Thursday, January 16, 2014

Chapter 1 - Between You and Me

Setelah masuk ke gedung sekolah, dia pun melihat keadaan sekitar dan juga melihat orang-orang yang berada di sekitarnya mulai dari yang se-angkatan dengannya hingga senior. Saat sedang melihat-lihat, tiba-tiba dia ditepuk oleh seseorang dari belakang "omo!" Refleks, Seung woo langsung menoleh dan melihat temannya Hyun Ra yang sedang tersenyum jahil ke arahnya "annyeong seungie~ah" "waaaa neo jinjja! Benar-benar jahat! Kalau aku mati disini bagaimana?" Omel Seung woo seraya mengelus-elus dadanya karena kaget. "Kalau kau mati ya aku hanya tinggal panggil ambulance" ucap Hyun ra cuek. "Dasar tak berperikemanusiaan" omel Seung woo lagi "kau sudah tahu akan ditempatkan di kelas mana?" Tanya Hyun ra yang kali ini dengan raut wajah yang serius "belum. Kau sudah tahu akan dimana?" "Aku juga belum sih.. Semoga saja kita sekelas" harap Hyun ra pada temannya itu. "Kalian mau kemana?" Tanya seorang yeoja yang tak lain dan tak bukan adalah Shin Heerin. "Ah itu kami mau melihat kelas. Kau mau ikut juga?" Tanya Seung woo pada Heerin yang baru bergabung itu. "Ah tak usah aku tadi habis dari sana. Oiya satu hal lagi. Selamat bertemu di kelas ya" ucap Heerin yang lalu pergi menuju ruang UKS. "Berarti kita..........SEKELAS YEAAYYYY!!!!" Teriak 2 orang itu yang seketika itu menjadi pusat perhatian khalayak ramai. Karena malu, akhirnya mereka pun pergi meninggalkan lorong. Setelah meninggalkan lorong, mereka pun menuju taman belakang sekolah "daebak. Hari pertama sekolah kita sudah menjadi pusat perhatian khalayak ramai" ucap Hyun ra sambil mengipas-ngipas wajahnya yang terasa panas. "Eiya seungie~ah kau tahu kan? Itu...." Ucap Hyun ra sambil menunduk "itu apa? Kau ini kalau bicara jangan setengah-setengah ada apa?" "Itu..........gerombolan namja yang dibawah pohon itu..." Ucap Hyun ra yang lalu menatap gerombolan namja itu. "Oh itu...dia hoobae oppaku. Tak apa kita kesana saja. Mereka kenal denganku kok" ucap Seung woo yang lalu ngeloyor begitu saja "Eh tunggu dulu! Sungguh tidak apa-apa?" Tanya Hyun ra ragu "Iya kau ini" ucap Seung woo yang lalu menghampiri gerombolan namja itu. "Joonmyeon oppa! Annyeong" sapa Seung woo pada Joonmyeon yang kala itu sedang mengobrol dengan 2 temannya "oh Seungie~ah annyeong" ucapnya dengan senyum yang manis. "Oh jadi kau sekolah disini? Aku kira kau akan bersekolah diluar korea" ucap Joonmyeon lagi "aniyeo..aku tak mau bersekolah di luar. Disana tak ada teman yang kukenal tetapi kan kalau disini aku sudah punya sahabat" ucap Seung woo yang lalu melirik Hyun ra "ah iya! Oppa kau tahu yeoja yang sering aku ceritakan padamu kan? Dialah yeoja yang sering aku ceritakan padamu" ucap Seung woo yang lalu menggandeng Hyun ra "oh jadi kau yang bernama Hyun ra itu? Hahaha pantas saja Seung woo daritadi terlihat tersenyum terus. Namaku Joonmyeon" ucap Joonmyeon yang lalu mengulur tangannya dan langsung disambut oleh Hyun ra "aku Hyun ra..senang berkenalan denganmu sunbae" ucap Hyun ra ramah. "Ah iya aku ke tempat pengumuman dulu ya..mau melihat kelas" pamit Seung woo pada Joonmyeon "oh arrasseo. Selamat bersenang-senang yaa" ucap Joonmyeon yang dibalas anggukan oleh Seung woo.  Setelah pertemuan itu, mereka pun akhirnya melihat papan pengumuman. Ternyata mereka berada di kelas 1-5. "Seungie~ah...di kelas kita ada anak dari luar loh" ucap Hyun ra lagi "nugu?" "Kalau tak salah namanya Wu Yifan" ucap Hyun ra lagi. "Wu Yifan? Ah maksudmu namja itu?" Tunjuk Seung woo pada seorang namja yang sedang mendengarkan musik di dekat lapangan basket. "Oh jadi itu orangnya. Terlihat dingin" ucap Hyun ra lagi "oiya satu lagi. Kau ingat Kim Jongdae teman kita saat SD?" "Hah? Jongdae si anak jahil itu? Iya aku ingat wae?" Tanya Seung woo penuh rasa penasaran. "Anak itu.............sekelas lagi dengan kita" ucap Hyun ra lagi. "MWOYA?!" Teriak Seung woo yang sekarang tidak dihiraukan oleh khalayak ramai -tbc
*inilah awal chap 1 nya semoga suka yaaa hehe

Monday, January 13, 2014

Intro - Between you and me

Cast : Lee Seung Woo
             Kim Jongdae
             Park Hyun Ra
             Wu Yifan
             Shin Heerin
             Kim Joonmyeon
Genre : Romance, Friendship Synopsis : Seung woo : Namja itu terus mengganggu ku dari awal kita bertemu hingga akhirnya kami berpisah karena meneruskan pendidikan kami ke jenjang yang lebih tinggi. Selama perjalanan untuk menempuh ke pendidikan tinggi itulah yang merupakan memori yang tak terlupakan bagiku sampai sekarang. Akankah itu bisa terulang lagi?
