Wednesday, April 30, 2014

Chapter 13 - Between You and Me

Keesokan harinya, mereka pun masih agak kesal dengan ulah Jongdae dan Seung woo yang sudah menipu mereka. Karena kesal, akhirnya Heerin, Joonmyeon, Hyun ra, dan Yifan berniat untuk membalas mereka dengan bantuan Kyungsoo. Seung woo dan Jongdae yang makan bersebelahan itu tak menyadari tatapan yang diberikan oleh kedua pasang itu pada mereka. "Seung woo~ah" panggil Joonmyeon pada Seung woo "ne?" "Bisa tolong ambilkan ponselku di kamarku?" "Eoh? Kenapa tak Heerin saja yang mengambil? Masa aku?" "Heerin masih makan. Kau kan sudah selesai" "ah oppa~" "yasudah biar aku saja yang ambil kau makan saja" ucap Jongdae "di kamarmu hyung? Arasseo" "ah! Begini saja kalian berdua saja yang ambil ponselku" "ah oppa!" Teriak Seung woo "aku malas ah! Shirreo!" "Kalau kau malas nanti kau kusuruh cuci piring mau?" "Aish! Arasseo!" Seung woo pun berjalan dengan langkah gontai sementara Jongdae yang dibelakangnya hanya tertawa sambil mengelus puncak kepala pacarnya itu. Mereka pun masuk ke rumah kedua. 'Aneh' pikir mereka berdua "kau merasa ada yang aneh tidak?" "Iya...kok gelap ya?" "Nyalakan flashlight! Ppali! Aku takut bisa melihat yang aku lihat saat di UKS waktu itu" "arrasseo!" Jongdae segera menyalakan flashlightnya "Jongdae~ah kau disini kan?" "Iya aku disini kau ini..jangan takut kalau kau takut nanti dia keluar" "ah keumanhae!" "Pegang pinggangku jangan takut" Seung woo pun menurut saja dengan Jongdae. Mereka pun telah sampai di kamar Joonmyeon dan Heerin. Setelah mereka masuk, mereka mendengar suara pintu dibanting dan ternyata itu pintu kamar yang mereka masuki sekarang "HAAAA KITA DIKUNCI DISINI HUWEEE MAU PULANG MAU PULANG!" Tangis Seung woo semakin menjadi-jadi saat Jongdae meniup tengkuk Seung woo "HAAA OPPA! OPPA! JEBAL!" "Itu tadi aku yang meniup bodoh" "JAHAT!" "habis kau seperti anak bayi. Sudah cepat cari nanti masalah keluar dari kamar itu gampang" Seung woo pun mencari-cari di sekitar laci dan akhirnya dapat "nah!dapat! Jadi Tuan Kim bagaimana kita bisa keluar?" "Lihat balkon kan? Kita lewat situ" "MWOYA?! YA! AKU TAKUT KETINGGIAN BODOH!" "Astaga...mau ikut turun denganku apa mau sendirian disini? Itu sih terserah kau" "kau temani aku disini ya? Ok?" "Shirreo. Lebih baik aku mengecek pintu balkon dulu siapa tahu bisa untuk keluar" Jongdae pun memeriksa pintu dan ternyata "terkunci" "apa kubilang! Lebih baik kita disini kan? Iya kan?!" "Jangan berisik! Nanti hantunya dengar" "Ya! Neo jeongmal!" Benar saja tak lama ada suara-suara aneh dari depan kamar. Seung woo yang ketakutan itupun akhirnya beteriak "SIAPAPUN ITU MAU KAU SETAN ATAU BUKAN BUKA PINTUNYA ATAU AKU AKAN BENAR-BENAR MEMBUNUHMU!" "Seung woo~ah kalau mereka setan kan berarti mereka sudah mati" "oiya aku lupa! Tumben kau pintar" "iyalah! Kalau aku tak pintar tak mungkin aku kuliah di German dasar bodoh!" Tiba-tiba pohon bergoyang dengan sangat kencang. 'Tuk tuk tuk...grasak grasak' Seung woo langsung panik mendengar suara pohon itu "haaa itu apa?! Sampai ada yang terbang aku benar-benar akan pingsan sungguh. Kakiku sudah lemas ini astaga" "duduklah. Aku akan menemaninu disini" "benar ya? Jangan kemana-mana. Sampai kau pergi lihat saja" setelah 30 menit berada di kamar sebelah, keempat anak itu pun sudah siap dengan kostum hantu dan akan menuju ke kamar tempat Heerin dan Joonmyeon tidur untuk menakuti Seung woo dan Jongdae. Mereka pun sudah berada di balkon sekarang. "Siap ya. Hana, dul, set!" Mereka pun menakuti kedua pasang itu namun yang berteriak hanya Seung woo sementara Jongdae hanya terkejut biasa. "KYAAAA!! AKU MAU PULANG! MAU PULANG! BAWA AKU PULANG HUWEEE AKU TAK KUAT SUNGGUH! EOMMA! EOMMA!" keempat anak itu pun hanya tertawa melihat Seung woo yang ketakutan sambil memeluk Jongdae dan meloncat-loncat bagai kelinci dalam pelukan Jongdae. "Wah..kalian ternyata..benar-benar" ucap Jongdae "hahaha mian. Habis kalian usil sih pada kami kemarin makanya kami balas dendam saja. Ehm ngomong-ngomong itu yang dibelakangmu siapa Jongdae~ah?" Tanya Hyun ra serius "C-Chagi..." Seung woo juga menampakkan ekspreai yang serius pada belakang Jongdae "wae geurae? Eoh? Seung woo~ah kau lihat apa? Malhae!" "Itu....dia..sepertinya..anak lelaki di UKS waktu itu...." "MWORAGO?!" teriak semua anak yang ada disitu "Hyun ra~ya ini bohong kan? Jangan bercanda" ucap Heerin dengan tampang takut bercampur tak percaya "Seung woo...benar" "eottokhae?!?! Kita tidur dimana malam ini? Aku tak mau tidur dirumah ini!" Teriak Heerin sambil setengah menangis "yasudah kalau begitu kita semua tidur di rumah pertama bersama dengan mereka bagaimana?" Tanya Joonmyeon "pokoknya terserah kau! Yang penting aku tak mau disini!" Mereka semua pun masih dalam keadaan mematung di keadaan awal. Seung woo yang masih menatap ke belakang mulai mencoba bertanya pada hantu itu. Dia pun berkomunikasi dengan hantu itu dan Hyun ra juga mengerti apa yang mereka bicarakan "bocah itu temannya Chanyeol" ucap Hyun ra "dia mati tertabrak setelah menemui Chanyeol. Tapi itu bukan berarti Chanyeol membunuh dia. Itu kecelakaan karena saat dia pulang setelah bermain dari rumah Chanyeol dia ingin menyebrang jalan namun dia tidak hati-hati jadi dia tertabrak" jelas Hyun ra "lalu apa yang dia mau dariku?!" "Dia bilang dia sedih melihat Chanyeol melepas Seung woo begitu saja. Dia tahu Chanyeol melepas Seung woo karena kau juga menyukai Seung woo jadi dia rela melepaskan Seung woo demi dirimu walaupun dia masih amat sangat menyayangi Seung woo" "mwoya?! Aku kira dia menelantarkan Seung woo ternyata.." "Park Chanyeol..." ucap Seung woo lirih. "Dia hanya meminta kau untuk memberi Chanyeol kesempatan untuk bertemu Seung woo dan menjelaskan semuanya pada Seung woo. Karena kalau kau tak mengizinkannya maka dia tak akan bicara karena dia tahu kau akan berpikiran negatif apabila Seung woo menemui dirinya" jelas Hyun ra lagi. Jongdae hanya terdiam sambil melirik Seung woo yang masih termenung itu. "Seung woo~ah.." "bisa biarkan aku sendiri? Aku tak mengerti kenapa ini bisa jadi begini..aku perlu waktu untuk berpikir. Mian Jongdae~ah tapi malam ini aku tak mau diganggu" Seung woo pun keluar dari kamar yang sudah Joonmyeon buka sebelumnya. Mereka berlima hanya terdiam melihat Seung woo yang keluar begitu saja. "Kau harus jawab dulu kau mau tidak mengizinkan Seung woo bertemu Chanyeol? Karena hanya ini satu-satunya cara agar temannya tak mengikutimu lagi" ucap Hyun ra "arasseo. Aku akan mengizinkan mereka bertemu" Hyun ra pun melihat si hantu itu tersenyum dan lalu menghilang. "Sudah pergi. Dia tenang saat tahu kau akan mengizinkannya menemui Seung woo" Heerin pun akhirnya tenang karena hantu itu sudah tak ada di kamarnya namun tetap saja dia bersikeras ingin pindah ke rumah pertama. Mereka pun meninggalkan kamar tersebut dan menuju rumah pertama.
                                0o0
Sementara Seung woo berada di taman sendirian sambil termenung memikirkan kata-kata terakhir yang Chanyeol katakan padanya disaat ia ingin memutuskan hubungan dengan alasan yang tak jelas. 'Lebih baik kita akhiri saja. Aku rasa aku tak bisa denganmu lagi' 'wae? Aku menyusahkanmu ya karena memintamu menemaniku ke dokter terus? Apa karena aku membosankan? Aku janji tak akan membebanimu lagi jadi...' 'bukan itu. Aku tak keberatan akan semua itu tapi aku tak sanggup menjalani hubungan ini. Mian aku tak bisa menjelaskan alasannya yang jelas kau harus tahu bahwa aku menyayangimu lebih dari apapun dan karena itulah aku melepasmu'. Seung woo merasa hatinya sakit saat memikirkan hal itu hingga ia meneteska air mata. Tanpa ia sadari, seorang lelaki dengan perawakan tinggi dan kurus menyodorkan sebuah saputangan untuknya "gomawo" "kenapa disini malam-malam? Nanti kau sakit loh" ucap namja itu "aniyo. Hanya ingin berpikir saja. Akhir-akhir ini aku merasa terlalu banyak beban" "yasudah kalau begitu. Tapi jangan sampai terlalu dipikirkan nanti kau sakit lagi. Ingat apa kata doktermu setiap kita menemuinya? Jangan terlalu stress" "arasseo Chanyeol~ah...ah tapi kenapa kau ke sini? Bukannya kau katanya berada di rumahmu yang berada di sekitar sini?" "A-ah itu...aku mau menemui noona lalu setelah itu aku tiba-tiba saja ingin ke sini lalu melihatmu disini" "kau...tak punya sesuatu yang ingin kau bicarakan denganku?" Seung woo melihatnya dengan tatapan penuh harap dan Chanyeol pun menatapnya dengan jawaban yang ingin Seung woo dapat darinya "sebenarnya...aku masih menyayangimu. Ani bukan masih tetapi selalu menyayangimu. Aku dulu tak pernah melupakanmu sungguh aku melepaskanmu karena tahu Jongdae amat menyukaimu dan aku kasihan melihatnya hanya sebagai orang yang mencintaimu dari kejauhan jadi aku memberikannya kesempatan untuk memilikimu. Kau tahu kan setelah putus darimu aku mempunyai yeoja lain? Sebenarnya dia hanya temanku saja. Dia mau membantuku untuk membuatmu melupakanku dan beralih ke Jongdae itu saja" "tapi kenapa kau baru bilang? Kau tahu apa akibat dari kau mencampakkanku waktu itu? Aku depresi! Aku tak ke dokter karena aku berharap kalau aku sakit kau akan peduli tak tahunya...sudahlah itu sudah berlalu lagipula kita kan akan menjadi ipar" "sebenarnya saat kau sakit aku tahu kok...aku kan selalu Melihatmu saat kau sedang meminum obat depresi yang biasa kau minum saat kau sedang stress. Aku ingin sekali berlari dan hadir untukmu tapi aku tak bisa...aku ingat Jongdae" "jadi kau melakukan ini untuk sepupumu sendiri dan kau mengorbankan dirimu? Chanyeol~ah mian aku berpikiran buruk padamu...aku tak tahu harus apa. Kita juga tak mungkin seperti dulu jadi.." "jangan. Jangan kembali padaku. Kita sudah tak bisa kembali seperti dulu lagi. Kalau dipaksakan maka akan banyak orang tersakiti lebih baik kita menjadi ipar saja" "aku mengerti. Aku akan mencoba menjadi saudara ipar yang baik untukmu" ucap Seung woo. Chanyeol pun memeluk Seung woo dengan pelukan sebagai seorang sahabat bukan kekasih. "Kalau kau ada masalah katakan padaku. Aku siap menolongmu" "arasseo. Gomawo" "ah sudah malam kau masuklah aku mau pulang dulu...ingat kata doktermu ok?" "Ok! Hati-hati di jalan ya!" Chanyeol pun hanya tersenyum dan berjalan menuju gerbang untuk menghampiri sedan sport hitam miliknya. Mobil itupun akhirnya melesat kencang setelah Seung woo berjalan menuju ke dalam rumah.
-flashback-
Jongdae merasa bersalah akan putusnya hubungan yeojanya dan Chanyeol. Dia tak tahu harus berbuat apa sehingga dia akhirnya memutuskan menelpon Chanyeol "Chanyeol~ah kau dimana? Datang ke rumah ada urusan" "aku tahu semuanya...kau memutuskan Seung woo demi aku kan? Lebih baik kau jelaskan padanya karena saat ini anak itu sedang termenung di taman sambil menangis" Jongdae sebenarnya melihat Seung woo dari kejauhan namun dia menghormati keputusan Seung woo untuk tak mengganggunya. Tak lama, Chanyeol pun datang dan mulai bicara pada yeojanya itu. Jongdae yang melihat dari kejauhan pun mulai merasa tenang saat melihat yeojanya kembali tersenyum. Keesokan harinya, mereka semua kembali ke negara masing-masing untuk meneruskan kuliah mereka. "Jongdae~ah! Datang ke pertunanganku ya! Kau wakili Seung woo arasseo?" "Okay..kapan pertunangannya?" "3 minggu lagi" "okay aku akan datang walaupun tanpa pacarku yang jelek" "haha dasar yasudah..kutunggu kehadiran kalian!" "Okay" ucap mereka. Heerin dan Joonmyeon pun mengucapkan ucaoan perpisahan pada mereka. "Jangan lupa ke Italy eonnie! Aku menunggumu!" Ucap Seung woo antusias "ne!" Ucap Heerin semangat.
                               0o0
3 minggu kemudian Hyun ra dan Yifan menyelenggarakan pertunangan mereka. Hyun ra mengenakan dress putih selutut dan Yifan menggunakan jas. Mereka pun bertukar cincin dengan disaksikan keluarga dan sahabat terdekat. Setelah acara selesai, Hyun ra dan Yifan menghampiri sahabatnya "Jongdae~ah! Ternyata benar kau kesini" "iyalah...aku kan harus menepati janji" "tapi apa tak apa?" "Gwenchana...ah keundae kakak iparku dimana? Aku ingin bicara serius dengannya" "kau kan belum menikah dengannya bodoh!" "Iya tapi kan nanti!" "Terserah kau!" Hyun ra pun mengalihkan pandangannya ke arah lain dan tak sengaja melihat sosok Zitao bersama dengan Heerin dan Joonmyeon. Hyun ra yang terkejut langsung menghampiri Joonmyeon "Heerin~ah kupinjam suamimu sebentar ya" "e-eoh arasseo" Hyun ra segera menyeret Joonmyeon ke tempat yang agak jauh dari keramaian "Kenapa bisa dia disini?" "Itu..."
