Friday, May 30, 2014

Chapter 5 - Who Am I?

Seung woo dan Baekhyun sedang menyiapkan konser mini yang akan diselenggarakan malam ini. Seung woo sudah mengatur segalanya dengan rapi sementara Baekhyun bagian humas. Saat dekor hampir selesai, ponsel Seung woo berbunyi. 'nae kkuma♡' tulisan itu yang tertera pada ponsel Seung woo. Seung woo langsung mengangkatnya dengan senang hati

"wae?"
"Ah kau tak manis sekali. Kenapa hanya wae? Harusnya kau panggil aku"
"Wae uri kkuma?"
"Aih neomu kyeopta...kapan selesai?"
"Sebentar lagi...jemput aku. Aku harus ambil baju"
"Arasseo. Sampai ketemu. Saranghae"
"Nado.."

Seung woo lalu menutup panggilannya dan tersenyum "pasti Chanyeol" ucap Baekhyun dan Seung woo hanya tersenyum. Tak lama, Chanyeol datang dan memeluk Seung woo dari belakang "annyeong!" "Aih kkamjagiya! Ah jahat! Kenapa dikagetkan sih?" "Mianhae..habis kau serius sekali..ah iya kau sudah latihan?" "belum" Chanyeol lalu mencubit Seung woo "ah appo!" Ucap Seung woo lalu memukul lengan Chanyeol "kau belum latihan padahal acaranya nanti malam! Kkaja ke studioku" "ah tapi...ini belum selesai" "jangan banyak tapi..kalau penampilanmu hancur nanti kau yang menanggung. Kkaja" Chanyeol lalu menarik Seung woo dan Seung woo memberi kode pada Baekhyun agar menghubunginya nanti dan Baekhyun mengerti. Baekhyun yang kesepian itu lalu memanggil Hyun ra untuk menemaninya

"Hyun ra~ya neo eodiya? Aku sendirian nih temani dong"
"Seperti anak bocah saja minta ditemani. Arasseo tunggu 5 menit"
"Gomawo Hyunnie!"

Baekhyun pun menunggu dengan sabar dan tak lama sosok yang ia cari datang "belum selesai juga?" Tanya Hyun ra "eoh..Seung woo dibawa kabur Chanyeol jadi aku harus mengerjakannya sendiri" "perlu bantuan?" "Aniyo...sedikit lagi. Ah iya sudah latihan?" "Sudah..ah iya masalah Heerin" "wae?" "Dia kan tidak tahu ada ini. Saat latihan dia terus bertanya jadi aku bingung" "ah iya juga sih...bagaimana ya? Tapi dia sudah tak penasaran lagi kan?" "Kurasa begitu...maybe" Hyun ra dan Baekhyun lalu mendekor tempat itu sebagus mungkin. Setelah mendekor, Baekhyun mengajak Hyun ra keluar untuk makan. Mereka pun makan di sebuah lapak kaki lima. Baekhyun iseng saja mengajak Hyun ra makan tteoppoki karena sebenarnya dia juga masih agak kenyang. "Ah iya Hyun ra~ya" "wae?" "Kau tahu yeoja yang aku taksir kan?" "Tidak..kau belum memberitahu" "yang otaku ituu" "oh itu...iya kenapa?" "Kau mau tidak berpura-pura jadi dia?" "Naega? Kenapa aku?" "Karena kau otaku juga kan?" "Ah...baiklah jadi aku harus apa?" "Kau hanya perlu jawab ne saja" "baiklah" "aku sudah lama mengenalmu kau tahu kan?" "Ne" ucap Hyun ra "kita juga sudah berteman dari 10 tahun yang lalu majjyeo?" "Ne..aduh sampai kapan sih? Capek bicara ne terus" "Sabar dulu! Ah iya...kau adalah teman wanita yang paling baik yang pernah ada...geurasseo maukah kau jadi yeojaku?" "Ne..." Hyun ra lalu diam dan Baekhyun tersenyum "jjakaman..tadi latihan kan?" "Kata siapa?" Tanya Baekhyun "ya! Jangan bilang kau....yang kau maksud yeoja itu...na?" "Ne...dan kau sudah bilang ne jadi ya kau jadi yeojaku simple kan?" "BYUN BAEKHYUN NEO JEONGMAL!" "Baiklah aku tanya padamu...kau mau tidak jadi yeojaku? Aku tak terima penolakan" Hyun ra hanya menghela napas dan mengiyakan. "Tidak terpaksa kan?" "Haaa...bagaimana? Kalau terpaksa memangnya kau mau menarik omonganmu? Kau kan keras kepala" "hahahaha pintar! Jadi mulai sekarang kau yeojaku!" "Ne..ne" Baekhyun lalu mengeluarkan sesuatu dan memberinya pada Hyun ra "igo..." "6 bulan yang lalu kau ingin ini iya kan? Sebuah paket lengkap Hatsune Miku aku belikan untukmu. Eotte?" "Gomawo...jadi ini untukku? Aigoo baik sekalii" "aku mengumpulkannya dari uang gaji mengajarku eotte? Kau suka?" "Neomu joha!" Baekhyun dan Hyun ra tersenyum karena mereka sama-sama bahagia. Musim panas kali ini terasa sangat membahagiakan bagi mereka.
                                 0o0
Malam itu, konser pun berlangsung. Hari itu adalah hari ulang tahun Heerin jadi mereka menyiapkan surprise. Heerin berdandan seperti biasa dengan kemejanya namun Seung woo memaksanya memakai dress dan jadi yah dengan terpaksa Heerin mengiyakan kemauan temannya itu. Tepat jam 7 malam acara pun berlangsung. Penampilan pertama dimulai oleh Baekhyun dan Sehun dan yang kedua barulah Chanyeol dengan Heerin dan Baekhyun. Anak-anak yang menjadi tamu undangan pun merasa kagun atas penampilan Heerin tadi. Setelah Heerin barulah Seung woo naik ke atas panggung bersama dengan Hyun ra. Mereka menari dengan penuh semangat. Heerin dari belakang panggung hanya berjoget-joget kecil karena lagu yang diputar itu enak. "Sebentar ya...aku ada urusan" ucap Sehun "ah ne" Sehun lalu meninggalkan Heerin sendiri di backstage. Tak lama, Hyun ra turun dan Seung woo masih diatas untuk bernyanyi dengan diiringi oleh Chanyeol. Suaranya lumayan bagus sih. Lumayan daripada suara cicak. Setelah Seung woo bernyanyi, semua anak naik ke atas panggung "yeorobeun. Inilah yang dapat kami tampilkan saat ini. Aku tahu kalian menilaiku dari sisi wajahku saja tapi sebenarnya aku baik kok cuma ya itu...mau diapakan lagi wajahku sudah seperti ini. Aku juga tak mau operasi plastik karena cita-citaku jadi ullzang" canda Seung woo yang membuat orang lain tertawa "ah iya Sehun dan Baekkie kemana?" "Pulang kali" celetuk Chanyeol. Dan tak lama, Sehun dan Baekhyun ke atas panggung dengan sebuah cake coklat yang bertuliskan "happy birthday, Heerin" Heerin yang melihatnya merasa terharu dan menitihkan air mata. Seung woo ada di sebelahnya merangkul Heerin begitu juga Hyun ra. "Heerin~ah bicara sesuatu" ucap Seung woo sambil menyodorkan mic. Heerin mengambilnya dan mulai berbicara dengan perasaan bahagia "yeorobeun..gomawo karena mau menghadiri konser mini ini. Aku disini hanya ingin membuktikan apa yang aku bisa dan aku ingin kalian tak salah paham dengan kami. Aku memang pendiam tapi lihatlah mereka. Seung woo dan Hyun ra saja mendekatiku dengan susah payah saat smp dulu. Awalnya memang dari Hyun ra ke Seung woo lalu barulah ke aku. Jadi disini aku sangat berterima kasih pada Hyun ra. Ah juga Baekhyun. Dia bagai Charlie dari ketiga angels ini" yang lainnya pun tertawa "ah..pokoknya aku berharap bisa berteman dengan kalian secara baik-baik dan inilah caraku memulai pertemanan dengan kalian. Aku menunjukkan sisi yang tak pernah kalian lihat. Jadi aku berharap kalian mau berteman denganku kamsahamnida" Semuanya pun bertepuk tangan dengan meriah. "Tiup lilinnya!" Teriak Chanyeol dari belakang Seung woo "sebelumnya berdoa dulu! Heerin~ah berdoalah pada tuhan dan minta yang terbaik untuk kita semua" ucap Hyun ra. Heerin pun berdoa dan setelah itu dia meniup lilin itu. Setelah meniup lilin, Sehun mengambil alih mic dan berbicara "yedeura...aku disini akan membuat pengakuan jadi jangan terkejut ne?" Sehun lalu berlutut didepan Heerin dan mengeluarkan sekotak coklat "Shin Heerin. Kali aku mengenalmu aku tahu kau orang yang baik dan menyenangkan. Kau satu kepribadian denganku dan itu membuatku nyaman. Saat aku menjadikanmu model fotoku aku berniat agar semua orang tahu betapa manis, hangat, dan cantiknya dirimu. Kurasa kau juga kini telah berubah dengan lingkungan dan aku senang karena aku telah mengubahmu. Jadi..maukah kau jadi modelku untuk seumur hidupku?" Chanyeol dan Seung woo serta yang lain terkejut "mwoya? Ini lamaran?" Tanya Seung woo sambil melihat Chanyeol tetapi Chanyeol hanya menggeleng. Heerin melihat Sehun dan masih bingung dengan keadaan. "Kau boleh jawab nanti kalau kau belum siap aku tak apa...." ucap Sehun tapi para tamu terus menyerukan kata terima pada lamaran Sehun. Sebenarnya Heerin juga suka dengan Sehun tapi karena dia takut Sehun hanya mempermainkannya jadi dia menganggap itu rasa suka sesama teman saja. Heerib lalu menghela napas dan bertanya pada Sehun "kau serius dengan ini?" Sehun mengangguk "aku bisa percaya denganmu?" Sehun mengangguk lagi "joha....aku terima" Sehun lalu memeluk Heerin dengan bahagia sementara yang lain bersorak-sorai. Seung woo begitu bahagia sampai dia memeluk Chanyeol sambil melompat-lompat. Hyun ra terus menggenggam tangan Baekhyun sambil berteriak kegirangan. Semuanya bahagia atas keputusan Heerin. Dan malam itu menjadi malam ulang tahun, konser, dan penerimaan cinta Shin Heerin.
                                 0o0
Keesokannya di kampus, Hyun ra sedang mengerjakan essaynya di cafe. Saat sedang mengerjakan essay, Seung woo datang sambil menghela napas panjang "apalagi?" Tanya Hyun ra "kau tahu tidak? Aku harus mengajar nanti malam tapi nanti malam juga Yeol mengajakku pergi" "yasudah kau mengajar dulu baru pergi gampang kan?" "Masalahnya Baekkie sibuk...eottokhaji? Jadi aku mengajar sendiri" "ah geuraeyo? Minta temani Yeol saja" Seung woo lalu memukul Hyun ra "ya! Neo michesseo? Kenapa bawa-bawa Yeol? Aish dasar..yasudah aku ke kelas saja" "hanya begitu saja? Ah kau ini..sudah sana! Mengganggu saja" Seung woo lalu berlalu dan tak lama Heerin datang "kenapa dia?" Tanya Heerin pada Hyun ra "abaikan saja...dia kan tidak jelas" "ah iya...lihat Sehun tidak?" "Aniyo...aku disini sendiri kau kenapa cari dia di gedung sastra?" "Katanya dia mau bertemu seseorang disini tapi kok tak ada ya? Ah sudahlah aku cari dia dulu" Hyun ra lalu ternganga melihat temannya hanya menghampirinya lalu pergi lagi. "Mwoya? Hanya menghampiri saja lalu pergi? Tak bisa dipercaya" Hyun ra kembali konsentrasi pada essaynya dan kemudian Baekhyun datang dengan dua batang es krim "mwo? Mau tanya apa? Aku tak tahu jadi tak usah bertanya" "apa? Aku hanya mau menemanimu...neo wae geurae?" "Kau tahu tidak? Semua orang menghampiriku lalu hanya bertanya dimana pasangan mereka lalu apalah..ah iya kau meninggalkan Seung woo untuk mengajar?" "Ah itu...aku ada urusan jadinya dia aku tinggal" "urusan apa? Setahuku kau tak sibuk" "mengurus akselerasiku..aku mau akselerasi saja" "MWO?! KENAPA SECEPAT ITU?" "Ah aku malas kuliah terlalu lama...aku ingin cepat jadi jaksa" "aigoo anak ini ckck yasudah nanti aku bilang pada Seung woo" "kau...kenapa kau tidak langsung jadi penulis saja?" "Kan semua itu ada prosesnya. Essay ini juga termasuk proses ara?" "Ara...sudahlah makan ini dulu baru lanjut lagi sepertinya kau lelah" "arasseo" Hyun ra lalu memakan es krim yang Baekhyun berikan untuknya.
                                 0o0
Heerin sedang duduk di bangku taman menunggu seseorang mungkin lewat dan menyapanya. Setelah beberapa menit dia duduk di kursi itu, benar saja seseorang datang menyapanya "sendirian saja...tak takut?" Tanya namja itu "kau kenapa bisa ada disini? Perasaan aku tadi tidak melihatmu" "aku baru saja sampai disini...kau sendiri kenapa disini?" "Ah itu...aku menunggu seseorang" "nugu?" "Oh Sehun" jawab Heerin. Lelaki yang merupakan Lee Jongsuk ini langsung ber 'oh' ria. "Ah iya..aku dengar kau mengadakan konser mini" Heerin hanya mengangguk mengiyakan "keundae wae?" "Ah tidak....aku dengar dari anak-anak katanya begitu. Ah iya kau sedang tidak ada kegiatan kan? Bagaimana kalau kita makan?" "Ah aniyo...aku sudah makan tadi. Mian aku mau ke ruang fotografi dulu ya annyeong" "Heerin~ah!" Jongsuk memanggil Heerin yang sudah berlari menjauhinya. Padahal tadinya Jongsuk ingin memberikan sebatang coklat untuknya namun karena dia sudah pergi jadi coklat itu ia makan. Saat sampai di ruang fotografi, suasananya amat berbeda. Tadinya banyak orang tak mau menyapa Heerin kini malah melayaninya dan menyapanya dengan ramah. "Cari sunbae ya? Dia sedang keluar" ucap seorang yeoja pada Heerin "a-ah geurayo? Arasseo aku akan menunggu disini" "kau memang tak ada kelas?" "Sudah selesai kok...tenang saja" "pantas saja sunbae berani keluar tak tahunya sudah habis kelasnya" gumam yeoja itu. Heerin menunggu dengan sabar di ruang fotografi hingga akhirnya setengah jam kemudian Oh Sehun muncul. "Oh! Kau disini? Kukira kau di kelas" ucap Sehun yang lalu duduk disebelah Heerin "kan kelasnya sudah habis makanya aku disini..kau darimana?" "Aku dari pameran sebentar..ada apa kau mencariku?" "Eih kau ini..memangnya aku tak boleh mencari namjaku sendiri?" "A-aniyo Heerin~ah bukan begitu. Aku kira kau ada urusan penting makanya mencariku" "ah kau ini hahaha..ah iya kita makan yuk sepertinya makan tteoppoki enak" "joha..kkaja. ah iya yedeura aku makan dulu ya! Kalau ada apa-apa hubungi aku saja" anak-anak itu pun terkikik "aniyo sunbaenim kita tak mau mengganggu kebersamaan kalian juseyo kalau mau makan kami tak akan mengganggu" "yasudah baguslah kalau begitu. Aku pergi dulu" Heerin dan Sehun lalu pergi untuk makan tteoppoki.
                                    0o0
Seung woo masih berkutat dengan soal matematika yang Tae woo berikan untuknya. Tae woo memerhatikan Seung woo yang sedang mengerjakan soal itu. Karena merasa diperhatikan, Seung woo menoleh ke arah Tae woo "wae?" "Noona, kau sudah punya pacar?" "A-ah ne...aku sudah punya" "namanya siapa? Kapan-kapan kenalkan aku padanya" "namanya Chanyeol dia anak teknik sama sepertiku. Ah iya hyungmu sudah punya pacar?" "Eoh...tapi kau tahu? Dia gadis manja. Dia tak mau mengajariku seperti noona. Dia juga suka merengek pada hyungku lalu dia juga suka berteriak-teriak kalau ada sesuatu yang tidak ia suka. Kadang ia suka merajuk" Seung woo hanya tertawa saja mendengar ucapan Tae woo "Tae woo~ya semua yeoja seperti itu. Aku juga begitu pada pacarku. Kau tahu? Naluri yeoja pada namja memang seperti itu. Senang merajuk dan lain-lain. Jadi kalau dia begitu maklumi saja namanya juga yeoja" "ah tapi dia tak secantik noona!" "Kau tak tahu? Dulu aku menyebalkan loh..kalau tak bertemu dengan pacarku mana mungkin aku mau mengajarmu begini. Pacarku yang telah banyak mengubah kepribadian ku maka dari itu aku sangat berterima kasih dengannya" Tae woo hanya mengangguk bermaksud untuk meyakinkan Seung woo kalau dia mengerti. Tak lama, Jae hyun pulang dan masih melihat Seung woo dengan santainya mengajar Tae woo. Setelah 30 menit berlalu, Seung woo memutuskan untuk pulang namun sebagai tuan rumah yang baik, Jae hyun mengantar Seung woo sampai bawah. "Gomawo sudah mengantarku..maaf merepotkan" "ah gwenchana..aku malah yang harusnya berterima kasih karena telah banyak membantu adikku" "kalau begitu aku pulang dulu" "ah ne...hati-hati di jalan" Seung woo lalu berlari menuju ke arah Chanyeol yang sudah menunggunya. Seung woo lalu menepuk pundak Chanyeol "oi! Sudah lama?" "Ani...baru saja" "kok...kau datar begitu? Biasanya kau selalu penuh ekspresi" "namja itu siapa?" Seung woo lalu tersenyum "ah itu kakaknya Tae woo! Tenang dia sudah punya yeoja" "geuraeyo?" "Mm...dan aku sudah bilang pada Tae woo kalau aku sudah punya namja" "kukira kau akan dijodohkan dengan dia" "maldo andwae! Neo jeongmal hahaha" Chanyeol lalu berbalik menghadap Seung woo dan memegang pundaknya "wae?" "Kau begitu berkeras hingga mengajar anak sd. Ini bukan karena uang kan?" "Aniya! Aku hanya cari pengalaman bukan yang lainnya jinjja" "aigoo nae yeoja neomu jjang!" Chanyeol lalu memeluk Seung woo "kau pasti lelah kan? Aku akan membawamu ke suatu tempat dan mengembalikan semangatmu lagi" Seung woo dan Chanyeol lalu menaikki motor dan langsung bergegas ke tempat itu. Tak lama, mereka sampai di sauna. "Ha? Sauna?" "Eoh! Disini kau bisa tidur dan juga kau bisa mandi air panas. Lumayan kan?" "Iyasih tapi aku kan tak bawa baju ganti" "kkeotjongma didalam ada baju ganti kok" "arasseo" Chanyeol dan Seung woo lalu masuk ke dalam sauna itu. Mereka pergi ke sektor mereka masing-masing dan mulai mandi dan sauna. Setelah itu mereka bertemu di bagian utama ruangan dan memakan smooties dan telur rebus "kau tahu? Dulu saat aku masih kecil aku sering kesini" ucap Chanyeol sambil mengupas telur "geuraeyo? Wah pasti asik ya. Aku dulu hanya sekali kesini itu juga hanya makan saja" "ah jeongmal? Bagaimana kalau kita menginap? Besok kan hari libur" "arasseo aku akan menghubungi oppaku" Seung woo yang sedang bermain dengan ponselnya tiba-tiba ditimpuk oleh Chanyeol dengan telur rebus "YA! APPO!" "cara membuka telur memang begitu. Asyik kan?" "Asyik apanya? Kalau benjol iya" ucap Seung woo sewot "hanya sekali ah kau ini. Langka loh bisa ditimpuk oleh namja setampan diriku" Seung woo hanya berpura-pura muntah dan Chanyeol tertawa. Malam itu mereka habiskan di sauna sambil tertawa-tawa. -tbc

