omel Seung woo yang langsung menuju ke pintu kamar jongdae "Tapi aku sayang padamu! Hahahaha" ucap Jongdae sambil tertawa puas.
----------------------------------------------
Seung woo pun keluar kamar Jongdae sambil menahan perasaan senang dan kaget itu. Akhirnya, setelah kembali ke kamarnya dia berpamitan dengan ibu Jongdae. Sebelum pulang, ibunya Jongdae memberikan sedikit makanan untuk seung woo sebagai rasa terima kasih karena telah menemani anaknya saat dia sakit. Seung woo pun pulang kerumah. Tapi saat dia sampai dirumah, seseorang yang mengejutkan berada didepan pagar rumahnya "O-Oppa.....kau kenapa ada disini?" Tanya Seung woo dengan penuh keterkejutan saat melihat Jongin yang berada didepan rumahnya "Aku mau bertanya satu hal padamu" ucap Jongin serius "apa itu?" Tanya Seung woo penasaran "Benarkah.....Jongdae itu pacarmu?" Tanya Jongin penasaran "Ah itu......itu...." Ucap Seung woo gelagapan "Kenapa kau tak bisa jawab? Jangan bilang kau hanya berpura-pura dengannya iya kan?" Desak Jongin pada Seung woo "Aku.......aku..........." Ucap Seung woo terbata-bata namun langsung dipotong oleh ucapan Jongdae pada Jongin "Cukup! Dia itu pacarku! Kemarin aku sudah bilang padamu sunbae!" Teriak Jongdae pada jongin. "Jangan ikut campur! Aku hanya bertanya pada Seung woo bukan padamu!" Omel Jongin pada Jongdae "Tapi yang tadi itu sudah jelas kan? Wae? Masih tak terima hah?!" Omel Jongdae lagi pada Jongin "Jongdae~ah...andwae..jangan bertengkar disini" ucap Seung woo khawatir pada Jongdae. "Gwenchana Seung woo~ah..aku akan membereskan semuanya disini" ucap Jongdae sambil menenangkan Seung woo "jangan pancing aku untuk memukulmu Kim Jongdae!" Teriak Jongin pada Jongdae "Pukul kalau berani! Aku tidak takut padamu" tiba2 satu pukulan dari Jongin mendarat di pipi Jongdae "Oppa! Keumanhae!" Ucap Seung woo sambil memegangi Jongin yang telah menonjok Jongdae itu "Ani.....aku tidak akan berhenti karena kemarahanku telah dipancing olehnya dan kau tahu? Aku sangat sulit mengendalikan emosiku" ucap Jongin dengan senyum evilnya. Jongdae pun membalas pukulan Jongin tepat pada pipinya juga. "SUDAH CUKUP! AKU BILANG HENTIKAN! SAMPAI KALIAN BERTENGKAR LAGI, AKU AKAN MELAKUKAN HAL YANG TIDAK RASIONAL!" teriak Seung woo yang setelah itu langsung lari ke dalam rumahnya. "Ini semua gara-gara kau sunbae. Sampai Seung woo celaka habis kau ditanganku" ucap Jongdae dengan tatapan suatu-saat-nanti-aku-akan-membunuhmu pada Jongin. Jongin yang tadinya ingin memukul Jongdae akhirnya menahan emosinya karena takut Seung woo akan berbuat hal aneh pada dirinya sendiri. Jongin pun akhirnya pulang dengan emosi yang memuncak dan sama pula dengan Jongdae. Jongdae pulang dengan emosi yang meluap2 dan juga sakit pada punggungnya yang harus ia tahan agar ia bisa sampai ke rumah dengan selamat -tbc-
----------------------------------------------
*finally chap 13 gue rilis jugaaaa fiuuhhh setelah penuh banyak perjuangan akhirnya gue bisa ngepost chap ini juga hehehe. untuk hari ini gue ngepost 1 chap aja soalnya jadwal yang super padaatt!!! so guys keep waiting for the next chap yeaaaa*

Monday, September 16, 2013

Chapter 12 - Black Note