-flashback-
Joonmyeon dan Heerin bersiap-siap menuju acara pertunangan Hyun ra dan Yifan. Saat akan berangkat, ia melihat sepupunya itu datang. "Mau kemana kau?" Tanya Zitao pada Joonmyeon "ah itu..aku..." "apa ini?" Tanya Zitao sambil mengambil undangan dari tangan Heerin "Hyun ra? Hyun ra yang itu kan? Hyung malhae!" "Iya...Hyun ra mu itu bertunangan...kau tak usah ikut" "aniyo. Aku akan ikut apapun alasannya itu" Zitao pun ikut dengan perasaan kaget akan kabar dari mantan pacarnya itu.
-back to reality-
"Tapi..dia sudah melupakanku kan? Iya kan?" Tanya Hyun ra lagi "aku tak tahu. Aku tak bisa membaca isi hatinya" "baiklah kalau memang begitu...aku akan menghadapinya" Hyun ra dan Joonmyeon pun kembali ke keramaian orang-orang itu. "Habis darimana saja kalian?" Tanya Jongdae "ada urusan. Mau tahu saja sih kau" ucap Hyun ra "ah iya. Kakak iparku mana?" "Kakak ipar?!?! Kau kan belum menikahi Seung woo!" "Ya tapi nanti kan aku akan menikahi Seung woo" "suka-suka dirimu lah" ucap Hyun ra pasrah. Hyun ra melirik kesana kemari untuk mencari Yifan tapi ia tak kunjung menemuinya "Yifan mana?" Tanya Hyun ra pada Heerin "bicara dengan mantanmu. Tapi tenang Zitao hanya mengajaknya berbincang ringan kok lagipula Zitao kan sudah bertunangan juga" "a-ah begitu arasseo" ucap Hyun ra. Tak lama, Hyun ra melihat Yifan dengan Zitao yang saling bercanda satu sama lain. Saat melihat Yifan, dia langsung menghampiri Yifan "darimana saja sih?! Kau tega meninggalkanku!" "Aku hanya berbincang dengan Zitao kau ini kenapa?" "Kukira kau akan kabur" "Kabur kemana? Ke kandang sapi milik ayahmu? Kau pikir aku apa?" "Dasar. Ah iya sudah lama sekali ya kita tak bertemu..Huang Zitao" "ah ne...sudah lama ya. Selamat atas pertunanganmu..akhirnya kau mendapat pasangan yang pas ya. Yifan~ah jaga dia baik-baik ya dia itu wanita yang lain daripada yang lain. Hanya satu di dunia" "haha baiklah..keundae tunangamu kemana?"  Tanya Yifan pada Zitao "ah dia sedang di China aku sendirian kesini karena dia membantu usaha ibunya" "ah begitu..kalau begitu kalau kau mau bicara dengan tunanganku silahkan saja. Tapi jangan ada yang lebih ya hahaha" "arasseo. Jangan khawatir. Aku akan menjaganya Yifan-ge" "xie xie" ucap Yifan pada Tao.
                                 0o0
Tao pun mengajak Hyun ra keluar untuk berbincang "sudah lama sekali kita tak bertemu..bagaimana kabarmu?" Tanya Tao pada Hyun ra "aku baik. Kau?" "Sama denganmu..aku baik" "ah begitu...ah iya kudengar kau bertunangan juga. Selamat ya" "gomawo. Ah iya tunanganmu orang  China juga? Ternyata seleramu itu tak bisa ditebak ya haha" "Ya! Setidaknya dia lebih baik darimu" "haha syukurlah..ah iya kau kan pemilik acaranya sebaiknya kau kembali ke tunanganmu" "arasseo..aku kesana dulu ya" Hyun ra pun meninggalkan Tao sendirian di taman dan kembali ke acara. "Bagaimana perbincangannya?" Tanya Yifan "biasa saja. Hanya teman lama bertemu teman lama saja" "ah begitu...omong-omong Heerin~ah kau katanya mau ke Eropa? Kau mau kemana?" Tanya Hyun ra pada Heerin "ah itu...aku akan ke Italy dan Paris rencananya sekalian menjenguk Seung woo" "ah begitu...ah iya Jongdae~ah kau sudah menjenguk Seung woo?" "Belum...aku saja sedang mengurus tugas...rencananya aku akan Akselerasi dan menemani Seung woo kuliah di Jepang" "ah begitu...tapi apa bisa?" "Aku tinggal meminta ayahku untuk mengirimku ke cabang Jepang" "anak pintar. Ah iya Heerin~ah kalau kau bertemu Seung woo suruh dia pulang sampaikan padanya kalau aku akan menikah 3 bulan ke depan arasseo?" "Okay!" Ucap Heerin semangat.
                                0o0
3 minggu berlalu sudah. Heerin dan Joonmyeon pun akhirnya berangkat ke Eropa untuk berbulan madu. "Kita ke Italy dulu apa ke Perancis dulu?" Tanya Heerin "sudah kau lebih baik diam saja dan ikuti saja kemana aku membawamu pergi" "ah kau ini. Jangan bawa aku ke Afrika ya!" "Kau ini..kau kira aku apa? Aku curiga jangan-jangan nanti Seung woo akan dibawa Jongdae ke Arab lagi dia kan unta" "hahahaha kau ini sudahlah jangan membuatku tertawa" "dasar aneh yasudah kau tidur saja dulu perjalanannya masih lama" "Aku tak bisa tidur" "wae? Takut ketinggian? Kau ini sama saja dengan Luhan" "bukan begitu! Kalau aku tidur biasanya aku harus memeluk sesuatu" "bilang saja mau memelukku iya kan?" "Ah tak tahu lah! Terserah kau! Aku mau tidur jadi jangan ganggu! Awas kau ganggu aku lihat saja!" "Ne...nyonya Kim" Joonmyeon hanya tertawa melihat ulah istrinya itu.
                                0o0
Setelah kurang lebih 15 jam perjalanan, mereka pun sampai di Perancis. Mereka langsung menuju hotel untuk beristirahat berhubung hari sudah malam. Heerin langsung menaruh barang bawaannya dan tidur di kasur nan empuk itu. "Kau tak mau lihat pemandangan dulu? Nanti menyesal loh..kita kan hanya 3 hari disini" "besok saja ah aku mengantuk" "yasudah kalau begitu..tapi setidaknya kau ganti bajumu dulu. Itu kan baju pergi" "ah iya lupa yasudah aku mau mandi dulu kau lihat saja pemandangan Diluar" "arasseo" sembari menunggu Heerin, Joonmyeon menikmati kopi buatannya sendiri sambil melihat balkon. Tak lama, Heerin keluar dengan piyamanya. "Sudah selesai?" Tanya Joonmyeon dan hanya dibalas anggukan oleh Heerin. Heerin melihat kopi yang dipegang Joonmyeon "wah kopi! Aku mau" "kau minum teh saja...bukannya kau tak doyan kopi?" "Ah..a-aniyo aku doyan kok semenjak aku meminum kopi milik Seung woo" "Seung woo suka cappucinno dan ini espresso kau yakin kau mau minum ini? Pahit loh" "oh pahit ya? Yasudah aku minum teh saja" Heerin lalu membuat teh beraroma Jasmine dan lalu dia menuju balkon untuk melihat pemandangan "ternyata bagus ya pemandangannya. Langsung ke arah Eiffel" "bagus kan? Siapa dulu yang memilih" "iya iya aku tahu. Kau tak mau ganti baju?" "Ah iya...yasudah aku mandi dulu ya. Jangan kabur" goda Joonmyeon pada Heerin "siapa juga yang mau kabur? Aneh" karena merasa mulai mengantuk Heerin pun menuju tempat tidur dan mulai merebahkan tubuhnya "ah nyamannya...sudah ah aku mau tidur" Heerin pun tidur meninggalkan Joonmyeon. Setelah 15 menit di kamar mandi, Joonmyeon keluar dan mendapati Heerin tertidur pulas "lucu juga dia saat tidur. Baiklah selamat tidur sweetheart. Have a nice dream. Don't forget to dreaming about us" Joonmyeon kemudian mengecup kening Heerin dan tidur di sebelahnya.
                                0o0
Keesokan paginya, Joonmyeon dan Heerin sudah bersiap untuk tour hari pertama di Perancis. Mereka pun menuju beberapa tempat wisata seperti eiffel, museum-museum seni, dll. Namun, saat di perjalanan Heerin terpisah oleh Joonmyeon karena banyaknya wisatawan di museum. Karena ia tak tahu harus kemana akhirnya Heerin ke sebuah cafe dan Memesan segelas vanilla latte dingin. Dia meminum vanilla latte tersebut sambil melihat sekeliling. Tanpa sengaja, matanya bertemu pandang dengan seorang namja yang ia kenal. "Eoh? Sehun? Kau Oh Sehun kan?" "Shin Heerin? Sedang apa kau disini?" "Aku? Aku bersama suamiku tapi aku tersesat jadi aku kesini" "S-suami?" "Iya...kenapa kau terkejut begitu? Kau pikir aku akan menjadi gadis terus apa? Hahaha" "a-ah bukan begitu terakhir kali aku melihatmu kan kau begitu dingin sekarang kau amat ceria...omong-omong suamimu siapa?" "Kim Joonmyeon sunbae..dia suamiku" "a-ah begitu...kapan kalian menikah?" "Bisa dibilang 1 bulan yang lalu lah..oh iya bagaimana? Kau sudah punya pendamping?" "Belum..aku masih sibuk dengan kuliahku" "ah begitu ah iya..aku tak tahu jalan pulang bagaimana ini?" "Kau mau main ke rumahku dulu? Nanti biar kuantar kau Ke hotel" "arasseo" Heerin pun menuju rumah Sehun yang tak jauh dari Cafe itu. "Luas juga..kau tinggal sendiri?" "Aniyo ada saudaraku disini" "oohh...okay" Heerin pun melihat keadaan rumah itu dan Sehun hanya bisa melihatnya dari kejauhan 'andai kau bukan milik Joonmyeon sunbae secara resmi seperti ini, aku mungkin akan membuatmu jatuh cinta padaku dan membuatmu berpaling dari Joonmyeon sunbae karena bagiku kau adalah satu-satunya gadis yang bisa membuatku terus mengingatmu hingga hari ini. Namun, karena kulihat kau sudah bahagia berarti inilah saatnya aku melepasmu. Heerin~ah'. Mereka pun berbincang-bincang setelah Heerin melihat rumah Sehun. Setelah waktu menunjukkan pukul 5 sore dia pun segera meminta Sehun mengantarnya ke hotel tempat ia menginap. Saat baru masuk hotel, ia disambut oleh wajah khawatir milik suaminya "Darimana saja kau? Aku cemas kau hilang" "aku juga takut! Untung bertemu Sehun jadi aku tak tersesat kesini" "benarkah? Syukurlah..Sehun~ah gomawo sudah menjaga istriku" ucap Joonmyeon ramah "ah ne..gwenchana sunbae aku senang akhirnya bisa bertemu teman lama lagi" "kapan-kapan kau main ke Korea ya! Aku sangat senang kalau kau bisa main ke rumahku" "arasseo sunbae..ah iya aku ingat aku ada tugas. Selamat berbulan madu ya!" "Gomawo!" Ucap Joonmyeon pada Sehun yang melambai sambil berlari menuju audi putihnya. Joonmyeon dan Heerin pun masuk ke kamarnya. "Kau tadi ke rumah Sehun? Bagaimana rumahnya? Bagus tidak?" "Yaaa lumayan lah walaupun tak sebesar rumahmu" "rumah Jongdae?" "Rumah Yifan tepatnya" "aahh begitu...lalu kalian bicara apa?" "Hanya masalah Seung woo dan Hyun ra saja sih" "Ah begitu...ah iya kau tahu kan masalah itu..." "apa?" "Ayahku...ayahmu...." "kau bicara apasih? Aku tak mengerti sungguh" "penerus perusahaan..." "iya kenapa?" "Penerus perusahaan setelahku.." "maksudmu?" "Aish bagaimana ya? Begini singkatnya. Aku akan membawa hadiah untuk anak-anak itu" "lalu hubungannya dengan penerus perusahaan apa?" "Penerus perusahaan itu adalah keponakan yang amat sangat mereka inginkan dari kita mengerti kan?" "OPPA NEO JEONGMAL! SHIRREO!" "ya! Neo wae geurae? Bukannya ini bukan yang pertama?" "AH KEUMANHAE! MOLLA JANGAN BICARA PADAKU" "ah ayolah Heerin~ah" "ani" "yeobo~" "aku tidur kau diamlah" tidak kehabisan akal, Joonmyeon pun terus mengganggu Heerin yang pura-pura tidur itu. Selanjutnya, anda lanjutkan sendiri bagaimana akhirnya. -tbc

Sunday, April 27, 2014

Chapter 12 - Between You and Me

"Miss me?" "Tidak juga" ucap Seung woo "oiya...kakakmu mana? Kok tak dengan oppaku?" Lanjut Seung woo "Noona? Kau tak tahu apa? Mereka kan sekarang sedang merencanakan pertunangan ah bagaimana sih kau adik ipar" "oiya mian kakak ipar" "ah biar enak kau panggil aku oppa saja" "mwoya?" "Memang benar kan? Aku itu kakak iparmu..panggil oppa sekarang" "ne Chanyeol oppa" "anak pintar! Sudah ya aku mau ke sana dulu. Mau bertemu Heerin" "annyeong" Hyun ra pun terperangah melihat Chanyeol "kalian??" "Iya kita kan akan menjadi ipar wae?" "Kalian berdua kan pernah pacaran lalu menjadi ipar? Daebak" "ah biasa saja" ucap Seung woo. Yifan yang merasa dicueki itu pun langsung ikut bergabung dengan Hyun ra. Dia langsung berpura-pura mesra didepan Seung woo dengan menarik pinggang Hyun ra didepan Seung woo "mwoya? Mau membuatku jealous? Tak mempan" "Benarkah? Pacarmu mana? Sendirian saja..kulihat kau malah dengan mantanmu" "sedang dieksekusi oleh Kyungsoo oppa. Nah satu lagi dia itu kakak iparku bukan mantanku lagi arasseo?" "Jinjjayo? Ah iya aku lupa Yura kan kakaknya Chanyeol" "itu tahu" ucap Seung woo sewot. Hyun ra hanya tertawa melihat sobatnya itu cemberut. Makin melihatnya cemberut, Yifan malah makin romantis didepan Hyun ra. Dari memeluk, mengelus rambut, hingga mencium pipinya. Seung woo hanya memberi tatapan aneh pada keduanya hingga akhirnya Jongdae datang dan merangkul Seung woo "waeyo?" Tanya Jongdae pada Seung woo yang cemberut itu. Seung woo tak menjawab dan malah memeluk Jongdae "ya! Wae geurae?" Hyun ra dan Yifan malah tertawa dan saling high five "dia kenapa?" Tanya Jongdae pada Hyun ra "mollayo" "ya! Kau kenapa Seung woo~ah?" "Naik saja yuk aku malas disini...aku dibuat jealous saja" "a-ah begitu ternyata yasudah kkaja kita tinggalkan saja mereka. Mereka pikir mereka saja yang bisa romantis padahal kita juga bisa" Jongdae pun melepas pelukan Seung woo dan merangkul pingganggnya. "Daebak" gumam Hyun ra "bisa begitu" ucap Yifan bingung "sudahlah lebih baik kita ikuti saja mereka" "ah tapi buat apa? Percuma" "apanya percuma?" "Mereka itu licik. Kau tak tahu saja ckck" "oiya. Ah dasar temanmu yang satu itu memang" "maklumlah..aku ini salah gaul makanya bertemu dengannya seperti itu" "yasudahlah...oiya habis ini mau kemana?" "Tak tahu...aku juga bingung" "yasudahlah naik ke atas saja lagipula acaranya juga sudah selesai" Mereka pun naik ke atas untuk beristirahat.