Chapter 4 - Who Am I?

6 bulan sudah mereka saling mengenal. Seung woo makin mudah tersenyum dan sekarang makin banyak yang ingin berteman dengannya karena dia telah mengeluarkan sisi baiknya. Begitu pula dengan Heerin. Walaupun Heerin sudah terbuka dan lumayan banyak teman tapi dia merasa belum yakin dengan dirinya sehingga saat ini Seung woo dan Baekhyun sedang merancang konser solo yang rencananya diadakan saat ulang tahun Heerin. Rencananya mereka ingin mengundang anak-anak dan memberi tahu kepada mereka jati diri mereka yang sebenarnya. "Jadi nanti kau akan duet dengannya lalu kau juga akan bernyanyi iya kan?" Tanya Seung woo "bingo! Kau akan dance kan? Atau sekadar memegang kabel?" "Hahaha neo jinjja ya tidak lah masa memegang kabel" "sudah lama sekali aku melihatmu tertawa seperti ini sungguh" "ah geuraeyo? Aku juga tak tahu mengapa bisa begini" "pasti Park Chanyeol iya kan? Mengakulah!" Seung woo hanya tersipu akan omongan Baekhyun. Tak lama, Heerin datang dan mereka berdua menyembunyikan rencana mereka itu "wae? Kenapa saat aku datang kalian begitu? Malhae" "aniyo...tak ada apa-apa iya kan Baekhyun~ah?" Baekhyun hanya mengangguk saja. "Jangan bilang kalau kalian ada sesuatu..kalian jadian ya?" "ANIYO!" teriak keduanya Heerin pun lalu dengan cueknya langsung menghubungi Chanyeol "Yeol~ah! Naya! Heerin. Ah temui aku di cafe. Urusan penting" Heerin lalu menutup teleponnya dan tersenyum puas "beres" "YA SHIN HEE RIN!" Teriak Seung woo. Tak lama, Chanyeol datang sambil membawa gitarnya dan melihat Seung woo duduk dekat dengan Baekhyun "ada apa ini?" Tanya Chanyeol "dia menyembunyikan sesuatu dariku. Entah apa mungkin mereka punya hubungan khusus" "Ah Heerin~ah jebalyo...kita teman iya kan Baek?" "Nah!" Baekhyun dan Seung woo berhighfive ria. "Aku tak mengerti kenapa aku ditelpon kesini...ada apa?" "Nah kalau kau mau tahu lebih baik ikut aku ne?" Ucap Seung woo. Seung woo lalu menarik Chanyeol ke taman kampus. "Wae?" "Jadi....Heerin. kau tahu dia punya bakat terpendam kan?" "Yap lalu?" "Lalu...aku akan menampilkannya. Eotte? Tapi aku butuh bantuanmu" "apa itu?" "Kau iringi kami ya.. aku juga akan menari disana" Chanyeol langsung membelalakan matanya "mwo? Kau menari?" "Ne...nanti latihannya di studiomu saja gampang kan?" "B-baiklah" "kenapa kau gugup? Aneh" Seung woo lalu berlalu tetapi Chanyeol dengan cepat meraih tangannya "wae? Ada lagi yang ingin kau katakan padaku?" "Pulang kampus aku mau mengajakmu bermain. Tenang bukan ke club kok" "arasseo" Seung woo lalu pergi meninggalkan Chanyeol yang berada di taman itu. 'Lee Seung woo kurasa sudah saatnya aku mengutarakan perasaanku padamu. Tunggu dan lihat saja aku pasti memilikimu. Pasti'  Chanyeol lalu pergi menyusul Seung woo.
                                  0o0
Malam itu, Seung woo dan Baekhyun mengajar di rumah seorang anak bernama Ahn Tae Woo. Dia seorang murid sd yang baik namun lemah dalam matematika karena itu Seung woo dan Baekhyun menolongnya. Tae Woo adalah adik dari seorang pianis handal bernama Ahn Jae Hyun. Jae Hyun dulunya adalah sunbae Baekhyun saat les piano namun karena Baekhyun sibuk jadi dia keluar les piano. Seung woo lalu mulai mengajari Tae Woo dengan sabar dan Baekhyun juga mengajarinya dengan sabar "noona..kurasa kau tipe kakakku" ucapan Tae Woo sontak membuat Seung woo kaget "maksudmu?" "Hyung ku suka yeoja manis seperti kakak" Seung woo hanya tersipu tapi Baekhyun langsung memotong omongan anak itu "mianhae...tapi noona ini sudah punya namja" "geuraeyo?" "Aniyo...dia bohong. Aku masih sendiri kok" "ah benarkah? Wah bagus kalau begitu. Sebentar lagi hyung pulang. Makan malam lah bersama kami ne?" Seung woo ingin menolak tapi Tae woo sepertinya ingin dia tetap tinggal jadi..."arasseo" Seung woo mengiyakan keinginannya. Baekhyun mengernyit dan membisikkan sesuatu pada Seung woo "Chanyeol eottokhaji? Dia dibawah!" "Omona! Tae woo~ya kurasa aku tak bisa menemanimu. Aku sudah dijemput temanku mianhae" "gwenchana lain kali saja. Gomawo sudah mengajariku. Baekhyun sunbaenim do...kamsahaeyo" "kami pulang ya! Annyeong!" Keduanya pun keluar dari apartemen dan tak lama Jae hyun masuk "tadi itu gurumu?" Tanya Jaehyun sambil melepas jaketnya "eoh...ada noona dan hyung. Noona nya cantik" "geuraeyo? Lalu?" "Kurasa dia tipemu hyung" "museun soriya? Aku tak mau pacaran ah kau ini" "lihat dulu sebelum menilai hyung" "kapan anak itu mengajar lagi? Nanti aku lihat kalau bisa" "besok. Tunggu saja" "arasseo" Jae hyun lalu dengan malasnya masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan mulai memikirkan omongan adiknya "cantik? Apa iya? Ah sudahlah biarkan saja. Aku tak peduli" Jae hyun lalu mulai menggosok giginya dengan malas.
                                0o0
Chanyeol dengan setia menunggu Seung woo dan Baekhyun keluar dari apartemen itu dan tak lama mereka keluar. Baekhyun dan Seung woo tertawa bahagia dan Chanyeol melihatnya penasaran "wae? Ada yang lucu?" Tanya Chanyeol pada Seung woo "ani..itu Baekhyun aduh neo jeongmal paboya hahaha" ucap Seung woo sambil menunjuk Baekhyun yang masih tertawa "aish kalian sudahlah aku mau menculik Seung woo. Kau tak apa kan Baekkie?" "Tenanglah. Aku bawa motor kesini kau culik saja dia" "arasseo" "aku duluan ya! Bai bai Seungie!" Chanyeol lalu menatap Baekhyun dengan aneh "dia kenapa?" Tanya Chanyeol pada Seung woo "molla...sepertinya obatnya habis hahaha ah iya kok kau disini?" "Eih kau lupa janji kita? Aku kan mau membawamu bermain" "oh iya! Arasseo kkaja" Chanyeol lalu menunggangi motornya dan menggunakan helmnya sementara Seung woo masih mematung "tunggu apalagi? Kkaja" Seung woo lalu naik ke motor Chanyeol "pegangan yang kuat ya!" "Hah? Kenapa harus-" Chanyeol langsung menggas motornya dan membuat Seung woo memeluknya. Chanyeol hanya tertawa saat melihat wajah panik Seung woo. Dia berteriak sambil tertawa. Mereka pun sampai di tempat bermain. Chanyeol dan Seung woo bermain apa saja yang ada hingga saat itu Seung woo melihat boneka rillakumma kesukaannya dan Chanyeol "oh! Chanyeol~ah! Rillakumma!" "Kau mau?" Seung woo pun mengangguk senang dan Chanyeol dengan berbaik hati mengambilkannya untuk Seung woo. Setelah dapat, Seung woo sangat senang dan memeluk boneka rillakumma itu "Yeol~ah gomawo. Kau memberiku pengalaman terbaik hari ini" Chanyeol hanya tersenyum mendengar ucapan Seung woo "kok senyum saja? Tak komentar apa-apa?" Protes Seung woo "Aku hanya berpikir saja dulu kau galak padaku sekarang kau manisnya minta ampun. Aigoo siapa yang mengubah dirimu nona Lee?" "Neo ya hahahaha" "sebenarnya ada yang mau kukatakan Seung woo~ah" "mmm..mwonde?" Saat ingin bicara ponsel Seung woo berbunyi "ah ne..wae Tae woo~ya? Ah besok? Jam 5? Arasseo. Di cafe kampusku saja nanti aku ajak Baekkie juga. Arasseo" Chanyeol lalu menatap Seung woo heran "Tae woo? Nugu?" "Anak ajaranku. Dia ingin mengajakku bertemu katanya" "dia anak...kuliahan??" "Hahaha aniyo dia anak sd tapi mau masuk smp. Wae? Cemburu?" "A-aniyo" "kalau cemburu juga tak apa sih wajar" Chanyeol lalu tersenyum gugup pada Seung woo "ah...tadi kau mau bicara? Mwo? Museun iriya?" "Ah keugae....." ponsel Chanyeol pun berbunyi "AH SAEKKI!" Chanyeol lalu mematikan ponselnya "wah....kau kalau marah...seram ya...mau bicara apa denganku sampai kau begitu?" "Jadi....Lee Seung woo.....ah aduh" "wae? Malhae...Lee Seung woo wae?" "Niga neol johahae!" Seung woo kaget tapi dia langsung tertawa "wae useo? Ya neo! Jeongmalyo!" "Ani...kau tidak bercanda? Jinjjayo?" "Ne..wae?" "Hahahaha ani itu kupingmu merah sekali aku kira kau bercanda tadi makanya aku tertawa hahaha" "ya! Neo...aku sudah berusaha romantis ah kau ini" "hahaha mian geuraeseo kau mau apa?" Chanyeol hanya menghela napas melihat Seung woo yang begitu bodoh "aigoo...aku mau kau jadi yeojaku" "geuraeyo? Ah tapi tidak semudah itu" ucap Seung woo sok serius "maksudmu?" "Kau harus melewati beberapa tes" "tes seperti apa?" "Hmm...ah! Kau harus mau berada disampingku" "itu jelas aku mau" "lalu...ah! Mengaku pada semua orang kalau aku yeojamu tanpa rasa terpaksa" "itu apalagi!" "Terakhir. Kau tidak boleh takut apapun karena aku agak lemah" "ah begitu...sepertinya aku berani apa saja. Deal" "kalau begitu jawabannya kuberi besok" "arasseo. Pulang yuk sudah malam" Chanyeol lalu mengantar Seung woo pulang dengan motornya. Sesampainya di rumah, Seung woo pun saling melambai dengan Chanyeol. Saat Chanyeol sudah pergi dia pun bergegas masuk namun sebelum masuk dia berteriak karena melihat Luhan berdiri di depan pintu sambil bersandar "aih kkamjagiya! Ya! Neo!" "Sepertinya ada yang jatuh cinta...berita yang bagus untuk ku sebarkan ke seluruh rumah an geurae?" "Luhan oppa! Kita nego...kau mau apa? Kuberikan padamu" "boleh aku meminta agar kau tak mengambil snack ku lagi? Kau ini selalu mengambil snack ku!" "Hahaha mianhae kemarin aku lapar sekarang tidak lagi. Janji" "arasseo masuklah Kyungsoo sudah menunggu" "eomma appa?" "Bisnis...sudah sana masuk" Seung woo pun masuk ke rumah dengan perasaan bahagia setelah berjalan dengan Chanyeol.
                                    0o0
Keesokan harinya, Sehun sedang berjalan di koridor dan tidak sengaja menabrak seorang yeoja "cheosunghamnida...gwenchanayeo?" "Ah ne gwenchana" Sehun lalu mengambil buku anak itu dan memberinya "kau anak baru ya?" "Kok kau tahu?" "Keliahatan bukunya masih baru...ah iya selamat datang di kampus ini ya kuharap kau senang disini" "ah ne gomawo" yeoja itu pun berlalu dan Sehun pun tersenyum padanya. Tak lama setelah itu, dia berpapasan dengan Heerin "Ah! Shin Heerin!" Heerin pun menoleh kr Sehun yang sedang berlari-lari itu "ah wae?" "Pulang kuliah kau kosong?" "Bisa dibilang begitu sih..wae?" "Jalan yuk" "ok..boleh juga" "nanti naik mobilku saja eotte?" "Joha!" "Mau ajak yang lain?" "Wah ide bagus! Boleh juga itu" "arasseo kutunggu nanti ya..annyeong" Sehun lalu berlari ke kelasnya sementara Heerin ke perpus. Saat sedang berjalan, Heerin melihat seorang pemuda tinggi berkacamata hitam dengan rambu acak-acakan. Namja itu lalu menghampiri Heerin tapi Heerin masih bingung "Shin Heerin! Kau ingat aku?" "Nugu?" "Jongsuk! Naya Jongsuk!" "Omo! Kau Jongsuk? Aigoo kau sudah berubah banyak! Kau sedang apa disini?" "Aku kuliah disini...kau tak tahu?" Heerin hanya menggeleng tapi Jongsuk malah tertawa "aigoo kau masih seperti dulu. Ah iya aku duluan ya aku ada urusan kapan-kapan kita bertemu lagi" "arasseo" Jongsuk pun berlari menuju ke kelasnya sementara Heerin hanya tersenyum.
                                 0o0
Sepulang sekolah mereka ada di cafe kecuali Seung woo dan Baekhyun yang berada di restoran sebelah karena menemui Tae woo. Tae woo membawa serta Jae hyun untuk dikenalkan pada Seung woo. Baekhyun dan Seung woo masuk ke resto itu tapi saat melihat sosok yang ada disana Baekhyun langsung akrab "Baekkie~ah! Apa kabar? Sudah lama sekali! Bagaimana permainan pianomu?" "Ah Jae hyun~ah! Ya bakatku masih segitu saja sih...ah iya kau kenapa disini?" "Tae woo yang menyuruhku kesini" "hyung kenalkan ini noona yang mau aku kenalkan padamu. Namanya Lee Seung woo" Seung woo lalu menatap Jae hyun dan Jae hyun mengulurkan tangannya "Ahn Jae hyun imnida...gomawo telah mengajar adikku aku harap kau bisa membantunya lebih" "ah ne..Lee Seung woo imnida" mereka pun berbincang namun tak lama, ponsel Seung woo berbunyi.

