Saturday, June 28, 2014

Chapter 10 - Who Am I?

"Oh..hai" ucap Seung woo sambil melambaikan tangannya pada Tao. Tao hanya tersenyum pada Seung woo. "Senang bertemu denganmu! Semoga kau bisa membuat teman kami bahagia ya!" Ucap Heerin. Yang lainnya hanya tertawa sedangkan Tao hanya tersenyum malu-malu. "Duduklah. Kami mengundang kalian hanya untuk berbagi makanan yang telah kami buat tadi" ucap Chanyeol "wah...kau ada bakat Chef juga. Sushinya enak" ucap Sehun yang langsung memakan sushinya. "Machanya juga enak" ucap Hyun ra "ah geurae? Semuanya sebenarnya Seung woo yang buat sih aku cuma membantu mengaduk dan menggulung" yang lain pun mengangguk mengerti. "Tao~ssi. Bagaimana menurutmu?" Tanya Chanyeol "enak" ucap Tao "ah geurae? Syukurlah" ucap Chanyeol "kalian berdua kompak. Sepertinya kalian akan bertahan lama" ucap Tao ah hahaha gomawo..kuamini saja ucapanmu" ucap Seung woo sambil tersenyum ramah "kalau kami?" Tanya Sehun sambil merangkul Heerin "kalian....bisa dibilang jauh dari masalah. Kudoakan kalian awet ya" "AMIN! SEMOGA KAU DAN HYUN RA BAHAGIA!" ucap kedua sejoli ini. Anak-anak yang lain pun tertawa karena kekonyolan mereka. "Sudah kubilang kan mereka orangnya asik?" Tanya Hyun ra "beruntung kau punya teman seperti mereka. Gomawo karena mengenalkan ku pada mereka" ucap Tao sambil memegang tangan Hyun ra "ehem! Pasangan baru telah muncul!" Ledek Chanyeol pada Hyun ra "ah apasih kau ini. Kau suka tak jelas" yang lainnya pun tertawa sambil menikmati sushi dan macha yang Chanwoo couple buat.
                                   0o0
"Temanmu baik semua ya...aku senang bisa berkenalan dengan mereka" Hyun ra langsung senang saat tahu Tao menyukai teman-temannya. "Ah jinjja? Wah kapan-kapan berarti aku harus mengajak kau bertemu mereka lagi" ucap Hyun ra sambil melirik Tao "hmm...bisa dibilang begitu" ucap Tao sambil tersenyum "mau kemana kita sehabis ini?" Tanya Hyun ra "ah aku ada latihan wushu. Mau nonton?" Hyun ra lalu mengangguk. Akhirnya, keduanya pergi ke tempat Tao biasa latihan wushu. Hyun ra duduk di bangku tamu di dalam ruangan itu. Tao pun sudah siap dengan alat-alat wushu nya dan kini dia beraksi. Pertama-tama ia melakukan gerakan bela diri biasa lalu menendang hingga menyebabkan tubuhnya melayang dan berputar di udara. Hyun ra sempat terkesiap melihat Tao dan agak ngeri juga takut-takut Tao akan jatuh. Setelah tanpa alat, kini ia bermain nanchuck. Dia terlihat mahir memainkan alat itu sambil memadukannya dengan gerakan bela diri tadi. Setelah dengan nanchuck dia berqlih ke tongkat bambu. Semua gerakan yang ia lakukan ialah memutar tongkat, melemparnya, memutar dirinya sambil bermain tongkat dan sebagainya. Setelah aksinya selesai ia akhiri dengan berputar di udara. Hyun ra pun bertepuk tangan setelah melihat Tao beraksi. Ia segera memberikan minum dan menyeka keringatnya "kau pasti lelah ya? Tapi tadi itu sangat bagus!" Tao hanya tersenyum sambil mengambil air dari tangan Hyun ra "ah geurae? Ah baru kali ini aku latihan dan ditunggu yeoja cantik sepertimu" Hyun ra lalu memukul lengan Tao pelan "ah apaansih" Tao tersenyum sambil mengelus puncak kepala Hyun ra "tak usah aku deklarasikan lagi kan kalau aku suka padamu?" Hyun ra lalu mengerjapkan matanya sambil memastikan apa yang telah ia dengar dari Tao "k-kau bilang apa?" "Ehem...wo ai ni..kalau disini apa namanya? Sarang..ah! Saranghae!" Hyun ra merasa pipinya mendadak panas, jantungnya berdegup kencang dan seolah ia ingin pingsan "ah kan kau begitu lagi...aku hanya mengucapkan perasaanku padamu itu saja" Hyun ra langsung salah tingkah "ya tapi kan kalau bagi seorang yeoja itu..." "aku tak mau kau mempunyai nasib seperti dengan mantanmu. Aku tak mau setelah aku memaksamu menjadi yeojaku aku tak bisa baik padamu. Karena itu aku lebih memilih untuk mengatakan rasa suka padamu berulang kali dibanding menjadikanmu yeojaku karena aku yakin dengan cara ini kita bisa bertahan lama" Hyun ra lalu tersenyum "aku boleh jujur?" "Silahkan" "hanya kau namja yang dari awal aku lihat sudah membawa ketenangan padaku. Dan hanya kau yang peduli padaku apapun masalah yang kuhadapi. Aku merasa kaulah namja yang tepat yang telah tuhan berikan untukku. Maka dari itu, aku ingin agar kita terus bersama" Tao lalu tersenyum "baiklah..mari kita terus bersama hingga akhir hayat memisahkan" Tao lalu memeluk Hyun ra dengan erat. Kedua sejoli ini amat sangat bahagia akan rasa suka dan saling perhatian yang mereka tunjukkan masing-masing.
                                    0o0
Sehun dan Heerin masih diaparte Chanyeol. "Eh Tao itu sepertinya tipe penjaga yang baik untuk Hyun ra" ucap Sehun "ah benarkah? Tahu darimana?" Tanya Chanyeol "lihat saja dia buktinya bisa membuat Hyun ra segembira itu coba dengan si bebek itu kan tidak mungkin dia tersenyum seperti itu" "Baekhyun namanya ah kau ini" bela Chanyeol. Seung woo dan Heerin memilih diam daripada ikut membicarakan Baekhyun. Apalagi Seung woo yang sudah benar-benar kesal dengan Baekhyun. Seung woo hanya menatap kebawah dan terkadang malah mendengus kesal "Woo~ah, neo wae geurae?" Tanya Chanyeol sambil memegang pundak Seung woo "ah aniya keunyang...sedikit kesal" ucap Seung woo pada Chanyeol "jangan begitu...dulu kan dia temanmu semasa kecil" "tapi dia mengkhianati Hyun ra aku kasihan padanya" Chanyeol lalu mengelus kepala Seung woo "sudahlah...jangan memusuhi orang seperti itu. Dia toh juga sudah merasa bersalah kan?" "Ah tapi...ah sudahlah" Seung woo memilih diam lagi. Sehun lalu melirik Heerin "kau diam saja karena kesal atau bagaimana?" Tanya Sehun "tidak...aku diam karena aku pikir dengan diam aku jadi tidak berkata sembarangan pada orang lain. Aku sih berpikir positif saja" Sehun lalu tersenyum melihat Heerin "kau bijak juga ya....berbeda dengan yeoja yang satu ini" "AISH APA MAKSUDMU OH SEHUN?!" omel Seung woo pada Sehun "ya! Aku kan hanya mengumpamakan saja!" "Sudah jangan ribut! Kalian ini seperti anak kecil saja!" Omel Heerin. Yang lainnya pun segera diam "apapun pilihan Hyun ra harus kita hormati. Karena itu hidupnya. Dia yang menjalankan bukan kita. Kalau memang ada yang salah ya kita peringatkan kalau menurut dia itu sudah benar yasudah biarkan saja" ucap Heerin. Yang lainnya pun mengangguk "ah kenapa aku jadi ceramah begini? Aku haus aku mau minum" "ne seonsaengnim" ucap Seung woo lalu berlari mengambil air "ya tuhan yeoja mu itu kenapa" Chanyeol hanya tertawa melihat Seung woo yang senang berlarian. "Ini minumnya!" Setelah Seung woo memberikan minum dan ingin duduk seketika ia terpeleset didepan Chanyeol "HAHAHAHA YA NEO! HAHAHAHAHA" tawa Sehun dan Heerin menggelegar di aparte Chanyeol. Chanyeol hanya menahan tawa sambil memegang tangan Seung woo dan membantunya berdiri. Seung woo lalu memukul Chanyeol sambil merengut "ih jahat! Pakai ketawa lagi! Jahat kau jahat!" Chanyeol yang tadinya tak tertawa jadi tertawa terbahak-bahak "bagaimana aku tak tertawa? Kau saja pertama mau jatuh sok sok cool dengan mengeles lalu yang kedua baru jatuh kan lucu" ucap Chanyeol sambil menangis karena tertawa. Disaat yang lain hening Seung woo tertawa sendiri memikirkan dirinya saat jatuh. Yang lain menatapnya heran sambil menahan tawa "anak ini kenapa sih? Ya tuhan dasar autis" ucap Sehun pada Seung woo "enak saja autis...dia tak autis cuma agak tidak normal" ucap Chanyeol "eh awas ketahuan Luhan hyung habis kau" ucap Sehun menakut-nakuti "adiknya saja sudah mengerikan apalagi kakaknya...hii" Seung woo lalu berhenti tertawa sebentar setelah itu dia malah berguling-guling di lantai. Chanyeol yang tak kuat melihat yeojanya jadi ikut-ikutan tertawa sambil menepuk-nepuk sofa yang ia duduki. Heerin hanya membenamkan wajahnya dengan bantal untuk menahan tawanya sementara Sehun tertawa sampai menangis.