                                   0o0
Seung woo yang kini menginap di kediaman orang tua Joonmyeon yang notabene menjadi tempat dilangsungkan pernikahan itu pun tampak gusar. "Ipod dan ponsel ku kemana ya?" Seung woo yang baru bangun tidur itu segera menuju kamar Jongdae "Jongdae~ah buka pintunya!" "Sebentar" Jongdae membuka pintu kamarnya dengan keadaan rambut basah dan baju kemeja serta denim yang rapi. Bukannya mencari ponselnya yang hilang, dia malah bengong melihat Jongdae "oi kenapa bengong? Jarang melihat manusia tampan ya? Makanya kuliah di German" "Ya! Bukan begitu. Ipod dan ponselku hilang" "hilang? Mau kubelikan yang baru?" Jongdae bicara dengan santainya seolah-olah harga barang itu murah padahal sebenarnya didalam ponsel dan ipod Seung woo ada data yang ia sebut harta karun. "Enak saja! Aku mau ponsel dan ipod ku saja. Tapi semalam kan kau bersamaku kau tak lihat?" "Apanya?" "Ponsel" "oh...itu. semalam memang aku mainkan lalu Saat aku menemanimu tidur aku tak tahu lagi. Ini saja aku baru kembali dari kamarmu hanya untuk mandi" "ah yang benar?" "Jinjjayo!" "Awas sampai bohong" "kalau aku bohong kau mau apa?" "Aku akan meninggalkanmu lagi" "lah bukannya memang begitu? Kau ke Italy aku ke German kan? Ah ada-ada saja" "yasudah kalau begitu aku mau ke kamar oppa dulu" "oppa? Kyungsoo hyung?" "Eoh...aku mau mengadu ponsel dan ipod ku hilang" "ya! Andwae! Baiklah aku mengaku ponsel dan ipodmu kusita" "MWORAGO?!?!" "lagian kau menyimpan banyak foto namja ah satu lagi kau juga banyak menyimpan foto kakak iparmu itu" "itu kan karena dia yang mengajak foto bersama genius" "tetap saja aku kesal! Masa fotoku tak ada" "HUAHAHAHAHAHA JADI KARENA ITU?! HAHAHAHAHA" "apanya yang lucu? Tak ada yang lucu jangan tertawa" "ehem...baiklah kembalikan ponselku sekarang Kim Jongdae" "Shirreo" "kembalikan tidak!" "Tidak!" "Jebal" ucap Seung woo sambil merengek pada Jongdae tapi dia tetap saja tidak menanggapi rengekan Seung woo "yasudah kalau begitu. Joha! Aku marah padamu" Jongdae masih diam saja dan menganggap Seung woo tak serius padahal Seung woo benar-benar marah. Seung woo yang emosi itu pun menghampiri Yifan dan Hyun ra yang sedang mengobrol di ruang tengah "wae? Museun irisseo?" Tanya Hyun ra pada sobatnya itu "pinjam ponsel" "untuk apa?" "Panjang ceritanya...pinjam dulu. Aku mau me-line Heerin" "YA! NEO JEONGMAL JANGAN GANGGU PENGANTIN BARU BODOH!" teriak Hyun ra sambil memukuk Seung woo "AH APPO!" "untung Heerin dirumah yang berbeda. Kalau sampai dia mendengar kita bisa bahaya" "ah iya benar juga. Yifan~ah aku sedang bermain petak umpet. Kalau Jongdae mencariku bilang kau tak melihatku arasseo? Aku mau mencari ponsel dan ipod ku dulu soalnya dia menyembunyikannya di suatu tempat" "hah? Benarkah?" Tanya Yifan lagi "pantas saja semalam dia chatting denganku menggunakan ponsel Seung woo" gumam Yifan yang masih terdengar oleh Seung woo "mworago?" "Ah aniya...tadi ada cicak di bawah" "aish...yasudah aku mau berkeliling dulu ya" Seung woo pun langsung kabur mencari ponselnya. Padahal, Seung woo belum mandi dan dandanannya masih berantakan. "Pasangan yang aneh" ucap Yifan sambil tersenyum melihat ulah Seung woo dan Jongdae. Hyun ra yang sedang menonton tv itu sekarang tengah menatap Yifan "jangan tatap aku begitu. Nanti mukaku bisa bolong kau tatap terus. Wae?" "Ani...aku hanya bersyukur saja" "mwoga?" "Lihat saja Seung woo dan Jongdae. Mereka harus terpisah seperti itu sementara kita bisa bersama terus iya kan?" "Eoh...dan aku yakin inilah cara Jongdae melepas kangennya pada Seung woo" Yifan pun menarik Hyun ra agar lebih dekat dengannya dan merangkulnya erat sambil menonton tv.
                                  0o0
Tak lama, manusia yang baru saja dia bicarakan itu turun "Yifan~ah kau lihat Seung woo?" "Ani...aku hanya berdua dengan Hyun ra tadi wae?" "Aish anak itu....kenapa sih dia masih membutuhkan ponsel bodoh itu? Padahal kalau dia mau aku bisa membelikannya yang baru" "kau cemburu dengan isi yang ada di ponsel Seung woo ya Jongdae~ah?" "Eoh? Ani bukan begitu aku.." "mengaku saja~ jujur aku kadang juga suka cemburu kalau Hyun ra sedang fangirling. Tapi memang itulah takdir kita. Sudah terima saja" "ah tapi dia pernah mengigau nama anak boyband itu menyebalkan" "HAHAHA BENARKAH? LEE SEUNG WOO DAEBAK" ucap Hyun ra sambil tertawa terbahak-bahak "lalu sekarang dimana ponsel Seung woo?" Tanya Yifan "di atas pohon dekat kamarnya" "MWO?! YA NEO MICHESSEO?!" "habis aku bingung mau menyembunyikan dimana yasudah kutaruh saja disitu" "dasar bodoh..sudah lebih baik kau pindahkan ponselnya..sebentar lagi mau hujan" "ah benarkah? Arasseo" Jongdae pun segera berlari menuju kamar Seung woo. Saat Jongdae pergi, Hyun ra tertawa terbahak-bahak akan kelakuan Jongdae "diatas pohon? Daebak" "semenjak ke German dia jadi gila" ucap Yifan sambil tertawa-tawa. Mereka terus saja tertawa hingga tak menyadari Heerin dan Joonmyeon sudah berada di belakang mereka "aih asyik sekali pasangan ini. Yang satu lagi mana?" Tanya Heerin "bertengkar HAHAHAHA" jawab Hyun ra sambil memegangi perutnya karena sakit akibat kebanyakan tertawa "Mereka bertengkar kau malah tertawa dasar aneh...memangnya apa yang membuatmu tertawa seperti itu?" "Kau tahu? JONGDAE CEMBURU SEUNG WOO FANGIRLING DENGAN KITA HAHAHA" "JINJJAYO? HAHAHAHAHA" "sebenarnya bukan masalah fangirling nya sih. Cuma Seung woo sudah keterlaluan masa dia mengigau nama anak-anak boyband yang merupakan biasnya dia? HAHAHA" "dasar gila. Pantas saja pacarnya cemburu" "dan satu lagi Seung woo menyimpan banyak foto biasnya hingga saat dia melihatnya foto itu dia dapat beteriak sekencang mungkin. Nah karena kesal akhirnya semalam Jongdae mengambil ponsel dan ipod Seung woo dan meletakkannya di atas pohon hebat kan?" "Genius. Sekarang pertanyaannya anak itu dimana?" "Molla" Heerin yang sedang berbicara pada Hyun ra pun dikejutkan oleh Joonmyeon yang tiba-tiba mencoleknya "Aish oppa! Mengagetkan saja ada apa?" "Seung woo di kamarku yang dulu " ucapnya terkikik "MWO?!?!" "lalu ponselku dipinjam oleh dia katanya dia ingin mencari ponselnya yang hilang" "sebenarnya tidak hilang. Tapi disembunyikan" "siapa yang menyembunyikan? Ah pasti si unta itu" "nah! Tapi kau tahu darimana kalau dia yang menyembunyikan?" "Feeling saja" saat sedang membicarakan Jongdae, panjang umur dia pun turun dari kamarnya dan kelimpungan mencari Seung woo "lihat Seung woo tidak?" Semuanya pun menggeleng "aish anak itu. Apa hebatnya sih mereka sampai dia ngambek begini? Aku juga bisa menyanyi, tampangku juga ok" "tapi kalo menurutku, lebih baik kau jangan begitu. Kalau kau possesive dengan dia kurasa dia juga tak akan nyaman" tutur Joonmyeon pada Jongdae "iya juga sih...yasudahlah aku mau mencari Seung woo dulu" "tak usah dicari! kau harus berpura-pura cuek padanya. Nanti dia juga akan datang dengan sendirinya" ucap Joonmyeon lagi "benar juga! Gomawo hyung!" Jongdae pun kembali ke kamarnya lagi. Ketujuh orang yang tengah berkumpul itu kini sedang sarapan. Ditengah-tengah sarapan itu, ponsel Heerin berbunyi. Dia pun menyenggol Joonmyeon dan memperlihatkan chatnya dengan Seung woo yang menggunakan ponsel Joonmyeon. "Heerin~ah aku lapar. Tolong bawakan roti untukku ya! Kalau tak ada cereal saja aku tak bisa makan nasi" setelah membaca pesan itu, Kedua pasangan ini pun saling pandang "kau tahu apa yang kupikirkan kan?" Tanya Joonmyeon pada Heerin "tentu saja!" Heerin pun berbicara pada Jongdae "Jongdae~ah aku ingin makan diatas saja. Bisa kan kau bawakan roti atau cereal untukku? Ah iya kamarku di rumah kedua di lantai 2 sebelah kiri tangga. Ah aku lupa. Bawakan buah juga ya" "tunggu. Kok ini menunya sama seperti sarapan Seung woo ya? Kyungsoo hyung adikmu menu sarapannya ini kan?" "Eoh?? Kurasa..." Kyungsoo ingin menjawab iya tapi karena tatapan dari Heerin dan Joonmyeon dia pun menjawab "ah...bukan. Seung woo biasanya makan pancake" "a-ah...yasudahlah" untuk menghindari kecurigaan Heerin pun pergi duluan ke kamar nya yang sesungguhnya untuk melihat apa yang nanti akan terjadi kalau Seung woo bertemu Jongdae. Joonmyeon pun akhirnya menyusul Heerin sebelum makanan yang dimakan Jongdae habis.
                               0o0
Jongdae pun membawa makanannya ke rumah kedua sementara Kyungsoo, Hyun ra, Yifan, dan Yura saling pandang. "Aku tak mengerti kenapa dia disuruh kesana. Tumben sekali" ucap Hyun ra "mungkin ada sesuatu yang kita tidak tahu" ucap Kyungsoo "bisa jadi" ucap Yifan "tapi itu bukannya menu sarapan Seung woo ya?" Tanya Yura "memang iya itu menu sarapannya. Dia memang tak bisa makan nasi dari dulu" ucap Kyungsoo. Kembali ke kondisi rumah kedua, Jongdae pun mulai menaikki tangga dan mengetuk kamar yang dimakasud. Dari dalam kamar terdengar suara orang berlari dan membuka pintu. Tak ada orang yang menyambutnya hanya sebuah pintu yang terbuka. Namun setelah Jongdae masuk, pintu pun langsung ditutup dan dikunci "Heerin~ah mana makanan...nya?" Seung woo panik saat tahu itu Jongdae "oh jadi itu kau! Pantas saja menu sarapannya ini! Dasar" "kembalikan ponselku!" "Aku tak memeganggnya. Kau...kau belum mandi?" "Aku belum mandi karena mencari ponsel bodoh!" "Mandi sana! Jorok sekali kalau tak mau mandi tak boleh sarapan" "Jongdae~ah beri aku makan eoh? Eoh?!" "Mandi dulu!" "Aaahhh~" "Jangan begitu aku tak bisa melihatmu merengek" "Jongdae oppa~" "Ya! Jangan begitu! Aish anak ini! Andwae mandi dulu. Mau mandi sendiri atau...." "aku mandi! Tapi baju gantinya tak ada.." "aku ambilkan. Ah iya nanti kita bodohi saja orang-orang" "bagaimana?" "Kita berpura-pura masih bertengkar begitu bagaimana?" "Genius! Sudah sana ambilkan bajuku!" "Arasseo" Jongdae pun keluar dan membanting pintu. Wajah yang ia tunjukkan adalah wajah dinginnya sambil menuju kamar Seung woo. Heerin dan Joonmyeon hanya tertawa melihat mereka berdua.  "Mereka bertengkar! Wah perang dunia ketiga akan meletus!" Ucap Joonmyeon "benarkah? Ah oppa! Harusnya kau mengajakku melihat adegan tadi" "ah kau ini...tunggu saja sampai Jongdae kembali dia pasti akan mengomel lagi" Tak lama, benar saja Jongdae kembali dengan membawa sebuah tas entah apa isinya. Joonmyeon dan Heerin masih memerhatikan dari balik pintu kamar mereka. "Astaga! Apa yang akan terjadi? Aku khawatir" "tenanglah pasti bukan sesuatu yang buruk" Jongdae pun masuk ke lamar itu sambil membanting pintu. Seung woo hanya menutup telinganya karena bantingannya cukup keras "itu apa? Kenapa bawa tas?" "Isinya make up mu, baju, dan sepatu yang kau taruh di kamar" "memang kita mau kemana?" "Ayolah kita sudah satu tahun tak bertemu kau memang tak mau jalan-jalan denganku? Ini di Amerika! Kapan lagi kita disini berdua?" "Iya juga..ah iya mana tasnya? Aku mau mandi dulu" "jangan lama-lama! Kalau lama nanti kudobrak" "sial. Sampai kau mendobrak awas saja" "yang ada kau yang awas bukan aku hahaha" Seung woo langsung memukul Jongdae "AH APPO!" "KENAPA BERTERIAK HAH?!" Jongdae langsung menarik Seung woo mendekat dan berbisik "daritadi Joonmyeon hyung dan Heerin memerhatikanku makanya aku berteriak" "aahhh begitu kukira kenapa" "yasudah mandi sana aku bosan disini terus" "arasseo" Seung woo pun menuju kamar mandi yang berada di dalam kamar.