                      "Chanyeolie~"

"Eoh wae Yeol~ah?
"Neo eodiya? Kan kita mau pergi"
"Ah iya lupa! Sebentar lagi ne?"
"Arasseo"

Seung woo lalu menutup panggilan itu dan segera menarik Baekhyun "Tae woo~ya mianhae tapi aku ada urusan dengan Baekkie mu ini..ah iya Jae hyun~ssi aku permisi dulu. Kalkkae!" Seung woo lalu menarik Baekhyun pergi "neo...kau mau menjodohkanku dengan gurumu? Aku kan punya Hyemi!" Omel Jae hyun pada Tae woo " na Hyemi noona shirheo! Dia menyebalkan tak seperti Seung woo noona" "aish neo! Aku tak mau kau begitu lagi padaku! Siapa tau saja Seung woo sunbaenim punya pacar" "katanya tak ada" "tapi kan kita tak bisa menebak!" Jae hyun marah dengan adiknya dan meninggalkannya "ah hyung!" Tae woo ditinggalkan begitu saja oleh Jae hyun.
                                 0o0
Seung woo dan Baekhyun sampai di cafe dengan tergesa-gesa. Saking tergesa-gesanya Seung woo sampai merebahkan tubuhnya pada sisi samping badan Chanyeol "HAAAA CAPEK" Chanyeol hanya tertawa dan memberi Seung woo minumnya "minum dulu. Kau ini lagi pakai lari-lari sih" "ya! Itu kan karena kau menelponku dengan nada serius. Aku jadi takut kalau kau marah" "aniyo..tenang saja. Ah iya kita mau ke taman bermain lagi kau mau ikut kan?" "Keurom! Ah iya ngomong-ngomong kau sudah minum air ini belum?" Chanyeol lalu tersenyum "sudah..hehehe mian" "YA NEO-" Seung woo langsung memegang bibirnya "eottokhaji? Astaga!" "Biar saja. Kita kan teman" "haish neo!" Yang lain hanya tertawa melihat mereka. "Jadi bagaimana? Kita berangkat?" Tanya Sehun "ne!" Yang lain menjawab serempak. Kemudian, mereka pun berangkat ke tempat bermain itu. Sesampainya disana, mereka langsung main beberapa wahana tetapi Seung woo hanya naik yang tidak ada ketinggiannya jadi dengan amat sangat baik Chanyeol menemaninya untuk berjalan "ah iya jawaban yang kemarin..." ucap Seung woo tiba-tiba "jadi...bagaimana?" Seung woo terdiam dan memasang wajah serius "mian...aku..." "ah kau tak bisa ya? Ah gwenchana" "bukan...mian..aku juga punya perasaan yang sama denganmu" "jeongmal? Geurayeo? Kau tak bercanda kan?" Seung woo lalu mengernyit "bagimu ini bercanda?" Chanyeol langsung memeluk Seung woo dan menggendongnya "gomapta Lee Seung woo! Saranghae!" Seung woo membekap mulut Chanyeol sambil tertawa "berisik! Diamlah!" "Ani...aku akan menjadi namja yang paling bahagia di Korea" "neo jeongmal..sebegitu bahagianya kah?" "Eum...aku sampai ingin membelikan rillakumma untukmu" "benar ya? Belikan aku yang banyak ne?" "Joha!" Chanyeol dan Seung woo lalu berbelanja dan membeli banyak rillakumma. Saat anak-anak lain sudah selesai bermain, mereka tak sengaja melihat Chanyeol dan Seung woo selca di sekitar taman dengan pose seperti couple. Benar-benar lucu dan mereka saja sampai geli sendiri melihatnya. Baekhyun lalu memanggil Chanyeol dan Chanyeol tak mendengar. Dia malah merangkul Seung woo dan tertawa-tawa bersama "kurasa ada yang janggal" ucap Sehun. Mereka berdua lalu sampai di hadapan ketiga anak itu. Mereka hanya saling pandang dan bingung "wae?" Tanya keduanya bersamaan "kalian...jadian?" Seung woo dan Chanyeol hanya tersenyum "WAH TERNYATA KALIAN..WAH BENAR-BENAR TAK DISANGKA..YA NEO!" Baekhyun lalu memeluk temannya itu dan Heerin memeluk Seung woo sementara Hyun ra bersorak-sorak bahagia. "Kalian menyusul lah" ucap Seung woo ke Sehun dan Heerin. Mereka berdua hanya tersenyum malu-malu. "Nanti kalau sudah waktunya aku punya pasangan, aku akan memberitahu kalian" ucap Sehun sambil melirik Heerin tapi Heerin tak mengerti dan hanya mengernyit heran. "Aku juga nanti akan menyusul! Aku sudah menemukan calon!" Ucap Baekhyun. Hyun ra pun memandang Baekhyun aneh "kau punya calon? Daebak pasti dia cantik" "eum...sangat cantik" ucap Baekhyun "ah aku jadi ingin menemuinya!" Ucap Hyun ra bahagia 'kau sudah terlalu sering melihatnya Hyun ra. Tiap kau berkaca pasti ada dia karena dia...adalah kau'  batin Baekhyun. Mereka pun lalu pergi ke tempat lain untuk makan. Inilah awal yang baik bagi Seung woo dan teman-temannya. Diri mereka sudah berubah 180 derajat dari yang dulu hanya karena sebuah mantra. Cinta. -tbc

Wednesday, May 28, 2014

Chapter 3 - Who Am I?

Sudah 3 hari semenjak Seung woo kembali pulang ke rumah. Kondisinya mengharuskan dia menggunakan kursi roda karena kakinya yang cedera parah. Kalau saja ia dirumah ia akan dibantu oleh eommanya namun kalau di kampus Yeol lah yang membantunya. Anak-anak itu seperti biasa menunggu di Cafe. Seung woo disambut bahagia oleh temannya walaupun ia harus menggunakan kursi roda. Semenjak saat itu, Seung woo mulai membuka dirinya pada Chanyeol. "Chukhahae Lee Seung woo akhirnya kau kembali dengan kami lagi. Dan kurasa kau berubah" ucap Heerin "apanya berubah? Aku tetap begini" "wajahmu. Kau...operasi plastik? Aku tak melihat aura jutek lagi di wajahmu" "YA NEO! HAHAHA YA TIDAK LAH KAU INI!!" "Eoh? Kau tertawa! Park Chanyeol kau beri virus apa dia sampai begini jadinya?" Tanya Baekhyun "happy virus!" Ucap Chanyeol lalu yang lainnya tertawa. "Dimana Sehun?" Tanya Seung woo "molla kurasa dia sedang ada masalah" ucap Heerin "masalah apa?" Tanya Hyun ra "masalah lomba fotografi. Dia ingin aku yang jadi modelnya tapi...teman-temannya tak setuju jadi ya bagaimana lagi? Sebenarnya bukan aku yang meminta sih tapi yasudahlah" "itu kan bukan salahmu! Siapa yang bilang begitu? Ku hajar mereka" ucap Seung woo berapi-api "Ya! Nona Lee Seung woo! Kau sadar tidak kau sedang diatas apa? Kau diatas kursi roda dan mau menghajar orang? Paboya!" Omel Hyun ra "aish aku kesal sekali! Lihat saja saat aku sembuh aku gantung mereka di tiang basket!" Semua terdiam dan melihat ke arah Chanyeol "apa? Kenapa melihatku?" "Kok..dia menjadi galak lagi?" Tanya Hyun ra "molla..tanya saja anaknya" ucap Chanyeol. Seung woo lalu menoleh dan menatap sinis Chanyeol "neo.." "mianhae mianhae. Aku tak bermaksud begitu ah! Kita pergi saja ya dari sini? Kita jalan-jalan ne?" "Shirreo! Aku mau ke kelas" "ah arasseo. Yedeura kami pergi dulu ya. Annyeong" Chanyeol dan Seung woo pun pergi ke kelas sementara mereka bertiga masih di cafe.
                                   0o0
Sehun masih menyendiri di taman belakang. Hingga seseorang menepuk pundaknya "eoh..neo wasseo?" "Hmm" ucap Heerin "kau kenapa disini? Yang lain mencarimu" lanjut Heerin lagi "ah..aku sedang memikirkan masalah fotografi itu" "masalah...aku ya? Ah masalah itu lebih baik kau batalkan saja. Aku tak mau kau terlibat masalah karena aku" "aniyo Heerin~ah. Aku dan Chanyeol sudah berjanji akan mengubah kalian jadi aku ingin yang lain berubah pandangan tentangmu" "aniyo nan gwenchana. Kau urus saja lombamu aku tak apa. Aku juga tak suka menjadi model. Kalau masalah editing nanti kau akan aku bantu. Tak apa kan?" Sehun tersenyum dan mengelus kepala Heerin pelan "gomawo karena sudah pengertian padaku. Aku beruntung bisa kenal dengan seseorang sepertimu. Kalau begitu bagaimana kalau kita ke kelas?" Heerin mengangguk setuju dan mereka pun ke kelas.
                                  0o0
Hyun ra dan Baekhyun masih sibuk mengurusi Seung woo dan Chanyeol "ah...mereka sudah mulai akrab. Lalu langkah selanjutnya apa?" Tanya Hyun ra "kau..kerja sambilan kan? Aku juga dengan Seung woo" "lalu hubungan kerja sambilan dengan mereka apa?" "Kau mengajar musik bersama Chanyeol kan? Bagaimana kalau kita pertemukan mereka sepulang kita kerja?" "IDE BAGUS! AIGOO URI BAEKHYUNNIE!" Hyun ra lalu mencubit pipi Baekhyun "ya! Ya! Lama-lama pipiku tipis ini kalau kau cubit terus" Hyun ra langsung melepaskan cubitannya itu "ah mian..lalu Heerin dan Sehun?" Tanya Hyun ra "aku rasa mereka baik-baik saja asal Heerin mau berubah menjadi agak terbuka" "ya tapi bagaimana?" "Bagaimana ya? Ah! Heerin punya bakat terpendam kan? Kenapa kita tidak buat Heerin mengeluarkan bakatnya?" "Ide bagus! Ah kau makin lama makin pintar" "kalau tidak ada kau mungkin otakku buntu" "ya ya baiklah" ucap Hyun ra dengan sebal sementara Baekhyun hanya tertawa ringan.
                            0o0
Seung woo dan Chanyeol berada di kelas yang kelihatannya sepi-sepi saja. Mereka berdua sedang sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Keduanya sama-sama bermain ponsel tapi aplikasi yang mereka buka berbeda. Saat sedang asyik bermain ponsel, tiba-tiba seseorang memanggil Chanyeol "oi Park Chanyeol!" Chanyeol pun menoleh dan melihat Sehun disana "oh wae?" "Pinjam Seung woo" ucap Sehun lalu membawa kursi roda Seung woo "eodiga? Kau main tarik saja. Mau kemana?" "Ah kau ini..urusan lomba. 5 menit" "kembalikan habis itu ya! Sampai kau tak kembalikan awas saja" Sehun lalu membawa Seung woo ke klub fotografi "ada apa?" Tanya Seung woo "bujuk Heerin Seung woo~ah" "Heerin? Dibujuk? Bagaimana? Bujuk tentang apa?" "Masalah model itu. Aku mau dia yang jadi modelku. Kau harus yakinkan dia dulu sementara aku meyakinkan teman-temanku" "kalau misalnya aku sudah meyakinkan Heerin namun kenyataannya tak bisa bagaimana?" "Aku akan melakukan segala cara agar Heerin mau jadi modelku" "ckck memang tidak ada yang lain lagi apa? Arasseo aku akan membujuknya" "gomawo" Sehun lalu membawa lagi Seung woo ke kelasnya sementara Chanyeol menunggunya dengan bosan "tuh..aku kembalikan yeojamu. Kau ini baru dipinjam sebentar saja sudah seperti itu bagaimana aku pinjam seminggu? Ckck" "YA NEO-" Sehun langsung lari dari sergapan Chanyeol sementara Seung woo cuek-cuek saja. "Kau kok cuek saja?" Tanya Chanyeol "memangnya aku harus apa? Salto? Ah dasar" "eh...kau...pernah bolos tidak?" "Eoh? Bolos? Aniyo belum wae?" "Bagus kalau begitu! Aku akan memberimu pengalaman terbaik!" Chanyeol lalu membawa Seung woo pergi dari kelas. Semua anak melihat mereka berdua dengan tatapan aneh tapi Chanyeol masih dengan semangat mendorong kursi roda Seung woo. Seung woo dan Chanyeol ada di cafe untuk menghindari pelajaran "kau nanti pulang bagaimana? Aku bawa motor" ucap Chanyeol "gwenchana..ada Luhan oppa" "ah..lalu.......kakimu..gwenchana?" "Masih agak sakit sih tapi aku akan melatihnya untuk berjalan lagi" "mau kubantu latihan berjalan?" "Eoh?" Seung woo kaget saat melihat Chanyeol jongkok didepannya dan menaruh kedua tangannya di pangkuan Seung woo sambil menatapnya manis "mwoya? Wae?" "Mau kan? Aku akan melatihmu sampai kau bisa berjalan. Kalau perlu aku akan menjadi kakimu dan kau menjadi tanganku eotte?" "Aish...wae..ah bagaimana mungkin? Kita saja baru kenal.." "itu lagi masalahnya? Astaga...aku sudah mengenalmu. Jangan anggap aku orang asing anggap aku sahabatmu ne?" "Kau kenapa mau dekat denganku? Aku kan jahat, galak..." "ani. Aku melihat kau anak yang manis, baik, dan aku tahu kau tak jahat karena itu aku mau kau tunjukkan sisi aslimu ne?" Seung woo diam sebentar dan lalu tersenyum "arasseo. Akan kulakukan" "eoh? Kau tersenyum! Ini pertama kalinya kau tersenyum padaku! Lihat! Lee Seung woo tersenyum padaku! Dia tidak jahat! LEE SEUNG WOO SENYUM PADAKU!" teriak Chanyeol sehingga membuat Seung woo malu "aish Park Chanyeol neo wae geurae? Keumanhae. Aku malu" "tersenyumlah selagi kau bisa Seung woo~ah. Aku akan membuatmu tersenyum. Aku janji" Chanyeol dan Seung woo tersenyum bersama.
                                  0o0
Sehun lalu menghampiri Heerin namun Heerin justru malah menjauh. Sehun berpikir bahwa ada sesuatu yang aneh yang terjadi pada Heerin karena menjauhinya. Sehun mengikuti Heerin namun Heerin berjalan dengan cepat. Heerin lalu berlari dan Sehun pun juga berlari. Hingga akhirnya Heerin terjebak di tangga darurat dan Sehun menemukannya "kenapa kau lari dariku?" Tanya Sehun dengan nada dinginnya "kau tidak seharusnya dekat denganku. Orang yang dekat denganku pasti akan terluka" "kata siapa? Kata anak-anak tidak berguna itu? Peduli apa mereka? Memang dia yang memberimu makan? Bukan kan? Yasudah!" "Bisa tidak kau menurut denganku? Ini demi masa depanmu!" "MASA DEPAN APANYA SHIN HEERIN! AKU LEBIH MEMENTINGKAN DIRIMU DIBANDING LOMBA ITU! AKU TAK BUTUH PIALA ITU YANG AKU BUTUHKAN HANYA AGAR KAU DITERIMA YANG LAIN!" Sehun berteriak pada Heerin dan Heerin kaget. "Aku butuh kau...aku tak akan bisa ada di lomba ini tanpamu karena itu...kumohon kau jadi modelku. Ini bukan karena aku ingin menang tapi aku ingin orang lain melihat sisi lain darimu. Sisi yang aku lihat bukan yang biasa mereka lihat" Heerin pun terdiam dan kemudian menghela napas "joha..kalau itu maumu baiklah aku terima tapi ingat satu hal. Jangan berteriak lagi pada yeoja! Kau ini kasar sekali" "ah..mianhae..yang penting kau mau menerima tawaranku. Gomawo Heerin~ah" "keluar yuk panas nih" "arasseo" Sehun dan Heerin pun keluar dari tangga darurat dan saat keluar mereka ketahuan beberapa yeoja tapi Sehun dengan cepat menggandeng Heerin dan membawanya lari sementara Heerin entah mengapa dia tersenyum karena Sehun. Dia merasa bahagia saat ada seseorang yang peduli padanya.
                                  0o0
Hyun ra dan Baekhyun sedang menikmati makan siang mereka di kantin. Mereka tidak lagi membicarakan masalah teman mereka tapi masalah mereka berdua. "Hyun ra~ya" panggil Baekhyun pada Hyun ra yang sedang makan "eum wae?" "Kau tahu kan? Kita sudah lama berteman.." "iya lalu?" "Kau seharusnya tahu rahasiaku" "mwo?" "Aku menyukai seorang yeoja" sontak Hyun ra langsung tersedak "nugu?" "Ah ada lah....kau tak perlu tahu. Kita ini dekat tapi.." "tapi apa?" "Aku bingung mendekatinya" "yasudah perlahan kau ajak saja dia jalan berdua apa susahnya?" "Ah dia terlalu sering jalan denganku..yang lain" "astaga...lalu maumu apa? Ah! Ajak dia makan!" "Sudah sering juga...aku mau memberi dia hadiah tapi aku bingung yeoja itu suka apa...kalau yeoja macam dirimu suka apa?" "Na? Aku suka anime lah kau ini kayak tidak mengenal aku saja" "ah arasseo.." "tapi..yeoja model apa sih dia? Kok kau menanyakan kesukaannya padaku?" "Aniyo...dia itu yeoja tapi apa itu namanya? Ota.." "otaku?" "Nah!" "Ah bilang dong..kau ini" "ya tadi makanya aku bilang Hyun ra" "ah iya...habis ini kita jalan yuk" "kemana?" "Kemana saja" "arasseo" Hyun ra dan Baekhyun pun menghabiskan makanan mereka dan berjalan-jalan. Mereka berjalan hingga menemukan toko anime. Hyun ra terus menatap barang yang ia suka tapi dia langsung menyuruh Baekhyun pergi tak lama setelah itu "kalau mau beli saja" ucap Baekhyun "aniyo...uangku tak cukup. Kkaja" mereka pun berlalu tapi tak lama Baekhyun kembali dan membeli itu untuk Hyun ra. Dia berpura-pura ke toilet agar bisa membelikan Hyun ra barang yang ia inginkan itu 'suatu saat nanti aku akan memberitahu kalau kaulah yeoja yang aku incar. Park Hyun ra'  -tbc