Jongdae: Yeoja itu. Ya yeoja itu entah apa yang dia miliki hingga aku terus menerus mengganggu dia. Itu bukan karena aku benci dia tetapi itu karena aku hanya ingin lebih mengenal dia dan mendapat perhatian lebih darinya. Aku tak berani mengajaknya berkenalan layaknya teman karena saat pertama kali aku melihatnya, aku hanya melihatnya sebagai gadis yang cuek dan dingin dan aku pikir dengan cara itulah aku bisa mengenalnya. Setelah aku mengenalnya, ternyata waktu berjalan cepat dan kami harus melanjutkan sekolah kami ke jenjang berikutnya. Akankah kami bisa bertemu lagi?

"Seung woo~ah ppali ireona! Ini hari pertama kau masuk ke sekolah baru! Jangan sampai kau telat!" Ucap Seung woo eomma dari luar kamarnya "ne...arrasseo sebentar lagi aku bangun" ucap Seung woo malas-malasan. "Kyungsoo~ya! Bangunkan adikmu sekarang!!!" Ucap eomma lagi pada Kyungsoo yang merupakan kakak Seung woo. "Nae dongsaeng! Ppali ireona! Sudah jam 7! Kau ini ckck" ucap Kyungsoo seraya menarik selimut Seung woo "haaa oppa neo jinjja! 5 menit lagi ne? Jebalyo~" pinta Seung woo pada oppanya itu "andwae! Ireona!" Bentak Kyungsoo yang membuat Seung woo tak bisa berkutik "haaaa arrasseo". Akhirnya, Seung woo pun bersiap-siap dan pada pukul setengah 8 dia sudah berada di sekolah barunya Royal High School. "Oppa aku berangkat ya! Kau juga semangat di kampus barumu!" Ucap Seung woo pada oppanya itu "baiklah...hati-hati ya! Kalau ada namja yang mengganggumu laporkan aku!" "Siap!" Ucap Seung woo dan lalu melambaikan tangannya pada oppanya. Setelah melambaikan tangannya, dia pun masuk ke dalam sekolah. Saat dia masuk ke halaman sekolah, dia melihat dengan sekilas seorang namja yang sedang berbincang dengan temannya. Karena merasa tidak tertarik akhirnya Seung woo mengalihkan perhatiannya pada pintu gedung sekolah. Saat Seung woo sudah masuk gerbang, tanpa ia sadari sebenarnya namja itu sedang memerhatikan dia dari saat dia sampai ke sekolah sampai masuk gedung. -tbc
*안영 ini project terbaru gue! Ya bisa dibilang secuel nya black note tapi ceritanya ada yang sedikit gue rubah untuk memuaskan konsumen (?) nah untuk part 1 nya belom bisa gue post karena gue sibuk. Ini aja gue bikin dadakan haha hope u enjoy it guise~

Sunday, January 5, 2014

Final chapter - Black Note

'Pip pip pip pip' setelah mendengar bunyi itu sebanyak ratusan kali akhirnya Seung woo terbangun. "Aish siapa yang menyuruh alarm ini berbunyi? Aku kan sedang mengantuk. Lagipula ini kan hari libur!" Gumam Seung woo dibalik bantal kura-kuranya. "Cepat bangun! Dasar pemalas" ucap seorang yeoja yang berada tepat disebelahnya "ah eonnie masih mengantuk" ucap Seung woo lagi. "Kau tahu tidak? Jongin sunbae kan sedari tadi memerhatikan mu yang tak mau bangun" tipu yeoja itu yang tak lain dan tak bukan adalah Hyun ra "MWOYA?!" Ucap Seung woo yang langsung melempar boneka kura-kuranya dan segera bangun dengan rambut acak-acakan "gotcha! Kau kena tipuanku lagi Seung woo~ah" ledek hyun ra sambil terkekeh melihat kelakuan Seung woo "haaa eonnie neo jeongmal nappeun yeoja!" Ucap Seung woo lalu menutup mukanya kembali dengan