                                   0o0
Setelah 1 jam menunggu, akhirnya Seung woo keluar "kau mandi apa semedi sih? Lama sekali" "namanya yeoja itu harus merawat diri. Aku kan perlu buang air dulu, sikat gigi dulu, dandan dulu, dll" "astaga....berarti Yifan sangat beruntung ya" "kenapa?" "Karena yeojanya tak terlalu peduli dengan hal macam itu tak seperti kau" "tapi kan kalau aku cantik kau juga senang bodoh! Pikir dulu sebelum bicara aish" "iya juga ya. Aigo uri chagi" "kau makin bodoh ya saat sudah masuk sekolah teknik haha" "dasar kau!" Jongdae pun menggelitik Seung woo hingga dia tertawa sambil menangis "KEUMANHARAGO JEBAL!" Heerin dan Joonmyeon yang daritadi mendengar teriakan dari mulai Jongdae dan Seung woo mulai panik "kalau mereka bertengkar hingga putus bagaimana? Gawat" ucap Joonmyeon "iya juga ya. Mereka sepertinya bertengkar hebat" "lebih baik kita hubungi Hyun ra untuk melerai mereka" "baiklah" Heerin segera menghubungi Hyun ra. "Hyun ra~ya! Ppali ke rumah sebelah ada perang dunia ketiga!" "Arasseo! Kutunggu kau!" "Apa katanya?" Tanya Joonmyeon yang penasaran "dia segera kesini" benar saja dia langsung menuju kamar Heerin ditemani oleh Yifan "dimana anaknya?" "Disebelah. Oppa punya kunci duplikatnya" "bagus sekarang mulai penyergapan!" Ucap Hyun ra sementara di kamar Joonmyeon yang lama, keduanya sudah tahu kalau Hyun ra ke rumah kedua. "Bagaimana?" Tanya Seung woo "sembunyi!" "Dimanaaa?!?!" "Kolong kasur!" "Ah tapi.." "turuti saja! Kau ini "Kalau aku sembunyi kan jadi aneh...kenapa tidak kita berpura-pura bertengkar? Ah! Aku punya ide!" "Apa?" "Ambilkan blush on ku" "untuk?" "Supaya aku terlihat seperti habis ditampar olehmu" "astaga...kau ini kau kan tahu aku tak tega menamparmu" "ini kan hanya dandanan bodoh! Pikir dulu makanya! Mau sukses apa tidak sih?!" Omel Seung woo. Jongdae langsung mengambil make up Seung woo dan mengubah wajahnya sedramatis mungkin. Dengan rambut kacau dan muka merah karena tamparan baginya sudah cukup. Jongdae yang melihat pacarnya begitu pun langsung memeluknya "wae?! Kita tak punya hal untuk begini sebentar lagi mereka datang!" "Melihatmu begini aku jadi miris sendiri. Ah iya benar dia didepan maaf ya nanti aku akan kasar padamu" "gwenchana" Jongdae pun mencium kening Seung woo. Seung woo pun langsung memakai obat tetes mata dan Jongdae langsung mengubah ekspresi wajahnya. Hyun ra pun masuk dan mendapati Seung woo sedang menangis dengan dandanan seperti itu dan dia sedang berlutut didepan Jongdae "oppa jebal...aku berjanji tak akan begitu lagi kumohon kembalikan ponselku" "sudah kubilang kau tak perlu pakai ponsel itu! Aku akan membelikannya untukmu! Susah sekali sih kau ini dibilangi hah?!" Hyun ra langsung menarik Seung woo dan menyuruhnya berdiri "Kim Jongdae! Aku tak terima kau menyakiti Seung woo! Kembalikan saja ponselnya! Fangirl itu wajar begitu dasar egois! Tak punya hati!" "Naga! Kim Jongdae naga!" Teriak Heerin. Joonmyeon kaget mendengar istrinya meledak begitu "kalau kau tak keluar juga sekarang aku akan menamparmu! Hana! Dul! Set!" Karena Jongdae masih diam saja Heerin pun geram dan langsung menampar Jongdae. Namun saat ingin menampar Jongdae, Seung woo berlari memeluk Jongdae hingga Heerin akhirnya malah memukul Seung woo "argh" "LEE SEUNG WOO!" pekik semua orang "Eonnie..andwaeyo jangan tampar dia" ucap Seung woo sambil terus memeluk Jongdae "wae?! Dia kan sudah menyakitimu lihat ini!" Omel Heerin pada Seung woo "ini hanya tipuan..dan kalian termakan jebakan kita berdua HAHAHAHAHA" tawa keduanya serempak "jadi..daritadi kalian menipu kami?" Tanya Hyun ra lagi "iya. Hebat kan? Ini ide brilian kami ya kan oppa?" "Keurom! Kau pintar" ucap Jongdae yang lalu mencium pipi Seung woo "kurang ajar. Kalian ini benar-benar" ucap Hyun ra yang akan memukul Seung woo "oppa!" Jongdae langsung memeluk Seung woo dan menghindarinya dari hajaran Hyun ra. Akhirnya, misi kedua pasangan aneh itupun sukses. -tbc

Monday, April 21, 2014

Chapter 11 - Between You and Me

Saat liburan sekolah, mereka habiskan untuk berlibur di Jeju tetapi berhubung Joonmyeon akan ke Amerika jadi Heerin dan Joonmyeon tak ikut untuk mengurusi masalah pernikahan mereka. Jam 6 pagi mereka sudah berkumpul didepan rumah Seung woo dengan menumpang mobil Jongdae. Karena Seung woo tak kunjung menunjukkan tanda-tanda bahwa dirinya sudah siap akhirnya Jongdae menelponnya "sudah belum?" "Sebentar lagi aku sedang merapikan rambut. Oppa sudah berangkat duluan tadi pagi untuk memastikan penginapannya dia bersama Yura eonnie berangkat ke Jeju" DHEG! Jongdae langsung shock 'kalau ada Yura pasti ada Chanyeol ah andwae mereka kan sudah putus' "ppaliyo nanti kita ketinggalan pesawat" "arasseo aku keluar sekarang" Seung woo pun keluar dengan koper ungunya. "Kau serius?" Tanya Jongdae lagi "mwoga?" "Yura noona dan hyung?" "Mhem...wae?" "Ada...Chanyeol juga?" "Mungkin" ucap Seung woo cuek. Di perjalanan mereka saling diam dan tak ada yang berbicara akhirnya Seung woo memutuskan untuk berbagi earphone ipodnya dengan Hyun ra. Mereka pun tertawa melihat Infinite di reality show. "Mereka kenapa?" Tanya Yifan pada Jongdae "Infinite" "aahh...mereka. Jongdae~ah kau kenapa?" "Aniyo...gwenchana hanya pusing saja. Sedikit" "Jongdae~ah kau pusing? Masih kuat menyetir tidak? Kalau tidak biar aku yang menyetir" tawar Seung woo pada Jongdae "sebentar lagi sampai bandara kok gwenchana" "jinjjayo?" "Eum" "yasudah kalau begitu" Seung woo kembali mendengarkan ipodnya dan sesekali dia tertawa karena tontonannya itu.
                                0o0
Setelah 30 menit menempuh perjalanan akhirnya mereka sampai di bandara. Hanya butuh 2 jam untuk sampai di pulau Jeju. Saat di pesawat, Jongdae terlihat pucat di sebelah Seung woo "kau kenapa?" "Aku...tak enak badan" "sini bersandar padaku. Kau hanya perlu tidur saja dan nanti saat kau bangun kau tak akan pusing" Jongdae bersandar pada Seung woo dan melingkarkan tangannya di pundak Seung woo. Seung woo pun sesekali memainkan rambut Jongdae hingga pada akhirnya dia tertidur juga. "Pasangan yang romantis" ucap Hyun ra "Hyun ra~ya aku mau bicara sesuatu padamu" "mwoga?" "Omonganku di taman waktu itu..bagaimana? Kau sudah memikirkan jawabannya?" Hyun ra kemudian mengingat omongannya di taman sepulang dari rumah Seung woo
-flashback-
Mereka berdua berjalan di taman dalam diam hingga Yifan yang lebih dulu angkat bicara "Hyun ra~ya" "oh wae?" "Aku punya hal serius yang harus  kubicarakan denganmu" "mwoga?" "Kau ada apa dengan Kyungsoo sunbae?" "Dia tempat aku curhat. Dia segalanya. Aku berkeluh kesah dengannya disaat aku terpuruk dan dia selalu ada disaat aku butuh dia" "kau..suka dengannya?" "Dulu iya...saat smp aku jadian dengan seorang murid pindahan dari china. Kami sangat dekat hingga akhirnya aku ditinggalkannya ke negara asalnya hingga terpaksa kami mengakhiri hubungan kami. Disaat itulah aku terpuruk. Aku aku akhirnya selalu berkeluh kesah pada Kyungsoo oppa dan dia juga yang memberi tahu kalau misalnya Joonmyeon sunbae itu saudara jauhnya mantanku ini..saat sma aku masih menyukainya...sebagai seorang oppa bukan seorang namja" "ah begitu..kalau begitu kalau ada orang lain yang mau masuk ke hatimu menggantikan si anak pindahan itu apa kau mau menerimanya?" "Maksudmu?" "Wo ai ni" ucap Yifan dan Hyun ra berkaca-kaca "kau...kenapa berbahasa cina?" "Karena aku orang cina dan canada jadi bagaimana?" "Mian...aku belum bisa menjawabmu" "arasseo aku akan memberikanmu waktu untuk berpikir"
-back to reality-
"Aku...sudah punya jawabannya" ucap Hyun ra pelan "apa itu?" "Sejujurnya aku masih ragu denganmu" "wae?" "Karena kau anak pindahan dan juga aku takut kau akan seperti dia" "ani..aku tak akan seperti dia. Aku akan mengikuti kemanapun kau pergi dan tak akan membiarkanmu menangis sendirian. Aku akan pastikan kau menangis di bahuku. Jadi bagaimana?" "Baiklah...aku menerimamu" "gomawo" ucap Yifan pelan sambil mengelus puncak kepala Hyun ra. 30 menit pun berlalu mereka pun akhirnya sampai di Jeju.
                                 0o0
Saat di bandara, ternyata oppanya sudah menjemput dia "oppa!"  Teriak Seung woo sambil memeluk oppanya "bagaimana penginapannya?" "Sudah beres. Yura juga sudah menyiapkan makanan untuk kalian" "eonnie membawa Chanyeol?" "Eoh? Aniyo Chanyeol kan sedang ke Jepang" "oh begitu..baiklah kkaja!" Seung woo pun bersama teman-temannya menuju penginapan dan mendapati Yura sedang memasak "eonnie!" Teriak Seung woo pada Yura "oh annyeong Seung woo~ah...oh Jongdae~ah apa yang kau lakukan disini?" "Aku berlibur" ucap Jongdae santai "kenapa kau bisa kenal Seung woo?" "Seung woo nae yeochin noona" "omona! Ah begitu rupanya" "oiya eonnie kenalkan ini Hyun ra temanku dan itu Yifan dia teman Jongdae lalu teman kami yang satu lagi Heerin tak bisa ikut karena ada urusan mendadak" "annyeong Park Hyun ra imnida" "annyeong Wu Yifan imnida" "ah ne bangapseumnida" ucap Yura lagi "Yura~ya kau kan daritadi belum istirahat lebih baik kau sekarang istirahat saja" "arasseo Soo~ya" "SOO?! OMONA OPPA NAMAMU SOO?! DAEBAK HAHA" "neo sikkureo sana kau bereskan dulu baju-bajumu. Kau tidur dengan Hyun ra dan Yura sementara namja ini tidur denganku" "arasseo" mereka pun membereskan pakaian mereka ke lemari dan beristirahat. Malamnya, mereka mengadakan barbeque party. Para namja itu memanggang daging sementara para Yeoja memasak sup didalam.  "Cha..mogo mogo!" Ucap Kyungsoo pada para Yeoja itu. Seung woo melamun saat melihat daging barbeque itu "wae?" Tanya Yura pada Seung woo "ah aniyo hanya teringat sesuatu" "makanlah nanti kau sakit lagi" "mmm...eonnie do" ucap Seung woo. Seung woo makan dengan tidak begitu bernafsu sehingga Hyun ra khawatir pada sobatnya itu "neo wae geurae? Museun irisseo?" "Nanti saat mau tidur aku bicara..dengan eonnie juga" "ada apa? Serius sekali" Yura pun akhirnya mengalihkan perhatiannya pada Seung woo "pokoknya aku akan bicara dengan kalian berdua" ucap Seung woo. Para namja pun saling lirik melihat para yeoja itu "ada apa dengan mereka hyung?" Tanya Jongdae pada Kyungsoo "molla...adikku memang seperti itu wajar saja" "hyung...malhaebwa sebenarnya apa rahasia Seung woo?" "Rahasia? Maksudmu?" "Apa dia..akan meninggalkan Seoul?" "Kau...tahu darimana?" "Dia kemana hyung? Dia akan kemana?!" "Italy...sekolah menjadi chef hingga S2" "tapi aku bisa menghubunginya kan?" "Molla....kau tahu kan kalau sekolah chef itu keras? Aku tak yakin kau bisa dengan mudah menghubunginya" Jongdae langsung lemas tak berdaya. Akhirnya, dengan segala keberanian Jongdae menghampiri Seung woo "Seung woo~ah ikut aku sebentar" "ne" mereka pun menuju ruang tengah untuk bicara. "Kau menyembunyikan sesuatu dariku?" "Eoh? A-ani" "jujurlah...ppali malhae!" "Aku....akan ke Italy" "kau tak bisa menghubungiku? Kenapa?" "Sekolahnya itu ketat jadi aku susah menghubungimu" "jadi kau mau aku harus bagaimana?" "Aku belum terpikir sampai situ...kau kan akan ke German yasudah lebih baik setelah kita SMA ini kita jalan dulu di jalan kita masing-masing dan nanti barulah kita bersama lagi kalau kita bertemu" "baiklah kalau itu yang kau mau aku mengerti tapi tolong jangan kau murung saat liburan ini..aku hanya ingin mempunyai kenangan indah denganmu itu saja tak lebih dan tak kurang" "arasseo...aku lega sudah memberitahu dirimu..mian kalau kau harus melewati ini" "gwenchana" ucap Jongdae dengan senyum yang bijak. Mereka pun kembali  ke belakang sambil tersenyum "sudah tak murung lagi?" "Ne!" Ucap Seung woo antusias. Seung woo kini pindah duduk menjadi di sebelah Jongdae "ada apa dengan kalian?" Tanya Yifan bingung "hanya ingin saja duduk disebelahnya memang tak boleh?" Seung woo menyemprot Yifan yang bertanya dengan sopan itu dan akhirnya Hyun ra angkat bicara "nona Lee" "ne?" "Tadi kau murung sekarang kau bahagia jangan bilang kau...." "iya aku sudah bilang" "Jongdae~ah kau tak berbuat apa-apa?" "Aku juga punya cita-cita. Kita sepakat untuk ah nanti kuberi tahu kalau ku beri tahu sekarang nanti akan merusak suasana" "ada apa dengan kalian? Ah aku makin tak mengerti" "yang penting selama 1 tahun ini kita jangan saling bertengkar atau apapun...aku ingin mempunyai kenangan membahagiakan dengan kalian sebelum aku berangkat ke German" "MWORAGO?!" Teriak semua orang terkecuali Seung woo "jadi kalian?" "Yah bisa dibilang begitu...terpisah" "ah sudahlah aku tak mau membahasnya lebih baik kita makan dan tidur" "baiklah". Mereka pun menyelesaikan makanan mereka dan kemudian tidur.