Seung woo pun pergi ke kamar sebelah dan mulai merebahkan tubuhnya di kasur empuk itu setelah ia kembali dari rumahnya. Tak beberapa lama, ponselnya berdering kembali dan ternyata itu panggilan dari kamar sebelah "ahjumma aku tak bisa ambil obat tolong ambilkan obatku dimeja" titah Jongdae pada Seung woo yang sedang terbaring di kasur kamar yang sedang ia tempati "ya! Neo jinjja! Mwo?! Ahjumma?! Aish ambil sendiri saja aku tak mau ambilkan" ucap Seung woo yang merasa tersinggung dipanggil 'ahjumma' oleh Jongdae "ahjumma tolong akuuu~ aku tadi ingin berdiri lalu jatuh dan sekarang aku tak bisa berdiri lagii" ucap Jongdae dengan suara penuh harap. Padahal sebenarnya dia bisa saja mengambil obat itu tapi dia menelpon Seung woo dengan alasan meminta obat agar dia bisa bertemu Seung woo. "Jeongmalya?! Kau terjatuh?! Arasseo dalam Waktu 1 menit aku akan kesana" ucap Seung woo yang dalam keadaan panik itu. Setelah menelpon, Jongdae membuat dirinya tampak seperti orang terjatuh dan berpura2 kesakitan di lantai padahal saat menelpon tadi, dia berdiri di balkon sambil menahan tawa melakukan aktingnya itu. Tak lama, Seung woo masuk dan melihat Jongdae yang pura2 kesakitan itu. "Kenapa bisa terjatuh?! Kau ini seperti anak kecil saja" ucap Seung woo yang terkejut melihat kondisi jongdae yang berpura-pura kesakitan itu "ya! Aku terjatuh kan karena kepalaku pusing lalu tiba2 di sekitar itu ada meja makanya aku kesakitan karena setelah jatuh aku terbentur meja tahu!" Balas Jongdae dengan penuh kebohongan. "Kau ini...jangan bilang kau sengaja terjatuh untuk membuatku mengambilkan obatmu" ucap Seung woo dengan nada sewot "ANIYA!" Teriak Jongdae pada Seung woo "kenapa kau jadi teriak2 padaku? Cih dasar bocah" ucap Seung woo sembari mengulurkan tangannya pada Jongdae "kenapa mengulurkan tangan?" Tanya Jongdae pada Seung woo "tak mau kubantu berdiri? Yasudah" ucap Seung woo langsung menarik tangannya namun dengan cepat Jongdae meraihnya "mau kau tarik setinggi apapun aku masih bisa meraih tanganmu karena kau lebih pendek dari ku ara?" Ucap Jongdae dengan penuh senyum jahil. "Aku rasa kau sudah sembuh total karena buktinya kau bisa mengejekku lagi ah iya satu lagi kau bilang aku pendek? Geurae aku memang pendek puas?" Ucap Seung woo sambil mendorong Jongdae hingga terjatuh lagi dan kali ini dia benar2 kesakitan. "AAARRGGHHH!!!" Teriak Jongdae yang benar-benar merasa kesakitan "Tak usah berpura-pura aku tahu kau bohong" ucap Seung woo dengan malas sambil membalik badannya "S-Seung w-woo~ah a-aku sungguh t-tak bisa napas" ucap Jongdae merintih kesakitan "cukup cukup! Aktingmu berlebihan aku benci itu" ucap Seung woo dengan nada yang benar-benar jengkel "ini s-sungguhan aku tak bisa bernapas dan berjalan eottokhae?" Ucap Jongdae lirih. Karena penasaran, Seung woo langsung berbalik badan dan benar saja Jongdae seperti orang kehabisan napas dan mukanya begitu pucat "YA KIM JONGDAE! Jangan memasang muka seperti ituuu haaa eottokhae kalau ahjumma tau bisa mati aku" ucap Seung woo panik "b-bantu aku naik ke tempat tidur s-sungguh ini menyakitkan" lirih Jongdae sambil terus memegangi pinggangnya "geurae akan kubantu hati2" ucap Seung woo dengan suara bergetar ingin menangis. Setelah Jongdae naik ke kasur, Seung woo pun membantu Jongdae agar dia tidak kesakitan "Jongdae~ah mianhae aku hanya bercanda tadi aku tak bermaksud sungguh" ucap Seung woo penuh penyesalan "g-gwenchana Seung woo~ah uljima" ucap Jongdae dengan senyum yang dipaksakan "tapi aku merasa bersalah! Bagaimana bisa aku tak menangis dasar bodoh!" Ucap Seung woo yang lalu menangis karena merasa bersalah "Kau menyesal?" Tanya Hongdae pada Seung woo yang sedang menangis itu "Ne" ucap Seung woo lirih "sungguh amat sangat menyesal?" Tanya Jongdae lagi "Ne tentu saja!" Ucap Seung woo dengan nada setengah berteriak "kalau