selimut. "Seung woo~ah ppali ireona tidak baik seorang yeoja bermalas-malasan" ucap seorang namja dan kali ini seung woo benar-benar terbangun. "Ah ne oppa" ucap Seung woo dengan wajah datar "giliran dibangunkan olehku kau mengamuk kalau namjamu yang membangunkan kau malah menurut dasar menyebalkan" umpat Hyun ra pada Seung woo. Tak lama setelah dia mengumpat, Hyun ra pun berbalik badan dan melihat Yifan tepat berada di baliknya "OMO! Yifan~ssi kau membuatku kaget!" Ucap Hyun ra yang lalu mengelus-elus jantungnya "kau ternyata suka mengumpat ya?" Tanya Yifan dengan senyum evilnya "ah kau ini! Semua yeoja yang ada dirumah ini juga senang mengumpat apalagi Seung woo. Dia jagonya mengumpat" bisik Hyun ra pada Yifan. "Oh begitu..geurae arasseo. Ppali ireona ne? Jangan sampai aku membangunkanmu dengan kekerasan" ucap Yifan meledek "ya! Kau ini memangnya kau kira aku penjahat apa? Jahat" ucap Hyun ra yang langsung bergegas bangun menyusul Yifan yang baru saja bangkit dari tempat tidur Hyun ra dan Seung woo tadi. Saat di meja makan, Heerin telah menyiapkan sarapan yang lengkap bersama Sehun. Diantara yang lain, yang masih tampak seperti anak bayi baru bangun tidur adalah Seung woo "Seung woo~ah perlukah aku mengambil setrika untuk menggosok mukamu yang kusut itu?" Ledek Hyun ra pada Seung woo "ambil saja....lalu gosok hingga mukaku gosong" ucap Seung woo dengan nada sebal. Hyun ra yang mendengar ucapan itu langsung tertawa terbahak-bahak "apanya yang lucu? Perasaan tidak lucu" ucap seung woo sewot sambil menenggak susu full cream didepannya. Seung woo meminum susu itu penuh rasa dendam "Seung woo~ah pelan-pelan nanti kau tersedak" ucap Jongin sambil mengelus-elus punggung Seung woo. ---------------------------------------------
Tak lama setelah mereka pergi sarapan, Seung woo melihat keluar jendela dan mendapati seorang anak kecil yang berwajah pucat sedang tersenyum dan melambai kepadanya. Hal tersebut cukup membuat Seung woo tersedak oleh roti yang sedang ia kunyah. "Chagi neo wae geurae?" Tanya Jongin pada Seung woo "ah itu....tadi di luar ada anak kecil melambai2 padaku...makanya aku kaget" ucap Seung woo yang masih agak terkejut itu. "Anak kecil? Dirumah ini tak ada anak kecil...hanya ada aku seorang Seung woo~ah kau jangan buat aku takut" ucap Heerin pada Seung woo "tapi aku serius aku melihat anak kecil tadi! Apa mungkin dia seseorang yang kau kenal tetapi dia sudah meninggal?" Tanya Seung woo yang membuat heerin terkejut "aku sebenarnya juga melihat anak itu cuman aku diam saja karena aku kira hanya aku yang melihat" ucap Hyun ra "bagaimana kau bisa tahu kalau dia adalah orang yang kukenal?" Tanya Heerin lagi "aku hanya mengira2 saja. Memangnya benar kau kenal dia?" Tanya Seung woo penasaran "Iya..dia itu anak kecil di sebelah rumahku. Dia anaknya lucu, baik, dan sangat manis. Biasanya kalau pagi-pagi begini saat aku dirumah, dia suka kesini untuk bermain denganku" ungkap Heerin. Semuanya pun mengangguk mengerti. Setelah insiden 'anak kecil'  itu, mereka pun akhirnya memutuskan untuk keluar sekaligus pulang kerumah masing-masing.