                             0o0
Paginya, mereka memutuskan untuk berjalan-jalan di pantai. 3 pasangan ini pun berjalan-jalan dengan santainya. Mereka mencoba untuk meninggalkan kenangan bagus sebelum mereka akhirnya akan terpisah. Kembali ke Heerin dan Joonmyeon. Hari ini Joonmyeon akan berangkat ke Amerika. Heerin masih tetap berada di kamarnya dan enggan keluar untuk menemui Joonmyeon beserta keluarganya di bawah. Dia masih sedih karena akan ditinggal oleh orang yang begitu ia amat percayai sebagai teman curhat sekaligus namjanya itu. Heerin tetap tak mau turun hingga akhirnya Joonmyeon menghampiri Heerin yang sedang duduk meringkuk di kasurnya dan membenamkan wajahnya pada selimutnya yang ia tarik hingga se lutut. "Hei" Heerin tetap tak mau melihat Joonmyeon "wae? Museun irisseo? Kau trauma lagi?" Dia tetap diam dan tak mau melihat Joonmyeon. Joonmyeon akhirnya memegang pundak Heerin dan tersenyum "oh pasti karena aku mau berangkat kau jadi begitu ya? Hahaha kau ini..kau mau ikut ke Amerika juga?" "Ya! Bukan begitu aku..aku ah sudahlah" ucap Heerin malas. Dia pun segera bangkit dari tempat tidur dan menuju kamar mandi. 5 menit kemudian barulah dia keluar dengan rambut yang masih dibuat 'bun style' "Heerin~ah kenapa aku jadi tak mau berangkat ya? Aku hanya ingin disini saja" "kalau kau tak berangkat berarti nanti aku tak berangkat ke Amerika juga dong? Lalu pernikahan kita bagaimana?" "Oiya! Nah itu kau tahu...jadi bagaimana aku boleh tidak berangkat?" "Walaupun agak sedikit tidak rela..yasudah berangkat saja" "sini" Joonmyeon pun memeluk Heerin sambil tersenyum "1 tahun ingat hanya 1 tahun. Kau tak akan sedih karena kau punya teman-temanmu. Ujian juga sebentar lagi waktumu akan habis untuk belajar saja. Kalau kau butuh aku untuk belajar kau bisa menelpon aku iya kan? Yasudah kalau begitu aku berangkat dulu ya" Heerin pun tersenyum melihat Joonmyeon. Joonmyeon pun mengecup pipi dan bibir Heerin singkat. Heerin pun kaget dan tak bisa berkata-kata. "Belajar yang tekun ya nanti aku akan menjemputmu" Joonmyeon pun langsung meninggalkan kamar Heerin dengan perasaan bahagia dan berkat itulah dia pun semangat untuk belajar.
                                 0o0
Kini, mereka sudah kelas 3. Mereka belajar dengan sangat tekun dan terus menghadapi ujian-ujian yang diberikan sekolah. Kelima sahabat itu sering belajar bersama di rumah Seung woo ataupun rumah Heerin. Mereka terus saja belajar agar mereka dapat menempuh apa yang mereka cita-citakan. Tak terasa ujian pun sudah didepan mata. Mereka pun berdoa agar dapat mengerjakan soal dengan baik. Saat ujian, kelima sahabat itu terlihat tenang saat mengerjakan soal. Mereka melewati ujian tersebut dengan baik. Hingga akhirnya nilai mereka pun keluar. Heerin mendapat nilai tertinggi diantara yang lain. Seung woo kedua dan Hyun ra ketiga. Nilai terendah diantara kelima sahabat itu adalah Yifan. Sebenarnya nilai mereka bagus dan malah dikategorikan menjadi 5 besar di satu sekolah. Akhirnya, Heerin pun langsung menelpon Joonmyeon untuk memberi tahu nilainya sementara empat lainnya hanya sedang menatap papan nilai tidak percaya. Setelah melihat nilai mereka pun ke Cafe seberang sekolah untuk merayakan keberhasilan mereka "jadi Heerin~ah kapan kau berangkat ke Amerika?" Tanya Hyun ra sambil memegangi machiato nya "3 hari lagi!! Besok Joonmyeon oppa datang akhirnya!" "Sebegitu senangnya kah kau? Aku iri" "ne...sangat senang. Kau iri? Tak salah? Yifan kan setia berada di sebelahmu kau ini" "ah tapi tetap saja kalian pasangan yang paling romantis dimataku" "aish kau ini" ucap Heerin sambil tersipu. Seung woo yang daritadi berdua dengan Jongdae itupun ditegur oleh Hyun ra "eih anak ini...hallo we're here and you don't recognize us?" "mian...tadi filmnya seru sekali aku jadi tak memerhatikan kalian...wae?" "3 hari lagi Heerin ke Amerika...kau kapan?" "Aku berangkat 2 minggu lagi kurang lebih" "ah begitu rupanya" "tunggu! Seung woo~ah kau berangkat 2 minggu lagi? Sama seperti Chanyeol" ucap Jongdae "a-ah benarkah?" "Dia kemarin bilang begitu padaku" "kau sendiri kapan ke German?" "Seminggu setelah kau" "oh" Seung woo pun menyeruput macha nya itu. Hyun ra yang tidak kemana-mana itu hanya bisa bersyukur karena dengan begini hubungannya dengan Yifan tak akan ada masalah hingga "Hyun ra~ya...aku akan ke Canada" "kapan??" " 2 hari lagi" 'JLEB' Hyun ra hanya bisa bengong mendengar pernyataan Yifan "kenapa kau baru bilang?" "Itu mendadak. Eomma ku saja baru memberi ku tiket semalam aku kira aku akan stay disini sampai saat kuliah nanti tak tahunya aku harus ke Canada" Inilah bagian yang paling Hyun ra benci. Ditinggalkan orang yang ia sayang ke luar negeri. "Kapan...kau kembali?" Tanya Hyun ra "minggu depan...tak usah khawatir aku tak akan meninggalkanmu" 'syukurlah dia tak meninggalkanku...aku takut kalau dia akan sama seperti Zitao' gumam Hyun ra. Mereka pun akhirnya menutup pembicaraan masalah ke luar negeri dan mengalihkannya ke masalah ujian.
                                 0o0
2 minggu terlewati sudah, mereka pun sudah lulus dan hari ini Seung woo berangkat ke Italy. Kyungsoo dan Yura akan mengantar Seung woo ke bandara begitu pula Hyun ra, Yifan, dan Jongdae. Saat di bandara, Seung woo langsung menuju ke arah oppanya dan memeluknya "i will be miss you bro" "me too...aku akan sering mengunjungimu dengan Yura kalau aku bisa" "Yura eonnie..jaga kakakku baik-baik ya. Aku percaya kau bisa menjaga kakakku" "arasseo..aku akan menjaganya untukmu" ucap Yura. Seung woo langsung memeluk erat sahabatnya Hyun ra setelah memeluk Yura "Hyun ra~ya...baik-baiklah dengan Yifan jangan sampai kau gagal lagi arrachi?" "Kau juga! Jangan lirik namja manapun! Kau harus tetap bersama Jongdae apapun yang terjadi." Kemudian Hyun ra mulai berbisik "kau jangan juga bersama Chanyeol. Ingat dia nanti akan menjadi saudara iparmu" "arasseo..lagipula itu kan cerita lama tak mungkin aku bersama dia" "take care of yourself sist! We will meet at Heerin's wedding" "allright" kini giliran Jongdae "aku tak bisa menghubungimu nanti saat aku kuliah tak apa kan?" "Gwencahana...nanti aku akan mengunjungimu" "baiklah...jangan mencari yang lain saat aku tak ada arasseo?!" "Keochongma! Aku hanya suka padamu saja. Kau juga jangan cari yang lain arasseo?!" "Aih uri chagi ok" "chakkaman...ppoppo" "MWOYA?!" "Aku kan tak akan melihatmu lama aku akan merindukanmu" Seung woo melihat yang lain tetapi Kyungsoo malah mendukung mereka "lakukanlah...anggap kami tak ada" "oppa neo..." sebelum melanjutkan perkataannya, Jongdae langsung mengecup bibir Seung woo dan yang lain hanya sibuk bersorak bagai fangirl melihat idolnya. Setelah 30 detik, barulah Jongdae memeluk Seung woo "see you soon darl" "okay" ucap Seung woo. Sebelum dia berjalan menuju gerbang pemeriksaan tiket dia lupa pada Yifan akhirnya dia kembali lagi dan menepuk bahu Yifan "jaga Hyun ra untukku" "ne...kau hati-hati ya" "arasseo" Seung woo pun menuju gerbang dan meninggalkan mereka. Seung woo pun akhirnya terbang ke Italy untuk kuliah. Minggu depannya Jongdae berangkat ke German untuk kuliah Teknik.
                                  0o0
1 tahun sudah terlewati akhirnya hari ini Heerin dan Joonmyeon akan melangsungkan pernikahan. Heerin sudah menghubungi Hyun ra dan Seung woo. Heerin dengan dress putihnya itu sedang duduk di ruang tunggu mempelai wanita dengan gugup. Dia terus memegangi bunga putih itu dengan gemetar sampai seorang namja Dengan berbalut jas hitam dan kemeja putih menghampirinya. "Oppa" "wae? Kau gemetar lagi?" "Sepertinya begitu..aish aku tak suka ini nanti bisa-bisa make up ku luntur" "tanpa make up saja kau sudah cantik. Sudah jangan cemaskan apapun jalani saja. Ah iya aku ada surprise untukmu...yedeura masuklah" Heerin pun kaget saat melihat Seung woo dengan dress hitam dan rambut wavy nya serta Hyun ra dengan dress peach dan rambut lurusnya. "AAAAA YEDEURAA!! I MISS YOU SO BAD!" teriak Heerin pada keduanya. Keduanya langsung memeluk Heerin dengan sangat erat "Seung woo~ah bagaimana kuliahmu?" "Lancar....2 tahun lagi aku ada tugas magang ke Jepang. Sekarang juga aku sedang belajar giat agar aku bisa menjadi lulusan termuda" "daebak" "lalu Jongdae?" Tanya Hyun ra yang membuat Seung woo diam "dia...kita berkonsentrasi dulu pada kuliah kalau masalah hubungan urusan nanti. Lalu kuliahmu bagaimana?" "Aku akan menjadi siswa akselerasi sama sepertimu agar aku bisa ambil S2 dengan cepat" "ah begitu...oiya 2 tahun lagi aku akan ke Jepang" "untuk apa?" "Magang...aku memilih ke Jepang supaya dekat untuk pulang" "oh begitu" "kau bagaimana?" "Setelah kuliah aku akan langsung pulang mengurus perusahaan" "ah begitu..kunjungi aku di Jepang ya" "baiklah" "ehem...acara mau mulai sebaiknya kita keluar" ucap Hyun ra sambil menggandeng Yifan "arasseo" mereka pun keluar dan duduk di kursi tamu. Tak lama, Heerin pun datang bersama dengan Joonmyeon dan berjalan di altar. Mereka sangat bahagia. Saat didepan altar, mereka menyebutkan janji dengan sangat yakin dan penuh kebahagiaan. Saat telah membaca janji, mereka saling bertukar cincin dan saling tatap. Para tamu pun yang notabene teman-teman Joonmyeon dan Heerin pun berteriak "PPOPPOHAE PPOPPOHAE PPOPPOHAE" mereka berdua pun hanya tertawa. "Heerin~ah...saranghae" ucap Joonmyeon "nado saranghae" ucap Heerin bahagia. Joonmyeon mendekatkan wajahnya pada Heerin dan berakhir dengan sebuah kecupan di bibir Heerin. Para tamu pun bersorak. Setelah upacara, mereka pun segera menghampiri keduanya dan memeluknya erat. "Chukkahae! Jangan lupa ya honeymoon kau ke Italy okay?" "Arasseo..nanti kalau kita bertemu kau akan memberiku apa?" "Aku akan memasakanmu makanan special..eotte?" "Joha!" Ucap Heerin "Hyun ra~ya kapan menyusul?" Tanya Seung woo pada Hyun ra "eoh? Belum terpikir olehku...ya! Kau sendiri kapan?" "4 tahun lagi! Tunggu undangannya ya!" Ucap Jongdae sambil membackhug Seung woo "aish kau ini kebiasaan! Tempat umum! Ini tempat umum!" "Kita sudah 1 tahun tak bertemu tapi kau malah begitu padaku" "arasseo...silahkan peluk sesuka hatimu" ucap Seung woo lagi. Saat sedang berpelukan begitu, Seung woo mendengar sebuah suara yang amat familiar "Kim Jongdae...kau apakan adikku hah? Tempat umum" "OPPA! BOGOSHIPPEO!" Seung woo pun akhirnya berlari memeluk oppanya itu "nae dongsaeng...makin cantik saja. Kapan pulang?" "Kau tahu kan aku tak bisa pulang...ini saja aku cuti kuliah 1 minggu habis itu aku kembali lagi. Karena kalau tidak aku jadi sulit mengambil S2" "ah begitu..Jongdae~ah aku mau bicara denganmu sebentar" "ah ne hyung" Jongdae pun bicara dengan Kyungsoo diluar "tadi ada sunbae sekarang dia dimana?" Joonmyeon bertanya pada Seung woo "sedang diomeli oppa karena memelukku di tempat umum hahaha" "benarkah? Mati dia..sunbae kan galak" "sama seperti aku" "bukan aku yang bicara hahaha" Joonmyeon pun tertawa karena melihat Kyungsoo yang menyeret Jongdae keluar. "Hyun ra~ya kau kuliah dimana?" Tanya Seung woo pada Hyun ra yang tadi mengobrol dengan Heerin "Na? Kyunghee sama seperti oppamu" "geuraeyo? Wah hebat. Yifan?" "Yifan do...dia sama denganku" "lalu hubungan kalian bagaimana?" "Kita...akan bertunangan 2 minggu lagi" "benarkah? Chukkahae...mian aku tak bisa datang" "gwencahana..aku mengerti kok" "gomawo" tak lama, tiba-tiba ada yang menepuk Seung woo. Hyun ra yang ada didepan Seung woo pun terkejut "wae? Wae? Hantu ya? Apa ini?" Tanya Seung woo ketakutan "itu...itu" "itu apa?!?!" "Itu...P-Pa-Park" "Park nugu?!?!?! SEOLMA" Seung woo berbalik badan dan melihat Chanyeol dibelakangnya "hello sista" "oh my gosh! You!" Seung woo langsung mendorong Chanyeol pelan -tbc

Sunday, April 20, 2014

Chapter 10 - Between You and Me

