Saturday, October 12, 2013

Chapter 21 - Black Note (part two)

"Iya juga ya kau benar oppa" ucap Seung woo sambil tersenyum pada Jongin. "Ehm.......kalian tidak lihat disini ada orang?" Tanya Sehun. "Mian Sehun~ssi aku sampai tidak memperhatikanmu hehe" ucap Jongin pada Sehun yg sedang memasang wajah datar itu. "Gwenchana..kami mengerti kok iya kan Heerin~ah?" Ucap Sehun sambil merangkul Heerin. "Ne! Betul sekali. Wajar kalian seperti itu karena kita pun juga sama seperti kalian. Kita berdua biasanya tak pernah memperhatikan orang saat sedang berdua. Iya kan Sehun~ah?" Tanya Heerin sambil tersenyum melirik Sehun. "K-kalian juga jadian sama seperti kami?!" Tanya Seung woo dengan nada terkejut "betul sekali! Kau pintar Seung woo~ah Hyun ra juga sama seperti kita loh!" Ucap Heerin dengan nada yang gembira "benarkah?! Uaahh kita harus rayakan ini!" Ucap Seung woo dengan bahagia. "Aku setuju dengan usulmu! Bagaimana kalau kita pesta dirumahku? Aku rasa rumahku tempat yang tepat untuk merayakan ini" ucap Heerin dengan bersemangat. "Baiklah! Nanti malam kita pesta dirumahmu! Telepon aku saat sudah siap ya!" Ucap Seung woo sambil tersenyum lebar "baiklah aku akan menelponmu saat semuanya telah beres" ucap Heerin lagi. Siang itu pun akhirnya menjadi siang yang menggembirakan bagi Seung woo juga heerin. -tbc
*mian agak lama ngepostnya berhubung saya ini mahluk sosialita nan sibuk (?) jadi yaa baru bisa ngepost sekarang hope u enjoy it!

Chapter 21 - Black Note (part one)

06.15
Pada pukul itulah Seung woo menemukan sebuah clue lagi tentang surat hitam yang berisi gambar siluet wajahnya itu. Clue itu adalah kelas 2-4 dimana kelas itu adalah kelas Kim Jongin kakak kelasnya. Disitu juga tertulis K.I lagi. Pada saat itu, Seung woo langsung menuju ke kelas Jongin dan memberi tahu clue itu. "Oppa ada clue lagi!" Ucap Seung woo "ini apa? Siapa pengirimnya?" Tanya Jongin "tak tahu..saat aku datang langsung ada ini" ungkap Seung woo. "Jangan-jangan........." Ucap Jongin yang langsung menuju ke kelas Byun Baekhyun teman dekatnya "ya! Baekhyun~ah ini ulahmu ya?" Tanya Jongin pada Baekhyun "apa? Itu apa?" Tanya Baekhyun "tak usah sok polos..aku tahu ini ulahmu" ucap Jongin "apa buktinya kalau ini ulahku?" Tanya Baekhyun. "Karena hanya kau yang mengetahui segala sesuatu tentangku dan juga masalah dengan Seung woo" ucap Jongin "lagipula repot-repot sekali kau membuat ini. Aku juga sudah mengatakannya pada Seung woo kalau aku yg membuat siluet itu" lanjut Jongin lagi "jadi kau sudah mengatakannya?! Ah tahu begitu tak usah aku buat surat bodoh itu" ucap Baekhyun lagi "nah! Benar kan itu ulahmu! Sudahlah aku sudah tau itu ulahmu" ucap Jongin "arrasseo kau menang..iya aku yang buat surat clue itu tapi reaksi Seung woo bagaimana?" Tanya Baekhyun "yah begitulah masih belum ada tanda-tanda" ucap Jongin. "Oh iya! Aku lupa! Tadi kan aku meninggalkan Seung woo di kelasku sendirian! Aku ke kelas dulu ya!" Pamit Jongin pada Baekhyun "ya! Dasar bodoh! Anak itu benar-benar ckck" ucap Baekhyun melihat kelakuan temannya itu.