                                  0o0
Di tempat lain, setelah latihan wushu Tao dan Hyun ra pergi ke salah satu toko baju. "Kenapa kesini? Aku kan sudah punya banyak baju" Hyun ra lalu merengut saat Tao bicara begitu "arasseo arasseo..kkaja..kau belikan aku baju yang bagus ya" Hyun ra lalu tersenyum lagi dan menggandeng Tao masuk. Hyun ra lalu memilih beberapa stel baju untuk Tao. Sembari Tao mencoba, Hyun ra mencari pasangan yang pas untuk baju itu. Saat sedang mencari, tak sengaja dia memilih pakaian yang sama yang dipegang oleh seorang namja. Saat menengok, ternyata namja itu adalah............. Byun Baekhyun. Hyun ra segera melepas tangannya dari jaket itu dan mulai mencari lagi. Baekhyun hanya melihatnya penuh rasa bersalah. Saat Tao keluar, Hyun ra langsung memberikan jaket itu pada Tao dan memakaikannya. Dengan sengaja, Hyun ra memeluk Tao berpura-pura membetulkan bajunya. Baekhyun melihatnya agak kesal tapi tatapan Tao lebih mengerikan dibanding Baekhyun. Tao melihat Baekhyun dan tatapannya semakin tajam. Setelah menatap Baekhyun, Tao menatap Hyun ra dengan sayang. Baekhyun yang tak kuat melihat pemandangan itu akhirnya segera membayar dan pergi. Setelah pergi Hyun ra lalu tersenyum "tatapan mu mengerikan. Baru kali ini aku melihat tatapan begitu" ucap Hyun ra. Tao hanya tertawa mendengar ucapan Hyun ra "itu hanya untuk seseorang yang tak penting. Kalau denganmu kan beda" ucap Tao sambil menunjukkan senyumnya "ah bisa saja. Yasudah ini sudah bagus kita bayar ya?" Tao masih melihat Baekhyun mengawasi mereka dari luar. Tao lalu merapikan rambut Hyun ra dan membisikkan sesuatu pada Hyun ra "sepertinya dia masih melihat. Dasar bocah" Hyun ra lalu tertawa dan malah mencium pipi Tao. Baekhyun kaget dan langsung pergi. Tao tertawa setelah Hyun ra menciumnya "wae?" "Anak itu marah hahaha baguslah" Hyun ra lalu tertawa dan menggandeng Tao. Mereka pun menuju kasir dan membayar baju yang ia beli. Setelah mereka keluar, mereka berjalan bergandengan tanpa tahu seseorang melihatnya geram dari belakang.
                                 0o0
Sehun dan Heerin kini sedang berada di supermarket setelah dari aparte Chanyeol. Mereka berencana untuk membuat pie apel. Heerin membeli tepung, telur, agar-agar, dan apel. Sehun hanya mengikuti Heerin untuk membeli bahan-bahan pie. "Kau tahu darimana semua bahan untuk membuat pie?" Tanya Sehun sambil membantu Heerin mengambil apel kalengan yang diletakkan di rak tinggi "oh...dari Seung woo" Sehun pun berdecak kagum "benar-benar ya yeojanya Chanyeol itu. Apa saja bisa gila" "melawak saja bisa seperti tadi" Sehun lalu mulai tertawa mengingat kejadian tadi sementara Heerin menahan tawanya sambil memukul tangan Sehun. "Ah aku lelah tertawa..sudah yuk kita pulang" Heerin lalu mengangguk. Mereka pun ke kasir untuk membayar dan segera ke aparte Sehun. Setelah berbelanja, mereka segera mempersiapkan bahan untuk membuat pie. Sehun membuat adonan pie dengan sangat mahir. Heerin yang tak enak segera ingin membantu "aku harus apa?" Sehun lalu menunjuk agar-agar "buat cairan agar-agar dan buka kaleng apel" "arasseo" Heerin lalu mengambil panci dan mengisinya dengan air. Sehun lalu melihat air yang diambil Heerin "ya! Itu kebanyakan! Kurangi setengahnya! Kenapa jadi satu panci full astaga ckck kan agar-agarnya hanya untuk olesan apel saja biar cantik" "oh begitu ya? Arasseo" Heerin lalu mengurangi airnya dan menaruhnya di atas kompor. Heerin lalu memasukkan agarnya hanya setengah. Setelah itu, dia menarik baju Sehun "apa?" "Aku tak bisa menyalakan kompor. Nyalakan ya?" Sehun lalu tertawa "kau tak bisa menyalakan kompor? Astaga" Sehun lalu menyalakannya ke api sedang "bukannya tak bisa. Tapi aku pernah saat memasak hampir kebakaran. Kan aku jadi takut" "gwenchana...selama kau menggunakannya dengan baik tak akan terjadi apapun kok" Heerin lalu beralih ke kaleng apel. Heerin membukanya dengan pembuka kaleng. Saat ingin membuka kaleng itu, tangan Heerin berdarah karena terkena ujung tutup kaleng yang telah terbuka itu "yah...berdarah" Sehun lalu segera melihat jari Heerin dan menghisapnya "ah...perih. maaf ya aku bukannya membantu malah mengacaukanmu" Sehun lalu mencuci tangan Heerin dengan air setelah menghisapnya Sehun lalu tersenyum sembari mencuci tangan Heerin "lebih baik kau duduk saja melihatku. Itu juga sudah membantu kok. Tapi kalau kau mau membantu boleh sih. Kau bisa mencuci piring. Tapi aku takut dengan lukamu. Lebih baik kau obati saja. Atau kau mau menghias? Boleh juga" Heerin lalu mengangguk. Setelah selesai mengisi pie nya dengan buah dibawahnya, Sehun lalu melapisinya dengan adonan lagi dan membiarkan Heerin menghias apelnya. Setelah menghias, Sehun membakar pienya selama 10 menit. Setelah dibakar, Heerin mengolesi pie itu dengan agar-agar agar terlihat mengkilap. "Selesai! Wah bagus!" Ucap Heerin "iyalah. Siapa dulu yang buat. Serin couple" Sehun lalu merangkul Heerin sambil tersenyum. Heerin lalu memotong pie apelnya dan memberikan pada Sehun "chef...juseyo" Sehun lalu mencicipi pie apelnya. Awalnya dia berwajah datar namun melihat Heerin yang penasaran akhirnya Sehun tersenyum "enak kok...cobalah" Heerin lalu mencoba pie apel itu "oh iya...enak. wah kau pintar masak ya!" "Itu kan berkat idemu kalau tidak yaa aku tak akan menunjukkan keahlian memasak" Heerin hanya tersenyum pada Sehun. Mereka lalu menikmati pie apel itu di sore hari dengan meminum lemon tea yang dibuat Sehun.
                                    0o0
Seung woo sedang asyiknya menonton film horror setelah Heerin dan Sehun pulang. Chanyeol melihat Seung woo yang amat sangat serius menonton film "itu apa?" Chanyeol lalu duduk disebelah Seung woo sambil mengambil popcorn caramel yang Seung woo buat "horror..kau diamlah lagi asyik nih" "oh" Chanyeol lalu bersandar pada sofa dan memejamkan matanya. Seung woo yang lelah duduk tegak akhirnya bersandar. Namun karena ia terlalu serius menonton horror jadi tak sadar kalau Chanyeol sedang tertidur di sofa. Saat ia mulai bersandar, dia merasakan sesuatu di tangannya makanya ia teriak. Chanyeol lalu bangun dan melihat Seung woo "wae geurae?" "Tadi aku menyentuh sesuatu! Seperti tangan!" Yang tadinya panik Chanyeol menjadi flat face "itu tanganku. Ah kau ini. Sudah ah aku mau tidur kau nonton disini sendiri ya?" Seung woo lalu mengangguk. Chanyeol lalu masuk ke kamar dan meninggalkan Seung woo sendiri. Setelah film selesai, Seung woo merasa kesepian. Ia lalu ke kamar Chanyeol dan merebahkan tubuhnya di sebelah Chanyeol. Karena efek film tadi, Seung woo tak bisa tidur sehingga menyalakan lampu. Saat telah menyalakan lampu, Chanyeol pun terbangun "wae?" Seung woo hanya menatap Chanyeol "museowo" "waeyo?" "Filmnya..." "oh..film. kau tak bisa tidur? Mau aku temani supaya kau tidur?" Seung woo mengangguk. Chanyeol pun memeluk Seung woo tapi nyatanya ia tak bisa tidur "Yeol~ah...aku masih takut. Aku mau pulang" "pulang? Ini sudah jam 1 malam kau mau pulang?" Seung woo hanya panik karena ketakutan "jadi kau mau tidur dimana nona Lee?" Seung woo menggeleng "tak tahu...tapi disini aku tak merasa aman" "geurayo? Kenapa kau berpikir begitu?" "Disini gelap" Chanyeol lalu menyalakan semua lampu "kalau begini?" "Eum...baiklah" Chanyeol lalu memeluk Seung woo lagi "besok pagi aku antar kau pulang. Tenang saja" "ah salah aku menonton film horror tadi" Chanyeol hanya tertawa "lagian bukannya tidur bersamaku kau malah nonton film dasar" "habis filmnya seru" Ujar Seung woo sambil pout "hahaha mian aku tak menemanimu harusnya aku menemani. Sudah ya kau tidur" Seung woo lalu tertidur sambil tersenyum dan Chanyeol mencium pipi Seung woo "night sweetie. Have a nice dream" mereka berdua pun tertidur dengan amat sangat nyenyak -tbc