Saturday, May 24, 2014

Chapter 2 - Who Am I?

Seung woo masih saja merasa aneh sejak ketidakhadiran Chanyeol. Dia merasa seperti tak ada yang melindunginya. Saat semua orang memandangnya dia bahkan merasa takut bukan merasa seperti akan memakan orang. Dia saja bingung kenapa hal ini bisa terjadi. Seung woo pun kemudian menghampiri Hyun ra dan memasang wajah lesunya "neo wae geurae?" Tanya Hyun ra "molla....sepertinya demam" "demam apanya suhu badanmu normal kok" "ah aku kenapa? Molla" Seung woo lalu membenamkan wajahnya pada tangannya. "Kau...ingin diikuti Chanyeol lagi?" Seung woo sontak langsung bangun dan menatap Hyun ra "ya! Museun soriya?! Enak saja. Aku sudah damai dia tak ada" "jangan berbohong Lee Seung woo aku tahu perasaanmu" Seung woo diam dan lalu menghela napas "okay. Sedikit" "lalu kau mau dia kembali lagi?" "Ah molla jangan tanya aku" "ayolah Lee Seung woo mengakulah" Seung woo hanya diam "baiklah aku tak butuh mendengar jawabanmu yang jelas kau harus jawab untuk dirimu sendiri" Seung woo pun diam dan lalu pergi meninggalkan Hyun ra begitu saja "ah anak ini kenapa?" Tak lama Baekhyun pun datang menghampiri Hyun ra "wae?" "Seung woo. Kurasa dia merindukan Yeol" "geurae? Ah..aku juga kasihan sih dengan Yeol dia terus bersembunyi dan sampai ambil kelas malam demi Seung woo" "benarkah? Jadi itu alasan dia tak ada sekarang?" "Eoh" "lalu sekarang dia dimana?" "Di studio. Biasa main gitar" "ah begitu ternyata" "tapi...apa dia benar-benar tak kesini?" "Kadang sih. Saat jam pulang. Dia melihat Seung woo dan menurutnya Seung woo sudah berubah" "berubah? Iyasih. Dia jadi jarang mengomel lagi dan yah dia kembali ke dirinya yang dulu" "sebenarnya yang membuat dia menjadi galak seperti itu kenapa sih? Heerin juga" "jadi, kalau Seung woo itu karena orang-orang salah menganggap dirinya makanya dia jadi seperti itu kalau Heerin dari dulu dia memang pendiam nah kau kan tahu anak ekonomi rata-rata berkubu-kubu jadi yaaa Heerin seperti tersingkirkan" "ah..aku mengerti lalu kalau masalah Seung woo kenapa anak lain tak mencoba mendekatinya? Kan sebenarnya dia baik hanya saja mukanya yang jahat" "molla aku tak tahu kalau yang itu. Ah iya pulang sekolah kau kosong? Kalau kosong kita kw Cafe yuk temani aku mengerjakan tugas sastra" "arasseo" Hyun ra dan Baekhyun lalu melanjutkan omongan mereka.
                                0o0
Seung woo berada di Cafe untuk menenangkan dirinya. Saat sedang duduk, tiba-tiba ia dihampiri oleh satu orang yeoja yang menurutnya adalah penguntit Chanyeol "mau apa?" Tanya Seung woo ketus "santai saja. Disini aku hanya ingin buat perhitungan denganmu" "apa?" "Tinggalkan Chanyeol atau kau tahu akibatnya" "kau mau apa memang? Kau kira aku takut? Cih langkahi dulu mayatku!" "Oh jadi kau minta aku supaya menjadikanmu mayat dahulu? Arasseo" yeoja itu menarik Seung woo ke hutan universitas. Seung woo mulai digamparnya hingga berdarah. Seung woo mencoba melawan dengan menendang yeoja itu namun dia memiliki banyak teman. Tak disangka-sangka Seung woo merasa seperti ditarik seseorang dan yeoja itu merintih kesakitan. Dia hanya mendengar suara teriakan namja dan setelah itu semuanya menjadi gelap. Setelah terbangun, Seung woo sadar dirinya ada di rumah sakit. Dia memegang kepalanya dan mulai melihat sekeliling "aku dimana?" Seorang namja pun menghampirinya "kau dirumah sakit" "siapa yang membawaku kesini? Ah pusing" "jangan banyak bicara. Badanmu memar semua. Kok bisa seperti ini sih? Aish untung saja yeoja itu tak berhasil membuatmu menjadi mayat" "Baekhyun~ah...yang membawa ku kesini kau?" "A-ah bagaimana ya? Sebenarnya....." "LEE SEUNG WOO! NEO WAE GEURAE?!?!" teriak Heerin dan Hyun ra pada Seung woo "gwenchana...kalau tak ada Baekhyun mungkin aku akan jadi mayat" "NEO JEONGMAL-" teriak Heerin dan Hyun ra. Hyun ra lalu menarik Baekhyun dan mengajaknya bicara diluar "benar kau yang menolong Seung woo?" "Bukan aku...Yeol yang menolongnya" "MWO?!" "dia ternyata mengikuti Seung woo selama di kampus tapi tanpa terlihat Seung woo. Aku saja baru tahu tadi dari Yeol" "ah jinjjayo? Anak itu dimana?" "Ada. Sedang beli makanan untukku" Hyun ra lalu memukul Baekhyun "tidak ikut menolong malah menyuruh orang! Pabo!" Baekhyun terdiam dan lalu tak lama Chanyeol kembali "Seung woo sudah sadar" ucap Baekhyun "JEONGMALYO? AH TUNGGU SEBENTAR! INI MAKANANMU AKU MAU MELIHAT SEUNG WOO" "tapi..Chanyeol~ah" "biarkan saja dia. Kasihan dia tak bertemu lama dengan Seung woo" ucap Hyun ra.
                                 0o0
Chanyeol memasukki kamar inap Seung woo. Saat masuk, Seung woo sedang tertidur pulas. Chanyeol lalu duduk di sebelahnya dan menunggunya hingga bangun. Tak lama, Seung woo bangun dan melihat Chanyeol. "Kau...kenapa bisa disini? Bukannya kau sudah lama tak di kampus?" Bukannya menjawab Chanyeol malah memeluk Seung woo "wae...geurae?" "Untung kau selamat!" "Selamat? Maksudmu..jadi kau yang menolongku?" Seung woo kaget dan tak bisa berkata-kata "kau..jadi...selama ini mengikutiku?" Tanya Seung woo "bagaimana aku bisa melepas dirimu begitu saja? Saat tahu kau dikeroyok oleh anak-anak manja seperti mereka itu aku langsung menampar anak yang menghajar dirimu dan lalu mereka pergi. Tenanglah selama ada aku kau aman" Seung woo hanya menghela napas panjang "kau tak seperti biasanya. Kalau aku peluk biasanya kau marah kau tak marah?" Seung woo baru ingat dan segera mendorong Chanyeol namun Chanyeol lebih kuat darinya. "Yaa! Lepaskan!" "Andwae. Aku akan membuatmu tertawa lihat saja" "halah seperti kau bisa saja membuatku tertawa" Benar saja Chanyeol membuat Seung woo tertawa dengan menggelitiknya sampai tertawa. Tiba-tiba saat mereka sedang bercanda, teman mereka masuk dan kaget. Chanyeol dan Seung woo juga kaget. "O-oh mianhae. Kita keluar" ucap Heerin "a-aniyo. Kalian masuk saja tak apa kok. Aku belum kuliah jadi aku akan ke kampus sekarang. Seung woo~ah aku pergi ya. Nanti malam aku kesini lagi" Seung woo pura-pura cuek padahal entah mengapa dia sangat senang yeol bersama dirinya. "Ehem sepertinya ada pasangan baru" ucap Hyun ra "sepertinya aksiku berhasil" ucap Sehun "ideku juga berhasil" ucap Baekhyun "sementara aku disini tidak berbuat apa-apa jadi kalian membanggakan diri begitu?" Omel Heerin. Sehun malah menepuk pundak Heerin dan tersenyum padanya "kau mensupportku jadi kau punya bagian juga disini" "EHEM SEPERTINYA YANG PASANGAN BARU KALIAN" teriak Seung woo. Semua menoleh pada Seung woo dan Seung woo hanya menjawabnya dengan tatapan aneh. Semuanya tertawa saat saling pandang karena situasi yang aneh ini.
                                   0o0
"Jadi....bagaimana kalau kau masuk klub fotografi?" Tanya Sehun pada Heerin saat di perjalanan pulang "eoh? Bagaimana ya? Aku bukannya tak mau masuk tapi-" "anak-anak kan?" Tanya Sehun dan dibalas anggukan oleh Heerin "kau tahu? Aku juga dulu sepertimu" "orang seperti kau? Ah tak mungkin" "sungguh. Lalu aku dekat dengan manusia macam Chanyeol dan Baekhyun dan ya kemudian aku menjadi aku yang sekarang" "tapi...kenapa bisa kau jadi terkenal sementara aku hanya dianggap sebagai angin oleh orang-orang?" "Itu karena aku ikut banyak lomba dan sering mendokumentasikan bandnya Yeol jadinya aku terkenal" "ah begitu. Dulu sebenarnya sih...aku pernah masuk klub Jepang lalu..ya kau tahulah aku kan diam jadi tak dianggap" "aku mengerti. Maka dari itu kau masuk saja ke klub ku. Nanti aku akan menemanimu dan dengan begitu kau akan punya teman nanti" Heerin hanya tersenyum mendengar ucapan Sehun "mau bubble tea?aku traktir" Sehun dan Heerin pun membeli bubble tea di perjalanan pulang.
                                 0o0
Hyun ra dan Baekhyun sedang mengatur rencana lagi "bagaimana cara membuat Seung woo mengeluarkan ekspresinya ya?" Tanya Baekhyun "AKU TAHU!" Baekhyun langsung menoleh ke arah Hyun ra "mwo?" "Buat Seung woo cemburu" "eih jangan! mereka saja baru dekat begitu" "oh iya. Apa ya? Ah otakku stuck" "ah! Begini saja" Baekhyun lalu membisikkan sesuatu pada Hyun ra namun Hyun ra malah menggeplak kepalanya "AH WAE?!" "Kau bodoh apa bagaimana? Itu tadi sama saja dengan ideku bodoh" "bagian mana?" "YANG MEREKAM SUARA YEOJA ITUU" Hyun ra kesal pada Baekhyun yang berlaku bodoh "kau kalau marah manis juga ternyata" ucap Baekhyun sambil melirik Hyun ra "apa? Mau menggombal? Sana menggombal dengan ribuan fansmu diluar jangan denganku!" "Ah kau. Tak asik tak biaa diajak bercanda" rajuk Baekhyun pada Hyun ra "tak mempan" ucap Hyun ra. Baekhyun terus menggoda Hyun ra sampai-sampai Hyun ra ingin terjatuh dan Baekhyun segera menariknya "gwenchana?" Tanya Baekhyun dan Hyun ra hanya mengangguk. "Hati-hati makanya. Kau ini tak bisa diam" Hyun ra menggeplak Baekhyun lagi setelah dirinya ditolong Baekhyun dan Baekhyun malah mengambil laptop Hyun ra "YAAA! KEMBALIKAN!" "andwae. Aku pinjam dulu ya mau mengerjakan tugas" "NEO-" mereka pun bercanda lagi seperti biasa di Cafe tempat mereka bertemu.
                                  0o0
Sehun dan Heerin menuju ke ruang klub fotografi "aku tak apa kesini?" Tanya Heerin ragu "gwenchana. Aku kan ketuanya" mereka pun masuk dan semua anak yang tadinya berisik langsung diam saat melihat Sehun dan Heerin masuk "yedeura...kenalkan ini Heerin dia akan menjadi anak baru di klub fotografi kalian. Aku harap kalian mau berteman dengannya" semua anak hanya cuek saja dan tak memperhatikan Sehun. Heerin lalu duduk di sebuah sofa kosong dan mulai mengutak-atik laptopnya lagi. Kali ini dia membuka hasil fotonya saat dia berlibur di luar negeri bukan membuka situs game. Sehun lalu menghampiri Heerin dan tersenyum melihat hasil foto itu "bagus" "apanya?" Tanya Heerin "itu. Foto-fotomu" "ah gomawo" "ah iya aku keluar sebentar ya mau ada urusan kau disini saja" "arasseo" Sehun pun keluar. Saat Sehun keluar semua anak menatap Heerin "kau..temannya Sehun sunbae?" Tanya seorang yeoja "n-ne wae?" "Ah..tidak aku hanya heran saja dia mempunyai teman pendiam seperti dirimu" "ah..begitu ya" '"kuharap kau mau bergaul dengan kami karena menurutku kau susah bergaul" Heerin hanya mengangguk dan yeoja tadi pun berlalu. Karena merasa tak nyaman Heerin pun keluar dengan barang-barangnya dan menuju Cafe untuk menemui temannya. Sehun lalu masuk dan menemukan Heerin sudah tidak ada "Heerin kemana?" Sehun bertanya dengan panik "tak tahu. Pergi kali" Sehun malab marah pada yeoja yang baru saja menjawab pertanyaannya dan menegur Heerin tadi "kau tahu tidak kalau dia itu susah bergaul? Harusnya kalian mencoba mendekatinya! Jangan dia yang mendekati kalian! Dia itu susah untuk berkomunikasi! Dasar kalian!" Sehun lalu keluar dan mencari Heerin "dasar. Sunbae kenapa sih? Aneh" ucap yeoja itu.
                                  0o0
Di cafe, semua anak berkumpul terkecuali Seung woo karena dia masih di rs. Heerin lalu menghampiri Hyun ra yang duduk di sebelah Chanyeol "sedang apa?" Tanya Heerin pada Hyun ra "ah Chanyeol hanya membantuku membuat tugas" "kau..kenapa kesini? Sehun?" Tanya Chanyeol "aku malas dengan grup anak-anak itu. Mereka bilang aku pendiam jadi yasudah aku pergi saja" "ah begitu. Tunggu saja paling 5 menit lagi Sehun datang" ucap Hyun ra. Dan benar saja, Sehun datang dengan tergesa-gesa. "Kenapa kau berlari-lari begitu?" Tanya Hyun ra "kupikir Heerin hilang" "hilang? Hahaha harusnya yang dikhawatirkan akan hilang itu Seung woo bukan Heerin tau hahaha" ledek Hyun ra. Chanyeol lalu menoleh saat Hyun ra menyebut nama Seung woo "apa? Aku tak memanggilmu kenapa menoleh?" "Eoh? Ah tak apa" Chanyeol lalu salah tingkah dan mulai memainkan ponselnya "aku harus ke rs. Aku duluan" Chanyeol lalu pergi "wah sepertinya dia cinta mati dengan Seung woo" ledek Baekhyun "hahaha bisa jadi" ucap Hyun ra. "Kau kenapa keluar tadi? Aku cemas mencarimu" ucap Sehun pada Heerin "mian. Tapi lebih baik aku pergi daripada aku disana tapi berlagak seperti orang bodoh" "dengarkan aku. Selama ada aku selamanya akan baik-baik saja" Heerin lalu menghela napas dan menjawab Sehun "dengarkan aku. Aku bukan tipe orang yang suka bergantung dengan orang lain jadi...kuharap kau mengerti" "arasseo" Sehun lalu mengalah dan membicarakan hal lain dengan Heerin.
                                  0o0
Chanyeol sampai di rumah sakit dan mendapati Seung woo sedang kesulitan turun dari kasurnya "LEE SEUNG WOO!" Chanyeol langsung menangkap Seung woo yang akan terjatuh itu "gwenchana?" Tanya Chanyeol dan Seung woo hanya mengangguk "kondisimu kan belum baik. Kau mau kemana?" "Ke atap. Aku butuh udara segar" "aku akan antarkan kau" Chanyeol lalu membawa Seung woo ke atap dengan kursi roda "kau sudah makan? Aku bawa kimbap tadi" ucap Chanyeol "aku sudah makan. Tapi hanya bubur" "kau mau makan lagi?" "Aniyo. Sudah kenyang. Kau saja yang makan" Chanyeol lalu tersenyum dan melihat Seung woo "kenapa senyum?" "Aku senang bisa dekat denganmu seperti ini. Biasanya kau langsung menghindariku" "kalau aku sehat juga aku tak mau ditemani dirimu" Chanyeol hanya tertawa "kenapa tertawa? Apa yang lucu?" "Yakin tak mau kuikuti? Terakhir kali kau tak kuikuti kau berakhir disini. Kalau aku tinggalkan kau lagi bisa saja kan kau benar-benar mati" "biarkan saja aku mati. Aku lebih baik mati" ucap Seung woo cuek "jangan sia-sia kan hidupmu hanya karena manusia laknat seperti mereka. Aku akan mengenalkanmu pada dunia yang berbeda. Jujur aku lebih senang berteman denganmu dibanding anak pewaris perusahaan ayah itu" "kau tau? Kau namja pertama yang kukenal dan mengatakan hal semacam itu. Dan aku berterima kasih atas kebaikanmu" ucap Seung woo sambil meneteskan air mata "uljima. Aku tahu kau anak yang baik. Aku Park Chanyeol berjanji akan membuatmu tertawa dan tak menangis. Aku janji" ucap Chanyeol setengah berteriak. Chanyeol dan Seung woo tertawa bersama di bawah langit senja di atap rs dengan bahagianya. Sepertinya inilah awal kehidupan Lee Seung woo. -tbc