kau amat sangat begitu merasa menyesal, aku mau kau jadi pacarku selama 2 minggu" titah Jongdae pada Seung woo "mwo?!" Ucap Seung woo dengan ekspresi kaget bercampur tidak percaya "Kalau tak mau yasudah besok aku akan bilang ke eomma kalau kau...." Ucap Jongdae santai yang lalu segera dipotong oleh persetujuan Seung woo "Arasseo" "ne? Kau mau?" Tanya Jongdae penuh kebahagiaan "Ne...daripada aku dibunuh ibumu lebih baik aku jadi pacarmu selama 2 minggu" ucap Seung woo pasrah "baiklah kalau begitu mulai besok kau jadi pacarku oiya ingat didepan teman2 kita kau harus panggil aku chagiya aku pun sama seperti itu" titah Jongdae lagi "ne?! Tapi kan....." Ucap Seung woo yang dipotong kembali oleh Jongdae "Kalau tak mau yasudah..aku rasa aku terkena patah tulang ekor" ancam Jongdae pada Seung woo yang tengah panik itu "mwo?! Jangan takut-takuti aku! Baiklah akan kulakukan" ucap Seung woo pada Jongdae. Jongdae pun tersenyum melihat Seung woo yang menunjukkan raut wajah seseorang yang kalah. "Chagiya ambilkan obat" ucap Jongdae pada seung woo "ne?" Tanya Seung woo lagi "Kau tuli ya? Aku bilang ambilkan obat" titah Jongdae dengan semena-menanya "haish kau ini baiklah" ucap Seung woo dan langsung mengambil obat itu "ini minumlah...setelah ini aku mau kembali ke kamar ya" ucap Seung woo yang lalu segera menuju ke kamar sebelah "baiklah tapi ingat ponselmu tak boleh mati karena yaa kau tau kan perbuatanmu ini telah membuat fisikku terluka. Kalau ponsel mu mati aku terpaksa menelpon eomma" ancam Jongdae lagi. "arasseo. Aku tidur dulu ya jalja" ucap Seung woo pada Jongdae "geurae jalja chagiya" ucap Jongdae pada Seung woo.
----------------------------------------------
Setelah Seung woo menutup pintu kamar Jongdae, Jongdae langsung mengirim pesan pada Heerin dan Sehun "kali ini aku selangkah lebih maju dibandingkan Jongin sunbae". Keesokannya, Seung woo yang masih tertidur pulas itu mendengar ponselnya berdering. Dia pun mengangkat dengan malas "yeobseo?" Jawab Seung woo dengan malas-malasan "Chagiya bisa kau ke kamarku sekarang?" Tanya Jongdae dengan nada penuh kebahagiaan "Wae? Kau mau sesuatu?" Ucap Seung woo setengah sadar "kemari saja ppali" titah Jongdae dengan suara yang hampir dibuat mirip seperti anak tk "aku masih mengantuk" ucap Seung woo lemah "kesini saja" titah Jongdae lagi "ne" ucap Seung woo malas-malasan. Dia pun membawa boneka kura2 nya dan pergi ke kamar Jongdae. "Kenapa bawa boneka kura2?" Tanya Jongdae heran "Aku masih mengantuk tahu. Aku tidur di sofamu saja ya kalau ada apa2 panggil aku" ucap Seung woo lalu kembali tidur di sofa di kamar Jongdae "ya! Aku memintamu kesini bukan untuk menyuruh kau pindah lokasi tidur dasar pabo" omel Jongdae pada Seung woo yang sedang membaringkan tubuhnya di sofa "lalu kau menyuruhku untuk apa hah?!" Omel Seung woo lagi pada jongdae "Aku mau olahraga pagi" ucap Jongdae acuh tak acuh "mwo?! Neo micheosseo?" Tanya Seung woo dengan penuh kekhawatiran "Ani....maka dari itu kau bantu aku bersiap. Ambilkan pakaianku di lemari lalu setelah itu kau bisa bersiap" titah Jongdae pada Seung woo yang masih mengantuk itu "haaaa tapi aku masih mengantuk" keluh Seung woo pada Jongdae "kau masih mengantuk? Semalam kau tidur jam berapa?" Tanya Jongdae pada Seung woo "Jam 1" ucap Seung woo dengan wajah yang kusut "larut sekali...kau memangnya sedang melakukan apa hingga tidur jam 1?" Tanya jongdae lagi pada Seung woo "Aku bermain game" ucap Seung woo datar "dasar anak bodoh" omel Jongdae pada seung woo.