Chapter 9 - Who Am I?

Kegiatan rutin Hyun ra setelah ia putus dari Baekhyun yaitu pergi ke taman dan mengunjungi Tao untuk melihatnya bermain basket. Hyun ra duduk di bangku penonton sembari membawa sandwich yang ia buat untuk Tao. Kalau bisa dihitung-hitung sudah hampir sebulan Hyun ra dekat dengan Tao. Entah apa yang ada dalam dirinya, ia merasa Tao lebih pantas untuknya dibanding Baekhyun. Setelah lama menunggu, akhirnya Tao menghampiri Hyun ra "sudah selesai mainnya?" Tanya Hyun ra yang sedang membaca novel itu "baru saja. Kau baca apa serius sekali" ucap Tao sambil melihat buku yang Hyun ra baca "ini buku Sherlock Holmes. Aku suka buku detektif makanya aku baca ini" "kau suka detektif? Wah berarti kau termasuk genius dong" "kenapa kau bilang begitu?" Hyun ra langsung heran dengan ucapan Tao "karena biasanya yang suka buku detektif itu orang yang senang berpikir dan sepertinya kulihat kau anak yang senang bermain dengan logika" Hyun ra hanya tertawa saja "hahahaha bisa saja. Aku diluar memang manis coba kalau kau tanya temanku wah jangan ditanya aku itu amat sangat beringas. Kau tidak tahu kan sebelum aku bertemu denganmu aku anak clubbing?" Tao tercengang mendengar ucapan Hyun ra tapi Hyun ra langsung menepuk bahu Tao "tenanglah. Aku sudah taubat kok. Aku sekarang jadi anak alim" Tao pun hanya tertawa mendengar ucapan Hyun ra "kau lucu. Baru kali ini aku melihat ada yeoja seasyik dirimu" Hyun ra hanya tersenyum pada Tao "besok ada waktu luang? Kalau ada nonton Transformer yuk! Aku yang bayar deh" Hyun ra dengan antusias langsung mengiyakan ajakan Tao "jam 4 kujemput ya. Ah iya kau sudah makan?" "Belum...aku menunggu kau makan dulu biar kita bisa makan bersama" Tao pun tersenyum "ah geurae? Wah enak juga ya makan sambil ditunggu oleh seorang yeoja begini...andai saja aku punya yeoja sepertimu. Ehem kira-kira aku punya kesempatan kan?" Hyun ra langsung kaget mendengar ucapan Tao "n-ne?" Tao hanya tertawa "ah aku hanya bercanda. Jangan bilang kau anggap serius lagi? Hahaha tapi kalau kau anggap serius juga tak apa sih toh aku mulai menyukaimu" Hyun ra langsung tertegun akan ucapan Tao "jangan langsung kau anggap serius dulu aku kan cuma mengungkapkan perasaanku" Hyun ra hanya tersenyum kikuk pada Tao. Akhirnya, mereka berdua pun saling pendekatan satu sama lain di taman itu.
                                 0o0
Pagi ini tak biasanya Heerin melakukan kegiatan semacam ini. Dia sampai memanggil Seung woo pagi-pagi ke rumahnya hanya untuk membantu nya melakukan hal itu "aduh tumben-tumbenan sekali sih kau memasak? Buat apa?" Heerin langsung meliriknya kesal "namanya yeoja itu kan harus bisa memasak! Kau pikir hanya kau saja yang bisa memasak? Aku juga harus bisa! Diantara kalian bertiga, hanya aku yang tak bisa memasak!" Seung woo hanya menganggukkan kepala mengerti. "Jadi nona Shin apa yang mau kau buat hari ini?" Heerin lalu berpikir menemukan suatu ide "aku mau buat pizza" "oh gampang...ok kau akan kubantu" "jadi pertama kita harus apa?" Seung woo lalu melihat ke lemari es "kau punya paprika atau daging cincang atau bawang bombay?" Heerin pun melihat ke lemari es "aku hanya punya daging cincang dan bawang bombay. paprika aku tak punya" "kau punya ragi?" Heerin menggeleng "baiklah yang perlu kita beli adalah keju mozarella, paprika, parmesan, saus tomat, sosis.." "sosis aku punya!" "Oh kalau begitu ragi dan minyak" "minyak aku punya tapi tepung tidak" "baiklah beli tepung yang protein rendah. Kkaja kau yang bawa mobil aku mau tidur dulu" "haish kau ini" "siapa suruh membangunkanku pagi-pagi?!" Omel Seung woo pada Heerin 'kalau bukan karena kau jago masak mungkin kau akan kutendang karena menyuruhku dengan seenak-enak jidatmu'  gumam Heerin. Akhirnya mereka ke supermarket untuk membeli semua bahan itu. Setelah selesai, mereka segera ke rumah Heerin untuk membuat pizza. Pertama-tama Seung woo mengambil air es untuk membuat adonan pizza. Dia memasukkan tepung serta ragi ke dalam situ. Setelah kalis, adonan pun ia diamkan selama kurang lebih 2 jama agar lebih mengembang. Sembari menunggu, mereka membuat isi pizza dengan menumis bawang bombay terlebih dahulu hingga harum lalu memasukkan daging, sosis, paprika, serta saus tomat ke dalamnya. Setelah 2 jam menunggu akhirnya mereka mengoleskan minyak pada adonan dan pada loyang agar tak lengket. Setelah mengoles minyak mereka pun mengoles pizza dengan topping dan menaburkan keju mozzarella diatasnya. Setelah menaruh topping, Heerin memasukkan pizza ke oven yang sudah di set 150°C oleh Seung woo tadi. Kurang lebih sekitar 20 menit akhirnya pizza pun jadi. "Wah daebak. Kau benar-benar master" ucap Heerin "apanya master. Chanyeol setiap minggu aku buatkan pizza dan pasta hahaha" "beruntung Chanyeol mendapatkanmu. Kasihan Sehun yang tak bisa mencicipi masakan buatanku. Yang ada malah dia yang memasak untukku" Seung woo hanya tertawa "yaampun ternyata Oh Sehun bisa masak? Daebak" Heerin yang mendengar ucapan tadi merasa kesal dengan dirinya "ah kenapa aku tak bisa masak sih?!" "Makanya...bersahabatlah dengan kompor makanya kau bisa memasak" Heerin lalu melirik Seung woo "kau kan kompor Seung woo~ah. Kau kan selalu memanas-manasi orang lain iya kan?" "YA! BUKAN KOMPOR YANG SEPERTI ITU AH NEO JINJJA! Ah ngomong-ngomong pizza ini untuk siapa?" "Untuk sehun" Seung woo hanya mengangguk mengerti "arasseo. Tugasku sudah selesai kan? Aku dipanggil oleh majikan nih" Heerin lalu menatapnya heran "majikan? Nugu?" "Park Chanyeol" "ooohhh hahaha yasudah sana layani majikanmu kalau tidak nanti kau dipecat lagi. Gomawo ya" Seung woo pun tersenyum dan segera pergi ke tempat Chanyeol dengan mobilnya sementara Heerin langsung memanggil Sehun untuk kerumah.
                                 0o0
Sehun baru saja bangun dari tidurnya setelah semalam ia begadang mengerjakan essay terakhirnya sebagai mahasiswa. Ia masih mengenakan celana pendek dan kaus v neck putih dan rambut yang acak-acakan. Tak lama setelah ia bangun, ia mendengar bel apartenya berbunyi. Ia pun segera melihat intercom dan ternyata itu Heerin yang sedang menunggu diluar. Sehun segera membukakan pintunya dan Heerin masuk dengan satu kotak makan. "Baru bangun?" Tanya Heerin "iya..semalam aku mengerjakan essay makanya baru bangun" Heerin lalu tersenyum "pasti belum makan kan? Kebetulan aku buat sesuatu. Sebenarnya ada bantuan Seung woo juga sih tapi over all aku yang masak" Sehun langsung tersenyum "ah geurae? Wah pasti enak" Sehun segera membuka kotak makan itu. Dan voila! Sehun melihat sebuah pizza dengan keju yang bertaburan membentuk love. "Ini minumnya. Tadi sebelum kesini aku ke cafe dulu" Heerin memberikan bubble tea pada Sehun. Sehun langsung mengambil pizza tersebut dan mencobanya "hmm...enak. karena kau yang buat apa saja enak" Heerin langsung menegur Sehun "jangan begitu! Nilailah dengan objektif jangan subjektif" Sehun lalu merasakan rasa pizza itu "semuanya sudah enak kok" "serius?" Sehun mengangguk. "Wah berarti kau sudah lulus ujian memasak" "geuraeyo?! Ah akhirnyaaa. Gomawo Lee Seung woo!" Heerin memekik bahagia. "Kau sudah mencoba ini?" Heerin pun menggeleng "makanlah" Sehun menyodorkan pizza yang baru saja digigitnya. Heerin lalu memakan pizza itu dan dia langsung tercengang "uwah daebak. Rasanya enak. Jinjja seperti dari restoran Italy" puji Heerin. "Bagaimana kalau kita besok undang Seung woo dan Chanyeol kesini? Untuk mengucapkan terima kasih" ucap Heerin "boleh. Aku juga mau berterima kasih pada Seung woo karena berkat dia aku tak jadi mabuk" Heerin segera menyikut Sehun "sampai kau mabuk lihat saja ya!" Sehun hanya tertawa lalu mencium yeojanya "aih jangan marah dong nanti jelek" Heerin pura-pura kesal sambil meminum bubble tea nya.
                                    0o0
Seung woo dan Chanyeol kini sedang memasak sushi di aparte Chanyeol. "Ya! Nasinya jangan ditambah cuka terlalu banyak!" Omel Seung woo pada Chanyeol "nanti kan ditambah gula Chagi" "ah tapi tetap saja! Ah kau ini..." Chanyeol akhirnya mengambil panci nasi dan membuat nasi lagi "mau buat nasi lagi?" Chanyeol hanya tersenyum "daripada yeojaku marah-marah lebih baik aku buat saja nasi lagi" Seung woo lalu segera tak enak pada Chanyeol "yah maaf ya harusnya aku tak mengomel tadi kau jadi masak nasi lagi deh" Chanyeol lalu mengelus kepala yeojanya "gwenchana aku memang senang melakukannya kok" Seung woo hanya tersenyum lalu lanjut menggulung sushi "habis ini buat apa? Macha?" Tanya Chanyeol "ide bagus! Ada plain yoghurt dan teh hijau bubuk kan?" Chanyeol mengangguk "bagus! Kalau begitu kita bisa buat macha dan sushi!" Setelah memasak nasi, Chanyeol membantu Seung woo menggulung sushi dengan nasi yang sudah Seung woo siapkan. Tak lama, sushi nya pun jadi. Setelah nasi tadi matang dan mereka kembali membuat sushi, mereka pun membuat macha dengan secepat kilat. Bisa dihitung sekitar 10 menit. "Selesaiiii!!!!" Ucap Seung woo sambil meregangkan tubuhnya "pasti enak. Soalnya kau yang buat" Seung woo hanya tertawa merespon ucapan Chanyeol "kau tahu? Sebelum kesini kan aku membantu Heerin membuat pizza untuk Sehun" "lalu? Yang banyak bertugas menumis dan lain lain siapa?" "Aku" ucap Seung woo "Heerin yang memasak topping nya tapi aku yang membuat rotinya" Chanyeol langsung mendesah "kenapa?" "Yah...berarti selain aku ada yang sudah mencoba masakanmu dong?" "Tenanglah..aku hanya membantunya sekali. Selebihnya masakanku ya hanya kau yang makan" Chanyeol lalu tersenyum dengan cerah "nah...kalau begitu kapan nona Lee yang cantik ini selesai kuliah?" Seung woo langsung melirik Chanyeol yang sedang membackhugnya itu "2 tahun? Aku mau mengambil master dulu" Chanyeol langsung merengut "apa lagi tuan Park?" "Kelamaan...1 tahun lagi bagaimana? Mastermu bisa kau lanjutkan setelah menikah denganku" "bisa saja asal aku belum mempunyai anak dulu" Chanyeol yang tadi sedang minum macha itu langsung tersedak "mwo?! Yah berarti..." "jangan berpikiran negatif. Kau ini. Sudah sana lebih baik kau makan saja agar otakmu jernih" "kau tak makan?" Seung woo lalu melihat cucian menumpuk "lihat kan? Aku harus beres-beres dulu" Chanyeol langsung mencuci piring secepat kilat "sudah! Nah sekarang kau makanlah!" "Itu masih kotor. Sudah biar aku saja yang bereskan kau duduk saja" Seung woo lalu membereskan dapur dan Chanyeol sibuk memotret makanan yang Seung woo buat. Setelah memotret ia menguploadnya di Instagram
            
             'Looks beautiful like the Chef
                           who made it'

Setelah membersihkan dapur, Seung woo pun memakan Sushi yang ia buat tadi bersama Chanyeol sembari menonton anime.
                                   0o0
"Wah kebanyakan nih sushinya" ucap Seung woo sambil melihat satu piring besar sushi yang ia buat dan masih ada satu blender lagi macha dingin "iya juga ya...panggil yang lain" "arasseo" Seung woo lalu segera memanggil teman-temannya itu

'Guys kita kelebihan stok makanan ppali ke aparte yeol'

"Done" mereka berdua pun menunggu kehadiran teman-temannya. Pertama yang datang adalah Heerin dan Sehun. Sehun lalu menepuk pundak Seung woo "makanannya enak. Gomawo" Chanyeol yang jealous itu lalu merangkul yeojanya "hanya sekali ini ya kau mencoba masakannya. Besok-besok kalau mau lagi beli sendiri" Sehun lalu tertawa sambil menepuk pundak Chanyeol "arasseo ima! Aku kan mendapatkannya dari Heerin" Seung woo hanya tertawa mendengar ucapan Chanyeol. Seung woo lalu berbisik ke Heerin "kapan-kapan panggil aku saja kalau mau memasak. Aku mau kok" Heerin hanya tertawa sambil mengacungkan ibu jarinya. Setelah Heerin dan Sehun datang barulah Hyun ra datang "wah ini dia yeoja terkuat jaman ini" ucap Heerin "oh iya dong. Apa gunanya seorang pengkhianat di kehidupanku nanti kan? Toh aku sudah punya yang baru" ucap Hyun ra sambil mengibas rambutnya "MWO?!" Teriak semua orang sehingga Hyun ra kaget "astaga...biasa saja lah. Kalian kalau kenal dia juga akan merasa senang kok" Seung woo lalu bertanya dengan penasaran "dia tampan? Iya?" Chanyeol segera menyikut yeojanya "ya! Masih saja menanyakan namja lain ah kau ini" "aku kan hanya bertanya ah kau" Hyun ra langsung memanggil Tao. Tao pun masuk dengan wajah dinginnya. Tao lalu memberi salam pada semuanya "annyeong. Tao imnida" - tbc

Tuesday, June 17, 2014

Chapter 8 - Who Am I?