--------------------------------------
Saat kembali, Jongin sudah tak melihat Seung woo di kelasnya. Maka dari itu ia langsung memutuskan untuk langsung ke kelas Seung woo di kelas 1-2. Benar saja, Seung woo sedang duduk membaca novel "Lee Seung Woo" panggil Jongin pada Seung Woo. Semua yeoja menoleh ke arah Seung woo mengingat yang memanggilnya adalah salah satu flower boy di sekolahnya "wae?" Tanya seung woo sambil menghampiri Jongin "ikut aku" ucap Jongin sambil menarik tangan Seung woo. Semua anak yeoja melirik kepadanya dan Jongin. "Ada apa? Kenapa menarikku??" Tanya Seung woo pada Jongin yang membawanya ke taman belakang sekolah "ternyata yang memberikanmu clue selama ini adalah baekhyun temanku" ungkap Jongin "aaahh begitu ternyata. Aku kira siapa..yasudah kalau begitu aku sudah tenang kalau sudah tau siapa pengirimnya" ucap Seung woo "masih ada satu hal lagi yang perlu aku katakan kepadamu" ucap Jongin "apa itu?" Tanya Seung woo dengan wajah penuh tanda tanya "kau ingat ungkapan dariku itu?" Tanya Jongin "ungkapan apa?" Tanya Seung woo lagi "ungkapan bahwa aku menyukaimu saat pertama aku melihatmu masuk ke sekolah ini. Saat aku menjadi panitia penerimaan murid baru waktu itu dan aku melihatmu. Aku menyukaimu" ucap Jongin "jadi, aku ingin bertanya apa kau punya perasaan yang sama denganku?" Tanya Jongin "sejujurnya...aku memang menyukaimu tapi kau itu termasuk anak terkenal sementara aku bukan anak terkenal. Aku juga bukan dari anak orang kaya sepertimu. Aku juga tidak terlalu cantik seperti yeoja yang berada disekitarmu. Dan aku rasa aku tak pantas untuk menyukaimu" ucap seung woo dengan wajah datar "itu bukan masalah selama kau juga menyukaiku. Aku tak peduli harta dan penampilanmu. Aku hanya peduli ini. Hatimu" ucap Jongin sambil menarik tangan Seung woo untuk memegang dadanya. "Jadi, kau mau memberi hatimu untuk kusimpan di dalam hatiku?" Tanya jongin "selama kau bisa menyimpannya kenapa tidak?" Ucap Seung woo penuh kebahagiaan. Pada akhirnya, pada pukul 06.30 mereka pun resmi menjadi seorang kekasih. Pada saat bel masuk, Jongin mengantarkan Seung woo ke kelasnya. "Seung woo~ah kalau sudah istirahat ktalk aku ya nanti aku segera kesini ne?" Ucap jongin sambil mengacak rambut Seung woo "oppa! Jangan diacak susah menyisirnya kembali!" Omel Seung woo pada jongin yang tertawa mendengar omelan yeojanya itu. "Arasseo...aku pergi ya annyeong" ucap Jongin sambil berlari menuju kelasnya yang lumayan dekat dari kelas seung woo. Saat Seung woo masuk, dia melihat Jongdae duduk di bangku sebelahnya. "Bahagia sekali..ada apa?" Tanya Jongdae dengan senyum yang agak dipaksakan "aku....baru saja jadian dengan Jongin oppa! Haaa senang sekali rasanya Jongdae~ah" ucap Seung woo pada Jongdae "a-ah benarkah? Chukkahae...akhirnya yeoja sejelek dirimu bisa memiliki namja juga ya" ucap Jongdae dengan penuh rasa sakit hati. "Ah iya....maaf ya seharusnya aku menjadi yeoja pura-pura mu selama 1 minggu tetapi aku hanya bisa hingga hari ke 5" sesal Seung woo pada jongdae "a-ah tak apa lagipula yg pacar pura-pura itu juga aku hanya bercanda kok. Kita ini kan sahabat masa iya pacaran iya kan? Haha" ucap Jongdae dengan tawa yang agak dipaksakan. "Iya