-----------------------------------------------
Setelah memilihkan baju untuk Jongdae, Seung woo pun pergi bersiap dan kembali ke kamar Jongdae lagi. "Bantu aku berdiri" titah Jongdae pada Seung woo dan akhirnya Seung woo pun membantu Jongdae berdiri dan ternyata Jongdae bisa berdiri dengan lumayan baik "kkaja chagiya" ucap Jongdae pada seung woo. Mereka pun turun dan langsung bergegas pergi setelah berpamitan dengan ibunya Jongdae. "Jongdae~ah kau sungguh bisa berjalan?" Tanya Seung woo sekali lagi "Keurom....ya walaupun masih terasa sakit sih" ungkap Jongdae lagi "benarkah? Mian........" Ucap Seung woo penuh penyesalan "Untuk apa? Aku saja tak marah padamu" ucap Jongdae sambil memberi senyum termanisnya pada Seung woo "tapi tetap saja......." Ucap Seung woo yang lalu terpotong oleh ucapan Jongdae "Tak usah khawatir..aku kuat kok" ucap Jongdae menenangkan Seung woo. Mereka berdua pun berjalan santai di sekitar kawasan rumah Jongdae. Tapi betapa tidak beruntungnya mereka karena saat mereka sedang berjalan berdua mereka bertemu dengan.......Jongin -tbc
-----------------------------------------------
*voila! inilah chap 12 nya! dengan segala perjuangan yang besar(?) akhirnya gue bisa ngepost ini juga hehehe so guys keep reding yaaa*

Chapter 11 - Black Note

Setelah buku yang Seung woo baca habis, ternyata Jongdae belum juga bangun. Karena merasa bosan akhirnya dia menuju teras yang ada di kamar Jongdae. Dia pergi keluar dan menghirup udara segar. Saat sedang diluar, tiba-tiba teman-temannya telah berada dibawah sambil memanggil namanya "oi Seung woo~ah sedang apa kau disitu?" Tanya Sehun pada seung woo yang sedang berdiri di balkon kamar Jongdae dengan manisya "Sedang menunggu seseorang terbangun dari tidurnya" ucap Seung woo sambil memberi kode bahwa yang tidur itu Jongdae. "Bolehkah kita masuk?" Tanya sehun lagi pada Seung woo "Masuk saja..dibawah ada ibunya Jongdae" ucap Seung woo dari atas balkon Jongdae "arasseo tunggu kami disana yaa" ucap Sehun yang kemudian memasuki rumah Jongdae "ne" ucap Seung woo singkat. Tak lama mereka masuk ke kamar Jongdae dan melihat Jongdae yang tertidur menghadap ke arah tempat Seung woo membaca tadi. Mereka pun menuju teras dan menghampiri Seung woo. " dia pulas sekali tidurnya" ucap Hyun ra pada jongdae yang masih tertidur nyenyak dengan berbalut selimut miliknya "tadi habis minum obat makanya dia pulas" jelas Seung woo pada Hyun ra "wah kau benar2 seperti ibunya ya...sampai obat saja kau yang memberikan" ucap Hyun ra sambil menyunggingkan senyum nya "sebagai teman kan harus saling tolong-menolong iya kan?" Tanya Seung woo pada hyun ra "Benar juga sih" ucap Hyun ra pada Seung woo. Tak lama, saat mereka kembali Jongdae telah duduk di kasurnya sambil memegangi kepalanya yang masih terasa berat itu. "Sudah bangun? Bagaimana? Sudah baikan belum?" Tanya Seung woo pada Jongdae "sudah tidak pusing lagi tapi kepalaku masih berat oiya tadi kau kemana bukannya tadi kau ada disebelahku?" ucap Jongdae polos namun ucapan itu memberikan Seung woo tatapan penasaran dari teman-temannya. "Apa? Aku hanya duduk disebelahnya sambil membaca buku" jelas Seung woo dengan wajah panik "yakin? Tidak terjadi apa-apa?" Goda Heerin pada Seung woo "Kalau tak percaya tanyakan saja pada anak ini" ucap Seung woo sambil menunjuk Jongdae "ya! kalian ini kenapa sih? Dia hanya duduk disampingku kok" bela Jongdae pada Seung woo "benarkah?" Tanya Hyun ra penasaran "ya! memangnya aku ini kalian yang mengambil kesempatan dalam kesempitan?" Ucap Seung woo sewot kepada hyun ra "arasseo...jangan marah..kalau marah mukamu berubah menjadi 10 tahun lebih tua" ucap Hyun ra mengejek Seung woo "sikkureo! Dasar nenek lampir" ucap Seung woo pada Hyun ra dengan tampang sewot "Seung woo~ah sudahlah kau ini begitu saja dipermasalahkan..lebih baik kau ambilkan obatku saja" ucap Jongdae sambil memegang tangan Seung woo. "Arasseo" ucap Seung woo lalu mengambilkan obat untuk Jongdae. "Ini minumlah" ucap Seung woo sambil menyerahkan obatnya pada jongdae "gomawo" ucap Jongdae lalu mengambil obatnya.