Thursday, May 22, 2014

Chapter 1 - Who Am I?

Chanyeol dan Seung woo masuk gedung kampus bersamaan. Semua orang memang menatap aneh dirinya apalagi para yeoja dengan status sebagai anak pewaris perusahaan ayah. Mereka tampak tak senang melihat Seung woo dengan Chanyeol. Chanyeol hanya melihat Seung woo heran "mereka kok seperti itu padamu?" "Mau tau alasannya? Wajahku. Kau tahu wajahku terlihat dingin kan? Itu alasannya" ucap Seung woo datar. Seung woo merasa malas melewati koridor tersebut namun dengan sigap Chanyeol menggandeng tangan Seung woo dan membawanya lari. Seung woo terkesiap saat tahu Chanyeol membawanya lari. Semua orang juga kaget. Chanyeol lalu segera membawanya ke kelas dan duduk di sebelah Seung woo "kenapa kau duduk di sebelahku?" Tanya Seung woo dengan nada ketus "memangnya kenapa? Tak boleh? Kau kan biasanya duduk sendiri dan tak ada teman. Tak ada salahnya dong aku duduk denganmu iya kan?" "Sampai ada maksud tertentu kau duduk denganku mati kau" Chanyeol hanya tertawa menanggapi Seung woo. Seung woo lalu mengeluarkan ponselnya dan memutar musik. Chanyeol terus menatap Seung woo tapi Seung woo tak peduli. Hingga tiba-tiba ada seorang yeoja datang padanya dan tak sadar ada Chanyeol di sebelahnya "hey kau! Kenapa kau dekat dengan Chanyeol? Dia itu milik ku!" Seung woo lalu melepas earphone nya "kata siapa dia milikmu? Memang ada tandanya dia milikmu? Ada capnya di keningmu yang selebar lapangan terbang itu HAH?!?! JANGAN CARI MASALAH DENGANKU!" Anak yang tadi geram lalu mau menampar Seung woo namun Chanyeol dengan sigap memegang tangan anak itu "sampai kau menampar dia kau berurusan denganku. Ah satu lagi. Aku sebenarnya sudah jadian dengannya jadi jangan mengaku-ngaku kalau kau adalah milikku, ara?" Anak tadi melihat Chanyeol tak percaya dan lari keluar kelas. Seung woo melihat Chanyeol dengan tatapan aneh "mwo? Jadian? Neo micheosseo? Ya! Hubungan bukan sebuah status yang bisa kau permainkan! Sembarangan saja" "aku hanya mau melindungimu. Dengan begitu kau akan aman dari mereka dan mungkin image mu berubah" lagi-lagi Chanyeol tersenyum dan lagi-lagi Seung woo sebal "bisa tidak tak usah tersenyum begitu? Menyebalkan" ucap Seung woo. Chanyeol tak menanggapinya dan malah menemaninya membaca "baca apa?" "Novel" "oh...novel. romansa?" "Begitulah" ucap Seung woo sambil membalik halaman bukunya. Chanyeol hanya tersenyum melihat Seung woo yang begitu serius "kau mau ke Cafe sebentar tidak? Temani aku mengerjakan tugas" "untuk apa aku menemanimu?" "Oh ayolah...sekali saja kita kan belum kenal baik" "tapi aku sibuk" "sibuk apa? Setahuku kau tak punya ekskul" "kau stalker?" Seung woo melihat Chanyeol aneh "aniyo...aku sudah lama tahu kalau kau memang tak punya ekskul karena setiap sabtu kau tak disini" "kau...kenal aku? Dari kapan? Aku saja tak mengenalmu" "rahasia" ucapnya sambil tersenyum. Seung woo pun mendengus kesal sambil membalik halaman bukunya. Banyak yeoja yang menatap Seung woo kesal namun Chanyeol menatapnya balik dengan tatapan kesal.
                                  0o0
Sehun dan Heerin jalan beriringan masuk ke fakultas ekonomi. Mereka terlihat akrab dengan topik pembicaraan yang random. "Lihat! Itu kan Oh Sehun. Kenapa dia mau dengan yeoja itu ya? Setahuku temannya dia galak" ucap seorang yeoja. Sehun langsung menoleh dan melihat yeoja itu dengan tatapan ingin menerkam orang "siapa yang galak hah? Jangan berani bicara di belakang! Sini bilang padaku!" Yeoja itu langsung lari dan Heerin terkesima dengan perbuatan Sehun tadi "kau bisa marah juga ternyata" "aku akan marah kalau temanku dihina seperti itu. Dia membicarakan Seung woo kan? Sampai Chanyeol tahu mereka akan habis. Untung bertemu aku" "Chanyeol? Memangnya kenapa dia mau membela Seung woo?" Sehun merasa dia seperti telah membocorkan rahasia Chanyeol jadi dengan buru-buru dia menarik omongannya "a-aniyo...yaaa kau hanya berspekulasi saja. Kan bisa jadi" Heerin pun hanya mengangguk saja "oh begitu..aku kira benar begitu" Sehun hanya tersenyum kecut 'ah untung saja dia tidak terlalu mempermasalahkannya. Sampai dia mempermasalahkan omonganku tadi bisa mati aku digantung di tiang basket oleh Yeol'  batin Sehun. Mereka pun berdua jalan bersamaan menuju ke kelas ekonomi tanpa menghiraukan tatapan orang. Heerin tetap sibuk dengan laptopnya dan Sehun sibuk dengan slr nya. Saat sedang asyik bermain, Heerin mendengar suara jepretan foto. Saat ia menoleh, tak tahunya Sehun membidik lensanya ke arah Heerin "neo mwohae? Seolma...kau memotretku? Sini hapus! Ah kau ini!" "Andwae! Kau akan jadi objek fotoku nanti. Aku membutuhkanmu untuk kontes nanti. Bantu aku ya? Kau jadi modelku" "tapi...aku kan tak punya badan bagus. Kenapa juga aku harus jadi model?" "Menurutku kau bagus jadi model kok. Kau punya aura yang baik"Ucap Sehun sambil terus membidik lensanya pada Heerin "ah kau...tapi aku tak mau" "ayolah Heerin~ah. Yang jadi modelnya nanti juga akan ada Seung woo, Hyun ra, Baek, dan Yeol" "tetap saja...kalau aku yang memotretmu aku mau. Kalau aku yang dijadikan objek aku tak mau" "pokoknya tanpa sepengetahuanmu kau akan tetap jadi modelku" "tanpa sepengetahuanku? Tak mungkin. Kau kan baru saja mengatakannya jadi yaaa berarti aku sudah tahu" Sehun hanya memasang muka datarnya. "Jangan begitu. Kau jelek bermuka datar begitu" ucap Heerin sambil melihat layar laptopnya. Sehun hanya tertawa melihat Heerin yang dengan cueknya berkata seperti itu. Jarang yeoja yang dapat membuatnya tertawa. Hanya saja saat pertama kali bertemu saja Heerin sudah memberikan kesan yang baik pada Sehun. Mereka pun terus saja berdebat masalah model tadi.
                                0o0
Hyun ra dan Baekhyun berada di kantin fakultas sastra. Mereka berdua masih mengobrol dan bercanda tentang hal random "kau tahu tidak?" "Apa? Kau kan belum bicara" "oiya...itu loh kupikir Sehun dan Heerin saling menyukai satu sama lain tak seperti Chanyeol dan Seung woo" "iya juga ya...wah kalau begitu kita harus buat Seung woo mau mendekati Chanyeol. Tapi bagaimana?" Baekhyun terdiam dan lalu dia tersenyum sendiri "kenapa senyum-senyum begitu? Hih mengerikan" "aku punya ide!" "Apa?" Baekhyun pun memberi tahu idenya pada Hyun ra dan Hyun ra pun setuju dengan idenya. "Yang pertama kita harus lakukan adalah memberitahu Chanyeol iya kan?" "That's right" "ah uri Baekhyunnie pintar sekaliii" Hyun ra mencubit pipi Baekhyun dan entah kenapa Baekhyun merasa wajahnya panas "eummm....Hyun ra~ya?" Hyun ra langsung salah tingkah dengan apa yang dia lakukan tadi "a-ah mian aku tak bermaksud sungguh...mianhae" "gwenchana....aku senang kau mau bercanda denganku" Hyun ra pun merasa ada yang aneh saat Baekhyun mengatakan kata-kata ajaib seperti itu. Mereka berdua saling salah tingkah satu sama lain. Karena salah tingkah, Hyun ra sampai menjatuhkan minumannya dan malah membasahi celananya dan Baekhyun refleks langsung memegang tangan Hyun ra "gwenchana?" Hyun ra merasa wajahnya panas dan berkata dengan gugup "g-gwenchana" Baekhyun yang sadar tangannya ada pada tangan Hyun ra langsung melepasnya "aku ini kenapa? Aish" gumam Baekhyun pada dirinya sendiri. Hyun ra hanya tersenyum saja melihat Baekhyun seperti tadi.
                                   0o0
Mereka pun sudah selesai kuliah dan seperti biasa mereka berkumpul di Cafe. Keenam anak itu pun lalu berbincang-bincang kecuali Seung woo dan Chanyeol. Mereka saling diam dan tak ada sepatah kata pun keluar dari mulutnya. Tiba-tiba, Sehun menarik tangan Seung woo dan Chanyeol kaget. Sehun langsung membawa Seung woo pergi dan Chanyeol masih terkejut "ehem...sepertinya ada yang cemburu" goda Baekhyun. Heerin sudah mengetahui rencana itu karena sebelum janjian di Cafe mereka berempat bertemu di taman fakultas sastra
-Flashback-
"Jadi begini...Sehun akan membawa Seung woo pergi lalu kita akan membuat Chanyeol cemburu. Nah dengan begitu kan Seung woo akan merasa bersalah lalu mulai mendekati Chanyeol" Heerin dan Hyun ra mengangguk sementara Sehun masih dengan tatapan bingung "kenapa aku? Kenapa tidak kau saja?" Baekhyun pun menggeplak kepala Sehun "ya! Aku dan Seung woo kan sudah menjadi sahabat! Kalau aku bicara dengan dia dan menariknya mana mungkin dia cemburu!" "Ah iya....pintar juga kau. Heerin~ah tak apa kan kalau aku melakukan tugas ini?" "Kok bertanya denganku? Ini kan demi teman kita. Jadi ya kau lakukan saja lah" Sehun merasa agak sedikit kecewa karena Heerin tak melarangnya untuk melakukan ini. "Arasseo aku akan melakukannya. Demi kalian" semuanya pun tersenyum dan siap menjalankan misi.
-Back to reality-
Seung woo pun segera bertanya pada Sehun "kenapa kau menarikku? Ada apa?" "Tak apa..hanya ingin ngobrol saja denganmu. Aku padahal sudah bersiap kalau misalnya kau akan berteriak padaku ternyata tidak" "aku akan berteriak kalau misalnya kau itu orang jahat atau aneh macam Chanyeol" "dia kenapa? Dia baik kok. Kau tahu? Dia incaran yeoja satu kampus!" "Ah begitu. Tapi kenapa dia malah mendekatiku? Aku kan jutek, jahat, dan lain sebagainya tapi kau dan temanmu malah mau bergaul denganku. Kenapa?" "Karena aku pikir kau anak yang periang. Hanya wajah yang membuatmu menjadi begitu. Heerin juga sama. Dia hanya perlu seseorang mendekatinya agar dia bisa menjadi dekat dengan orang itu" Sehun menceritakan tentang Heerin dengan sedetail mungkin sampai-sampai Seung woo yang sahabatnya saja tak sampai berpikir sampai sana. Setelah pembicaraan itu, mereka kembali ke Cafe dan mendapati Chanyeol tak ada disana. Semua berwajah datar hingga membuat Sehun dan Seung woo bingung. Sehun hanya pura-pura bingung dan yang lainnya juga hanya pura-pura berwajah datar. "Anak itu kemana?" Tanya Seung woo "molla...kurasa dia cemburu" ucap Baekhyun. Seung woo hanya berpura-pura cuek padahal dia merasa bersalah "oh begitu...baguslah" Seung woo lalu mengambil tasnya dan pergi. Keempat anak itu pun tersenyum "MISI BERHASIL HOREEE!!!!" teriak keempat anak itu. Sampai-sampai semua orang menoleh ke arah mereka. "Ah iya Chanyeol kemana memang?" Tanya Sehun penasaran "Chanyeol kuberitahu kalau misalnya dia ingin Seung woo tertarik padanya maka dia harus pura-pura tak melihatnya" ucap Hyun ra "ah begitu ternyata. Tapi dia tak marah denganku kan?" "Kami sudah menjelaskan semuanya dan dia mengerti kalau semua ini untuk menjebak Seung woo supaya dia menyukai Chanyeol" keempat anak itu pun senang misinya berhasil "mau bubble tea? Aku yang traktir" ucap Heerin dan semua anak mengangguk antusias. -tbc
      