Beberapa minggu setelah menghilang dari peredaran di Seoul, Chanwoo couple lalu kembali ke Seoul. Kini Seung woo sudah benar-benar sehat dan diperbolehkan pulang. Saat di jalan, Chanyeol lalu memanggil Seung woo "Woo~ah" "mm?" "Luhan hyung mau kembali ke Cina" Seung woo agak kaget dan langsung menoleh ke arah Chanyeol "eonje? Sekarang?" "Mm" Seung woo langsung diam "wae? Kau masih punya waktu 1 jam untuk menemuinya" "bawa aku kesana. Ppali" "arasseo"

-flashback-

"Hyung, kalau kau mau Seung woo menurut padamu kau harus berpura-pura lelah dengan sikapnya dengan kau berpura-pura untuk meninggalkannya ke Cina. Aku yakin pasti cara ini akan ampuh"
"Benarkah? Ah tapi dia kan keras kepala"
"Tenang saja. Bisa kuatur kok"
"Kuserahkan semuanya padamu. Aku percaya padamu adik ipar"
"Ah kau ini...aku kan belum jadi adik ipar. Apanya adik ipar haha" mereka berdua pun tertawa karena ucapan Luhan tadi.

-back to reality-

Kini mereka ada di bandara. Seung woo melihat ke sekeliling dengan cemas sembari mencari kakak lelakinya itu "oppa....jebal jangan pergi. Aku salah mian" gumam Seung woo. Tak selang beberapa lama, Seung woo menemukan sosok Luhan sedang duduk bersebelahan dengan kopernya. Seung woo langsung berlari dan menghampiri kakaknya dengan mata berkaca-kaca "ya! Siapa yang menyuruhmu pulang ke Cina hah?! Aku tak mengatakan kau harus ke Cina kenapa kau kembali ke sana?!" Luhan hanya tersenyum dan melihat adiknya "aku kira kau tak suka denganku jadinya aku kembali ke Cina. Toh aku juga sudah membeli tiket. Aku juga sudah ditunggu oleh ibuku disana. Kan kalau tidak ada aku kau bisa bahagia kan?" "Omong kosong macam apa yang kau bicarakan tadi hah? Kita sudah tinggal bersama selama 5 tahun dan kau tega meninggalkanku? Aku sudah menganggapmu kakakku sendiri semenjak Hyun woo oppa di Inggris!" Seung woo pun menangis didepan Luhan "baiklah. Aku akan berubah. Aku tak akan jahat lagi denganmu karena itu kau jangan ke Cina eoh? Eoh?!" Luhan hanya mendesah "hah...tapi aku sudah beli tiket. Joha bagaimana kalau 3 hari di Cina? Aku pasti kembali kok" Seung woo terlihat berpikir dan akhirnya dia setuju "gomawo nae dongsaeng. Aku percaya kau bisa dewasa setelah aku pergi" Seung woo pun memeluk kakanya dan Luhan pun memeluk Seung woo dengan bahagia. Setelah itu, Luhan masuk untuk boarding pass. Setelah Luhan masuk, Seung woo berkaca-kaca dan merasa bersalah "semua ini karena aku. Kalau saja aku menurut dengannya dan tetap di rumah sakit mungkin dia tak akan pergi. Memang seharusnya aku tak ada disini toh juga aku tak diperlukan" Chanyeol melihat Seung woo sambil berdecak "siapa bilang kau tak diperlukan? Aku disini untukmu! Kau harus tahu kalau ada aku disampingmu! Ada sahabat dan keluargamu! Kau tahu? Yang akan menangis paling kencang saat kau meninggal pasti Luhan hyung dan keluargamu!" Seung woo lalu menangis dan berjongkok didepan Chanyeol. Chanyeol memegang tangan Seung woo dan mengelus kepalanya "sekarang kita lebih baik pulang dan tenangkan dirimu. 3 hari itu cepat kok. Tapi kau harus janji untuk berubah" Seung woo lalu berdiri dan menurut pada Chanyeol "arasseo. Kkaja" Chanyeol dan Seung woo pun akhirnya menuju parkiran dan segera pulang kerumah.
                                  0o0
Sehun hari ini sedang tak berniat untuk masuk kelas. Entah apa yang terjadi padanya pokoknya hari ini dia tak ingin menghadiri kelas. Dia lebih memilih pergi ke Cafe daripada masuk kelas. Saat di cafe, tak sengaja Sehun bertemu dengan Jongsuk yang sedang bersama Jaehyun. Sehun lalu dengan polosnya memanggil Jongsuk dan Jongsuk menoleh sambil tersenyum ramah padanya. "Sudah lama tak melihatmu. Kau darimana saja?" Tanya Sehun pada Jongsuk "a-ah aku pindah kuliah. Aku ke hangook" "oh begitu. Tunggu. Sepertinya aku pernah meliharmu tapi dimana ya? OH! kau yang berdua dengan Seung woo di cafe waktu itu kan?" Tanya Sehun pada Jaehyun "ah ne...aku kakaknya Ahn Taewoo muridnya" "oohh..arasseo. oh iya kau tahu kabar baru tentang Seung woo?" "Aku tak bisa mengontaknya. Aku juga sedang mencari dia tapi dianya tak bisa kuhubungi" "oh begitu...sama sih aku juga tak bisa menghubunginya" Jongsuk yang terdiam itu kini mulai angkat bicara "Jaehyun~ah kau bilang kau menyukai yeoja kan? Nama belakangnya ada woo nya. Kau bilang dia sudah punya pacar kan?" Jaehyun langsung menyuruh Jongsuk diam tapi Sehun pun akhirnya penasaran "woo? Jangan bilang kau...suka dengan Seung woo?" Jaehyun lalu menghela napas dan mengangguk "sayang dia sudah punya pacar kalau tidak mungkin sudah kutembak duluan dia" Sehun lalu menanggapi omongan Jaehyun "kau tau? Tanpa pacarnya Seung woo kau tak akan menemukan Seung woo yang menyenangkan seperti yang kau lihat. Dulu itu dia sangat pemurung. Amat sangat semenjak ia ditinggal kakaknya ke Inggris" Jaehyun pun lalu menangguk dan tersenyum "wah jadi....peran pacarnya itu sangat banyak ya? Hahaha aku jadi merasa tak pantas memiliki Seung woo" "tapi kau bisa menjadi temannya. Simple saja" ucap Sehun. Jongsuk yang merasa tersindir itu pun langsung menoleh ke arah Sehun. Sehun yang menyadari tatapan Jongsuk pun segera menatapnya balik "oh kau merasa bahwa aku mengatakan ini padamu? Ahaha" ucap Sehun dengan nada agak sinis "aku tahu kau pasti marah karena perbuatanku pada Heerin. Tapi itu semua karena orang tuaku yang memisahkanku dari Heerin. Kau tahu apa alasanku pindah universitas? Karena aku merasa aku tak pantas melihat Heerin" ucap Jongsuk. Jaehyun yang ada ditengah-tengah mereka itupun langsung berpura-pura menelpon adiknya dan keluar. Kini, tinggal Jongsuk dan Sehun yang ada didalam. Keadaan makin dingin setelah kepergian Jaehyun. "Jadi...ada yang mau kau sampaikan lagi tuan Lee Jongsuk? Berhubung temanmu sudah keluar kau bisa mengatakan apa saja padaku" ucap Sehun sambil menahan amarahnya "aku hanya ingin mengatakan jagalah Heerin. Dia orang yang tak bisa kujaga dengan baik. Berhubung aku sudah mengatakan apa yang seharusnya aku pergi" "Lee Jongsuk~ssi. Aku punya satu permintaan untukmu" "apa?" "Kau boleh mendekati Heerin kalau kau bisa tak membuatnya menangis lagi. Sampai kau masih membuatnya menangis kau akan berhadapan denganku" Jongsuk hanya tersenyum "ara...kalkkae" Sehun hanya menatapnya datar. Tak lama setelah Jongsuk pergi, Sehun mengambil jaketnya dengan kasar dan melaju ke sebuah tempat dengan mobilnya. Setelah sampai, Sehun segera masuk ke dalam. Tak disangka ternyata Sehun masuk ke sebuah club. Untungnya dia sudah mahasiswa jadi dia bisa masuk. Sehun lalu duduk di bar dan meminta wine pada si bartender. Saat sedang menunggu, tak sengaja Sehun melihat sosok Seung woo sedang ada di club. Sehun segera menghampirinya "Seung woo? Sedang apa disini?" "Eoh? Aku? Party with my friends dong!" Ucap Seung woo dengan nada setengah mabuk "kau mabuk?" "Aniyo! Aku minum sedikit" "kau dengan siapa disini?" "Sendirian? Ah sama siapa ya? Heerin? Ah molla. Sehun~ah neo pikkyeo aku mau party lagi" "keumanhae Seung woo~ah neo wae geurae?" "Na? Hahahahaha gwenchana....aku hanya merasa swmua orang meninggalkanku jadi aku party disini" "kkaja kuantar kau pulang" "SHIRREO!" Seung woo meronta-ronta saat dipegang Sehun. Sehun lalu membawa Seung woo masuk dan segera menelpon Chanyeol.