----------------------------------------------
Setelah meminum obat, anak-anak tadi pun turun untuk makan malam bersama dengan ibu Jongdae. Jongdae yang tak kuat berjalan itu terpaksa dituntun oleh Seung woo untuk turun. Saat di meja makan, mereka pun langsung menyantap makanannya dengan lahap "Seung woo~ah bagaimana? Kau betah tidak disini?" Tanya ibu Jongdae pada Seung woo sambil mengelus kepala Seung woo seperti dia mengelus kepala anaknya sendiri "Ah aku betah disini ahjumma" ucap Seung woo sambil mengulas senyum tipis. "Baguslah...anggap saja ini rumahmu oiya kau bisa tidur di kamar tamu disebelah kamar Jongdae atau dimana saja sesukamu" ucap ibu Jongdae pada Seung woo. "Ne ahjumma" ucap Seung woo sambil terus menyantap makanannya. Tak lama, ponsel seung woo bergetar. Ternyata itu pesan dari jongin. "Seung woo~ah bisa kita bicara sebentar? Aku ada didepan rumahmu sekarang" ucap Jongin pada seung woo di ktalk "benarkah? Sudah lama disana?" Balas Seung woo yang lalu segera melanjutkan makannya "Baru 5 menit" balas Jongin lagi "yasudah aku akan kesana tunggu ya" balas Seung woo lagi "arasseo" balas Jongin singkat. "Pesan dari siapa itu?" Tanya Jongdae pada Seung woo "ah ini...temanku mengirimi ku pesan katanya ingin bertemu" alibi Seung woo pada Jongdae "oh begitu...aku kira si Jongin sunbae" ucap Jongdae polos. Ucapan itu cukup membuat semua orang menoleh ke arah Hongdae dan Seung woo yang duduk bersebelahan. Tapi tak lama mereka tidak memedulikan obrolan itu. Tak beberapa lama Seung woo langsung berdiri dan minta izin untuk pulang. Alibinya adalah mengambil kunci kamarnya padahal ia ingin menemui Jongin.
-------------------------------------------------
Tak lama, Seung woo pun sudah tiba didepan rumahnya dan melihat Jongin yang sedang memegang sebuah boneka jerapah "museun iriya oppa?" Tanya Seung woo pada jongin yang telah berdiri mematung didepan rumahnya "Seung woo~ah....aku mau mengatakan sesuatu" ucap Jongin "apa?? Ada apa?" Tanya seung woo dengan rasa ingin tahu yang tinggi "Aku....mau memberimu ini" ucap Jongin sambil memberikan boneka jerapah "ini untuk apa?" Tanya Seung woo "begini...aku tahu kau menyukai boneka jerapah jadi aku belikan ini dan juga aku mau mengaku" ucap Jongin lagi "mengaku apa?" tanya Seung woo penasaran "black note itu............" Ucap Jongin pada Seung woo "Iya kenapa black note ada apa?" Tanya Seung woo penasaran "Itu......." Tiba-tiba saat ingin berbicara handphone Jongin berdering "mian aku harus pergi noona ku menelpon" ucap Jongin pada Seung woo "baiklah hati-hati ya" ucap Seung woo pada Jongin yang melambaikan tangan padanya. "Black note? Kenapa black note? Kenapa dia membahas black note? Aneh" ucap Seung woo yang langsung berlalu masuk ke rumahnya -tbc
-------------------------------------------------
*HUAAHHH akhirnya chap 11 kelaarr tadinya ini mau gue post besok cuman karena ada request buat ngepost hari ini yaudah deh akhirnya gue post hehe intinya jangan bosen2 baca ff gue ya readersdeul annyeong!*

Sunday, September 15, 2013

Chapter 10 - Black Note (part two)

Tak lama, Seung woo masuk ke kamar Jongdae dan panggilan itu masih tersambung. "Kau sudah bangun? Itu panggilan dari siapa?" Tanya Seung woo pada Jongdae yang masih memegangi ponselnya "Oh Seung woo~ah bicaralah ini Sehun" ucap Jongdae yang lalu menyodorkan ponsel itu pada Seung woo "gomawo" kemudian Seung woo mengambil ponsel itu "yeobseo wae Sehun~ah?" Ucap Seung woo pada lawan bicaranya itu "Jongdae sudah baikan??" Tanya sehun khawatir "Eum belum terlalu baikan sih tetapi panasnya sudah mulai turun" ujar Seung woo sambil memegang kening Jongdae "bisakah kita kesana sekarang?" Tanya Sehun pada Seung woo "Sekarang? Eum mungkin nanti sore