-------------------------------------------
Mereka berenam yang sudah satu jam keluar dari rumah untuk berjalan-jalan pagi akhirnya memutuskan pergi ke taman untuk beristirahat. "Cuacanya cerah ya" ucap Hyun ra dengan wajah bahagia. "Iya. Cuacanya sangat cerah. Kalau cuaca cerah begini memang seharusnya berkumpul dengan orang yang kita sayang" ucap Seung woo "memangnya orang yang kau sayang siapa Seung woo~ah?" Tanya Hyun ra menggoda "kau kan sudah tau jawabannya kenapa harus bertanya lagi sih?" Ucap Seung woo malu-malu "iya aku tahu kok. Kim Jongdae kan?" Ucap Hyun ra yang langsung membuat semua orang menoleh ke arah Seung woo "YA! Bukan diaaa!!! Dia itu mahluk menyebalkan! Orang yang kusayang yaa kalian dan juga oppa!" Ucap Seung woo dengan setengah berteriak. "Halah bohong. Katanya waktu TK dulu sebelum kau bertemu Channie kau mau terus bersama dia. Dasar pembohong" goda Hyun ra lagi "eonnie neo jinjja! Kau juga ya sebenarnya kau juga menaksir Kyungsoo oppa kan dulu? Iya kan? Saat sd kau pernah masuk ke kamar oppaku sambil membawa coklat saat valentine" ungkap Seung woo yang membuat semua orang makin bingung dengan perkataan dua wanita aneh ini. "Kalian bicara apasih? Aku tak mengerti" ucap Heerin "aku juga. Sudah tinggalkan saja mereka. Biar kita jalan-jalan sendiri tanpa mereka" ucap Yifan dengan entengnya "YA! Wu yifan! Kau jahat! Masa aku ditinggalkan dengan alien seperti ini sih?" Teriak Hyun ra "MWO?! Alien?! Enak saja kau yang alien" teriak Seung woo lagi "kau!" "Kau!" teriak Seung woo yang kemudian diakhiri oleh ucapan Jongin "lee seung woo. Kau memilih diam atau aku ceburkan kau ke sungai Han? Berisik sekali ckck". Akhirnya, pertengkaran aneh nan ajaib itu pun berhenti dan yaaa semua orang pun bahagia walaupun harus ada insiden 'masa lalu' itu.
-end
*yeaayy akhirnya ff nya celecaii makaci buat yang udah baca hewhew maap kalo jelek maklum newbie :3 see u at next fanfic saranghae~

Chapter 22 - Black Note (part two)

"oh itu? Itu hanya temanku..dulu kami sangat dekat tapi dia sekarang sudah ke luar negeri makanya aku tak pernah berhubungan lagi dengannya" jelas Seung woo "oh begitu...aku kira dia Sepupumu" ucap Jongin. "Sepupu? Haha wajah kami kan tidak mirip kau ini ada-ada saja oppa" ucap Seung woo sambil tertawa mendengar pernyataan Jongin. "Yasudah kalau begitu. Kkaja sepertinya kita sudah ditunggu oleh Heerin dan yang lain" "benar juga kalau begitu ayo berangkat" ajak Seung woo pada Jongin.
--------------------------------------------------
Tak lama, mereka pun akhirnya sampai di depan rumah Heerin. Seung woo pun akhirnya masuk bersama dengan Songin setelah memberitahu kepada Heerin terlebih dahulu bahwa mereka telah sampai. "Wah kalian ternyata sudah sampai duluan ya. Mian aku terlambat tadi ada urusan sedikit" ucap Seung woo pada yang lain. "Sunbae, kau dan Seung woo kenapa sama-sama memakai seragam?" Tanya Sehun polosnya "ah ini..tadi aku langsung dari sekolah ke rumah Seung woo. Karena Seung woo tak mau aku sendiri yang memakai ini maka dari itu dia juga ikut memakai rok ini begitu" tutur Jongin panjang lebar. "Kalian benar2 couple yang saling melengkapi ya..kudoakan kalian longlast" ucap Hyun ra. "Gomawo Hyun ra~ya. Oh iya aku ucapkan selamat ya! Karena telah resmi menjadi yeoja dari seorang Wu yifan" ucap Seung woo "ah gomawo Seung woo~ah sebenarnya aku dan Heerin jadian di hari yang sama" ungkap Hyun ra "AH JINJJAYO?! KENAPA AKU TIDAK TAHU?!" Teriak Seung woo yang membuat Jongin langsung menenangkan Seung woo "Seung woo~ah jangan berpikiran bahwa kami tak mau memberitahumu, sebenarnya kami berdua juga saling mengetahui bahwa aku dan Heerin jadian di hari yang sama setelah tahu kau jadian dengan Jongin sunbae" jelas Hyun ra pada Seung woo yang sedang setengah mengamuk itu. "Dengar kan? Dia tidak merahasiakannya darimu sudahlah tak usah marah" ucap Jongin lagi "sebenarnya aku tak marah tapi entah kenapa aku malah