juga sih..tapi walau bagaimanapun aku berterimakasih padamu karena telah menjadi temanku yang baik walau kadang menyebalkan" ucap Seung woo pada jongdae "iya..aku juga berterima kasih padamu karena kau mau jadi temanku yang perhatian" ucap Jongdae lagi 'dan terima kasih untuk menjadi orang pertama yang aku cintai selama 2 tahun ini walaupun itu hanya terpendam dalam hatiku saja dan juga terima kasih telah menjadi orang pertama yang kuberikan first kiss' batin Jongdae dibalik senyumnya itu. Setelah obrolan itu, akhirnya guru pun datang dan pelajaran dimulai hingga akhirnya bel istirahat tiba. Saat istirahat, tadinya Seung woo ingin menghubungi Jongin tapi ternyata dia sudah didepan kelasnya bersama dengan baekhyun. "Chukkahae seung woo~ssi kau telah resmi menjadi pacar seorang Kim Jongin" ucap Baekhyun sambil mengulurkan tangannya. "A-ah gomawo sunbae" ucap Seung woo malu-malu sambil menjabat tangan baekhyun yang sudah terulur itu. "Temanmu dimana?" Tanya Jongin pada Seung woo "nugu? Jongdae? Heerin? Apa sehun?" Tanya seung woo lagi "Jongdae" ucap Jongin. "Itu di kelas mau aku panggilkan?" Tanya Seung woo lagi "tak usah..aku hanya bertanya saja. Kalau begitu ayo ke kantin aku lapar" ucap Jongin sambil merangkul Seung woo. "Baekhyun~ah lebih baik kau dengan yeojamu saja sana jangan ikuti aku" ucap Jongin "iya..baiklah. Silahkan nikmati waktu berdua kalian ya" ucap Baekhyun sambil berlalu begitu saja. Seung woo dan Jongin pun pergi bersama ke kantin untuk makan sedangkan Jongdae yang sedang di kelas itu sedang merasa sakit hati karena dia kalah cepat dari Jongin. Tak lama, heerin dan Sehun masuk dan melihat Jongdae yang galau itu "dimana Seung woo?" Tanya Heerin "bersama pacar barunya" ungkap jongdae "MWO?! SEUNG WOO PUNYA PACAR BARU?! SIAPA?! JANGAN BILANG....." Ucap heerin dengan nada terkejut "ne...pacar barunya Kim Jongin" ungkap Jongdae "daebak aku harus telepon Hyun ra sekarang" ucap Heerin lalu menelpon Hyun ra "Hyun ra~ya! Kau harus tahu Seung woo jadian dengan Jongin!" "MWOYA?! KENAPA BISA BEGITU?! KENAPA TIDAK DENGAN JONGDAE?!" Teriak Hyun ra yang terkejut mendengar kabar tersebut "sudahlah mungkin ini bukan takdirnya bersama jongdae. Biarkan saja mereka jadian. Kita dukung saja mereka arasseo?" Ucap Heerin sambil menenangkan Hyun ra "geurae kita dukung saja mereka itu. Tapi apa Jongdae tak apa-apa?" Tanya Hyun ra "dia bisa mengatasinya tak usah khawatir" ucap Heerin pada Hyun ra "oiya! Aku mau memberitahumu kalau aku....kemarin jadian dengan Yifan" ucap Hyun ra dengan nada bahagia "benarkah?! Aku juga! Kemarin juga aku sama sepertimu!" Ucap Heerin dengan nada bahagia "waaahhh chukkahae heerin~ah semoga kita bisa terus seperti ini ya. Ah iya dan juga Seung woo. Kita juga harus menerima pilihannya walau bagaimanapun juga aku rasa jongin itu tak seperti yang kalian pikirkan" ucap Hyun ra "iya juga sih..yasudahya aku tutup dulu annyeong!" Ucap Heerin lalu menutup teleponnya. "Jongdae~ah aku ke kantin ya. Ingat tak usah galau masih banyak yeoja mengantri untukmu" hibur sehun pada Jongdae "iya..aku tahu banyak yang mengantri untukku kau tahu kan aku siapa? Aku ini juga termasuk flower boy sama seperti jongin!" Canda Jongdae