Yifan mengambil tas Hyun ra dan lalu bergegas menuju rumah Seung woo. Namun, sebelum Yifan beranjak Jongdae langsung menghampiri Yifan "mau kemana?" "Rumah Seung woo wae?" "Kau tak mengajakku?" "Memang kau mau ikut?" "Tentu saja mau! Aku khawatir dengan kakinya" "kau khawatir apa kau kangen padanya?" "Sikkureo! Ah ngomong-ngomong tadi kulihat kau serius sekali berbicara dengan Heerin ada apa?" "Kau tahu Seung woo punya mantan?" "Tahu..mantannya itu kan sepupuku" "MWO?!" "aish kau ini berisik sekali sepupuku itu teman smp nya Seung woo dan ya kuakui dia lebih keren daripada aku" "akhirnya kau mengakui juga kalau kau jelek dan aku rasa Seung woo hanya terpaksa saja menerima dirimu kalau saja dia punya selera yang bagus harusnya dia menyukai aku karena aku lebih tampan, lebih tinggi, dan lebih sempurna darimu" "ya! Sudah ah aku bosan bertengkar denganmu aku mau kerumah Seung woo" "Jongdae~ah! Aku boleh menumpang mobilmu tidak? Hari ini aku tak bawa mobil" "andwae naik bus sana aku malas satu mobil denganmu" "aish neo jinjja! Ayolah satu kali saja kau kan baik" "kau mau naik?" "Mau" "yasudah naiklah" Yifan dengan bahagianya membuka pintu mobil sedan sport putih Jongdae itu namun pintunya itu masih dikunci "kenapa dikunci?" "Memang siapa yang mau menumpangi mu di dalam sini? Sana ke bagasi aku sudah membukanya untukmu" "YA NEO JINJJA! PPALI BUKA PINTUNYA ATAU AKU AKAN MEMBUAT MOBILMU MOGOK" "tak takut..kalau memang nanti mobilku mogok yasudah tinggal panggil supirku susah sekali" "aish...ah sudahlah tak ada gunanya menumpang denganmu sebenarnya aku bawa motor sih yasudahlah aku naik motor saja! Dasar menyebalkan" "sampai ketemu yaa!!! Hati-hati di jalan" Jongdae lalu langsung melaju begitu saja tanpa memedulikan Yifan yang masih kesal itu 'kurang ajar lihat saja kau aku akan balas dendam padamu'
                                0o0
Dirumah Seung woo, Hyun ra dan Kyungsoo sedang sibuk memasak untuk Seung woo sementara Seung woo sekarang tengah berada di ruang tengah sambil bermain dengan nintendo wii nya "Seung woo~ah masih lapar tidak?" "Aniyo! Aku sedang seru nih kalau kalian mau makan kalian makan saja aku hanya makan buah saja nanti" "arasseo" Hyun ra kemudian menyiapkan 2 porsi pasta untuknya dan Kyungsoo "oppa" "hmm?" "Enak tidak?" "Enak kok...waeyo Hyun ra~ya?" "Ah aniyo hanya bertanya" Hyun ra lalu melanjutkan makannya. Tak lama, tiba-tiba bel pun berbunyi "biar aku yang buka oppa makan saja" "gomawo Hyun ra~ya" Hyun ra pun membuka pintu rumah dan dia terkejut "kenapa dengan wajahmu? Kenapa kau terkejut? Mana Seung woo?" "Jongdae~ah lebih baik kau lepas dulu sunglasses mu ini kan di dalam ruangan. Ah iya pakaianmu...sejak kapan kau jadi berandal begini? Lengan baju digulung, baju dikeluarkan, rambut acak-acakan astaga" "sejak tadi aku mau kesini..Seung woo mana?" "Ruang tamu sedang main wii ah iya kau mau makan? Ada pasta di dapur sebenarnya itu milik Seung woo cuma dia tak mau makan katanya dia hanya makan buah saja" "ah begitu arasseo" Jongdae pun memasuki rumah dan mendapati Seung woo sedang asyik bermain dengan wii nya "oi" Seung woo pun tak menoleh bahkan tak tertarik untuk tahu siapa yang memanggilnya "Seung woo~ah kau tak mau melihatku?" "Ah diamlah! Aku sedang asyik. Mau apa kau kesini?" "Kenapa tiba-tiba sikap kejammu kembali lagi?" "Kan sudah kubilang auramu jelek. Hyun ra~ya! Dia kesini bawa teman atau tidak? Jangan sampai saat dia disini aku kejang-kejang lagi!" "Aniyo dia sendiri! Anak itu sudah pergi" Jongdae yang masih memerhatikan Seung woo akhirnya mengambil stik wii nya "Ya! Kembalikan!" "Aku juga mau main kalau kau mau main juga lebih baik kau main saja denganku jangan dengan wii mu ini" "aish...kau mau main apa hah? Lihat kakiku! Aku tak bisa kemana-mana!" "Yasudah kan ada aku! Kau mau kemana?" "Tapi aku masih pakai baju rumah begini..lihat aku hanya pakai celana panjang dan kaus biasa masa aku keluar rumah dengan begini?" "Ah tak apa..begitu saja sudah cantik kkaja" "ah shireo...kalau kau lapar kau makan saja pasta milikku" "tapi kau juga makan ya" "masih kenyang" "aish kau ini...yasudah nanti sekalian aku bawakan buah untukmu" "gomawo" Seung woo akhirnya mematikan wii nya dan beralih untuk nonton tv. Saat itu Seung woo memasang channel sbs yang kebetulan sedang memasang inkigayo. Saat menonton, Seung woo tiba-tiba berteriak "HYUN RA~YA!!! INFINITE! INFINITE! AAAAA SUNGYEOL OPPA! AAAAAA!!!!" "MANA-MANA?!?! AAAA MYUNGSOOO! DIA KEREN SEKALI AKU HARUS MENELPON HEERIN" "ya! Paboya dia kan sedang sekolah. Lagipula ini kan siaran ulang" "iya juga ya...aku lupa yasudah kita lihat saja mereka aaa mereka keren sekali!" "Ada apa sih ribut-ribut?" Tanya Kyungsoo kesal "Oppa! Mereka keren sekali! Lihat kan? Mereka juga punya tubuh yang bagus!" Ucap adiknya antusias "Aku juga bisa seperti itu lihat saja" "coba buktikan! Kau ini asal bicara saja oppa" Jongdae yang baru kembali dari dapur itu langsung bertanya pada Kyungsoo "hyung...mereka kenapa?" "Infinite fever...adikku biasa seperti itu kadang dulu kalau dengan pacarnya mereka bisa seperti fangirl karena ya kau tahu Seung woo suka Infinite mantannya suka apa itu namanya?" "Girls' generation kan?" "Kok kau tahu?" "Aku sepupunya hyung" "jadi...kau sepupu dengan Yura?" "Ne" "tak kusangka dunia ini sempit sekali" Tak lama, bel pun berbunyi "biar aku yang buka!" Teriak Hyun ra "anak itu rajin sekali" ucap Kyungsoo pada Jongdae "hyung..dia cocok untuk kau jadikan istri dia kan rajin" "ah bicara apa kau ini sudahlah jangan bicara yang aneh-aneh" "haha arasseo" kembali ke Hyun ra, saat membuka pintu dia melihat Yifan dengan wajah muramnya "ada apa dengan wajahmu? Ada masalah?" "Aku ditinggal Jongdae jadi terpaksa aku harus naik motor padahal rencananya aku ingin meninggalkan motor di sekolah supaya besok aku bisa menumpang mobil ayahku" "benarkah? Kasihan sekali kau..yasudah masuklah Seung woo dan sunbae ada di ruang tamu dengan musuhmu hahaha oiya mana tasku?" "Ini" "gomawo" Hyun ra pun tersenyum pada Yifan. "Park Hyun ra!!!! Aaaa lihat ini lihaaattt!! Ada 2pm lihaaattt!!!" "Aish Lee Seung woo bisa tidak kau berhenti melihat namja-namja itu? Aku ada disini hey!" Teriak Jongdae yang tak dihiraukan Seung woo "Ah kalau dengan 2pm aku tak begitu tertarik kalau bts baru aku tertarik" "sebentar lagi!!!" Benar saja, sehabis itu memang bts "KYAAAAAAA BTS OMONA OMONA!" teriak keduanya serempak. "Sunbae sejak kapan mereka begini?" Tanya Yifan pada Kyungsoo "Sejak bocah ini datang haha" "kau...awas kalau sampai Hyun ra tertular oleh Seung woo itu berarti salahmu" omel Yifan pada Jongdae "naega wae? Ya! Sembarangan saja kau!" "Memang benar kan? Semenjak kau datang semua tak ada yang beres!" "Keumanhae yedeura! Jangan permasalahkan itu lebih baik kalian ikut menonton saja siapa tau mereka akan beralih ke kalian ah iya aku mau ke rumah Yura dulu kalian temani saja dulu mereka kalau perlu hubungi Joonmyeon" titah Kyungsoo pada kedua namja itu "arasseo hyung hati-hati! Sukses dengan noona ya!" "Noona? Hyung?" "Ah kau tak tahu? Dunia amat sempit Yifan~ah...ah iya berhubung Joonmyeon sunbae sedang ujian kita lebih baik menelpon Heerin saja" "ide bagus" Jongdae pun menelpon Heerin "Heerin~ah kami semua ada dirumah Seung woo neo jigeum eodiya?" "Ah...menemani Joonmyeon sunbae belajar? Arasseo gwenchana..ne" "bagaimana?" "Heerin pappaseo" "ooh yasudah kalau begitu kita ke ruang tamu saja yuk" para namja itu ke ruang tamu dan masih mendapati kedua anak itu sedang bernyanyi. Dengan otak usilnya, Jongdae duduk disebelah Seung woo dan berbisik di telinganya "lebih keren aku atau mereka?" "MWOYA? sedang apa kau disini? Mengagetkan saja" "jawab aku...lebih keren aku apa mereka?" "Eum...tentu saja mereka! Apalagi Sungyeol oppa" "oppa?!?! Ya! Kau saja bahkan tak mengenalnya dan kau memanggilnya oppa sementara denganku kau hanya memanggilku nama atau hanya oi menyebalkan" "kau sebal? Yasudah kalau begitu" "aish...kau ini benar-benar" beralih pada Hyun ra tiba-tiba Yifan memeluknya dari samping "WU YIFAN APA YANG KAU LAKUKAN HAH?!" "hanya iseng saja habis kau tak mengajakku mengobrol" "aish yasudah sekarang aku mengajakmu mengobrol jadi kau mau bicara apa?" "Ini masalah pribadi lebih baik kita pulang sekarang. Kan disini sudah ada Jongdae" "arasseo..Jongdae~ah Seung woo~ah aku pulang ya ada urusan mendadak" "oh yasudah aku bisa menjaga rumah sendiri kok kau pulang saja gomawo karena sudah menemaniku" "ne..kau cepat sembuh ya" "arasseo" Seung woo menjawab dengan senyum manisnya. Setelah mereka berdua keluar, Seung woo masih sibuk dengan tv itu dan Jongdae pun mulai usil. Dari memainkan rambut Seung woo hingga meniup-niup tengkuk Seung woo "ah Kim Jongdae keumanhae kau ini sama menyebalkannya dengan sepupumu" "jadi....kau masih ingat tentang Chanyeol?" "Ya jelas lah...aku kan punya ingatan yang bagus makanya aku masih mengingat dia" "a-ah begitu" "kau kenapa?" "Kau...masih ada perasaan dengannya?" "Tentu saja tidak ah kau ini" "benarkah?" "Eum..." Tiba-tiba Jongdae memeluk Seung woo dan menghela napas "ya!ya! Jangan tidur disini aku kan tak bisa jalan" "oiya aku lupa yasudah aku antar kau ke kamarmu ya..nanti biar aku bisa menumpang tidur di kamarmu ada tv kan?" "Ada...yasudah kau tidur saja di tempat tidurku biar aku menonton lagi" Seung woo pun dipapah Jongdae ke kamarnya. Seung woo pun didudukannya di ranjangnya dan Jongdae pun segera ke sebelah Seung woo untuk tidur.
                                 0o0
Selama tidur, Jongdae memeluk pinggang Seung woo yang masih terduduk di ranjangnya untuk menonton tv. Saat Jongdae baru 30 menit tertidur, ponsel milik Seung woo berbunyi "yeoboseyo" "oh Heerin~ah wae?" "Buku apa?" "Oh buku merah itu? Aku juga tak punya mungkin Jongdae punya" "ah dia tak ada dirumahnya. Dia disini sedang tidur siang" "ANIYA! AKU TAK BERBUAT APA-APA SUNGGUH!" "AH JINJJAYO!" "Ah sudahlah kututup dulu. Bye" Setelah teriakan itu, Jongdae makin mempererat pelukannya dan bertanya dengan suara mengantuknya "Heerin kenapa?" "Aniya...tak apa kau tidur saja" "kau tak mau tidur?" "Tidak. Kalau aku tidur nanti siapa yang membangunkanmu?" "Sudah sebentar saja..sini tidurlah biarkan saja tv menyala biar kau disangka sedang menonton oleh oppamu" "arasseo" Seung woo pun tidur disebelah Jongdae. Tentu saja ditengah-tengah mereka ada guling sebagai batas. Setelah 2 jam tidur, Jongdae bangun terlebih dahulu dan merapikan rambut Seung woo yang menutupi wajahnya "jalja chagi...sampai ketemu besok" Jongdae pun mencium kening Seung woo lalu mematikan tv Seung woo dan keluar kamar lalu pulang. Tak disangka, Seung woo tertidur hingga pagi. Jam 6 Seung woo terbangun karena ponselnya berbunyi "sudah bangun?" "Eoh? Baru saja wae?" "Yaampun kau nyenyak sekali saat tertidur disebelahku..sepertinya aku memang harus menikahimu agar kau bisa setenang ini" "ya! Museun soriya?!?!" "Kau tak mau menikahiku?" "Ani...bukan begitu ah ayolah jangan bicara pernikahan dulu kita kan masih sekolah" "ah iya juga yasudah ppali bersiap aku sudah dibawah nih" "jinjjayo?!?! Tunggu sebentar aku akan bersiap ne?" Setelah 15 menit Seung woo sudah bersiap namun belum menyisir dll tapi dia memutuskan untuk menuju mobil Jongdae sambil membawa sisirnya, menggemblok tasnya, dan menggigit sandwich "mwoya? Ada apa dengan rambutmu? Seperti singa" Seung woo hanya menoleh sebentar lalu kembali menata rambutnya. Dia membuat rambutnya terkepang setengah dan yang lainnya terurai. Saat sudah dirapikan, Seung woo mulai memakan sandwichnya "kau sudah Sarapan?" "Belum...aku mau juga" "cha...mogo" "gomawo" setelah Seung woo memakan setengah sandwichnya dia memberinya pada Jongdae "ah iya! Aku titip sisir ya di mobilmu boleh kan? Oiya! Aku juga bawa baju ganti siapa tahu kita mau jalan tak apa kan?" "Tentu saja! Kenapa juga tak boleh. Anything for you babe" "keumanhae. Aku mau muntah mendengarnya" "hahaha arasseo" beralih ke situasi Heerin, dia sekarang sedang merapikan rambutnya "selesai" akhirnya Heerin turun dan mendapati Joonmyeon sudah berada di rumahnya "oppa bagaimana.." "kau lupa kita tetangga? Heerin~ah neo...neomu yeppeo" "jeongmal? Gomawo!" "Kkaja supirku sudah menunggu kita" "arasseo" ucap Heerin sambil merangkul Joonmyeon dan Joonmyeon juga merangkul Heerin di pinggangnya. Kembali ke Seung woo, sekarang Jongdae dan Seung woo berada di kelas "Tuan Kim dan nona Kim kalian berdua akrab sekali..ada apa dengan kalian?" Tanya Yifan pada mereka berdua "ada sesuatu diantara kita iya kan?" "Kata siapa? Aku tak merasa" ucap Seung woo cuek "ah dia bohong Yifan~ah kemarin kita..." Seung woo langsung membekap mulut Jongdae "ehehehe tak ada apa-apa kok" "bohong! Kau kan tidur siang dengan dia" teriak Heerin "jinjjayo? Wah berita bagus!" Jongdae dan Seung woo saling pandang "Heerin~ah..." Seung woo merengek "ah kau ini...sudahlah biarkan saja lagipula kan kita sebentar lagi sudah besar" "aish tetap saja..." "kenapa rahasia kita selalu terbongkar sih?" Tanya Jongdae pada Seung woo "mana kutahu..inilah nasib kau berpacaran denganku aku kan magnae tertindas" "hahahahaha tapi tetap saja aku menyukaimu" "sudah jangan gombal. Aku bosan dengan gombalanmu" ucap Seung woo sambil mendorong wajah Jongdae sambil tertawa.