berteriak ke kalian. Mian" ucap Seung woo "gwenchana...pasti kau sedang menstruasi ya?" Tanya Heerin "ne" ucap seung woo singkat. "Biasanya kau akan mengamuk seperti ini saat kau menstruasi iya kan?" Tanya Heerin lagi. "Ah benar juga kau pintar Heerin~ah" puji Seung woo pada heerin "tentu saja dia pintar. Dia kan yeoja ku" ucap Sehun "ya Oh Sehun. Jangan buat aku mual dengan ucapanmu. Dasar gombal" ucap Seung woo datar. "Ah bilang saja kau ingin aku gombali juga iya kan?" Goda Sehun pada Seung woo seraya merangkulkan tangannya di pundak Heerin. "YA OH SEHUN!" Teriak Seung woo lagi. Semua orang tertawa melihat Seung woo yang sukses meledak itu. Tapi tak lama, Seung woo juga ikut tertawa. "Kenapa kau tertawa? Perasaan tidak lucu" ucap Sehun lagi "ah sudahlah. Kau menyebalkan" ucap Seung woo lalu pergi ke ruang tv. "Dia kalau sedang menstruasi menyebalkan seperti itu ya?" Tanya Jongin pada Hyun ra. "Maybe...yang paling tahu tentang dirinya adalah Jongdae. Karena biasanya yang terkena amuk oleh Seung woo saat dia sedang menstruasi adalah Jongdae" ucap Hyun ra pada Jongin dengan nada yang tidak yakin. "Dasar bocah. Kenapa harus dia? Aish" ucap Jongin lalu ikut menghambur ke ruang tv bersama Seung woo. "Sepertinya anak itu cemburu dengan Jongdae" ucap Yifan tiba-tiba "benar sekali! Anak itu memang cemburu dengan uri Jongdae" ucap Hyun ra lagi. "Heerin~ssi kapan kau mulai mengadakan barbeque party nya? Aku sudah agak lapar" ucap Kris dengan nada polos. "Oiya! Benar juga! Baiklah akan kusiapkan" ucap Heerin lalu berlari menuju dapur "aku ikut Heerin~ah" ucap Sehun lalu berlari mengejar Heerin. Hyun ra dan Yifan pun akhirnya ikut bergabung dengan Jongin dan Seung woo yang berada di ruang tv. Seung woo yang sedang dalam kondisi seperti 'macan yang kelaparan' itu kini sedang dicoba untuk dijinakkan oleh seorang 'werewolf'. "Aku kesal. Tidak tahu mengapa aku kesal oppa! Rasanya aku ingin membanting semuanya. Semua yang ada didekatku ingin kupukul rasanya" ucap Seung woo. "Chagiya tenanglah...tarik nafas yang teratur lalu hilangkanlah emosi mu" ucap Jongin "ah tak bisa. Aku sudah terlalu kesal hari ini. Aku harus melampiaskannya ke sesuatu" ucap Seung woo lalu keluar menuju taman "chagiya! Andwae!" Ucap Jongin lalu berlari mengejar Deung woo. "Aku rasa ini akan jadi parah" ucap Yifan. Tak lama, terdengar suara dentuman di sekitar taman belakang "omo! Ada apa itu?!" Tanya Heerin pada Hyun ra "molla..tapi aku rasa itu...YA LEE SEUNG WOO APA YANG KAU LAKUKAN?!" Teriak Hyun ra pada Seung woo yang berada di taman belakang. Tak beberapa lama, Seung woo kembali dengan tangan yang berdarah dan kaki yang terkilir "dasar bodoh apa yang kau lakukan?!" Ucap Hyun ra lalu mengeplak kepala Seung woo "ah! Sakit!" Keluh seung woo "kau ini datang kesini bukannya memberi suasana bahagia malah suasana mengerikan seperti ini" omel Hyun ra "ah.....eonnie aku sedang emosi ara? Aku harus melampiaskannya ke sesuatu agar aku tenang" ucap Seung woo "sudah baikan? Kalau sudah cepat obati lukamu. Aish kau ini seperti bocah 5 tahun yang mengamuk karena tidak diberi permen tau" omel Hyun ra lagi. "Ah eonnie keumanhae! aku sedang labil sekarang jangan tambah lagi bebanku" ucap Seung woo sambil terus mengelus2 tangannya. "Seung woo~ah kalau butuh p3k ada di ruang tamu ambil saja disitu" ucap Heerin pada Seung woo. "Arasseo" ucap Seung woo yang ingin mengambil p3k namun ditahan oleh Jongin. "Kau duduk saja biar aku yang mengambil" ucap Jongin lalu berlari menuju ruang tamu. Tak lama, Jongin kembali dengan tangan yang membawa p3k. "Aku bilang tadi kan kau duduk saja kenapa masih berdiri?" Tanya Jongin dengan nada khawatir. "Aku tak bisa duduk karena kakiku sakit" ucap Seung woo pada Songin "itu kan salahmu. Kenapa kau memukul tembok itu? Dan juga kenapa kau menendang kursi? Sudah tau itu amat sangat keras dasar bodoh" omel Jongin seraya mengobati tangan Seung woo "sakit tidak? Kalau