Monday, May 19, 2014

Final chapter - Between You and Me

4 bulan kemudian, Seung woo sedang mengidam sangat parah. Dia bahkan melanggar janji untuk tak menemui Chanyeol setiap hari namun nyatanya dia terus menemui Chanyeol yang kini sedang berada di Korea. Jongdae sempat kesal namun karena dia tahu itu bawaan bayi jadi yasudah. Seung woo terus saja bersama dengan Chanyeol dan bahkan mengabaikan suaminya sendiri. Tapi hanya saat siang saja kalau saat sore dia kembali manja dengan Jongdae. Terlihat seperti orang berselingkuh kan? Memang. Hingga pada suatu siang, Seung woo meminta Chanyeol menemaninya bertemu dengan teman-temannya dan dengan rela Chanyeol menemaninya. Mereka berdua pun menuju rumah Hyun ra. Disana, telah ada Heerin dan Joonmyeon serta si kembar. "Annyeong Heejoo! Ah nado annyeong uri Joohyun!" Seung woo melihat keponakannya itu dengan gemas. "Nanti kan kau juga punya Seungie~ah" ucap Chanyeol "maja...mungkin dia akan mirip denganku" "wah jangan-jangan anakmu itu anakku lagi hahaha" canda Chanyeol "ah dasar. Kita saja saat smp sudah putus mana mungkin ini anakmu? Dasar" ucap Seung woo "buktinya dia ingin dekat-dekat denganku daripada appanya" "kalian ini berdebat saja. Jangan-jangan kalian ada apa-apa ya?" Terka Heerin "ANIYO! JINJJA!" teriak keduanya. Setelah mereka berteriak, Hyun ra keluar dengan dibantu Yifan "ada apa sih ribut-ribut?" Tanya Hyun ra "hanya ada kucing lewat tadi iya kan Yeol~ah?" "Ne..maja. ada spiderman lewat" "ya! Kalau mau berbohong lihat dulu situasinya masa iya spiderman disini" omel Seung woo pada Chanyeol. Mereka pun seperti reuni keluarga. Mereka bercanda dan berbincang dan Chanyeol juga berlaku bagaikan suami Seung woo padahal Jongdae ada dirumah saat ini. Saat sedang berbincang, tiba-tiba Seung woo berteriak "WAE SEUNG WOO~AH WAE?!?! NEO APA? MALHAE!" Chanyeol panik setengah mati. "Eonnie! Hyun ra eonnie! Kakimu! Berdarah! Pecah! Rumah sakit ppaliyo" Hyun ra yang bingung langsung melihat ke arah kakinya dan kaget melihat ada cairan putih bercampur darah mengalir di kakinya. Hyun ra pun berusaha tenang "Yifan~ah rumah sakit sekarang. Aku berusaha tenang saat ini. Lee Seung woo jangan panik nanti yang ada kau ikut melahirkan denganku" Hyun ra pun pergi ke rumah sakit bersama Yifan sementara yang lain mengekor. Seung woo yang panik ditenangkan oleh Chanyeol. Chanyeol menggenggam tangan Seung woo selama di perjalanan "tenanglah. Hyun ra akan baik-baik saja. Perhatikan anakmu jangan sampai kau stress" "ah tapi Hyun ra..." "kalau orang melahirkan memang begitu Seungie~ah kau juga akan begitu" "ah geuraeyo? Jinjjayo? Ah aku takut" "aku akan ada disampingmu tenanglah" Seung woo hanya menggenggam tangan Chanyeol erat. Setelah 10 menit perjalanan mereka pun sampai di rumah sakit. Hanya Chanyeol dan Seung woo yang menjenguk karena Heerin masih repot dengan si kembar. Seung woo pun dengan sabar menanti kelahiran anak Hyun ra. 2 jam sudah dia menunggu dan ternyata anaknya pun sudah lahir. Yifan keluar dengan wajah yang bahagia "bagaimana?" Tanya Chanyeol "anak ku laki-laki. Dia tampan sepertiku" Chanyeol dan Seung woo hanya meliriknya sebal. "Ya ya terserah dirimu tuan Wu. Ah iya eonnie?" "Dia masih tertidur" "yasudah aku mau lihat anak kalian lalu pulang" ucap Seung woo "gomawo telah menunggu. Kalian memang sahabat yang baik" "sudah seharusnya aku menunggunya. Kita kan sudah bersahabat selama 10 tahun lamanya" "ah iya benar juga. Yasudah kalau begitu besok kalau kau mau jenguk saja lagi dia. Saat ini dia tak bisa dijenguk" "ah ne" Seung woo dan Chanyeol pun berpamitan pada Yifan dan menuju ruang bayi. Disana dia melihat seorang bayi laki-laki yang amat lucu. "Mirip Yifan" ucap Seung woo "eoh...ah iya kau sudah ke dokter?" Tanya Chanyeol "sudah kemarin dengan Jongdae. Ah dia berisik sekali saat berkonsultasi dengan dokterku padahal aku yang hamil" "ah begitu.." Chanyeol hanya merespon biasa saja karena sebenarnya dia masih berharap kalau yeoja disampingnya beserta anak yang dikandungnya adalah miliknya bukan milik Jongdae. "Wae?" Tanya Seung woo pada Chanyeol yang sedang melamun itu "a-ah aniyo hanya terpikir wajah anakmu. Sepertinya dia akan sepertimu. Wah bisa-bisa ada yang mengalahkan kecantikanmu Lee Seung woo" "ah masa? Tapi bagimu kan aku yang paling cantik iya kan?" Telinga Chanyeol langsung memerah "jangan malu begitu. Aku tahu kok" "ah sudahlah. Kau ini sudah menjadi istri orang masih saja menggodaku" "hahaha arasseo. Kkaja kita pulang" mereka berdua pun pulang setelah melihat anak Yifan dan Hyun ra.
                                   0o0
Sementara itu dirumah Joonmyeon, Heerin sedang berada di kamarnya dan tampak berpikir sambil berdiskusi "Heejoo~ya appa besok ulang tahun sebaiknya kita beri apa ya? Appamu sudah punya semuanya eomma jadi bingung" anak perempuannya itu hanya merespon sambil tertawa "Joohyun~ah menurutmu appa suka apa? Ah eomma sangat bingung!" Tiba-tiba kedua anaknya menuju ke mainan piano mereka dan mulai bergumam sambil menyanyi. Heerin pun akhirnya mempunyai ide. "Ah eomma tahu! Kalian teruslah bernyanyi eomma akan merekam kalian ne?" Heerin pun merekam kedua anak mereka yang sedang bermain piano itu. Kurang lebih setelah 3 menit anak-anak itu pun bertepuk tangan. Heerin pun menyuruh anaknya mengucapkan sesuatu pada appanya "appa saranghae!" Heerin dan kedua anaknya pun turut berada di video itu sambil melambai-lambai pada video itu. "Assa! Sudah selesai! Uri Heejoo keurigo uri Joohyun neomu kyeopta!" Heerin pun memeluk kedua anaknya dengan peluk sayang. Setelah merekam, Heerin pun memasukkan video itu ke macbooknya untuk di convert ke cd. Tanpa disangka-sangka saat sedang mengconvert Joonmyeon masuk ke kamar si kembar. Heerin langsung menutup laptopnya dan bergerak dengan gugup "waeyo Heerin~ah?" "A-aniyo oppa...hanya kaget saja kau tiba-tiba sudah masuk" "tak ada yang kau sembunyikan dariku kan?" "A-aniyo! Jinjjayo" "ah baiklah....oiya kembar tak menyusahkanmu kan?" "Tebtu saja tidak! Mereka anak yang manis. Aku beruntung punya anak seperti mereka ya walaupun Joohyun sama diamnya seperti aku" "ah sudahlah nanti juga berubah lihat saja" "kau sudah makan malam? Mau aku siapkan?" "Ah baiklah...aku mau mandi dulu kau siapkan aku makan ya" "ne" Heerin pun turun dan menyiapkan makanan untuk suaminya itu. Kembali ke Seung woo dan Jongdae di rumah. Jongdae sedang sibuk membaca laporan sementara Seung woo sibuk membaca Line nya "ponselmu berisik sekali. Dari siapa?" Tanya Jongdae "Heerin" "wae?" "Besok oppa ultah" "benarkah? Lalu?" "Yaa...kita diundang" "oh begitu.." "kok tanggapanmu hanya begitu saja sih? Tak ada yang lebih?" "Aniyo. Aku hanya sedang fokus mengerjakan ini" Seung woo pun merasa bersalah dan memeluk suaminya itu "mianhae aegi appa" "mwoga?" "Karena mengabaikanmu. Padahal harusnya aku pergi denganmu tapi aku malah dengan saudaramu" "akhirnya kau sadar juga. Kau tak tahu betapa tersiksanya aku saat tahu kau pergi dengannya?" "Mian...aku janji nanti tak begitu lagi sungguh" "benar ya? Sampai kau begitu lagi, aku potong uang jajanmu lalu waktu keluarmu juga" "oppa neo jeongmal-" "wae? Kau protes? Ah kau terlalu banyak protes sudah turuti saja" "arasseo chagi" "kalau kau menyesal yasudah ppoppo" "mwoya? Ah shirreo" "yasudaha kalau tak mau uang jajan dan waktu keluarmu-" Seung woo langsung mencium bibir Jongdae singkat setelah itu Seung woo mulai bicara "jangan potong kebebasanku ne? Aegi appa neomu jjang!" Seung woo pun langsung berlari dan duduk di sofa dan bermain Line lagi "kau jangan berlari! Nanti kau kelelahan astaga kau ini!" Jongdae panik melihat Seung woo berlarian macam kelinci itu. Setelah lebih dari 2 jam di kursi, Seung woo lelah juga dan akhirnya dia menghampiri Jongdae "oppa" "eum?" "Jalan yuk" "kemana?" "Aku mau lihat lampu" Jongdae hanya terkikik sambil melihat dokumen nya itu "dirumah kan banyak lampu kau tatap saja satu-satu" "ih jahat! Bukan ituuu aku mau lihat jalan" "yasudah kau keluar saja. Lihat didepan rumah kan ada jalan kau pandangi saja itu sampai kau bosan" "ah aku capek bicara denganmu! Lebih baik aku ajak saja-" "arasseo arasseo jangan merajuk begitu dong kau ini jelek kalau merajuk" "kata siapa? Aku masih cantik kok" "ah baiklah kau masih cantik dan aku masih tampan" Seung woo menatap suaminya dengan tatapan sebal "apa?" Tanya Jongdae "ah sudahlah aku malas menatapmu lama-lama" Seung woo pun lalu menarik tangan Jongdae dan menggoyang-goayngkannya "ayooo pergi ke cafe. Aku mau makan es krim" "sabar duluu kan aku harus ganti baju" "tak usah! Begitu saja. Ah ppaliyo" "eih kau ini tak sabaran sekali. Yasudah kalau begitu kkaja" Seung woo dan Jongdae pun berjalan keluar rumah dan menuju ke Cafe yang Seung woo maksud. Saat di Cafe, tak sengaja Seung woo bertemu Sehun "oh! Kau Sehun kan?" "Oh? Lee Seung woo pacarnya Chanyeol kan?" Jongdae langsung tersedak saat mendengar ucapan Sehun "a-ah aniyo kami sudah putus. Sekarang dialah nampyeonku" Sehun pun kaget melihat Jongdae "sudah lama tak bertemu" ucap Jongdae "astaga jadi kau? Pantas saja dulu saat Chanyeol dengan Seung woo kau-" Jongdae langsung membekap mulut Sehun "aniyo chagi...tak ada apa-apa kok" Sehun hanya menatapnya sebal. "Ah iya Sehun~ah kau menginap dimana?" Tanya Seung woo "ah di hotel dekat sini. Wae?" "Kukira kau pulang" "orang tuaku di Perancis. Aku kesini karena aku ingin kesini" "oohh...kau mau datang besok?" "Kemana?" "Joonmyeon oppa ulang tahun jadi Heerin membuat kejutan" "benarkah? Wah boleh juga. Aku ingin melihat kalian" "ah yasudah nanti janjian denganku disini ya" "kau dengannya? Berdua?" Tanya Jongdae "ya dengan kau lah bodoh aduh" "oh aku kira berdua saja" "ya Kim Jongdae lagipula juga kalau aku berdua dengan istrimu aku juga tak akan berbuat apa-apa. Kau kan tahu mantannya Seung woo menakutkan ckck" "jangan bahas dia. Setiap hari aku melihat wajahnya aish" "kok bisa?" Jongdae pun menjelaskannya "mantan Seung woo saudaraku" "pantas saja Chanyeol begitu ternyata.." "sudah jangan bicarakan Yeol didepanku. Aku sudah selesai makan. Ah iya Sehun~ah nomerku masih yang lama kau hubungi saja aku ne?" "Arasseo" Seung woo pun pergi bersama Jongdae. Mereka pulang karena hari sudah larut.
                                  0o0
Keesokan harinya, mereka pun datang ke acara yang diadakan Heerin untuk merayakan ulang tahun suaminya. Joonmyeon tidak tahu menahu soal ini jadi dia berencana membuat kejutan untuknya. Seung woo, Jongdae, Chanyeol, Tao, dan bahkan Sehun datang untuk membantu. Saat sedang menyiapkan acara, Seung woo membantu membuat cake serta menjaga si kembar dengan Chanyeol sementara Jongdae membantu dengan mempersiapkan yang lain. Tao juga membantu Jongdae dan Sehun membantu mengedit video yang telah disiapkan Heerin karena menurutnya, video itu agak acak-acakan. Setelah persiapan selesai, barulah Heerin menelpon Joonmyeon
"oppa eodiya?"
"Masih di kantor wae?"
"Ah begitu ya? Yah padahal kembar ingin bermain dengan appanya eottokhaji?" "Baiklah aku pulang. Tunggu 15 menit aku akan berada di rumah"
Heerin segera menyiapkan cake yang telah ia buat bersama dengan Seung woo. Yah mereka membuat chocolate truffle karena Heerin menyukai coklat dan begitu pula Joonmyeon. 15 menit kemudian, Joonmyeon pun sampai. Semua anak-anak itu bersembunyi sementara Heerin berada di kamar anaknya. Joonmyeon pun masuk dan langsung menggendong si kembar "oppa, kau tak melihat aku? Astaga..." "aigooo...uri anae lucu sekali saat tak diperhatikan. Aku lihat kok tapi kan katamu yang mau bermain denganku kembar bukan dirimu" "kau tak merindukanku? Ah sepertinya semenjak punya anak kau lebih sayang pada anakmu" "aniyo...jangan begitu. Kau dan mereka sama pentingnya bagiku. Kalau kalian tak penting, untuk apa aku meninggalkan pekerjaan. Kalau tak ada kau ya maka tak ada kembar iya kan?" Joonmyeon lalu tersenyum pada istrinya itu. "Ah iya..Heerin~ah sepertinya didepan ada mobil Jongdae" "Jongdae? Benarkah?" "Iya..aku hafal kok plat mobilnya" "ah bukan. Paling itu Tao meminjam mobil Jongdae. Kau tahu lah Jongdae mempunyai banyak mobil bisa saja kan?" "Kenapa Tao harus meminjam Jongdae sementara aku punya mobil menganggur?" Heerin pun kehabisan jawaban untuk melawan suaminya yang cerdas itu. Maklum lah IQ suaminya 150 makanya dia bisa berargumen apa saja. "Oppa. Ke taman belakang yuk" "mau apa? Kan sudah malam" "tak apa. Hanya ingin bermain dengan kembar" ucap Heerin "ayolah oppa~" Heerin merengek dan akhirnya Joonmyeon mengiyakan. Mereka pun ke taman belakang, aneh memang pikir Joonmyeon. Kenapa tiba-tiba taman belakang jadi banyak lilin dan ada karpet merah? Namun karena tak mau mengganggu suasana Joonmyeon tak mau menanyakan hal ini pada istrinya. Dia terus mengikuti Heerin. Sampai akhirnya, dia melihat sebuah layar dan menampilkan kedua anak mereka. Joonmyeon dan Heerin duduk di bangku yang telah di sediakan. Joonmyeon terus menyaksikan video anak-anaknya bernyanyi sambil bernyanyi. Setelah 3 menit selesai, Joonmyeon pun melihat istrinya dan anak-anaknya melambai dan mengatakan "appa! Saranghae!" Joonmyeon tersentuh dan tersenyum penuh arti pada istrinya. Selanjutnya, Heerin pun mengatakan sesuatu pada Joonmyeon "gomawo telah menjadi orang yang perhatian denganku, menjadi suamiku yang baik serta appa yang penyayang bagi anak-anaknya. Gomawo karena telah mengubah diriku seperti ini. Kau tahu aku tak pernah keluar rumah tapi berkat kau, aku jadi tahu apa arti dunia. Terima kasih karena telah membuatku merasakan jatuh cinta. Kaulah orang pertama yang aku cintai hingga nanti. Saranghae oppa" Heerin pun memeluk Joonmyeon dengan bahagia. Tak lama, kembang api pun meledak-ledak di udara dan lalu terdengar nyanyian Happy Birthday dari SeungDae dan Chanyeol yang luar biasa ramai itu. Tao membantu Sehun membawakan cake untuk Joonmyeon. Setelah SeungDae dan Yeol bernyanyi, Joonmyeon pun membuat wish 'ya tuhan, terima kasih karena telah mengirim Heerin, Heejoo, serta Joohyun ke dalam hidupku. Aku harap kami bisa seperti ini sampai maut memisahkan. Dan jangan biarkan orang yang kusayangi ini terluka ataupun kau ambil dariku sebelum aku meninggal tuhan. Lebih baik aku meninggal bersama mereka atau aku yang meninggal duluan saat aku sakit nanti. Amin'  Joonmyeon pun meniup lilin tersebut dan memotongkan kuenya untuk Heerin dan lalu untuk yang lain. Joonmyeon menyuapi Heerin didepan yang lain sementara Seung woo seperti biasa menggoda Heerin. Setelah acara pemotongan kue, Sehun menghampiri Joonmyeon "sunbae selamat ulang tahun ya. Ah iya anak kalian lucu" ucapnya samvil tersenyum "ah gomawo Sehun~ah keundae bukannya kau di Perancis? Kok kau disini?" "Ah itu....aku hanya mau kesini untuk liburan tak tahunya Seung woo memberitahuku kalau kau mengadakan acara yasudah aku ikut saja. Lagipula aku ingin bertemu denganmu sunbae" "ahahaha begitu. Ah Lee Seung woo memang" "ah iya aku punya satu permintaan" Ucap Sehun dengan raut wajah yang serius "apa?" "Jaga keluargamu sunbae. Aku berharap tak akan ada hal buruk yang menimpa kalian" "itu pasti. Aku akan menjaga mereka karena mereka yang terpenting untukku" "ah iya aku kembali ke Yeol dulu yah. Aku ada urusan dengannya" "arasseo" Sehun pun menghampiri Yeol dan tak lama Heerin menghampiri Joonmyeon "wae?" Tanya Heerin "aniyo. Aigoo uri yeppeun anae. Malam ini sepertinya enak untuk kita berdua makan galbi iya kan?" "Aku mau!" "Kalau ayam?" "Itu apalagiii. Ah oppa katakan sebenarnya kau mau apasih? Kok jadi menawariku macam-macam begini?" "Jangan malam ini ya. Makan terlalu malam tak baik" "ah oppa kau jahat" Heerin pun merajuk "ayolah oppa~ ayam ya? Ne?" "Baiklah nanti aku pesankan" "gomawo. Kau baik" ucap Heerin sambil tersenyum. Joonmyeon pun mencubit pipi Heerin "kau lucu saat merajuk. Terus merengek padaku ya" "ah oppa jinjja" tak lama Seung woo dan Jongdae menghampiri mereka berdua. "Chukhahae uri oppa" ucap Seung woo "mian tak bisa memberi apa-apa habisnya kau sudah punya semuanya sih" Heerin langsung menatap Seung woo sebal "wae eonnie? Kenapa menatapku begitu?" "Ah aniyo...hanya saja kan kalau suamiku tak bisa kau belikan hadiah setidaknya anaknya kau belikan" "ah itu..ada di bagasi kok. Itu langsung dari Inggris aku membelinya. Chagi ambilkan hadiah mereka" "arasseo" Heerin melihat ke arah Seung woo dengan tatapan aneh "apalagi?" Omel Seung woo "kau menyuruh suamimu? Daebak" Seung woo hanya tertawa-tawa saja. Tak lama, Jongdae datang membawa hadiah untuk kembar. Seung woo membelikan sepatu, mainan, serta baju, dan juga..coklat "aigoo uri imeonim baik sekali. Gomawo" "ah dasar kau ini" Seung woo hanya tertawa melihat reaksi Heerin. Mereka pun menikmati pesta itu.
                                  0o0
Dirumah Hyun ra, Hyun ra masih sibuk dengan anak lelakinya itu. Wu Jae han. Anaknya bermarga Cina namun bernama Korea karena sebenarnya menurut Yifan kalau dia bernama Cina nanti saat sekolah mungkin dia dianggap anak Cina padahal sebenarnya blasteran. Jaehan benar-benar anteng. Hyun ra dan Yifan tak perlu susah-susah untuk merawatnya "gomawo" ucap Yifan pada Hyun ra yang tertidur di sebelahnya "mwoga?" "Kau sudah melahirkan Jaehan dan kembali dengan selamat" "mmmm" Hyun ra hanya bergumam karena mengantuk "hanya mm saja? Wu Hyun ra aku sedang menggombal ini" "ah aku ngantuk. Kau menggombal saja terus sampai aku tertidur" "kau pikir aku mendongeng apa? Ah tak asik!" Tak lama, Jaehan terbangun dan menangis. Hyun ra pun mengomel "ah kau sih berisik! Sana urus Jaehan kau diamkan dia sampai diam kalau perlu kau gombali saja dia" "ya! Wu Hyun ra!" Hyun ra hanya memelototinya dan akhirnya Yifan menurut "eomma mu menyebalkan" ucap Yifan pada anaknya "aku dengar. Wu Yifan tidur diluar" "arasseo aku tak akan berkata begitu lagi" Yifan pun menenangkan anaknya sampai benar-benar tidur.
                                0o0
6 tahun kemudian, anak-anak itu sudah besar. Heejoo dan Joohyun sudah terlihat sifat mereka. Heejoo seperti appanya dan Joohyun seperti eommanya. Anak Seung woo, Hara malah seperti ibunya. Dia terus saja membuntuti paman Yeol kesayangannya itu dibanding appanya sementara anak keduanya Hyena malah lebih seperti appanya dan terus membuntuti appanya kemana saja. Hyun ra, setelah memiliki Jaehan dia memliki satu anak perempuan yang masih dalam kandungannya. Mereka semua sedang bermain di Rumah Heerin. Heejoo bermain dengan Jaehan sementara Hara masih sibuk bercanda dengan paman Yeol nya padahal appanya berkali-kali mengajaknya bermain bersama adiknya namun dia menolak. Menurutnya, bermain dengan Paman Yeol lebih asik daripada appanya. "Samcheon" ucap Hara "wae?" "Aku mau samcheon jadi appaku" "mwo? Hahaha appamu kan Jongdae appa kenapa mau samcheon jadi appamu?" "Tak tahu...aku suka samcheon dari aku di kandungan eomma. Menurut eomma sih begitu" "aigooo gadis pintar. Aniyo appamu tetap Jongdae appa tapi kalau kau merasa samcheonmu ini lebih baik ya baiklah aku akan menganggapmu sebagai anakku. Uri ddal" Hara memeluk samcheonnya itu. Saat memeluk Yeol, Hara melihat Joohyun sendirian dengan pspnya. Hara pun menghampiri Joohyun "mau apa kau?" Tanya Joohyun "menyebalkan sekali sih baru datang sudah diusir begini. Aku melihat kau sendirian makanya aku mau menemanimu" "dwaesseo aku bisa sendiri" Hara pun masih bersabar dengan Joohyun "aku mau kenalan. Namamu siapa?" Joohyun tadinya tak mau menjawab tapi karena wajah anak ini membuatnya ingin mengenalnya lebih jadi dia pun menyebutkan namanya "aku Joohyun kau?" "Aku Hara! Semoga kita bisa jadi teman yang baik ya! Joohyun oppa" -end