saja soalnya Jongdae belum sepenuhnya istirahat" ucap Seung woo sembari melihat namja yang berada di sebelahnya itu "oh arasseo..Seung woo~ah kau terlihat seperti pacarnya sekarang" goda Sehun pada Seung woo "ne? Kau ini ada-ada saja" ucap Seung woo dengan wajah bingung. "Baiklah saat makan malam kita akan kesana. Jaga Jongdae ya" ucap Sehun "ne" ucap Seung woo lalu menutup telepon itu. "Mukamu kenapa begitu..apa yang dikatakan Sehun?" Tanya Jongdae penuh perhatian "Ah bukan sesuatu yang penting" ucap Seung woo sambil mencoba menghilangkan pembicaraan tadi dari pikirannya. "Tidurlah aku akan menunggumu sampai kau bangun disini" ucap Seung woo yang kemudian menuju meja belajar Jongdae untuk membaca buku. "Seung woo~ah kemari..kau disini saja" ucap Jongdae yang menunjuk tempat tidurnya. "Ya! Kau kan akan tidur disitu tidak ah nanti mengganggu" tolak Seung woo atas permintaan kekanakan Jongdae tadi "sudah disini saja..kau membaca disini dan aku tidur" titah Jongdae pada Seung woo "ah tapi........." Ucap Seung woo yang kemudian terpotong oleh rajukkan jongdae "Turuti saja perkataanku. Duduk disini" ucap Jongdae yang menatap Seung woo dengan tatapan penuh harap. "Ne arasseo" ucap Seung woo yang kemudian duduk disamping Jongdae yang terbaring itu. "Tidur sana aku akan membaca buku ini sampai habis" ucap Seung woo yang terus menatap bukunya. -tbc
-------------------------------------------
*Sekian part 2 chap 10! kalo mau nambah besok yaa maklum lah anak ipa sibuk dengan segala macam prnya huhuhu ㅠ-ㅠ happy reading ya readersdeul~*

Chapter 10 - Black Note (part one)

"Mwo? Kau mau menemaniku?" Tanya Jongdae dengan mata yang membelalak kaget "I-iya cuman kalau kau tak suka.....aku tidak akan melakukannya" ucap Seung woo yang lalu segera menundukkan kepalanya "ani...bukan begitu kau boleh melakukannya kok" ucap Jongdae dengan senyum tipis di bibirnya yang pucat itu "benarkah? Ah gomawo" ucap Seung woo sambil mengulas senyum tipis di bibirnya.
----------------------------------------------
Mereka pun akhirnya menaiki bus yang menuju rumah Jongdae. Selama di perjalanan, Jongdae menyandarkan kepalanya di bahu Seung woo. Mungkin karena dia merasa lemas dan tak kuat untuk mengangkat kepalanya. "Gwenchana..sandarkan saja kepalamu disini aku akan menjadi sandaranmu hari ini" ucap Seung woo pada Jongdae yang langsung menyandarkan kepalanya pada pundak Seung woo "hanya hari ini?" Tanya Jongdae sembari menggenggam tangan seung woo dengan erat. "Hah? Maksudmu?" Tanya Seung woo bingung "Ani...tidak usah ditanggapi..tadi aku hanya meracau saja" ucap Jongdae untuk menutupi maksud yang ada dalam kalimatnya tadi. Selama beberapa menit berada di bus, akhirnya mereka sampai di terminal dekat rumah jongdae dan turun di terminal itu untuk melanjutkan perjalanan ke rumah Jongdae. Saat di perjalanan, Jongdae terus menggenggam tangan Seung woo dengan erat. "Jongdae~ah kau masih kuat berjalan kan? Andai aku yang sakit mungkin kau akan menggendongku sampai rumah" ucap Seung woo sambil berandai-andai. "Aku harap kau jangan berandai-andai seperti itu. Kau ingat betapa parahnya saat kau sakit waktu itu? Aku sampai tak tega melihatmu menangis kesakitan" ucap Jongdae sambil melihat Seung woo. "Arasseo..mian aku telah berkata seperti itu" ucap Seung woo dengan penuh penyesalan. Setelah berbincang2 cukup lama, akhirnya mereka pun sampai dirumah Jongdae dan kebetulan ibu Jongdae ada didepan rumah "Jongdae~ah neo wae geurae?" Ucap ibu Jongdae sambil menatap anaknya "jadi begini...tiba2 badan Jongdae panas dan aku memutuskan untuk mengantarkannya pulang" tutur Seung woo panjang lebar."Benarkah? Sudah 2 hari ini dia tidak makan teratur dan tidur larut malam..aku harap kau dapat menyembuhkannya