sakit bilang" ucap Jongin lagi. "Sekarang naikkan kakimu ke pangkuanku" ucap Jongin sambil menepuk-nepuk pangkuannya "Oppa apa yang akan kau lakukan? Jangan berbuat macam-macam!" ucap Seung woo dengan wajah ketakutan "tentu saja mengobati kakimu yang terkilir! haish kau ini" ucap Jongin dengan wajah sebal. "Memangnya apa yang kau pikirkan Seung woo~ah? Jongin sunbae akan berbuat adegan yadong begitu?" Ledek Hyun ra pada Seung woo. "YA PARK HYUN RA TUTUP MULUTMU ATAU AKU AKAN....." Ucap Seung woo lalu seketika dihentikan oleh Jongin yang berada di sebelahnya dengan membekap mulut seung woo "sudah! Kau ini perempuan tapi berisik sekali seperti berandal" omel Jongin "mian. Aku emosi tadi" ucap Seung woo lalu mencoba tenang kembali. "Daripada kalian bertengkar terus, lebih baik kita pesta dibelakang! Aku sudah menyiapkan semuanya di taman kkaja!!" Ajak Heerin dengan nada gembira.
------------------------------------------
Akhirnya, setelah mengobati Seung woo Jongin memapah Seung woo ke taman belakang rumah heerin. Para namja pun mulai membakar daging yang telah disiapkan oleh Sehun dan Heerin tadi setelah semua yeoja telah duduk manis di kursinya masing-masing. Setelah acara tersebut, sekumpulan anak itu pun menginap dirumah heerin dan tidur dengan nyenyaknya -tbc
*nah yeorobeun inilah seupil tulisan saya yang saya post. Yang lain nyusul. Met reading guise~

Chapter 22 - Black Note (part one)

"Seung woo~ah tunggu!" Teriak seseorang pada Seung woo yang sedang berjalan menuju pintu gerbang sekolah. "Wae?" Tanya Seung woo pada lelaki yang memanggilnya tadi "eum begini aku melihat ini tertinggal di mejamu" ucap lelaki tadi seraya memberikan sebuah novel remaja miliknya "omo! Gomawo Jongdae~ah aku kira aku sudah membawanya tak tahunya malah tertinggal. Untung saja kau memberikannya padaku kalau tidak mungkin aku akan menangis" ucap seung woo pada Jongdae yang merupakan lelaki yang memanggilnya tadi. "Memangnya novel itu sangat berharga ya hingga kau ingin menangis?" Tanya Jongdae pada Seung woo "novel ini sangat berharga. Ini pemberian sepupuku yang sudah meninggal karena sakit. Ini pemberian terakhirnya padaku. Dulunya novel ini milik dia, tetapi dia memberikannya padaku untuk aku simpan dan aku baca" ucap Seung woo sambil meneteskan air mata "mian. Seharusnya aku tidak bertanya padamu kalau tahu kau akan menangis mengingatnya" ucap Jongdae. "Gwenchana..aku bukan menangis karena sedih. Aku menangis karena aku rindu dia. Aku rasa nanti aku akan ke makamnya yang ada di Yongin" ucap Seung woo lagi. "Oh begitu. Oh iya ngomong-ngomong sunbae dimana? Kok dia tidak pulang bersamamu?" Tanya Jongdae berpura-pura mencari Jongin. "Ah dia ada latihan dengan anak dance baru makanya dia tidak pulang denganku. Sehabis itu juga dia akan ada rapat osis makanya dia tidak pulang denganku" jelas Seung woo. Mendengar perkataan itu, Jongdae tiba2 mengeluarkan senyum evilnya. "Ah Seung woo~ah maukah kau pergi makan bersamaku? Kita kan sudah lama tidak makan bersama di sebuah resto" ucap Jongdae sambil terus menahan kesenangannya itu. "Sudah lama? Bukannya waktu itu kau mengajakku makan ice cream 3 minggu yang lalu karena kau memasukkan kubus peraga matematika ke kepalaku?" Ucap Seung woo sambil mendeath glare Jongdae "a-ah itu....iyasih tapi kan itu bukan makan. Kalau makan itu kan harus makanan main course bukan dessert" jelas Jongdae panjang lebar "aku tahu itu tapi kan judulnya itu makan ice cream bukan mencicipi ice cream jadi aku anggap itu adalah hari terakhir kita makan bersama" ucap Seung woo lagi. "Dasar keras kepala. Sudah tau salah masih berargumen juga lagi. Dasar kau dora yang menyebalkan" umpat jongdae pada seung woo "mwo?! Dora?! Apa?! Dasar troll jelek" ejek Seung woo pada Jongdae "ya! Neo jinjja!" Ucap Jongdae lalu mengejar Seung woo yang sudah lari dari kejarannya itu. Akhirnya, setelah insiden kejar-kejaran itu pun mereka pergi ke resto galbi.