Saturday, May 17, 2014

Chapter 20 - Between You and Me

3 bulan kemudian Seung woo sudah lulus. Chanyeol sudah terlebih dahulu lulus dan pergi ke Amerika untuk meneruskan bisnis ayahnya. Mereka berdua sudah kembali ke Korea lagi. Minggu depan barulah mereka pergi ke Inggris untuk bulan madu. "Chagi kau mau sarapan tidak? Aku mau turun" ucap Seung woo yang baru saja mandi pada Jongdae yang masih terlelap di ranjang "sudah jam berapa memangnya?" "Jam 10 tau! Kita telat bangun" "astaga! Arasseo aku mandi dulu tunggu sebentar" Jongdae langsung berlari dan masuk kamar mandi. Tak lama, Jongdae keluar dengan rambutnya yang basah "kau keramas juga? Ikut-ikutan saja" omel Seung woo "memang kau tak tahu kenapa aku bangun telat? Itu kan karena semalam" "AH DIAM KAU! MENYEBALKAN" "hahaha arasseo. Yasudah turun yuk aku lapar" "halah kau kan baru bangun masa sudah lapar? Aku sih belum lapar" "lalu kenapa kau turun?" "Hanya ingin turun saja. Ah iya kita ke rumah Hyun ra yuk" "untuk apa?" "Hanya ingin kesana saja" "arasseo" Mereka berdua pun turun ke bawah. Semua orang melihat ke arah mereka berdua "wae?" Tanya Jongdae pada kedua orang tuanya "kalian...bangun siang sekali. Ah aku tahu pasti ada apa-apa kan semalam? Wah sepertinya kita harus bersiap" ucap ayah Jongdae "a-aniyo abeonim kita tak melakukan apa-apa" "ah sudahlah kami bisa menebaknya kok. Yeobo mungkin tahun depan kita akan punya cucu" keduanya pun langsung diam seribu bahasa. "kalian kenapa mematung disana? Cepat sini makan tidak lapar?" Keduanya pun langsung tersadar dari lamunannya namun entah apa yang terjadi, Seung woo terpeleset dan jatuh. Untung, sebelum jatuh Seung woo dipegang Jongdae jadi saat dia jatuh Jongdae lah yang tertimpa Seung woo. Kedua orang tua Jongdae hanya tertawa saja melihat kelakuan kedua anak itu "aigooo ada yang mau pamer kemesraan ternyata. Sudahlah yeobo kita pergi saja daripada mengganggu kedua anak ini" kedua orangtua Jongdae pun pergi namun Seung woo masih menimpa Jongdae "kau tak mau bangun? Ini berat loh" "ah mian. Aku berat ya?" "Tidak juga sih hanya alasan saja supaya kau berdiri" "cih dasar. Ah iya aku mau ke toilet dulu ya rasanya aku agak mual" "oh arasseo" Seung woo pun langsung berlari ke toilet dan muntah entah apa yang terjadi padanya. Jongdae pun masuk ke kamar mandi dan melihat Seung woo agak lemas "wae? Kau sakit? Tadi tak apa-apa" "molla. Ah sepertinya masuk angin" "mungkin. Bisa jadi. Jadi kau mau sarapan tidak?" "Aih shirreo. Kerumah Hyun ra saja yuk" "baiklah". Keduanya pun menuju rumah Hyun ra, rumah berarsitektur oriental itu bisa dibilang cukup mewah. Seung woo pun langsung masuk dan melihat intercom "nugu?" "Wu Hyun ra buka pintunya" "oh ternyata kau. Wae? Tumben kesini" "ppali buka pintunya aku mau cerita" "ah ne" Hyun ra pun membuka pinth rumahnya. Disana sudah ada Yifan yang sedang mengecat kamar bayi "wah pengantin kita sudah datang" ucap Yifan "ah jebal hari ini benar-benar aneh" omel Seung woo "mwoga?" Tanya Hyun ra "ah molla rasanya aku ingin memuntahkan semuanya. Rasanya mual. Ah iya Yifan~ah kau memasang bau apasih disini? Aku mual" "aku hanya memasang bau jasmine. Kau mual? Wah jangan-jangan kau hamil sebelum bulan madu lagi" ucap Yifan sambil terkikik "dasar. Tak mungkin lah aku sudah mengecek kok" "yasudah kalau begitu. Oh iya bagaimana? Sudah periksa keadaan anakmu?" Tanya Seung woo pada Hyun ra "anakku shaolin. Dia laki-laki" "omo! Woah pasti nanti seperti appanya ya" "ah kau ini. Sudah jangan berkata begitu nanti Yifan akan mulai membanggakan dirinya sendiri" "kata siapa? Aku tak membanggakan diriku itu kan kenyataan" ucap Yifan "ah terserah kau. Kapan kau berangkat saeng?" "Besok. Aku berangkat besok" "baguslah. Kalian sepertinya memang membutuhkan liburan" ucap Hyun ra "maja...aku terlalu banyak kerja di perusahaan appa jadi aku tak memikirkan waktu istirahat" ucap Seung woo. Jongdae berusaha mendekati Seung woo tapi Seung woo malah menjauh "wae? Kau kenapa menjauh?" "Ah parfummu tak enak sana pergi" "eih Lee Seung woo kau sudah hamil" ucap Hyun ra "apanya hamil! Aku tak hamil!" Bantah Seung woo "yang benar kau hamil chagi? Kan baru semalam..." "MWO?!?!?! KIM JONGDAE NEO JINJJA!" teriak Hyun ra dan Yifan "kkeotjimal. Tak mungkin semalam. Sebelum ini kau pernah kan?" Tanya Hyun ra pada Jongdae "Kapan ya? Di Jepang lalu semalam lalu saat hari pertama menikah" ingatnya "dasar bodoh! Kalau begitu ya mungkin saja dia sudah hamil bodoh! Kau ini" omel Yifan pada Jongdae "ah begitukah? Ah chagi pulang dari sini kita ke apotek aku akan belikan kau testpack" "ah shirreo!" Ucap Seung woo "kau ini. Sudahlah terserah kau. Debat denganmu hanya buang waktu saja" ucap Jongdae. Hyun ra dan Seung woo tiba-tiba teringat sesuatu "ah! Heerin eonnie! Kkaja" ucap Seung woo "maja! Dia kan sudah 9 bulan sudah waktunya kita menjenguk dia" "nah! Kkaja!" Mereka semua pun menuju rumah Heerin untuk menjenguknya.
                                 0o0
Mereka pun sampai di rumah Heerin. Saat itu, Heerin sedang membersihkan rumahnya "aigoo..nyonya muda kenapa membersihkan rumah?" Ledek Hyun ra pada Heerin "kalian kenapa kesini? Tiba-tiba sekali. Silahkan masuk aku mau panggil maid dulu untuk menyiapkan kalian makanan" "ah kami hanya ingin berkunjung saja berhubung kandunganmu sudah 9 bulan. Kau tak dirawat?" Tanya Hyun ra "nanti sore aku ke RS. Ah iya Seung woo~ah kenapa wajahmu pucat?" "Ah ini....aku mual" ucap Seung woo "mual? Ah kau hamil ya? Chukkhahae" "aniyo! Belum pasti! Pasti aku masuk angin aku yakin" Jongdae yang berada di belakang Seung woo hanya memberi kode "Kkeotjimal. Dia hamil" ucap Jongdae tanpa suara "ah begitu...arasseo" Seung woo yang merasa aneh akhirnya melihat ke arah suaminya itu "wae? Aku hanya melihat sekeliling kenapa kau menatapku begitu?" "Kau....berkata yang tidak-tidak kan? Malhae!" "Aniyo! Jinjjayo!" Tak lama setelah Seung woo dan Jongdae berdebat, Heerin merasa perutnya sakit "ah...apa! Oppa! Joonmyeon oppa!" Joonmyeon yang ada di ruang kerjanya langsung keluar "wae? Wae Heerin~ah?" "Apa...ige neomu apa! Rumah sakit! Ppaliyo!" "Arasseo" Joonmyeon pun langsung membawa Heerin ke rumah sakit sementara yang lain mengekor dari belakang. Joonmyeon mengebut dengan kecepatan 150 km/jam. Walaupun di Seoul banyak mobil, dia masih bisa melewatinya. Mobil itu bagaikan sedang terbang tapi Heerin tak menghiraukannya asalkan dia bisa sampai ke rumah sakit "cepat sekali mobil itu. Aku jadi sulit mengekornya. Chagi tak apa kan kalau aku mengebut?" Tanya Jongdae "neo jeongmal! Andwae! Aku sedang mual juga eih" "ah iya. Benar juga. Yasudah kalau 120 bagaimana?" "Joha" Jongdae pun mempercepat laju mobilnya. Tak lama mereka pun akhirnya sampai di Rumah sakit. Heerin sudah berada di dalam ruang bersalin sementara yang lain berada di luar. Yang lain pun menunggu dengan cemas. Sementara menunggu, ternyata Jongdae sudah menyiapkan testpack untuk Seung woo "ige mwoya?" "Turuti saja perintahku. Kau periksa ke kamar mandi. Eosseo!" "Ah oppa!" "Eosseo!" Seung woo pun berjalan dengan gontai. "Seung woo eodi?" Tanya Hyun ra "ah ke kamar mandi" "ooh...yasudah aku mau ke tempat makan kau mau menitip?" "Ah dwaesseo aku masih kenyang" "arasseo" Hyun ra pun berjalan ke tempat makan menyusul Yifan. Tak lama, Seung woo pun menghampiri Jongdae "eotte?" Seung woo hanya terdiam sambil menunduk "ah...salah ya? Yah arasseo mungkin kita harus mencoba lagi" Jongdae pun terduduk lemas "aku kira kau hamil...tak tahunya.." Seung woo lalu tersenyum dan memeluk Jongdae "Hahahahaha mianhae...hasilnya positif kok. Mianhae chagi" "JEONGMALYEO?! JINJJA?! ASSA! AKHIRNYA AKU JADI SEORANG APPA! GOMAWO CHAGI" ucap Jongdae sambil menggendong Seung woo "oppa! Aku tak bisa bernapas turunkan aku" "ah mian. Aegi~ya annyeong naega neoui appa" ucap Jongdae sambil memegang perut Seung woo "Ya! Geli!" Teriak Seung woo sambil memukul punggung Jongdae "wae? Aku kan hanya memegang dasar aneh" "ah tapi...kenapa aku jadi ingin mencium parfum Chanyeol ya?" Gumam Seung woo "eoh? Mwo? Chanyeol? Kenapa harus dia?" "Molla..ah aku tak suka parfummu" "tapi ini kan kau yang belikan untukku" "ah tapi aku.." Seung woo pun berlari ke kamar mandi untuk muntah. Tak lama, dia kembali lagi ke dekat Jongdae "ah...jeongmal..uri aegi menyukai pamannya" "seperti ibunya. Cih" Jongdae merajuk pada Seung woo. Seung woo hanya tertawa melihat suaminya itu "cemburu ya?" "Aniyo" "mengakulah" "ani" "ah yeobo kau bodoh dalam berbohong haha. Love you" "mwo?" "Ah lupakan" Seung woo pun meninggalkan Jongdae namun Jongdae dengan sigap menariknya. Karena terlalu kuat menarik, Seung woo jatuh di pangkuan Jongdae dan Jongdae membisikkan sesuatu pada Seung woo "love you too uri anae" setelah itu dia mencium pipi Seung woo. Tanpa mereka sadari, Hyun ra dan Yifan sudah berada di depan mereka "apa-apaan ini? Kalian tak tahu tempat untuk bermesraan dasar" "namanya juga pasangan baru" alibi Jongdae. Setelah 2 jam menanti, akhirnya anak Heerin dan Joonmyeon pun lahir. Mereka langsung menghampiri Heerin dan Joonmyeon yang sedang memegang dua anak kembar "aigoo yang satu seperti eonnie yang satu seperti oppa. Chukhahae" ucap Seung woo "gomawo..kau juga nanti akan punya seperti ini" "ehem...kami sudah punya" ucap Jongdae "MWO?!?!" semuanya berteriak "YA! JANGAN BERTERIAK NANTI ANAKKU SHOCK" omel Jongdae. "KAU JUGA JANGAN BERTERIAK NANTI ANAKKU PANIK BODOH!" teriak Yifan "aduh! Jangan berteriak! Kasihan anakku ah kalian ini" omel Heerin "ah sudahlah kalian tak ada yang benar. Eonnie sakit tidak?" Tanya Hyun ra "rasanya bagai hidup dan mati. Wah susah dijelaskan" Hyun ra hanya menghela napas sementara Seung woo hanya menggigit jari. "Tapi kalian nanti rasakan saja sendiri. Biarpun sakit tapi kalian bahagia" ucap Heerin. "Ah iya. Eonnie aku pulang dulu ya" ucap Seung woo tiba-tiba "wae? Kenapa pulang?" Tanya Joonmyeon "aku mual" ucap Seung woo "ah kau mual..arasseo istirahatlah aku juga paham kok. Jongdae~ah jangan buat istrimu susah! Sampai kau tak menjaga dia awas kau! Dia dongsaeng kesayanganku" "arasseo hyung. Ah iya semoga anak kalian manis-manis dan baik seperti pamannya ya" semua orang hanya melirik kesal pada Jongdae "arasseo. Aku tahu itu sebuah kebohongan. Kalau begitu kami pulang dulu ya" mereka berdua pun pulang ke rumah untuk menyiapkan keberangkatan ke Inggris