Seung woo~ah" ucap ibu Jongdae penuh harap "ahjumma ini aku kan bukan dokter mana bisa menyembuhkan dia" ucap Seung woo sambil tertawa kecil "aku yakin alasan dia begini selama dua hari ini pasti karena memikirkanmu" ucap ibu Jongdae sambil melirik anaknya yang pucat itu "EOMMA!" Teriak Jongdae pada ibunya "kalau begitu..bagaimana kalau kau menginap disini saja?" Tawar ibu Jongdae pada Seung woo "NE?! Ah begini sebenarnya....." Ucap Seung woo pada ibu Jongdae tetapi langsung dipotong oleh ibunya Jongdae "Seung woo~ah kumohon..aku sudah membicarakan ini dengan ibumu di jauh2 hari dan dia menyetujuinya" jelas ibu Jongdae dengan nada setengah memohon "i-ibuku?" Tanya Seung woo dengan nada kaget "Ne..ibumu kita kan sudah dekat sedari kau kecil jadi tak masalah apabila kau menginap dirumah kami iya kan Jongdae?" Tanya ibu Jongdae dengan penuh harap pada anaknya "Ne eomma" ucapnya sambil mengulas senyum tipis. "Arasseo kalau begitu aku akan menginap disini" ucap Seung woo pada ibu Jongdae "gomapta Seung woo~ah..aku sangat mengharapkanmu untuk bisa menjadi putriku" ucap ibu Jongdae sambil berlalu begitu saja. Jongdae yang mendengar perkataan ibunya itu langsung tersenyum lebar dan mengajak Seung woo masuk. Seung woo pun masuk ke rumahnya dan menemani Jongdae menuju kamarnya. Sesampainya di kamar Jongdae, Seung woo langsung membantu Jongdae merebahkan tubuhnya ke kasur dan duduk di ujung tempat tidurnya. "Merasa baikan? Apa perlu aku ambil sesuatu untuk kau makan?" Tanya Seung woo penuh perhatian "Tak usah..duduk saja disitu" ucap Jongdae sambil menunjuk pinggir tempat tidur miliknya. "Seung woo~ah bisa tidak kau ambilkan aku obat? Aku rasa sekarang badanku makin terasa tidak enak" ucap Jongdae yang terbaring di kasurnya itu. "Oh arrasseo tapi obatmu dimana??" Tanya Seung woo sambil melihat sekeliling kamar Jongdae "Ada dibawah..minta saja pada ibuku" titah Jongdae yang masih berbaring di tempat tidurnya "ne...tunggu sebentar yaa aku akan mengambilkannya untukmu" ucap Seung woo yang kemudian berlari untuk mengambilkan obat untuk Jongdae. Tak lama, Seung woo kembali ke kamar Jongdae dengan membawa semangkuk sup, obat, dan minum pada sebuah nampan. Namun, saat Seung woo melihat Jongdae, dia telah tertidur pulas di kasurnya dengan berbalut selimut berwarna coklat. "Aku kira dia menungguku tak tahunya sudah tidur..baiklah aku akan biarkan dia tidur dan keluar sebentar" ucap Seung woo lalu menaruh nampan itu di meja belajarnya. Namun, saat seung woo ingin keluar Jongdae malah justru membuka matanya dan melihat seung woo yang menuju pintu kamarnya itu. "Mau kemana kau?" Tanya Jongdae dengan nada yang lemah "Omo! Aku kira kau tidur makanya aku keluar..takut mengganggumu nanti kalau aku di kamarmu" ucap Seung woo sambil mengelus-elus dadanya karena kaget "kau tadi masuk membawa apa? Sepertinya itu makanan" tebak Jongdae yang masih menatap Seung woo dengan matanya yang agak sayu "memang itu makanan..itu bubur yang dibuatkan ibumu untuk kau makan..oiya sebelum kau tidur lebih baik kau makan dan minum obat itu dulu saja..aku mau berjalan2 sebentar" ucap Seung woo yang ingin berjalan menuju pintu kamar jongdae namun tertahan karena ucapan Jongdae "tunggu! Aku tak bisa berdiri...bisakah kau memberikan obat itu dan membantuku untuk makan?" Pinta Jongdae pada Seung woo yang masih membelakanginya itu "Maksudmu menyuapimu begitu?" Tanya Seung woo dengan ekspresi kaget "Kurang lebih seperti itu...kalau aku bisa makan aku tidak akan memintamu untuk menyuapiku tapi kan kau tahu aku sedang demam tinggi sekarang" ucap Jongdae dengan wajah yang ia buat se-pucat mungkin "arasseo akan kulakukan" ucap Seung woo lalu mengambil mangkuk bubur itu dan duduk disebelah jongdae.