                                  0o0
Tak terasa hari kelulusan pun tiba, yang lain terlihat amat senang terkecuali Heerin "waeyo Heerin~ah? Mukamu kenapa murung?" Tanya Seung woo pada Heerin yang terlihat habis menangis itu "ah begini...jadi sebenarnya dulu aku dijodohkan dengan Joonmyeon oppa" "geurasseo?" "Geurasseo....aku akan pindah ke Amerika saat aku sudah lulus nanti. Dan aku pasti akan merindukan kalian. Sebenarnya bukan itu saja yang membuatku sedih" "apa?" "Oppa...akan pergi ke Amerika terlebih dahulu baru tahun depan nanti saat aku lulus dia akan menjemputku" "oh my god....Heerin~ah aku tahu ini berat untukmu tapi cobalah mengerti..dia belajar untuk apa? Untuk mengelola perusahaan kan? Kalau dia tak bisa mengelola perusahaan bagaimana dia akan menghidupimu?" "Benar juga..gomawo Seung woo~ah kau memang sahabat yang terbaik" Heerin kemudian memeluk Seung woo dengan penuh kelegaan. Tak lama, akhirnya Hyun ra datang bersama dengan Yifan "ada apa ini?" Tanya Hyun ra "tak ada hanya sedang curhat saja" "ah kukira kenapa. Oiya Seung woo~ah tahun depan kau rencana kuliah dimana?" "Karena aku ingin menjadi chef mungkin aku akan ke Italy kau?" "Aku akan disini saja atau mungkin ke Perancis" "lalu kau Heerin~ah kau kemana?" "Aku ke Amerika" "oh begitu..tapi kenapa wajahmu murung?" "Joonmyeon oppa meninggalkan ku ke Amerika terlebih dahulu baru tahun depan dia menjemputku dan kami...akan menikah" "OH MY GOD" "ya! Pelankan suaramu kau ini" omel Seung woo pada Hyun ra "mian...lalu bagaimana dengan kau Seung woo~ah kau mau menikah juga dengan Jongdae?" "Ya tidak lah! Belum...aku mau kuliah hingga S2 dulu baru memikirkan hal itu" "ah begitu...kalau aku sepertinya kalau Tidak disini aku akan ke Paris untuk mengambil jurusan Seni" "kuyakin Yifan pasti akan ikut denganmu" ucap Seung woo sambil terkikik. Para gadis itu pun terus saja berbincang hingga 3 orang namja masuk ke kelas. "Oppa!" Teriak Heerin dan Seung woo serempak "kalian..kenapa jadi berbarengan begitu? Ada apa?" "Kau mau ke Amerika?" Tanya Seung woo penuh rasa penasaran "ne...waeyo?" Lalu Seung woo berbisik pada Joonmyeon "aku sudah dengar dari Heerin...undang aku ya jangan lupa" "a-ahahaha itu..pasti lah" "apa yang kalian bicarakan?" Tanya Jongdae sewot "urusan pribadi kau tak usah tau...ah iya kapan kau berangkat?" "Minggu depan karena aku harus mengurus tempat tinggal dahulu disana" "chukkahae...kuharap kau akan sukses dan bahagia" timpal Hyun ra "gomawo Hyun ra~ssi" "ah iya! Kalian berdua mau kemana?" Tanya Hyun ra sambil menunjuk Jongdae dan Yifan "aku mau ke China atau paling pulang ke Canada" "kau pulang? Ah ok kau Jongdae~ah?" "Na? Aku paling disini saja..atau mungkin ke German? Tak tahu" "omong-omong sepupumu kuliah dimana?" Tanya Hyun ra "Chanyeol? Dia mau ke Jepang" ucap Jongdae. "Lee Seung woo aku masih penasaran apa yang kau bicarakan tadi?" Tanya Jongdae pada Seung woo yang masih sibuk dengan ponselnya "Heerin~ah bagaimana?" "Jangan dulu..nanti saja" ucap Heerin "dengar kan? Nanti ku beri tahu..itu juga kalau aku ingat ya kalau tidak maaf saja" "yaish kau" setelah melewati upacara kelulusan itu Joonmyeon mengajak Heerin pergi ke sebuah tempat. "Kau ingat tempat ini?" Tanya Joonmyeon sambil melihat Heerin yang masih murung itu "ini...taman bermain kan?" "Tempat dimana kau kehilangan kebebasanmu" "oppa jebal..." "aku akan merubah kenangan itu menjadi Kenangan yang indah" "oppa..." Joonmyeon kemudian mengajak Heerin bermain "kkaja! Mari bersenang-senang" ucap Joonmyeon sambil menarik tangan Heerin.
                                 0o0
Mereka pun bermain semua wahana hingga akhirnya mereka menaiki bianglala "bagus ya pemandangan dibawah...dulu saat kecil aku sering naik ini bersama eomma dan appa" "benarkah? Mungkin nanti kau akan sering menaikinya bersamaku dan anggota baru keluarga kita" "a-ah aku mengerti" ucap Heerin malu-malu. Joonmyeon kemudian memegang kedua tangan Heerin dan menatapnya lekat "tenanglah. Satu tahun itu sebentar. Aku akan pulang 6 bulan sekali tak usah khawatir. Tahun depan kita akan terus bersama dan aku tak akan meninggalkanmu lagi aku janji" "tapi entah mengapa aku merasa tak enak. aku juga tahu 1 tahun itu sebentar tapi..." "kita akan menikah tahun depan kau tak perlu khawatir. Eomma dan appa kita kan sudah merencanakannya dengan matang dan kita hanya perlu menjalaninya. Kalau kau masih khawatir juga aku akan sering memberi tahu kabarku padamu jadi kau lebih baik rajinlah belajar dan susullah aku ke Amerika arrachi?" Ucap Joonmyeon yang lalu memeluk Heerin dan menaruh kepalanya di puncak kepala Heerin. Heerin pun tersenyum dan balas memeluk Joonmyeon. Kembali ke 4 anak itu lagi. Mereka sedang berada di rumah Yifan "Yifan~ah eomma mu dimana?" Tanya Seung woo penasaran "eomma? Dia bekerja. Appaku di luar negeri jadi setiap hari aku paling hanya bersama maid" "daebak" "kau kan juga biasa seperti itu kan Seung woo~ah?" "Tidak juga sih...aku biasanya bersama eomma tapi terkadang eomma ada perkumpulan jadi aku ditinggal bersama oppa" "Seung woo~ah hari ini ada eommamu?" Tanya Hyun ra penasaran "eomma ke Italy. Kau tahu kan apa yang kumaksud?" "Ah itu...aku tahu" "ada apa memangnya? Kalian terlalu banyak rahasia. Seung woo~ah ppali malhebwa" rengek Jongdae pada Seung woo "belum saatnya nanti saja. Oiya Hyun ra~ya weekend kau mau ikut aku dan oppaku? Kita mau ke Jeju" "jinjjayo?!?! Aku ikut!" Teriak Hyun ra pada Seung woo "kau tak mengajak kami?" Protes Yifan pada kedua gadis itu "mau ikut? Bayar" ucap Seung woo seenaknya "bayar? Berapa? Nanti biar kusuruh namjamu ini membayariku" "apa-apaan kau! Bayar sendiri! Aku tahu ya waktu itu kau pernah mengambil dompetku dan menraktir Hyun ra!" Omel Jongdae pada Yifan "itu..itu..aish itu Seung woo yang memberikan dompetmu padaku!" "Lee Seung woo" "apa? Jangan marah padaku...kalau marah tak ke Jeju" ancam Seung woo pada Jongdae "aish arasseo" "anak pintar! Oiya ajak Heerin dan Joonmyeon oppa juga" "arasseo" mereka pun akhirnya melanjutkan perdebatan tentang dompet lagi. -tbc

Saturday, April 19, 2014

Chapter 9 - Between You and Me

2 minggu sudah Seung woo berada di rumah. Hari ini, dia akan kembali bersekolah seperti biasa. Seung woo berangkat sekolah bersama dengan oppanya. Tepat pukul 06.15 dia sudah sampai di sekolah dan tanpa disangka-sangka sahabatnya sudah menyambutnya di dalam kelas "Lee Seung woo! Akhirnya kau sembuh! Bogoshippeo" teriak Hyun ra yang langsung memeluk Seung woo "eih eonnie nado bogoshippeosseo aku benar-benar bosan dirumah. Aku hanya makan bubur dan yah obat pahit itu ergh" "sekarang kau sudah sehat kan? Bagaimana kalau kita makan ice cream? Ah atau kita makan tteoppoki saat pulang?" "Ide bagus! Joha!" Ucap Seung woo sambil tersenyum riang "Seung woo~ah kau sudah sehat rupanya! Akhirnya temanku yang satu ini sudah sembuh!" Ucap Yifan yang lalu berencana untuk memeluk sobatnya itu namun tiba-tiba dihalangi oleh seorang namja "tidak diperbolehkan memeluk. Hanya pegang tangan saja itu juga jangan lebih dari 1 menit" "Jongdae~ah kita kan teman tak apa lah saling memeluk" "Andwae! Kalau mau peluk lebih baik kau peluk saja Hyun ra dia ini yeojaku ara?" "Yeo- apa?" "Yeoja..yeojachingu! Jelas?" "Lee Seung woo jangan bilang.." "tanya saja padanya aku mau ke perpustakaan dulu" Seung woo pun segera melarikan diri dari sahabat-sahabatnya itu "Kim Jongdae tolong jelaskan maksudnya apa?" Kini Hyun ra yang angkat bicara "jadi, saat kalian pulang menjenguk Seung woo waktu itu aku yah bisa dibilang menjadikannya yeojaku simple kan?" "Jadi 2 minggu yang lalu itu kalian sudah.." "that's right" "kalian....aish ini berarti aku kalah taruhan dengan dia" Hyun ra melirik Yifan dengan tatapan penuh dendam "kalau kau kalah kau tahu kan apa hukumannya?" Ucap Yifan sambil tersenyum puas "Ya ya aku tahu baiklah apa maumu?" "Ikut aku" mereka pun akhirnya menuju ke taman belakang sekolah "jadi...kau mau apa?" "Aku mau kau jadi model lukisanku" "apa?" "Kau jadi modelku" "jangan bercanda. Tidak mau! Nanti kau malah menggambar aku dengan bentuk yang aneh lagi pokoknya aku tak mau!" "Kali ini tidak tenang saja aku sudah belajar kok" "yasudah kalau begitu aku turuti permintaanmu" dengan langkah gontai Hyun ra pun menyusul Seung woo yang berada di perpustakaan "oi Lee Seung woo" "wajahmu kenapa? Seperti baju belum disetrika saja ada apa?" "Aku katanya ingin dijadikan model lukisan oleh Yifan cuma aku sangsi apa dia bisa membuat wajahku cantik? Nanti bisa-bisa dia menggambarku seperti keropi lagi" "hahaha sudahlah percaya saja tak mungkin dia menggambar wajah yeoja yang dia suka seperti keropi" "apa kau bilang? Dia suka padaku? Bercanda" "kalau tak percaya yasudah" Seung woo kemudian keluar perpustakaan sambil membawa beberapa buku novel.