"Yeol~ah pacarmu mabuk"
"MWO?! DIA DIMANA SEKARANG?!"
"Myeongdong. Ppali masa aku yang bawa pulang sih! Mana dia meronta-ronta begitu lagi"
"Arasseo aku kesana sekarang"

Sehun lalu menutup telponnya sambil bergumam "aish anak ini. Harusnya aku bersenang-senang disini tak tahunya bertemu dia lagi astaga" tak lama Chanyeol datang dan Sehun segera membuka pintu belakang dan menunjukkan Seung woo yang tertidur. Chanyeol lalu membawanya pulang dengan mobil Seung woo yang masih ia pinjam. Seung woo yang tertidur itu digendong oleh Chanyeol masuk ke mobil dan Chanyeol langsung melaju ke rumahnya berhubung Seung woo yang tak mau dibawa pulang. Sehun yang tadinya ingin clubbing itu akhirnya mengurungkan niatnya dan malah memilih pergi ke tempat makan ramen saat dia sma dulu.
                                    0o0
Heerin yang sedang mendengarkan musik di rumahnya tiba-tiba mendapat pesan dari Sehun
   
            "temui aku dibawah. Penting"

Heerin pun segera kebawah dan menemui Sehun yang tengah bersandar di mobilnya itu "ada apa?" Tanya Heerin "aku bosan. Tadi aku mau clubbing tapi malah menemui Seung woo yang mabuk. Kenapa dia begitu?" "Seung woo mabuk? Tidak biasanya. Dia kan paling takut minum" "benarkah? Kalau kau bagaimana?" "Aku..aku tak suka minum. Clubbing saja aku tak mau. Yang biasa clubbing itu Hyun ra dan Seung woo" "oh begitu....kau mau menemani aku kan? Aku sedang badmood" "mau makan coklat? Aku temani deh" Sehun pun mengangguk dan Heerin kemudian mengajak Sehun makan coklat dirumahnya sambil menonton Running man. Kedua pasang itu pun tertawa lepas karena kelucuan film tadi. "kau tahu? Berkat Seung woo aku jadi tak minum wine" Heerin lalu memukul Sehun "kenapa memukulku? Aku salah?" "Kau ini! Kenapa minum? Ada masalah?" Sehun pun akhirnya menceritakan hal yang sebenarnya "jadi...aku bertemu Jongsuk dan aku agak emosi. Aku hanya menyindirnya saja sih tapi...dia menanggapinya biasa saja" Heerin pun tak bisa berkata apa-apa selain mengangguk "kau marah ya aku bicara pada Jongsuk dengan nada kasar?" Heerin pun hanya tersenyum "aniyo. Kau melakukan itu karena kau peduli padaku kan? Aku senang akhirnya ada juga yang peduli padaku" Sehun menatap Heerin sambil tersenyum "untuk yeojaku kenapa tidak? Aku harus melindungi apa yang kupunya. Kalau aku tak melindunginya buat apa aku memilikinya iya kan?" Sehun lalu menarik Heerin agar lebih mendekat padanya. Heerin pun mendekat pada Sehun dan Sehun pun merangkul Heerin sambil menonton running man. "Kapan ya kita begini terus setiap hari?" Ucap Sehun sambil memakan coklat "eum....3 tahun lagi? Aku masih mau kuliah" ucap Heerin "eum...baiklah. aku juga kan masih mah kuliah. Ah iya kakakmu dimana?" Heerin pun menggeleng "kau lucu" ucap Sehun "lucu apanya?" "Kau lucu saat menggeleng sambil makan coklat. Aku suka" ucap Sehun. Heerin pun langsung merasa panas saat Sehun mengatakan begitu. Akhirnya, kedua anak itu pun dengan romantisnya menonton running man sambil makan coklat.
                                 0o0
Hyun ra sekarang berada di taman sendirian. Dia lebih memilih sendiri dibanding bersama Baekhyun. Entah apa yang merasukinya ia lebih memilih memanggil D.O dibanding Baekhyun. Sebelum memanggil D.O, buku yang Hyun ra baca tersenggol oleh seorang namja tampan yang bisa dibilang berwajah oriental. Namja itu lalu mengambil buku Hyun ra dan memberikannya pada Hyun ra "cheosunghamnida. Aku tak melihat itu tadi" Hyun ra hanya tersenyum "gwenchana...kau bukan orang Korea ya? Aksenmu aneh" namja itu hanya tersenyum "ah ne...aku dari Cina. Huang Zitao imnida" "ah ne...kau tinggal dimana?" "Aku? Aku menumpang di rumah saudaraku" Hyun ra lalu ber'oh' ria pada ucapan Tao. "Kau sendiri?" Tao mulai bertanya "aku? Aku di Myeongdong" "oh...okay..aku selalu disini jam 4 untuk main basket. Kalau mau lihat silahkan. Aku selalu ada" Hyun ra lalu tersenyum pada Tao dan Tao berlalu begitu saja. 'Namja yang baik dan tampan'  gumam Hyun ra. Hyun ra pun lalu kembali fokus ke ponselnya. Tanpa sengaja, Hyun ra melihat sebuah snapback tertinggal di sebelahnya dan untungnya Tao belum jauh jadi Hyun ra segera mengejarnya dan mengembalikan topinya "milikmu kan? Kau pasti lupa" ucap Hyun ra "ah iya! Benar! Gomawo! Ah iya...besok datang ya! Aku ada match jam 4 sore. Lalu besoknya aku ada match wushu di gedung olahraga. Jangan lupa datang ya" Hyun ra lalu mengangguk dan melambaikan tangannya pada Tao "hati-hati ya!" Tao hanya tersenyum sambil mengedipkan matanya dan lalu berlari menuju ke lapangan. Sepertinya Hyun ra mulai tertarik pada Tao dibanding dengan Baekhyun. Tak lama, ponsel Hyun ra berdering
 
                          'Baekhyunnie ♡'

"Wae?" Ucap Hyun ra dengan nada datar
"Kau kenapa? Tak biasanya"
"Mau tau saja sih kau aku kenapa seperti ini"
"Kau masih marah soal yang kemarin?"
"Hahaha kau pikir aku akan marah soal yang kemarin? Tidak aku tidak marah kok kau pikir aku anak kecil apa marah karena hal sepele"
"Hyun ra~ya lebih baik kau tenangkan dulu dirimu dan katakan apa yang sebenarnya terjadi"
"Baiklah temui aku di cafe dan aku akan menjelaskan semuanya"

Hyun ra lalu menutup teleponnya dan dengan tergesa-gesa menuju ke cafe. Setelah 30 menit Hyun ra di cafe, akhirnya Baekhyun datang dan menghampiri dia "kau kenapa tiba-tiba jadi dingin padaku? Aku berbuat salah padamu?" Hyun ra lalu tersenyum sinis "pergi ke party anak Cheongdamdong bersama yeoja lain itu kesalahan bukan ya? Ah mungkin kau pikir itu bukan kesalahan bagiku IYA! ITU KESALAHAN! Kau bilang tak akan mengecewakanku buktinya? Hah! Omong kosong! Ingat ya aku tak suka kau permainkan begini. Dan maaf saja Baekhyun~ssi pertemanan antara kita bertiga dan hubungan kau dan aku sudah berakhir. Arasseo? Segera hapus ketiga kontak kami dan menghilang dari hadapan kami" Hyun ra segera bangkit tapi Baekhyun memegang tangannya "kau pikir dengan cara ini kau bisa lepas dariku? Kau mencari alibi kalau aku dengan yeoja lain kan?" Tanya Baekhyun dengan serius "kau pikir aku bercanda?! Ada buktinya!" Hyun ra lalu menunjukkan foto Baekhyun sedang merangkul seorang yeoja keluar dari club "itu....aku sangat mabuk waktu itu. Itu kan saat kita clubbing berdua kukira itu kau...." "halah bohong! Aku tahu itu kan anak hukum yang dulu pernah kau incar sebelum aku! Sudah tak usah bohong!" "Hyun ra~ya!" "Aku sudah punya namja lain jadi putuskan aku. Lupakan aku dan jangan dekati aku. Hadiah darimu akan kusimpan tapi hanya sebagai pemberian teman sedangkan cincin yang aku pakai aku kembalikan padamu" ucap Hyun ra lalu melepas cincin itu dan melemparnya meja "anggap saja kita tak pernah kenal. Annyeong" Hyun ra lalu pergi meninggalkan Baekhyun yang masih tertegun melihat sikap Hyun ra. Dia lalu melihat cincin itu sambil menyesal atas perbuatannya. Hyun ra yang sedang menangis itu pun memilih ke lapangan basket dan menghampiri Tao. Dia pun menceritakan semuanya pada Tao sambil menangis. Tak disangka, Tao pun merespon sikap Hyun ra dengan menenangkannya "gwenchana..kalau kau sedih masih ada aku kok" Hyun ra lalu tersenyum "gomawo..aku tahu kau anak yang baik" "kau mau kuajak main basket? Siapa tau sedih mu akan hilang" Hyun ra lalu tersenyum dan mengangguk senang. Mereka berdua lalu bermain basket bersama hingga hari menjelang malam. Mereka pun akhirnya beristirahat sambil merebahkan tubuhnya di lapangan. Mereka berdua lalu tertawa dengan sangat bahagia "kau senang?" Tanya Tao "sangat senang! Aku baru kali ini merasa senang saat berolahraga!" "Benarkah? Kalau begitu kau bisa jadi pemandu sorak ku! Datang saja setiap jam 4 sore kesini. Aku akan selalu ada kok" Hyun ra lalu tersenyum. Karena hari sudah larut akhirnya ia memutuskan untuk pulang namun Tao menawarinya untuk mengantarnya pulang "ah tak usah aku bisa sendiri kok" "yeoja itu tak boleh pulang sendiri. Aku antar saja ya. Aku sudah mulai hapal daerah-daerah disini kok" akhirnya Hyun ra pun diantar Tao pulang kerumah.
                                   0o0
Pagi itu, Seung woo masih tertidur pulas dirumah Chanyeol. Chanyeol yang bangun terlebih dahulu telah membuat sarapan untuk Seung woo dan juga air madu. Tak lama, Seung woo bangun dengan kepala pusing. Saat tahu ia bangun di rumah orang lain, dia panik dan tak tahu harus bagaimana. Untungnya Chanyeol segera masuk dan duduk disebelah Seung woo yang sedang memegangi kepalanya. "Masih pusing ya? Kau sih pakai mabuk" ucap Chanyeol sambil memegang kepala yeojanya itu "mian habisnya aku merasa sedih saat Luhan oppa pergi. Chagi tangan mu hangat" ucap Seung woo sambil tersenyum "geurae? Ah aku kan bisa mengeluarkan hangat dengan kekuatan cinta" "tak usah gombal" ucap Seung woo "jangan mabuk lagi ya. Tak baik untuk kesehatanmu. Kalau kau memang sedih, lebih baik kau panggil aku dan aku akan mencari solusi terbaik selain ke jalan negatif" Seung woo lalu tertawa "kenapa tertawa?" Tanya Chanyeol heran "bahasamu seperti orang tua hahaha ya tuhan kau ini" Chanyeol hanya tersenyum lalu mengelus pipi yeojanya "aku kan perhatian padamu makanya aku begitu. Sudah ah mau makan tidak?" Seung woo malah menggeleng "masih pusing ya? Tapi jangan tidur lagi! Aku temani kau disini tapi kau jangan tidur lagi arasseo?" "Tak jamin!" Ucap Seung woo "aih dasar muka bantal. Sampai kau tidur aku akan menggelitikmu okay?" "Ah paling kau juga ikut tidur lihat saja" akhirnya Seung woo pun kembali tidur sembari Chanyeol memegang kepalanya. 'Cantik juga kalau tidur'  gumam Chanyeol. Akhirnya mereka berdua benar saja kembali tertidur hingga tengah hari. -tbc

Wednesday, June 11, 2014

Chapter 7 - Who Am I?