                                0o0
Keesokan harinya, setelah menempuh perjalanan selama 15 jam Jongdae dan Seung woo sampai di London. Mereka langsung menuju hotel untuk beristirahat. Seung woo setelah sampai di hotel tak henti-hentinya muntah. Dia benar-benar mual "neo gwenchanha?" Tanya Jongdae "ah...aku lemas...aku kira aku tak bisa kemana-mana tapi aku ingin ke studio Harry potter itu" rengek Seung woo "besok saja ne? Tak mungkin juga sekarang. Kau saja masih begini" "kita berapa hari disini?" "Hanya 3 hari. Aku minta appa mempersingkat tripnya dengan alasan yah kau tahu lah perusahaan" "sebelum bulan madu aku sudah mengandung begini. Mian kalau kau repot mengurusku" "aku malah ingin merasakan merawat istri yang mengandung. Gomawo karena telah membawa anakku disitu" ucap Jongdae sambil memeluk istrinya "cheonma...ah iya jangan kemana-mana!" Omel Seung woo "aku tak kemana-mana kok" "benar ya? Pokoknya jangan tinggalkan aku!" "Aigoo kenapa kau jadi sensitif begini? Uri chagi neomu yeppeo" Jongdae pun mencium bibirnya singkat. "Kau istirahatlah. Aku akan menemanimu tidur" Seung woo pun akhirnya tidur dalam pelukan Jongdae.
                               0o0
Keesokan harinya hingga lusa Seung woo masih saja mual-mual dan tak kuat untuk pergi. Jongdae yang panik menelpon Joonmyeon untuk menanyakan saran "yeoboseyo? Hyung" "oh wae Jongdae~ah" "Seung woo sering muntah-muntah dan kita akhirnya tak bisa kemana-mana eottokhaji hyung?" "Itu hal biasa. Dia akan begitu sampai 3 bulan kedepan kau sabar saja. Lagian kau baru bulan madu sekarang ckck" "mwo? 3 bulan kedepan? Ah arasseo..lalu aku harus apa?" "Pastikan saja dia selalu makan dan minum yang teratur lalu jangan biarkan ia kelelahan. Hal itu bisa membuatnya keguguran" "ah arasseo hyung keundae kau belum tidur?" "Aku menjaga si kembar" "Heerin?" "Dia kusuruh tidur. Kasihan dia menjaga anaknya terus. Biar aku yang menjaganya sekarang" "kau baik sekali hyung. Ah kalau begitu aku mau mengawasi Seung woo dulu ya. Selamat berjaga malam" Jongdae segera beralih memperhatikan istrinya itu sementara di Korea, Heerin dan Joonmyeon sedang menikmati perannya sebagai sepasang orang tua. Joonmyeon berjaga malam sementara Heerin tertidur karena sudah seharian ini dia mengurus anaknya. Orang tua mereka bahkan tak berani mengganggu keseriusan kedua anak mereka itu. Si kembar yang diketahui bernama Heejoo dan Joohyun itu tidur dengan pulasnya. Yang lahir terlebih dahulu ada Joohyun sementara Heejoo yang terakhir. Joonmyeon terus berjaga malam sampai pagi untuk mengurus anaknya sementara Heerin tertidur karena kondisinya pasca melahirkan. Paginya, Heerin bangun dan mendapati Joonmyeon tertidur sembari terduduk dengan buku di pangkuannya. Heerin pun menggoyang-goyang tangan Joonmyeon yang berada di ranjangnya. Joonmyeon langsung bangun dengan sikap siaga "wae? Kembar menangis?" "Aniyo mereka tenang. Kau terlihat lelah oppa. Kau tidurlah di ranjangku" "aniyo aku harus ke kantor" "oppa jebal...jangan paksa dirimu begitu. Istirahat demi aku ne? Oppa~" "arasseo..aku akan tidur disebelahmu" Joonmyeon pun naik ke kasur Heerin "gomawo" "mwoga?" Tanya Joonmyeon "sudah merawat si kembar untukku. Mian tak bisa membantumu" "gwenchanha...aku malah senang bisa mengurus si kembar. Gomawo yeobo. Saranghae" ucap Joonmyeon sembari mencium kening Heerin "nado saranghae oppa" keduanya pun terlelap di pagi yang cerah itu.
                                0o0
Keesokan harinya, Seung woo memaksakan diri untuk berjalan ke studio harry potter itu "aegi~ya eomma ingin sekali melihat Harry potter jadi kau tenang ya. Bulan lalu Chanyeol samcheon sudah kesini. Eomma juga ingin jadi kau jangan buat susah eomma ne?" "Kenapa harus Chanyeol?" Tanya Jongdae sebal "lihat saja bagaimana reaksinya nanti". Seung woo dan Jongdae pun mengunjungi studio itu. Selama disana, Seung woo tak mual sama sekali dan Jongdae bingung "kok...kau tak mual?" "Anakmu menyukai Chanyeol dibanding dirimu hahaha kasihan" "aegi~ya! Kau jahat pada appa. Kenapa kau begitu? Ah dasar" Seung woo hanya tertawa saja melihat perlakuan Jongdae. Mereka pun menikmati bulan madu dengan sangat menyenangkan berkat kata-kata ajaib itu. Mereka berjalan-jalan kesana dan kemari serta makan di cafe manapun. "chagi kau benar-benar tak mual? Hanya karena seorang Chanyeol?" Tanya Jongdae "eoh...aneh ya? Sama aku juga merasa aneh" "kok bisa sih?" "Molla anakmu mungkin senang dengan yeol" "ah aegi~ya appa kira kau akan senang kalau ada appa ternyata kau menyukai samcheon mu ya" Seung woo hanya terkikik mendengar ucapan Jongdae. Setelah makan di cafe itu, mereka pun kembali ke hotel dengan sangat lelah. Sebenarnya tak sampai lelah sekali sih mungkin kalau memang mereka sampai benar-benar lelah ya tahu sendiri mungkin Seung woo akan keguguran.
                                0o0
Keesokan harinya, Heerin dan Joonmyeon beserta si kembar pun pulang. Mereka merasa sangat senang karena akhirnya si kembar yang ditunggu-tunggu itupun pulang. Berhubung Seung woo sedang berada di perjalanan menuju ke Korea maka yang terlebih dulu menjenguk adalah Hyun ra dan Yifan. "Eonnie! Selamat kembali ke rumah!" "Ah gomawo Hyun ra~ya" "ah iya. Ini aku belikan dua pasang sepatu untuk si kembar. Semoga mereka suka ya. Aegi~deul imeo hanya bisa memberi ini. Semoga kalian suka ya!" Kedua anak kembar itu terlihat tenang dengan posisinya di tempat tidur mereka. "Ah iya shaolin mu bagaimana?" "Ah kata dokter perkembangannya bagus. Jadi ya aku tak perlu khawatir" "Yifan eodisseo?" Tanya Joonmyeon "ah dia bekerja lagi. Entah apa yang dia lakukan" "kenapa dia tak bisa istirahat? Kan kau sedang mengandung" "tak tahu lah. Dia kalau diberi tahu susah" keluh Hyun ra. Tak lama setelah obrolan itu, Tao datang untuk melihat keponakannya itu. Namun dia kaget saat melihat Hyun ra sudah mengandung dengan usia kandungan yang sudah lumayan lama. "Hyun ra? Kau sedang mengandung?" Tanya Tao dengan ekspresi kaget "a-ah ne..kau sendiri bagaimana dengan tunanganmu?" "Ah aku putus dengannya" "kasihan kau..ah iya kau kesini mau melihat si kembar?" "Ne! Ah hyung chukhahae. Aku membawa mainan untuk mereka. Ah tahu kalau Hyun ra mengandung juga harusnya aku membawa hadiah juga untukmu" "ah gomawo Tao~ssi mungkin nanti saja kalau kau mau membelikan hadiah untukku" "awas nanti Yifan marah" ejek Joonmyeon "ah dasar kau ini. Tidak lah hyung aku dan Yifan bersahabat kok" "yasudah kalau begitu. Kalian masuklah sudah ditunggu oleh Heerin" mereka semua pun masuk. Heerin sudah menunggu dengan manisnya sambil melihat kedua anaknya tidur. Joonmyeon lalu menghampirinya dan memegang bahunya "ah wae oppa?" "Tao ingin melihat keponakannya" "geuraeyo? Ah persilahkan saja dia masuk" Tao pun masuk bersama Hyun ra "aigooo keponakanku lucu sekali. Hyung dia mirip sepertimu! Ah tapi sepertinya anak laki-laki mu mirip Heerin" "benarkah? Hahaha yah begitulah" ucap Joonmyeon "ah iya aku pulang dulu ya" ucap Hyun ra "kau mau pulang?" Tanya Tao "eoh.. Yifan pasti menungguku" "tunggu sebentar! Biar aku antar pulang" "ne?" "Sudahlah tak usah sungkan. Aku kan temanmu jadi tak apa kan?" "Kalau tidak merepotkan sih tidak apa-apa" Tao pun akhirnya mengantar Hyun ra pulang ke rumahnya sementara Heerin dan Joonmyeon saling tatap dengan perasaan aneh. "Mereka kenapa?" Tanya Heerin "molla...jangan sampai cinta yang lalu datang lagi" "wah bisa perang shaolin nanti" ucap Joonmyeon sambil terkikik "perang antara shaolin dan anak kota" canda Heerin. Joonmyeon hanya tertawa mendengar candaan Heerin itu. Saking senangnya, mereka sampai lupa dengan si kembar. Mereka tertawa hingga si kembar bangun dan menangis. Kedua orang tua itu hanya bisa tertawa sambil mendiamkan anak mereka.
                                   0o0
Di bandara, pasangan yang habis berbulan madu itupun tiba di Korea. Tanpa disangka-sangka, yang menjemput mereka adalah kakak Seung woo bersama dengan Yura dan Chanyeol. Seung woo langsung berlari menuju Chanyeol dan memeluknya "neo wae geurae? Itu Jongdae ada disana kau malah memelukku wae irae? Dia menyakitimu ya?" Ucap Chanyeol sambil melihat Seung woo yang berlagak manja "ani...dia baik kok. Sangat baik" "lalu...kenapa?" "Tak apa..hanya ingin saja" ucap Seung woo sambil tersenyum. Jongdae hanya melihatnya dengan tatapan sebal 'aegi~ya kau menyusahkan appa! Kenapa juga eomma mu harus bersama samcheon mu? Ah kau ini. Kalau bukan karena dirimu samcheonmu sudah appa hajar karena memeluk eomma'  "jadi...alasan kau memelukku apa?" "Bawaan aegi" ucap Seung woo "MWO?! KAU HAMIL?" tanya yang lain "eoh...dan anehnya tiap aku menyebut nama Chanyeol pasti dia tak akan berulah" ucap Seung woo. Chanyeol hanya tertawa sambil meledek Jongdae "mianhae Jongdae~ah anakmu menyukaiku. Jadi yaa mungkin untuk 9 bulan kedepan Seung woo menjadi istriku" "YA NEO JEONGMAL-" "jangan protes. Bawaan aegi" ledek Seung woo "ah kau! Dasar menyebalkan" omel Jongdae. Seung woo pun memeluk Jongdae yang ada di belakangnya "mianhae aegi appa tapi memang ini yang anakmu mau. Hanya jalan dengan Yeol sungguh. Boleh kan? Dengan kau juga!" "Bagaimana ya? Joha aku akan menurutimu" aku Jongdae. Akhirnya, semua pulang ke rumah setelah menjemput mereka.
                                0o0
Hyun ra dan Tao kini sedang berada di sebuah cafe. Tao menemani Hyun ra makan es krim seperti biasa. "Bagaimana kandunganmu?" Tanya Tao "sudah tak mual lagi. Anaknya tak begitu menyusahkan sih" "baguslah aku harap dia menjadi anak yang baik" ucap Tao lalu menyeruput machiatto nya "ah Tao~ya kau kenapa tiba-tiba ke Korea?" Tanya Hyun ra "ah...bisnis biasalah" "oh begitu...kukira kenapa" setelah obrolan singkat itu, suasana menjadi aneh kembali "pulang yuk" ajak Hyun ra "eoh? Ah ne...kkaja" Tao pun mengantar Hyun ra pulang. 15 menit kemudian, mereka sudah sampai di kediaman Hyun ra. "Gomawo sudah mengantarku" "ne...bilang pada Yifan ya aku ingin bertemu dengannya lagi" "ah ne...aku duluan ya" "geurae..hati-hati ya" "eoh" Hyun ra pun keluar dari mobil Tao dan masuk ke rumah 'kau beruntung mendapat Yifan. Ku harap kau bahagia dengannya walaupun sebenarnya aku masih memendam rasa sayang padamu. Park Hyun ra'  -tbc