pada sehun "terserahlah....yang penting jangan lakukan hal konyol ya" ucap Sehun "aku tak akan begitu! Masa hanya karena yeoja menyebalkan itu aku melakukan hal konyol? Mustahil" ucap Jongdae sambil tertawa. Heerin dan Sehun pun akhirnya pergi ke kantin. Dan saat di kantin, benar saja Seung woo sedang makan berdua dengan Jongin. Akhirnya, Heerin dan Sehun pun bergabung dengan mereka setelah mengambil makanannya masing-masing. "Seung woo~ah aku menumpang duduk disini boleh kan?" Tanya Sehun pada Seung woo. "A-ah boleh kenapa tidak?" Ucap Seung woo mempersilahkan. "Ehm....sepertinya ada sesuatu yg kalian sembunyikan dari kami" ucap Heerin pada Seung woo. "Apa? Aku tak pernah menyembunyikan apa2" ucap Seung woo "kkeotjimal! Kau jadian dengan sunbae kan?" Tanya Sehun pada Seung woo. "Ani...kenapa kalian bisa....." "JONGDAE!" Teriak Sehun dan Heerin bersamaan. "Dasar bocah berisik sekali dia" omel Seung woo pada kelakuan Jongdae itu. "Sudah biarkan saja lagipula kenapa juga harus kita sembunyikan iya, kan?" Tanya Jongin sambil mengenggam tangan Seung woo. -tbc

Chapter 20 - Black Note

-Hyun ra side-
Setelah berpisah dari Heerin dan Sehun, Yifan dan Hyun ra pun berjalan-jalan di sekitar lokasi sekolah mereka. "Kalau aku tak salah malam ini akan ada bintang jatuh kan?" Tanya Yifan "bintang jatuh? Aku tidak tahu..kau tahu darimana?" Tanya Hyun ra pada Yifan yang sedang memandangi langit itu "Ah...itu aku baru saja melihat dari internet" ucap Yifan sambil tersenyum. "Ah! Bagaimana kalau kita ke sungai han? Aku rasa kalau mau melihat bintang jatuh sungai han lah tempat terbaik untuk melihatnya" ucap Hyun ra bersemangat "aku setuju! Baiklah kkaja!" Ucap Yifan lalu menggandeng tangan Hyun ra. Setibanya di Sungai Han, mereka belum melihat apa2 "dimana? Kok sampai saat ini aku belum melihat bintang jatuhnya?" Tanya Hyun ra dengan perasaan gelisah "kau amat sangat mau melihat bintang jatuhnya?" Tanya Yifan penuh perhatian "Tentu saja! Aku ingin meminta sesuatu" ucap Hyun ra sambil tersenyum manis. "Apa itu?" Tanya Yifan penasaran "rahasia" ucap Hyun ra singkat sambil menyembunyikan senyumnya. Tak lama bintang jatuh pun terlihat. "Wah! Bintang jatuh! Cepat buat permohonan!!" Ucap Hyun ra antusias lalu dia berdoa pada tuhan dengan khusyu' begitu pula Yifan. Saat Yifan sudah selesai berdoa, Hyun ra masih memejamkan matanya dan berdoa. Yifan hanya tersenyum melihat yeoja di sampingnya itu. Tak lama, Hyun ra membuka matanya dan menatap Yifan dengan penuh arti. "Tatapan macam apa itu?" Tanya Yifan heran. "Aku.....ingin membuat pengakuan" ucap Hyun ra dengan disertai helaan nafas yang panjang "apa itu?" Tanya Yifan penasaran "Aku......aku menerima tawaranmu" ucap Hyun ra disertai dengan senyum kelegaan di wajahnya "jinjja?!" Tanya Yifan dengan wajah yang bahagia "Ne" ucap Hyun ra singkat. "Gomawo hyun ra~ya...aku tahu kau tak akan menolakku! Aku sudah tau itu! Kemarilah.." ucap Yifan sambil melebarkan kedua tangannya tanda ingin memeluk hyun ra. Hyun ra pun langsung menghambur ke dalam pelukan yifan dengan senang hati. "I love you my angel..you will always be my angel from now until we meet again in heaven" ucap Yifan sambil memeluk Hyun ra erat.