Keesokan harinya, Sehun dan Heerin pun berjalan-jalan ke sekitar Namsan tower. Mereka naik kereta gantung dan makan gulali berdua. Mereka juga makan corn dog dan twisted potato. Benar-benar pasangan yang serasi. "Heerin~ah kau senang?" "Eoh...neomu joha..haaaa aku berharap bisa begini terus" "tenang saja. Aku akan membuatmu begini terus" "jeongmal?" "Mmmm" ucap Sehun sambil tersenyum. Mereka pun kembali berjalan-jalan sambil berangkulan bagai sepasang kekasih yang saling mencintai satu sama lain. Setelah lama berjalan-jalan mereka pun menuju ke area taman cinta yang penuh dengan kunci itu. Saat sudah sampai disana, Sehun meninggalkan Heerin untuk membeli gembok. Tak beberapa lama ditinggal Sehun, Heerin menemui Jongsuk dengan rambut acak-acakannya dan senyum khasnya. Heerin melihat Jongsuk sambil tersenyum dan begitu pula Jongsuk. "Oh kau disini. Dengan siapa?" Heerin lalu celingukan sambil menjawab pertanyaan Jongsuk "ah..aku dengan Sehun. Kau sendiri?" "Aku dengan teman-teman" "oh begitu.." Jongsuk lalu menarik napas panjang dan melihat Heerin "wae?" "Heerin~ah kau beruntung bisa bertemu Sehun. Dengan itu kau bisa melupakan sakit hati yang ku tinggalkan untukmu" "ah itu...aku sudah lupa. Toh kita kan teman" "aniyo...aku masih merasa bersalah denganmu. Aku...aku merasa tak bisa lama-lama dekat denganmu" "wae? Kita kan teman. Itu sudah masa lalu Jongsuk~ah" "aku...aku merasa tak pantas berdiri dekat denganmu. Aku merasa aku orang yang jahat. Aku jahat kan ya?" Heerin menatap Jongsuk miris "museun soriya? Itu kan takdir kita. Sudahlah jangan ungkit masa lalu. Jangan sungkan denganku ne?" "Aniyo. Aku harus pergi. Mianhae Heerin~ah kalkae" Jongsuk pergi tapi Heerin terus memanggilnya "Jongsuk~ah! LEE JONGSUK!" Heerin melihat Jongsuk dengan perasaan bersalah dan mata yang berkaca-kaca. Sehun tak lama datang dan heran melihat Heerin "wae geurae?" Heerin lalu memeluk Sehun sambil menangis "malhae...kau kenapa?" Heerin tak bisa menjelaskan apa yang terjadi sehingga Sehun duduk dan menenangkan Heerin "gwenchana...aku ada disini. Kau menangislah sepuasmu. Aku akan ada disini untuk menyediakan bahuku untuk kau jadikan sandaran" Heerin lalu menangis hingga ia tenang. Setelah ia tenang, Heerin melihat Sehun "aku sudah baik. Gomawo Sehun~ah" "mau memasang kunci?" Heerin tersenyum dan mengangguk senang. Sehun dan Heerin pun menulis di gembok itu 'Heerin ♡ Sehun. This is the real couple! Yehet'. Sehun dan Heerin pun menggembok kunci itu dan mereka membuang kunci itu. Setelah menggembok, Heerin menatap Sehun bahagia begitupula Sehun. Sehun pun memegang pipi Heerin dan mulai mengecup bibirnya lembut. Tanpa disangka-sangka ternyata Jongsuk melihat dari kejauhan sambil tersenyum 'kau memang pantas untuknya Heerin~ah. Mianhae. Jeongmal mianhae karena telah menjadi orang yang buruk untukmu. Aku harap kau bahagia dengannya. Annyeong Heerin~ah aku akan menghilang dari hadapanmu'. Setelah mereka dari Namsan tower, mereka ke cafe untuk bersantai. Heerin seperti biasa dengan chocolate smoothiesnya dan Sehun dengan Chocolate bubble nya. "Tadi...kau kenapa menangis?" Heerin hanya tersenyum pahit "hanya sedang terpikir sesuatu saja makanya aku menangis" "apa itu? Katakan saja" "jadi....sebenarnya...Jongsuk yang membuat aku jadi pendiam" Sehun langsung kaget mendengar perkataan Heerin "kenapa bisa? Bukannya dia temanmu? Ah untung aku belum bertemu dia. Sampai aku bertemu dia, habis wajahnya ku hajar habis-habisan" "lagipula itu sudah masa lalu sih. Toh aku kan juga sudah bertemu denganmu" "iya juga sih...berarti aku termasuk orang yang beruntung ya" "beruntung bagaimana?" "Aku mencari pasangan yang sesuai denganku lalu tiba-tiba tuhan mengirimkanku untukmu. Jadi dengan ini aku harus berterima kasih dengan tuhan" Heerin hanya tersenyum manis "neomu kyeowo" "mwoga?" "Senyummu cantik. Ingat ya senyummu milikku. Senyum tadi" "oh...hahaha arasseo. Kalau perlu kau belikan tirai saja untukku agar orang lain tak melihat wajahku" "ide bagus. Besok aku belikan" Heerin tertawa karena candaan Sehun itu.
                                 0o0
Hyun ra dan Baekhyun sedang berada di daerah Apgujeong. Disana terkenal akan banyaknya jajanan yang asik. Mereka disana pun memasukki berbagai lapak kaki lima yang ada. Maklumlah, mereka itu jiwa-jiwa backpacker sejati makanya mereka senang makan sesuatu dengan harga miring. Biasanya Heerin dan Sehun nongkrong di Cafe lain halnya dengan Hyun ra Baekhyun. Mereka biasanya nongkrong di tempat makan tteoppoki yang paling enak dan murah. Biasanya yang makan disitu sih anak SMA. "Baekhyun~ah bagaimana kalau kita mencoba untuk makan di Cafe?" Baekhyun langsung tersedak mendengar ucapan Hyun ra "wae?" Hyun ra bertanya dengan nada heran "ani...aneh saja. Kau kan biasanya suka di tempat murah kenapa tiba-tiba ke Cafe?" "Kau tahu kan? Setiap manusia itu harus berubah" "astaga....jadi kau mau di Cafe?" "Eoh..." "baiklah. Kkaja" Baekhyun pun menarik tangan Hyun ra. "Nah sebelum naik motor, tutup matamu ya" ucap Baekhyun sambil menutup mata Hyun ra dengan saputangan yang ia ikatkan ke kepala Hyun ra "hah? Kenapa diikat?" "Sudah diam saja. Nanti aku tunjukkan temoat terasyik yang pernah ada" "jeongmal?" Baekhyun hanya tersenyum. Hyun ra pun naik ke motor dan mereka pun melesat ke tempat yang dimaksud. Mereka pun sampai Hyun ra pun dibawa ke tempat yang Baekhyun maksud "kok baunya aku hafal? Ini kan bau tukang gorengan di apartemenmu" "eih kau ini...kau pikir tukang gorengan cuma di apartemen ku saja? Tidak lah" "lalu aku mencium bau tukang ayam dekat apartemen mu! Ini ke apartemenmu kan?!" "Bisa diam tidak? Sudah ikut saja" Baekhyun pun menuntun Hyun ra ke tempat yang ia tuju "sekarang tutup telinga" "MWO?! YA NEO-" "menurutlah. Sekaliiii saja" "sampai kau macam-macam awas saja" Hyun ra pun menutup telinganya "masuk" Baekhyun mendorong Hyun ra agar ia bisa masuk "aku hapal bau tempat ini. Ini kan bau parfummu. INI APARTEMENMU KAN?!" Tanpa basa-basi Hyun ra langsung membuka penutup matanya dan melihat kalau kini ia berada di apartemen Baekhyun "tuhkan! Ah jahat! Bohong!" "Habis kenapa juga ke Cafe kalau di apartemenku juga ada mini bar?" "Ah jahat" Hyun ra lalu pergi keluar dan membanting pintu "aish anak itu. PARK HYUN RA!" Baekhyun memanggil Hyun ra tapi Hyun ra tak mendengarkan. Hyun ra terus saja berjalan dan tanpa sadar ia menabrak seorang namja "cheosunghamnida" ucap Hyun ra "ah ne..." ucap namja itu dengan ramah "gwenchana?" Tanya namja itu lagi "ah ne...maaf aku menabrakmu tadi aku sedang kesal" "ah iya tak apa. Kau penghuni disini?" "Aniyo. Pacarku yang tinggal disini aku hanya bermain saja. Kau tinggal dimana?" "Aku tinggal disini. Di lantai 15" "oh! Sama dengan pacarku. Namamu siapa?" "Nae ireum Do Kyungsoo imnida neoneun?" "Cheo...Park Hyun ra imnida" Namja itu pun tersenyum "jadi aku bisa memanggilmu apa?" "Hyun ra saja. Kau sendiri?" "Panggil aku D.O saja" "ah arasseo. Sampai ketemu!" Hyun ra lalu berlalu dan meninggalkan aparte Baekhyun 'anak yang manis. Sayang ia sudah punya pacar kalau tidak mungkin tadi aku akan mengajaknya berbincang di sebuah cafe' batin D.O
                                 0o0
Chanyeol dan Seung woo kini baru saja keluar dari rumah sakit. Seung woo sudah bisa dibawa pulang walaupun keadaannya masih parah. Ia meminta pulang dengan alasan bosan disana "Woo~ah kau benar tak apa pulang? Aku rasa nanti sakitmu tambah parah" "aniyo...daripada aku mati bosan lebih baik aku keluar" "tenang. Kau tak akan mati bosan selama ada aku" Seung woo hanya mendengus kesal pada Chanyeol "wae?" Chanyeol memegang kepala Seung woo "yaampun! Masih panas! Astaga aku bawa motor eottokhaji?" Dengan entengnya Seung woo menelpon kakak sepupunya, Xi Luhan.

"Oppa..aku keluar dari rumah sakit"
"YA NEO- ANDWAE! KAU TAK BOLEH PULANG"
"Daripada aku mati bosan lebih baik aku keluar. Aku ingin ke salon"
"YA NEO- kalau sampai eomma tau habis kau"
"Oppa..pinjam mobil dong. Kau tukar dengan Chanyeol biar nanti saat pulang kau naik motor Chanyeol naik mobil. Badanku masih panas"
"NEO MICHEOSSEO? YA! MASUK KE KAMAR INAP LAGI! EOSSEO!"
Seung woo hanya mendengarkan ucapan oppanya sambil bermain dengan kukunya. "Bagaimana ya? Uang administrasi sudah kubayar jadi....sudahlah pinjamkan saja mobilnya! Bawel sekali"
"ANDWAE! PULANG NAIK MOTOR ATAU MASUK KE KAMAR INAP DAN AKU AKAN IJINKAN YEOL MENJAGAMU SETIAP HARI. PILIH MANA?!"
"Aku maunya mobil! Aku tak mau disana viewnya jelek"
"Joha. Aku akan bawakan mobil tapi dengan catatan kau menginap di rumah sakit lain eotte?"
"OPPA!"
"Tak ada tapi-tapian aku anggap deal. Aku tutup ya bye"
"LUHAN OPPA! YA! XI LUHAN!"