                                 0o0
Di kelas, Seung woo sibuk membaca novelnya dan tak menghiraukan Jongdae yang berada di sebelahnya "chagi" "eum wae?" "Kau tidak ingin mengobrol denganku?" "Tidak" "kau lebih tertarik dengan buku itu dibanding aku?" "Bisa dibilang begitu" "baiklah" Jongdae pun akhirnya mengalihkan perhatiannya ke tab miliknya. "Kau marah?" "Tidak" "jinjja? Kalau kau tak marah aku akan lanjut ke novel selanjutnya nih dan ini akan memakan waktu yang sangat lama" "baiklah. Bisakah kau berhenti membaca novel itu dan mengobrol denganku? I miss you so bad babe" rengek Jongdae pada Seung woo yang diam-diam tertawa mendengar ucapan Jongdae "ehm...arasseo kau mau bicara apa?" Seung woo pun lalu duduk menghadap Jongdae dan menyilangkan kakinya yang jenjang itu "tidak bisa lebih romantis sedikit apa? Kau ini" "kau kira aku apa merayu-merayu namja? Cih tak ada kata merayu dalam kamus Lee Seung woo" "dasar menyebalkan sudah ah sepertinya tabku lebih menyayangiku daripada kau" "yasudah kalau begitu aku juga lebih sayang pada novel ini dibanding kau" Seung woo pun melihat tabnya dengan penuh kasih sayang. "Seung woo~ah mau ke perpus tidak?" Ternyata yang mengajak adalah Sehun ketua kelasnya "dengan senang hati" "ah bagaimana ya Sehun~ah tapi dia ada perlu denganku" "tapi tadi bukannya...." "aku baru ingat aku ada perlu dengannya mian" Jongdae pun langsung menarik lengan Seung woo begitu saja dan membawanya ke atap sekolah "wae?" "Kau mau pergi dengan Sehun setelah kau mengabaikan ku seharian ini? Tak bisa dipercaya" "cemburu?" "Jelas cemburu!" Seung woo hanya tertawa melihat Jongdae yang cemburu itu "kyeopta...uri chagi" "mworago?!" "Neo kyeopta" ucap Seung woo lagi "aku tak salah dengar kan?" "Bisa jadi" tanpa disangka Jongdae mencium bibir Seung woo singkat "kita sudah pernah melakukannya jadi tak apa kan aku melakukannya lagi? Lagipula kau milikku" "memang ada tulisannya aku milikmu? Dasar bodoh" "biar aku bodoh kau tetap menyukaiku kan?" "Terpaksa" Seung woo pun langsung kabur meninggalkan Jongdae. Karena tak berkonsentrasi saat berlari alhasil Seung woo pun terjatuh dan kakinya pun terkilir "aarrghhh!!!" "Jangan pura-pura" "jinjjayo...appo" Seung woo pun mulai menangis karena kesakitan "gwenchana...tahan ya aku akan menggendongmu "ah appo huweee" "uljima! Haish siapa suruh lari-lari?" "Aku salah mianhae ppali appoyo chagi" Jongdae pun membawa Seung woo ke UKS sambil menggendongnya dan tentu saja itu membuat mereka menjadi pusat perhatian satu lorong sekolah. Saat di UKS, mereka bertemu Heerin dan Joonmyeon yang kebetulan sedang jaga saat itu "Seung woo~ah neo wae geurae? Kakimu bengkak" "oppa selamatkan aku ige appoyo" "sebentar aku akan ambilkan obat kau tunggu ya" "Heerin~ah aku tak bisa bernapas ige neomu appoyo" "eoh? Jinjjayo?! Aku akan ambil tabung oksigen tunggu ya" "huweee chagi ige neomu appo" "jangan rewel..itu kan salahmu siapa suruh kau berulah denganku. Masih sakit eoh?" Seung woo mengangguk dan masih menatap kakinya itu "kakiku bagaimana aku pulang nanti?" "Nanti kau kuantar" "apa tidak apa-apa? Gomawo chagi" "ne" "Seung woo~ah masih sakit? Tahan sebentar ya aku akan memberimu obat" "sudah tak begitu sakit sih oppa" Joonmyeon pun memberi obat pada Seung woo sementara Jongdae masih berada di sebelah Seung woo sambil memegangi pundaknya "ah!" "Tahan sedikit memarnya sudah agak parah soalnya" "Seung woo~ah kau mungkin tak bisa berjalan selama 2 hari...kau kenapa bisa terkilir begini?" "Jadi tadi aku sedang bercanda lalu jatuh" "haish dasar bocah ada-ada saja tapi sudah lumayan kan?" "Ah appo oppa!" "ya! Sunbae hati-hati nanti dia bisa sakit" "ah mian" "yasudah aku keluar dulu kau temani dia eoh?" "Ne sunbae" akhirnya berkat ulahnya itu Seung woo dan Jongdae berakhir di UKS "kau mengantuk?" Jongdae yang tertidur sambil duduk dengan berbantal tangannya yang terlipat di tempat tidur Seung woo itu pun mengangguk "mau naik kesini?" Jongdae langsung bangun dan melihat Seung woo "masih muat kok kau mau?" "Ah tidak. Nanti kalau ketahuan guru bahaya" "iya juga ya yasudah kasur di sebelah kosong kau tidur disitu saja kalau disini nanti badanmu sakit" "gwenchana..kalau aku sakit kan ada kau yang bisa menyembuhkanku" "jangan gombal. Aku juga sedang sakit sekarang" "ah berhubung kamar dirumahku penuh kau tidur di kamarku saja bagaimana?" "A-aku? Yah tak masalah lah selama masih ada sofa di kamarmu" "hah dasar kau ini...pokoknya setelah lulus kau akan tinggal dirumahku aku jamin itu" "oh ya? Yakin sekali kau tuan Kim" "tentu saja nona Kim kau tak mengenal siapa aku. Kalau aku berkata ya semuanya akan terjadi" "cih" tiba-tiba ponsel Seung woo bergetar. Dia melirik ponselnya dan melihat tulisan 'eomma' pada layarnya Seung woo pun ketakutan hingga dia menggigit bagian bawah bibirnya "nugu?" "Uri eomma" "jawablah" "shireo! Kau saja yang jawab" "naega?! Neo micheosseo?" "Ppali jawablah" "ah arrasseo" Jongdae pun menuruti perkataan Seung woo "yeoboseyo...ah ahjumma Seung woo sedang ke toilet dan kebetulan ponselnya aku yang pegang museun irisseo?" "Ah maaf aku lupa ini aku temannya Seung woo Jongdae" "Arasseo"  setelah menutup teleponnya Seung woo pun bertanya lagi "waeyo?" "Katanya kau pulang dengan oppamu saja hari ini soalnya supirmu tak ada" "yah tapi dengan kondisi begini bagaimana bisa aku pulang?" "Kau ini! Pulang ya pulang saja susah sekali luka seperti ini tak mungkin lah eomma mu tega mengomelimu" "iya juga sih..yasudah aku mau tidur dulu kau kesana saja" "mwoya? Kau mengusirku? Geurae aku tak akan menolongmu lagi" "yasudah kalau tak mau menolong kan ada oppaku" 'anak ini susah sekali diancam' gumam Jongdae "kau serius dengan ucapanmu?" "Pernah aku bercanda? Sudah sana aku ingin tidur" "yasudah aku keluar ya" tak ada respon 'baiklah kalau ini yang kau inginkan Lee Seung woo' gumam Jongdae. Karena kesal, tiba-tiba terlintas di otaknya ide-ide jahil "Lee Seung woo kau tahu tidak? Kalau kau sendirian nanti ada hantu loh" "aku kan bisa lihat yang asli aku tak takut sama sekali oh iya satu lagi aku tahu kalau kau berbohong soalnya sebenarnya hantunya dibelakangmu sedang melambai padaku. Katanya dia suka padamu dan yaa mungkin aku akan merelakanmu padanya" Jongdae pun langsung terdiam dan menengok ke belakang. Tiba-tiba dia merinding setengah mati "jangan bercanda. Leluconmu tak lucu" "lihat wajahku baik-baik. Pernah aku bercanda?" "Arasseo sepertinya salah aku bicara padamu. Mian aku bercanda. Jangan takuti aku lagi ne?" "Katanya tak takut tahunya apa? Cih" "begini....kalau yang waktu itu masuk rumah hantu aku hanya berpura-pura berani sebenarnya yaa aku takut juga"  "pandai sekali kau berakting. Sudah sana keluar! Aku mengantuk" Akhirnya Jongdae pun keluar.
                                  0o0
Setelah kurang lebih 30 menit, Jongdae masuk lagi dan melihat Seung woo tak bisa bergerak dan bernapas pendek dengan matanya yang tertutup "Lee Seung woo! Ireona! Ppali Ireona" Seung woo masih bergumam tak jelas dan bernapas pendek "chagi! Jebal ireona! Neo wae irae?!?!" Tak lama, Joonmyeon dan Heerin datang "sunbae Seung woo...." "Heerin~ah! Dia kenapa?" "Pasti hantu" "mwo?!" Joonmyeon dan Jongdae saling tatap kemudian melihat Heerin lagi "dia akan begini kalau dia habis melihat hantu..karena ada kemungkinan hantunya itu berada diatasnya. Ya bisa dibilang menindihnya. Kita harus panggil Hyun ra karena hanya dia yang bisa melihat hantu selain Seung woo" "arasseo akan kupanggilkan!" Jongdae secepat kilat menuju kelas dan berteriak memanggil Hyun ra "PARK HYUN RA! JEBAL KE UKS! PPALI!" "wae? Museun irisseo?" "Seung woo...Seung woo" "Seung woo kenapa?!?!" "Dia...diganggu hantu" "aish pasti dia lagi yasudah kkaja!" Mereka pun menuju UKS dan Hyun ra langsung menghampiri Seung woo dan memegang ubun-ubunnya. "Lee Seung woo ireona jebal! Ireona!" Hyun ra pun menampar pipi Seung woo dan Seung woo pun akhirnya terbangun. Dia terbangun sambil terengah-engah dan berkeringat "gwenchana?" "Naga! Dangjang Naga!" Teriak Seung woo sambil melihat ke belakang Jongdae "dia bukan bicara padamu...dia bicara pada hantu" terang Hyun ra pada Jongdae. Akhirnya setelah menenangkan diri, Seung woo pun bicara lagi "aku tak bisa tidur disini. Terlalu mengganggu. Boleh aku pulang?" "Kau mau pulang?" Tanya Joonmyeon "eoh oppa...tolong beritahu oppaku aku ingin pulang" "arasseo" Joonmyeon pun keluar dari UKS mencari Kyungsoo "Heerin~ah, Hyun ra~ya gomawo" "gwenchana...kalau kau kesulitan kami akan selalu ada untukmu" ucap Heerin penuh perhatian "ehem" "kau! Naga!" "Wae?" "Kau beraura buruk. Naga!" dengan terpaksa Jongdae pun keluar dan saat Jongdae keluar para gadis itu pun tertawa. Tak lama, Kyungsoo masuk dan melihat kaki adiknya "eotokkhae.." "panjang ceritanya. Antar aku pulang" "arasseo" "eomma tak akan marah kan?" "Tidak lah eomma kan baik" "oppa gendong aku" Hyun ra hanya bisa menelan ludah mendengar perkataan Seung woo "mwoya? Kau sudah SMA jalan sendiri lah!" "Kakiku bengkak! Yang benar saja kau ini" "yasudah naik ke punggungku ppali! Ngomong-ngomong kau tak menambah berat badan kan? Jangan sampai aku sakit pinggang karenamu" "Ya! Oppa macam apasih kau ini?! Bisa tidak kau gendong aku tanpa protes? Kalau kau masih protes aku akan meminta Jongin sun..." "keuman! Tak ada Jongin untukmu! Dia terlalu berbahaya untukmu! Dia itu byuntae" "jangan bohong. Yang aku tahu dia tak se byuntae Chanyeol" "kau..tahu Darimana? Kau pernah diapakan oleh adiknya Yura eoh?" "Uri...."
-Flashback-
Pada saat acara kelulusan selesai, malamnya Chanyeol mengajak Seung woo untuk berjalan-jalan di taman "Seung woo~ah" "eoh? Wae?" "Hanya memanggil saja" "aish kau ini kukira kenapa" "Seung woo~ah" "wae dobi?" "Mwo? Dobi? Ya! Lee Seung woo neo jeongmal" Chanyeol lalu memeluk Seung woo yang berusaha kabur dan menggelitikinya "ahahahahaha Chanyeol~ah jebal keumanhae itu geli ya! Ya!" "Ani. Aku tak akan berhenti sampai kau mau melakukan apa yang kuminta" "arasseo arasseo apa itu?" Chanyeol lalu menyudutkannya ke pohon "neo...wae irae? Ya Chanyeol~ah" Chanyeol mendekatkan wajahnya ke Seung woo lalu berhenti tepat disamping wajah Seung woo "kenapa menutup matamu? Kau pikir aku akan menciummu? Tentu saja  Tidak. Aku kan cuma mengetesmu saja..tapi kalau kau mau aku akan melakukannya" "Ya! Neo jeongmal! Menyebalkan! Byuntae!" "Kau baru tahu aku byuntae nona Lee? Ani apa nona Park?" "Aish Tuan Park berhenti bercanda atau aku akan memukulmu" "pukul saja! Tapi nanti aku akan membalasmu dengan sangat romantis" "ah keumanhae! Otakku bisa rusak karenamu!" "Arasseo" Chanyeol pun lalu memeluk Seung woo sambil tertawa karena ulahnya tadi
-back to story-
"Oh jadi begitu...ternyata kau lebih romantis ya pada Chanyeol" terang Heerin "ah benarkah? Entah itu mungkin karena Chanyeol yang terlalu menarik jadi aku romantis padanya" "ehem...jadi kau mau kembali dengan adiknya Yura? Kudengar dia baru putus dari kekasihnya" giliran Kyungsoo yang berbicara sekarang "ya tidak lah...lagipula juga aku sudah menyukai seseorang" "nugu?" "Ah Kyungsoo oppa! Kau mau tahu orangnya?" Giliran Hyun ra angkat bicara "nugu Hyun ra ya? Malhebwa" "Kim.." "Kim? Nugu??" "Kim Jongdae" "MWORAGO?!" "kenapa kau terkejut?" Seung woo melihat oppanya bingung "dia kan anak pengusaha kaya se korea kau yakin?" "Kenapa tak yakin? Aku suka padanya" "daebak..adikku benar-benar...ah yasudah ppali kkaja aku tahu kakimu pasti sakit" "tentu saja! Pakai bertanya lagi kau!" Kyungsoo lalu melirik Hyun ra dan menatapnya lekat "waeyo oppa?" "Kau bantu aku antar dia pulang bisa kan? Nanti kau ke sekolah lagi denganku..aku tak bisa menggendongnya nanti guru-guru dan murid lain menyangka kami pacaran lagi" "ah ne baiklah!" "Ya Park Hyun ra jangan bilang kau mau mencoba jadi kakak iparku? Kau harus melewati beberapa tes untuk menjadi kakak iparku" "aku sudah bersiap untuk itu Lee Seung woo" canda Hyun ra yang membuat Kyungsoo dan Seung woo tertawa sementara Heerin hanya tersenyum disamping Joonmyeon yang memegang pundaknya. Akhirnya, Seung woo beserta Hyun ra dan Kyungsoo pun menuju rumahnya dikarenakan kondisi kaki Seung woo itu "kau yakin tak mau ke rumah sakit? Nanti bisa jadi parah loh" "ah dwasseo oppa palingan ini hanya terkilir bukan patah tulang" "yasudah kalau begitu" "Hyun ra~ya aku berat ya?" "Geurae kau berat. Amat sangat berat sampai-sampai aku tak bisa bernapas" "oh geuraeyo? Oppa kalau dia pingsan beri dia CPR arasseo?" "Eih neo jinjja!" Hyun ra pun mengomel pada Seung woo yang terus terkikik karena melihat wajah Hyun ra yang memerah. Saat mereka sedang melewati koridor menuju gerbang luar, tak sengaja Yifan melihat Hyun ra sangat akrab dengan Kyungsoo 'Hyun ra dengan Sunbae? Ada apa sebenarnya? Kenapa saat aku melihat mereka rasanyaaku marah dan ingin menariknya ke dekapanku? Ah aniya. Wu Yifan sadarlah disitu kan juga ada Seung woo tak mungkin mereka saling menyukai. Mungkin mereka bersahabat. Ya bersahabat' saat sedang melamun seperti itu tiba-tiba seseorang memanggil "oi Yifan!" "Eoh?" "Kau sudah kupanggil 3 kali tapi tak merespon. Mau kemana?" "Ah aku...mau bertemu Jongdae. Iya bertemu Jongdae" "oh begitu..yasudah. oh iya aku mau mengantar Seung woo paling ya aku tak akan ke sekolah lagi bisa tolong bawakan tas ku ke rumah Seung woo?" "Ne tentu saja" "gomawo. Sudah ya aku duluan. Kkaja" akhirnya Hyun ra beserta Kyungsoo dan Seung woo pergi menuju rumah Seung woo sementara Yifan? Dia tentu saja mencari Heerin untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi "Heerin~ah!"  "Eoh? Wae?" "Sebenarnya...apa yang terjadi?" "Ah itu. Seung woo terkilir lalu setelah itu dia seperti..kerasukan" "mwo?" "Iya...dan hantunya katanya ada di belakang Jongdae tapi tak tahu kalau sekarang" "lalu kenapa Hyun ra bisa dengan sunbae?" "Ah itu...sunbae tak mungkin menggendong adiknya di lingkungan sekolah karena ya kau tahu lah dia guru dan Seung woo murid yang lain bisa berpikiran negatif pada mereka. Sama seperti aku dan Joonmyeon oppa kita terpaksa backstreet karena oppa takut aku akan diserang fangirlnya begitu" "ah begitu ternyata..aku mengerti" "keundae Yifan~ah..sebenarnya" "sebenarnya apa? Ppali malhe" "Hyun ra....dulu dia menyukai kakaknya Seung woo tapi aku tak tahu kalau sekarang" 'jadi ternyata Park Hyun ra kau....' "jangan dianggap serius dulu! Mungkin saja kan dia sudah tak menyukai kakaknya Seung woo. Sama seperti Seung woo pada Chanyeol mantannya" "begitukah? Ah baiklah gomawo Heerin~ah ngomong-ngomong Joonmyeon sunbae kemana?" "Dia di kelasnya. Kan sebentar lagi dia ujian yaaa beberapa minggu ini lah bisa dibilang" "oh iya aku lupa yasudah aku ke kelas ya" "ne". Setelah melewati hari yang panjang di sekolah, mereka pun akhirnya pulang. -tbc