-Heerin side
"Heerin~ah aku punya sesuatu untukmu" ucap Sehun pada Heerin. "Apa itu?" Tanya Heerin "Ini...." Ucap Sehun sambil memberikan sebuah gelang. "A-apa ini??" Tanya Heerin bingung "Ini gelang" ucap Sehun santai "I-iya aku tahu ini gelang tapi untuk apa..." Tanya heerin bingung. Sehun hanya menjawab pertanyaan itu dengan penuh senyum dan menggandeng tangan Heerin "ikut aku" Sehun pun mengajak Heerin ke sebuah taman didekat rumah Heerin. "Tutup mata" titah sehun pada heerin "untuk apa?" Tanya Heerin lagi "sudah tutup saja" titah Sehun pada Heerin. Heerin pun menurut dan menutup matanya. Tak lama, terdengar suara alunan musik dan disitu juga terdengar suara Sehun yg bernyanyi sebuah lagu. Setelah selesai menyanyikan lagu itu Sehun mentitah Heerin kembali "Heerin~ah buka matamu" Heerin pun membuka matanya dan melihat beberapa papan yg dihiasi oleh lampu yg apabila disambung akan menghasilkan kalimat bertuliskan 'would you be mine?'. Heerin pun terkejut dan tak bisa berkata-kata lagi hingga meneteskan air mata. "So..your answer is yes or not?" Tanya Sehun dengan penuh tanda tanya "aku......." Ucap Heerin penuh keraguan "yes or not?" Tegas Sehun sekali lagi "not sehun~ah" ucap heerin malu-malu "not? A-ah okay...seharusnya kita menjadi teman saja bukan menjadi..." Ucap sehun yang kemudian dipotong oleh penjelasan dari heerin lagi "My answer is not rejecting your purpose of course!" Ucap Heerin dengan berbinar-binar "Aku pikir kau akan menolak ternyata..." "Aku mana bisa menolak orang yang sudah ada dalam hatiku sejak beberapa bulan ini!" ucap Heerin dengan penuh kelegaan setelah mengungkapkan perasaannya. Dan sehun pun menunjukkan wajah datarnya karena masih belum percaya dengan jawaban yes yg aneh dari Heerin "wajahmu....kenapa begitu?" Tanya Heerin "Aku masih belum percaya kau menerimaku" ucap Sehun dengan wajah datarnya "wajahmu lucu saat begitu" ucap heerin sambil tertawa kecil "a-ah benarkah? Ini refleks loh aku juga tidak tahu mengapa wajahku seperti ini" ucap Sehun meyakinkan Heerin. "Iya aku tahu itu refleks tapi tetap saja itu lucu" ucap Heerin sambil menahan tawanya."Sudahlah jangan tertawa lagi! Aku malu tahu" ucap Sehun dengan wajah sebal. "Iya iya tidak akan kutertawakan lagi" ucap Heerin sambil tersenyum. "Habis ini mau kemana lagi kita?" Tanya Sehun dengan nada gembira. "Pulang" ucap Heerin dengan tenang "wae?! Kita kan baru sebentar jalan berdua" Kata Sehun dengan nada agak kecewa. "Ini sudah malam bodoh besok itu sekolah" ucap Heerin pada sehun yang mengambek itu. "Arraseo kkaja" ucap Sehun sambil mengajak Heerin pulang. Yup akhirnya kedua sahabat Seung woo pun bernasib sama dengan dia. -to be continued-