Seung woo lalu menghentakkan kakinya karena kesal. "Wae?" Tanya Chanyeol "si rusa brengsek itu tak mau aku keluar rumah sakit. Lihat saja aku akan mengadu pada eomma" Chanyeol pun mengelus kepala yeojanya "eommamu pasti setuju dengan Luhan hyung. Sudah menurut saja" "tuhkan! Kau juga!" Chanyeol lalu memeluk yeojanya "tuhkan badanmu saja masih panas. Sudah turuti saja. Nanti aku akan menemanimu deh" "Luhan oppa juga bilang sih kalau aku mau masuk rumah sakit kau boleh menemaniku setiap hari" "ah geuraeyo? Kalau begitu kalau kau mau bersamaku setiap hari ya kau harus masuk rumah sakit. Eotte?" Seung woo tampak berpikir dan masih agak ragu "ah tapi nanti kalau dia bohong bagaimana?" Chanyeol pun menyentil dahi Seung woo "kau ini. Memangnya ada kakak yang suka membohongi adiknya? Kulihat hyung orangnya tepat pada janji kok. Jadi kurasa..kau tak perlu meragukannya" Seung woo masih saja cemberut karena Chanyeol memihak kakaknya "kenapa kau tak memihakku?" Tanya Seung woo "karena kalau aku memihakmu yang ada kau akan mati" Seung woo mendengus kesal "sekali ini saja ne? Woo~ah" Chanyeol memohon pada Seung woo yang keras kepala itu. Akhirnya dengan berat hati ia mengalah. Chanyeol tersenyum karena Seung woo mau menurut dengannya. Setelah 30 menit menunggu, Luhan datang dan bertukar kendaraan dengan Chanyeol "aku sudah membooking kamar untukmu. Jadi pulang nanti kau kerumah sakit. Arasseo?" "Orang dimana-mana membooking kamar tuh di hotel! Kau malah di rumah sakit" Luhan lalu menatap adiknya sambil memegang bahunya "kau mau kesepakatan kita batal atau kau menurut saja?" Seung woo pun melihat Luhan dengan tatapan kesal "sampai kau mengaturku lagi setelah ini lihat saja. Aku akan membuat sesuatu yang tak akan kau pikirkan sebelumnya. Joha aku menurut sekarang tapi nanti? Jangan harap" Seung woo lalu mengambil kunci mobil dan memberinya pada Chanyeol "kkaja" Seung woo langsung masuk ke mobil yang tak terkunci itu. Chanyeol pun menatap Luhan "hyung keochongma aku tak akan berbuat macam-macam seperti yang ia katakan" Luhan pun hanya menghela napas "kau jaga lah anak tk yang satu itu. Aku muak diomeli terus. Ah tau begitu aku lebih baik kembali saja ke Cina" Chanyeol pun mendapat ide bagus "Hyung! Nanti kutelpon ya! Aku ada urusan denganmu" "arasseo" Chanyeol pun menaiki mobil dan melesat ke tempat yang Seung woo inginkan. "Jadi nona Lee yang cantik, kau mau kemana?" Tanya Chanyeol sambil mencubit pipi Seung woo "ah si rusa itu menyebalkan! Aku kesal dengannya" "ah kau ini masih membahas Luhan hyung saja. Sudah lupakan saja lah lebih baik kau pikirkan saja kita mau kemana?" Seung woo lalu memikirkan untuk pergi berbelanja "ah! Tempat nongkrongmu saja! Cheongdamdong!" "Ya! Itu kan mahal semua! Aku disana karena untuk melihat-lihat saja. Siapa tau kan ada baju bagus yang murah ah tapi tahunya tidak" "ah kau payah. Kemana ya? Gangnam?" "Mau beli apa disana? Disana banyak toko kosmetik apalagi ya habis itu? Toko baju sepertinya ada" "ah! Gangnam saja kalau begitu! Ne? Chanyeol~ah" Seung woo mengimut kan suaranya padahal badannya masih panas "arasseo tapi ingat. Kau harus masuk rumah sakit. Aku janji akan tidur disana" "janji ya? Arasseo aku mau" Chanyeol pun melesat ke Gangnam. Sesampainya di Gangnam, ternyata Seung woo tertidur di mobil. "Woo~ah sudah sampai. Kau mau turun tidak?" "Ah aku mengantuk. Tak usah kesini deh. Sungai han saja. Kepalaku pusing" "eih kau ini. Habis itu kita ke rumah sakit ya?" "Terserah kau yang penting kau ada disini" Chanyeol pun mengelus puncak kepala Seung woo. Mereka pun melesat menuju sungai han. Sesampainya disana, Chanyeol membuka kaca dan membiarkan angin masuk ke mobil. Chanyeol menurunkan sandaran jok mobil agar ia bisa agak rileks. Seung woo masih tertidur pulas di mobil. Chanyeol terus saja menatapnya sambil mengelus kepalanya. Lama-lama ia mendekati Seung woo dan mencium pipinya. Chanyeol masih menatap Seung woo dari dekat hingga akhirnya Seung woo menarik Chanyeol dan memeluknya "wae?" Chanyeol agak sedikit kebingungan karena yeojanya memeluknya "jangan tatap aku terus. Peluk saja kalau mau. Aku kedinginan" "arasseo" Chanyeol memeluk Seung woo yang kedinginan "ah...bagaimana kalau kita ke rumah sakit? Aku temani deh" "arasseo" akhirnya mereka pun melesat menuju ke rumah sakit. Tempatnya berada agak jauh dari Seoul. Bisa dibilang rumah sakit ini terletak dekat dengan sanatorium. Yup bisa ditebak rumah sakit ini ada di daerah dataran tinggi. "Woo~ah ireona" Seung woo tak bangun-bangun "Kkuma eomma? Ya! Ireona!" Saat mengguncang-guncang tubuh Seung woo, ternyata Seung woo sudah tak berdaya. Chanyeol langsung menggendong Seung woo dan membawanya masuk ke kamar yang sudah dipesan Luhan. Dokter segera masuk dan memeriksa Seung woo. Tak lama, dokter itupun berbicara dengan Chanyeol "dia hanya kelelahan makanya dia pingsan. Ngomong-ngomong kau ini walinya?" "Ah...walinya sebenarnya kakaknya tapi kau juga bisa bicara denganku. Aku pacarnya" "ah ne...kalau ada apa-apa nanti aku kabarkan" semua tim medis pun keluar. Hanya tinggal Chanyeol dan Seung woo saja disana. Seung woo masih tak sadarkan diri. Chanyeol memegang tangannya erat dan tidur sambil memegang erat tangan Seung woo.
                                  0o0
Hyun ra yang masih kesal dengan Baekhyun itu pun pergi ke cafe sendirian. Dia memesan machiatto dan seporsi waffle. Sesudah ia memesan, ia duduk di sofa sambil mengecek ponselnya.

'20 panggilan tak terjawab Baekhyunnie♡'
'50 pesan baru
Baekhyunnie ♡'

"Anak ini kenapa sih? Sudah tau aku masih kesal" Hyun ra lalu menaruh ponselnya sembarang saja. Ia tak sadar kalau seseorang di sebelahnya melihat ponsel itu dan memberikan ponselnya pada Hyun ra "agassi ini ponselmu" namja itu memanggil Hyun ra "ah ne kamsahamnida" Hyun ra tak menyadari wajah namja itu "Hyun ra~ssi? Sedang apa disini?" Barulah setelah dipanggil Hyun ra menoleh "oh! D.O~ssi kau kenapa bisa disini?" "Ah aku biasanya memang disini. Kau sendiri?" "Aku baru saja kesini. Kau dengan siapa?" "Aku sendiri. Kau mau duduk disini? Tak apa kok" Hyun ra tersenyum lalu pindah duduk ke tempat D.O. "jadi..kemana pacarmu?" Hyun ra lansung tersedak saat tahu D.O membicarakan Baekhyun "gwenchana? Ah mian tak seharusnya ya aku bertanya?" "Aniyo...tadi kopinya panas makanya aku tersedak. Ah dia? Biarkan saja aku sedang kesal dengannya" "wae?" "Aku tahu harusnya hal sepele begitu aku seharusnya tak marah. Tapi..aku meminta dia berkencan di cafe saja dia malah membawaku ke apartemennya" "oh begitu...kalau aku jadi namjamu mungkin aku akan membawamu ke tempat manapun yang kau mau" "ah geuraeyo? Beruntung ya yang mempunyai pacar sepertimu. Kau perhatian" "ah tidak juga" ucap D.O sambil mengusap tengkuknya 'harusnya kau yang jadi yeoja yang beruntung itu. Sayang kau sudah ada yang punya'  D.O lalu menyeruput cappucinno nya. Tak lama, ponsel D.O berbunyi

"Ah Baekhyun~ah wae?" Sontak Hyun ra langsung tersedak.
"Aku mau ke cafe tempat kau disana aku sudah didekat situ"
"Ah arasseo. Aku tunggu"
"Ah iya. Kau bersama yeoja ya?"
"Ah ne...kau mau aku kenalkan? Dia cantik loh" Hyun ra hanya tersenyum masam karena tahu yang mau menemuinya adalah pacarnya sendiri
"Sepertinya...kalau dari tampak belakang sih cantik kalau dari tampak depan...sepertinya wajahnya mirip yeojaku"