-------------------------------
"Seung woo~ah aku ingin mengatakan sesuatu padamu" ungkap Jongdae. "Kathakan sajha padhaku" ucap Seung woo seraya mengunyah galbi yang dia buat tadi. "Aku menyukaimu" ucap Jongdae yang membuat Seung woo tersedak "uhuk! mwo?! Michesseo?! Ya Kim Jongdae lelucon mu tak lucu" ucap Seung woo lalu meminum air karena tersedak. "Jinjjayo. Aku tak melucu saat ini aku serius. Aku tahu kau sudah milik sunbae tapi aku merasa kau harus mengetahui ini" ucap Jongdae lagi. "Berapa lama kau menyukaiku? Kalau masih 2 atau 3 hari yang lalu lupakan saja aku" ucap Seung woo lagi "sudah dari 2 tahun yang lalu. Tapi aku tak mengatakannya karena takut kau menolakku dan aku pikir kalau aku menyatakan ini persahabatan kita akan hancur" ucap Jongdae lagi. "Mwo?! Omona 2 atau 3 tahun yang lalu kan aku masih berpacaran dengan Chanyeol lalu kenapa kau simpan aku selama itu hah?! Lebih baik kau cari yeoja lain saja" terang Seung woo "aku pikir waktu itu kau sedang tak punya pacar makanya aku menyukaimu saat itu. Kalau saja aku tahu kau sudah mempunyai Chanyeol, aku tak mungkin menyukaimu" ucap Jongdae lagi. "Oh jadi begitu...tapi mian Jongdae~ah aku sudah menyukai Jongin oppa dan aku juga tak mungkin menyukai sahabatku sendiri...tapi ingatlah walaupun aku tak bisa menjadi yeoja mu, aku bisa jadi adik ataupun sahabat yang kau sayangi" ucap Seung woo sambil tersenyum. "Gomawo Seung woo~ah..aku berjanji tidak akan pernah membiarkanmu terluka. Aku serius" ucap Jongdae sambil memegang tangan Seung woo. Saat adegan pegangan tangan itu, tiba2 ponsel Seung woo berdering "Jongin oppa? Kenapa dia menelpon? Bukannya dia sibuk ya? Ah tunggu sebentar ya Jongdae~ah oppa menelpon" ucap Seung woo lalu mengangkat teleponnya "yeobseyo?" "Chagi neo odiya?" Tanya Jongin pada Seung woo "a-ah aku sedang makan dengan Jongdae wae?" Ucap seung woo lalu melahap sebuah galbi "kau sedang makan? Huah aku disini sedang kelaparan tapi kau malah makan bersama Jongdae" ucap Jongin lagi "khau mahu oppha?" Ucap Seung woo yang sedang mengunyah galbi itu "tak usah. Aku sebenarnya bawa bekal dari rumah kok. Aku hanya mengujimu saja. Yasudah nikmati makan siangmu ya. Oiya kalau Jongdae macam-macam denganmu bilang aku ya" ucap Jongin lagi "ne oppa" ucap Seung woo singkat "kalau begitu aku latihan dulu ya. Saranghae chagi" ucap Jongin dengan penuh rasa sayang dan setelah mengucap perkataan itu Seung woo mendengar suara sebuah kecupan di ponselnya "ya! Oppa kenapa kau cium ponselmu?! Ah sudahlah daripada aku bertambah gila lebih baik aku tutup ya" "ah kau ini..baiklah hati-hati ya" ucap Jongin lagi "ne" ucap Seung woo lalu menutup teleponnya. "Begini ternyata yang namanya orang pacaran. Selalu bermesraan dimana saja dan tidak mengenal tempat dan waktu" ucap Jongdae dengan nada suara yang benar2 ingin muntah mendengar ucapan manja Seung woo tadi "aku tahu kau iri kan denganku? Ani bukan denganku tapi dengan Jongin oppa kan?" Ledek Seung woo pada Jongdae "geurae aku memang iri pada sunbae. Tapi berhubung aku ini sahabatmu, jadi aku tak merasa iri karena dimanapun kau berada aku pasti akan ada bersamamu" ucap Jongdae sambil tersenyum "ya senyummu itu tak manis tahu. Aku rasanya ingin melempar sebuah panci ke wajahmu saat kau sedang