-------------------------------------------
Akhirnya, Seung woo menyuapi jongdae dengan perlahan hingga makanan itu habis. "Seung woo~ah gomawo" ucap Jongdae sambil memegang tangan Seung woo "gomawo untuk apa?" Tanya Seung woo yang langsung menggenggam tangan Jongdae kembali "Untuk hari ini" ucap Jongdae dengan senyum termanis miliknya "ne...cheonma..itulah gunanya seorang sahabat yang menolong sahabatnya yang sedang sakit" ucap Seung woo pada jongdae. "Seung woo~ah boleh aku tanya sesuatu?" Tanya Jongdae sambil terus menatap Seung woo "Tanyakan saja ada apa?" Ucap Seung woo penuh perhatian "Kau......suka Jongin sunbae?" Tanya Jongdae dengan nada agak penasaran namun bercampur rasa yang sakit pula pada hatinya "Eum..itu sebenarnya...namja yang aku bicarakan padamu itu Jongin oppa. Bisa dibilang aku suka dengannya" ucap Seung woo malu-malu. "Oh begitu..kau sayang juga dengan jongin sunbae?" Tanya Jongdae penuh rasa ingin tahu dan rasa sakit akan kenyataan bahwa Seung woo menyukai Jongin "k-kurang lebih begitu..ah sudah ganti topik! Oiya setelah makan kau harus minum obat dan tidur ya" ucap Seung woo yang lalu membantu Jongdae berbaring di kasur dan membantunya untuk menyelimuti Jongdae yang telah terbaring itu "ne..tapi kalau aku tidur kau mau kemana?" Tanya Jongdae khawatir akan Seung woo yang akan pergi meninggalkannya "Paling aku membantu ibumu dibawah..tenanglah aku tidak kemana2" ucap Seung woo sambil terus menggenggam tangan Jongdae "arasseo" ucap Jongdae yang langsung mengambil obatnya dan setelah itu baru dia tidur sesudah meminum obat itu.
--------------------------------------------
Seung woo pun beranjak keluar dari kamar Jongdae. Saat keluar, Seung woo memutuskan untuk kerumahnya sebentar untuk mengambil beberapa baju. Sesampainya di kamarnya dia langsung mengambil beberapa baju dan kembali ke rumah Jongdae. Sementara saat di kamar Jongdae, ponsel Seung woo berbunyi dan membangunkan Jongdae yang sedang tertidur. Dia pun mengangkat panggilan itu tanpa melihat siapa lawan bicaranya "yeobseo" ucap Jongdae dengan suara yang lemah "yeobseo..oh jongdae~ah kenapa kau memegang ponsel Seung woo? Seung woo dimana?" Tanya Sehun yang merupakan lawan bicaranya itu "Seung woo ada dirumahku sekarang museun iriya?" Ucap Jongdae lagi "Ani...anak2 ini ingin sekali ke rumahmu tapi dia ingin pergi kesana kalau ada Seung woo" ucap sehun yang diiringi dengan suara berisik seperti yeoja yang sedang bergosip ria "kemarilah..Seung woo ada disini hingga aku sembuh" jelas Jongdae dengan senyum yang bahagia "mwo?! Maksudmu??" Tanya Sehun yang sepertinya benar-benar tidak mengerti ucapan Jongdae tadi "Iya dia akan merawatku" ucap Jongdae dengan raut wajah bahagia. -tbc
-----------------------------------------
*Akhirnya part 1 kelaarrr tinggal part 2 nya gue post hehe wait for it yeaaa ^^~*