tersenyum" ledek Seung woo "ya kau ini. Tak bisakah kita berdamai hah?" Ucap Jongdae "tak bisa. Karena aku pikir kalau kita berdamai maka persahabatan kita tidak akan seru" ucap Seung woo lagi "ah terserah kau. Yasudah ini kan sudah sore kita pulang saja yuk biar aku antar kau ke rumah" tawar Jongdae pada seung woo "baiklah. Aku terima tawarannmu" ucap Seung woo pada Jongdae. Mereka pun akhirnya pulang kerumah masing-masing setelah Jongdae terlebih dahulu mengantar Seung woo ke rumahnya. Saat ia baru memasuki kamarnya, tiba-tiba ponselnya berdering "wae oppa?" Tanya Seung woo pada lawan bicaranya "neo jigeum odiya?" Tanya Jongin agak setengah panik "dirumah. Baru sampai. Kenapa suaramu terdengar panik? Ada apa?" Tanya Seung woo "begini..aku mendapat kabar dari Baekhyun katanya kau itu....kecelakaan" "hah?! Kecelakaan? Tidak kok aku masih hidup sekarang. Tapi kenapa Baekhyun sunbae mengatakan aku kecelakaan?" "Karena......katanya dia melihat seseorang seperti kau kecelakaan" jelas Jongin. "Baekhyun sunbae ada dimana sekarang?" Tanya Seung woo "katanya dia sedang disekitar daerah Yongin. Sedang mengantar yeoja nya ke makam ibunya" jelas Jongin. "Ah dia ini...sudahlah paling dia cuma bercanda" jelas Seung woo lagi. "Dasar baekhyun bodoh. Aku dikerjai lagi oleh dia. Seung woo~ah aku akan kerumah mu 5 menit lagi. Tunggu aku dan jangan keluar rumah ne?" "Arasseo oppa" ucap Seung woo lalu menutup teleponnya. Tak lama, saat Seung woo sedang merebahkan tubuhnya di sofa pintu kamarnya terbuka dan jongin masuk dengan wajah panik. Dia pun langsung memeluk Seung woo yang sedang merebahkan diri di sofa itu "oppa neo wae geurae? Aku kan tidak apa-apa kenapa kau cemas sekali?" Tanya Seung woo "aku tak mau kehilanganmu. Mendengar kau terlibat kecelakaan membuatku berpikiran negatif saat mendengarnya. Untungnya kau langsung mengangkat teleponmu kalau tidak mungkin saja aku sudah ke Yongin untuk menyelamatkanmu" ucap Jongin "yaampun oppa aku dan Jongdae hanya makan di restoran galbi dekat daerah sekolah kita. Lagipula aku juga tak mungkin jauh-jauh ke Yongin untuk makan mengingat nanti malam kita kan akan kerumah Heerin" jelas seung woo "ah iya! Benar! Seung woo~ah aku masih memakai celana seragam ini eottokhae?" Tanya Jongin "yasudah pakai saja itu. Aku juga paling hanya akan berganti baju saja agar kau merasa tidak sendirian memakai seragam sekolah" ucap Seung woo lalu segera bangkit dari sofa. "Tunggu disini aku akan ke toilet sebentar" ucap Seung woo pada Jongin "arasseo. Paling kalau kau lama aku akan mendobrak pintu toiletnya" ucap Jongin sambil mengeluarkan evil smirknya "dasar yadong" ucap Seung woo lalu melempar jaket yang ia kenakan pada Jongin. Saat seung woo di toilet, Jongin melihat2 isi kamar Seung woo. Di kamar itu terpampang foto Seung woo dengan teman2nya, fotonya dengan Jongdae dan juga fotonya dengan Chanyeol. Foto yang lain tidak menarik perhatian Jongin. Yang menarik perhatiannya adalah foto Seung woo bersama Chanyeol. Foto itu menunjukkan ekspresi Seung woo dan Chanyeol yang begitu manja dan wajahnya terlihat kotor terkena krim. Tak lama, Seung woo pun kembali dengan atasan blus putih "ini siapa?" Tanya Jongin pada Seung woo seraya menunjuk foto Seung woo bersama chanyeol itu.
-tbc