Hyun ra langsung menoleh dan mendapati Baekhyun ada di sebelahnya. Baekhyun hanya tersenyum sinis melihat dia. Hyun ra lalu menendang kaki Baekhyun sementara Baekhyun menggenggam tangan Hyun ra. "Jadi.. dia pacarmu?" Tanya D.O pada Baekhyun "ah iya...dia pacarku. Kau tahu kan? Yeoja yang aku kejar-kejar di kampus itu. Anak sastra" "ah jadi dia? Ya tuhan! Kau beruntung dapat Baekhyun dia itu kan anak pintar! Baik lagi" 'dasar si D.O ini. Katanya namja begini baik? Cih' batin Hyun ra. "Wajahmu kenapa chagi?" Tanya Baekhyun sambil memegang wajah Hyun ra "ah gwenchana" ucap Hyun ra singkat. "D.O~ya! Bagaimana kalau kapan-kapan kita bertemu dan berbincang lagi? Sepertinya aku ada urusan" D.O pun tersenyum "yasudah kau pergilah dengan Baekhyun. Pantas saja semalam ada yang seperti orang putus asa ternyata karena yeoja cantik ini? Aigoo" Hyun ra lalu berpamitan dan menarik Baekhyun "ada apa?" Tanya Hyun ra sok galak "kau kenapa dengan dia?" Tanya Baekhyun tak kalah galak "aku tak sengaja bertemu dengannya. Wae? Dia baik kok. Toh dia juga sering bertemu denganku di cafe jadi yaaa mungkin kami sama" Baekhyun yang panas mendengar ucapan Hyun ra langsung menciumnya singkat di depan cafe. Setelah itu dia pun memeluk Hyun ra "Ya! Malu tau! Kalau mau memeluk tuh jangan ditempat umum!" "Biar saja. Biar D.O tau kau milikku. Sepertinya dia menaksir dirimu" "ah museun soriya? Ya! Lebih baik kau katakan saja apa maumu?" "Kita ke cafe lain saja. Tak enak bicara disini" Hyun ra dan Baekhyun pun menuju ke cafe di daerah Cheongdamdong. Mereka pun masuk dan mulai berbincang setelah sebelumnya mereka memesan minuman dulu. "Aku mau minta maaf atas insiden kemarin. Aku tahu aku tak seharusnya begitu" Ucap Baekhyun penuh penyeselan "harusnya juga aku yang minta maaf. Tak seharusnya aku marah padamu karena hal sesepele itu. Aku tahu aku tak dewasa maka dari itu...aku mohon kau mengerti" Baekhyun hanya tersenyum pada Hyun ra "jadi..kita damai?" Hyun ra pun tersenyum cerah. Secerah pagi itu di Cheomgdamdong.
                                0o0
Seung woo belum sadarkan diri setelah pingsan sore kemarin. Begitupula Chanyeol dia masih tertidur sambil menggenggam tangan Seung woo. Tak lama, tangan Seung woo bergerak dan ia mulai membuka mata. Chanyeol pun bangun dan melihat Seung woo sudah bangun "gwenchana? Ah tak usah menjawab kau masih lemas. Syukurlah kau kembali padaku. Kalau tidak jadi apa aku nanti" Seung woo hanya tersenyum melihat Chanyeol "kau mau minum?" Seung woo mengangguk pelan "arasseo aku ambilkan" Dengan sigap Chanyeol mengambilkan Seung woo minum. Seung woo pun meminumnya perlahan dan setelah itu ia kembali tiduran "aku mau duduk. Naikkan saja kasurnya" ucap Seung woo lirih. Chanyeol menaikkan kasur itu sehingga posisi Seung woo bisa seperti orang duduk. "Mian membuatmu menginap disini. Aku rasa aku membebanimu" ucap Seung woo sembari memegang tangan Chanyeol "museun soriya? Kita sudah kenal 1 tahun kau masih saja begitu" "aniyo...aku merasa kalau aku lemah" Chanyeol lalu memeluk Seung woo "aku senang kau lemah. Jadi kalau kau sakit aku yang menjagamu. Kalau aku yang lemah justru aku yang sedih ara?" "Iya juga sih. Ah iya kalau aku sudah keluar aku janji aku akan jadi anak baik" "pada Luhan hyung?" Seung woo mendengus sembari tersenyum "ah anak itu lagi. Arasseo" Chanyeol lalu memeluk Seung woo makin erat "ah kau sakit sih kalau tidak sudah ku cium" goda Chanyeol "dasar. Lebih baik aku sakit daripada aku di cium kau" "benar ya?" Seung woo sok jual mahal tapi akhirnya dia tertawa karena Chanyeol terus menggelitiknya "ya! ya! Keumanhae! Hahaha arasseo aku tak sakit lagi" "kau janji ya tak sakit?" Seung woo pun mengangguk "si rusa dimana?" "Hyung sibuk katanya aku saja yang menjagamu" "oh ya? Kalau begitu...bawa aku jalan-jalan" "kemana lagi nona Lee? Kau kan masih lemah" "kesitu" Seung woo menunjuk jendela "ah disitu? Arasseo" Chanyeol lalu duduk membelakangi Seung woo "loh? Kok? Wae?" "Naiklah. Kau lihat pemandangan sambil aku menggendongmu. Kau kan ringan" "ah kau ini..benar tak apa?" Chanyeol hanya mengangguk. Seung woo pun naik ke punggung Chanyeol. Seung woo pun menyandarkan kepalanya di bahu Chanyeol sambil melihat pemandangan "bagus ya? Ah aku jadi ingin melihat ini setiap hari" Chanyeol pun melirik Seung woo dan mencium pipinya "tunggu 2 tahun lagi. Kau akan melihat ini setiap hari dengan posisi ini. Kecuali kalau kau sudah hamil Hara ya mungkin tidak bisa" Seung woo lalu memukul Chanyeol "dasar. Pikiranmu itu saja. Byuntae" "ya! Dimana-mana namja itu byuntae. Baekhyun contohnya. Dia byuntae expert" "MWO?!" "Jangan bilang-bilang. Ini rahasia" "arasseo" Seung woo lalu beralih ke pemandangan itu. Tanpa diduga, Chanyeol memotret adegan itu dan menshare nya di Instagram

                 'We hope our love will be last
                   until die separating us'

Tak disangka-sangka, semua teman Chanyeol dan Seung woo mengomentari foto itu.
"Kalian pre wedding? Yaampun kutunggu undangannya!"
"Park Chanyeol! Teganya kau meninggalkan aku dengan Seung woo! Harusnya aku yeoja itu!"
"Kudoakan kalian longlast!"
"YA CHANWOO COUPLE KALIAN DIMANA HAH? AKU MENCARI DI RUMAH SAKIT KALIAN TAK ADA. DIMANA KALIAN?!"

Seung woo dan Chanyeol saling pandang saat membaca komen terakhir. Ternyata itu Baekhyun "okay lebih baik kita akhiri posting memosting hari ini. Kurasa sebentar lagi tidak ada privasi untuk kita berdua" ucap Chanyeol sambil lalu memasukkan ponselnya ke saku celananya "bisa jadi..." ucap Seung woo dengan nada ketakutan "makanya. Cepat menikah denganku biar kita berdua bisa terus begini" ucap Chanyeol sambil menggoda Seung woo "ah itu maunya kau. Nanti saja ya chagi kalau aku sudah lulus" "arasseo. Ah iya kau masih lemas? Kau mau tidur?" "Aniyo. Aku mau disini saja denganmu" "baiklah" Seung woo dan Chanyeol kini duduk di sofa sambil melihat foto-foto selca mereka kemarin saat di sungai han dan rata-rata itu candid. Mereka tampak bahagia sampai-sampai banyak yang iri di Instagram. Chanwoo couple jjang! -tbc

Monday, June 2, 2014

Chapter 6 - Who Am I?

Keesokan paginya, Seung woo diantar pulang oleh Chanyeol. "Gomawo..kau istirahatlah sepertinya kau lelah" ucap Seung woo "aniyo..aku senang bisa bermalam di sauna denganmu ya walaupun kita baru tidur selama 3 jam sih" "uwaahh aku mengantuk. Aku ke dalam ya annyeong" Seung woo pun masuk ke dalam. Sebelum Chanyeol pergi, Luhan menemui Chanyeol "kalian bermalam di sauna?" "Ne hyung..kulihat sepertinya kemarin Seung woo butuh hiburan jadi aku mengajaknya kesana" "ah begitu...mau segelas coklat hangat tidak? Kebetulan aku sedang minum" "kalau hyung tak keberatan aku bersedia" "masuklah" Chanyeol pun masuk ke ruang tamu. Dia melihat sekeliling sembari duduk di sofa. Seung woo keluar dengan celana pendek dan tshirt v neck nya dengan muka bantal tanpa menyadari ada Chanyeol disitu. "Luhan oppa! Mana coklatnyaa?" "Lee Seung woo sabar sedikit aku sedang menyeduh airnya" "ah oppa~" rengek Seung woo sambil menarik-narik baju Luhan. "Itu satu lagi coklatnya untuk siapa? Kyungsoo oppa?" "Aniyo...untuk seseorang yang sedari tadi melihatmu sambil tertawa" ucap Luhan sambil menahan tawanya. Seung woo menoleh ke belakang dan voila namjanya sedang tertawa melihat Seung woo yang kaget "ya! Katanya mau pulang?" "Wae? Aku suka disini. Lagipula yang mengundangku oppa mu" "ah geuraeyo? Ah iya! Lupakan apa yang baru kau lihat tadi. Itu aku memang hanya acting. Jinjja!" "Aish acting saja menggemaskan begitu aigoo" ucap Chanyeol lalu mencubit pipi Seung woo. Tak lama, Luhan datang dengan coklat panas dan mulai bergabung bersama mereka. "Jadi...hubungan kalian sudah sampai mana?" Tanya Luhan serius "sampai mana? Baru jalan ditempat" ucap Seung woo "aish memang susah bicara dengan dia. Masuk sana" "ah shirreo! Kau keterlaluan" "habis kau menyebalkan" Chanyeol hanya tertawa melihat yeojanya bertengkar dengan kakaknya sendiri "hyung..aku memang baru memulai beberapa hari yang lalu dengan dia tapi aku ingin serius pada hubungan ini. Kau merestui kami kan?" "Yah.....berhubung kau mungkin terlihat baik, tampan, bisa diandalkan, jadi yah...joha ah iya kau punya adik atau kakak?" "Aku anak tunggal" "ah arasseo. Ah iya aku mau pergi ke rumah teman. Jaga adikku ya" "ne hyung" Luhan lalu melihat ke arah Seung woo "neo! Jangan buat ulah. Sampai buat ulah lihat saja" "terserah aku mau berbuat apa toh ini juga rumahku" "sampai kau ke lantai 3 lihat saja" "arasseo bawel" "Mwo?!" Luhan tadinya ingin memukul adiknya tapi dia berpikir kalau dia memukulnya nanti dia disangka kejam oleh Chanyeol "kali ini kau menang. Awas saja besok" Luhan lalu pergi ke kamarnya mengambil barang sementara Seung woo dan Chanyeol menikmati coklat hangat itu sambil berbincang. Tak lama, Luhan keluar dengan celana futsalnya "oppa kau mau futsal kan? Kalau pulang belikan es krim ya" "beli sendiri sana! Aku pulangnya sore. Minta Chanyeol saja kenapa minta aku?" "Habis menyiksamu itu enak" "NEO! Aish sudahlah aku mau pergi..kalkkae!" Luhan lalu keluar dan membawa mobilnya pergi. Seung woo hanya cemberut melihat Luhan yang begitu pelit "kau mau es krim? Aku bisa membelikannya" "aniyo..aku bercanda saja tadi..aku hanya ingin mengerjai dia. Dia kakak tertua yang paling menyebalkan. Sebenarnya dia kakak sepupuku. Kyungsoo juga" "geuraeyo? Kakak mu dimana?" "Hyun woo oppa? Ah dia masuk ke asrama" "ah geuraeyo? Begitu ternyata" Chanyeol mengangguk mengerti sementara Seung woo masih menikmati coklat hangatnya. "Kau tidak mengantuk?" Tanya Chanyeol sambil melihat Seung woo "kalau aku tidur kau siapa yang menemani?" "Tak apa...tidur saja aku tak apa-apa kok" Seung woo meneruskan untuk meminum coklat panas sambil menonton tv. Chanyeol yang masih sibuk bermain game di ponselnya merasa berat pada pundaknya. Dia lalu menoleh dan mendapati Seung woo tengah terlelap di sandarannya. Setelah melihat itu, Chanyeol tetap bermain ponsel hingga 10 menit kemudian ia juga tertidur di sofa itu dengan bersandar kepada kepala Seung woo yang berada di pundaknya.
                                 0o0

"Neo jigeum eodiya?"
"Ah...aku di rumah Tae woo wae?"
"Ah tak apa hanya bertanya saja kukira kau ada dirumah"
"Kenapa? Mau kesini? Boleh saja. Kau dengan Seung woo tapi"
"Kenapa harus dengan Seung woo?"
"Tae woo mencarinya"
"Ah arasseo"

Hyun ra lalu mematikan sambungan teleponnya ke Baekhyun. Dia lalu segera menuju rumah Seung woo untuk memintanya menemani ke rumah Tae woo. Saat ia sudah sampai, ia melihat motor Chanyeol terparkir dengan manisnya di halaman rumah. "Pasti ada Chanyeol" Hyun ra lalu mengebel rumah itu. Chanyeol segera terbangun dan perlahan bergerak untuk membuka pintu namun sialnya Seung woo malah terbangun "eodiga?" "Ada tamu...kau tidur lagi saja" Seung woo lalu melanjutkan tidurnya di sofa sementara Chanyeol membukakan pintu "kau...kenapa mukamu lusuh begitu?" Ucap Hyun ra "aku habis tidur wae?" "Seung woo mana?" "Tidur" "kalian....tidur disini? Berdua?!" "Aniyo...kami menginap di sauna semalam dan baru tidur jam 3 pagi. Sepertinya aku mengantuk sekali. Kau ada perlu apa dengan Seung woo?" Hyun ra pun menjawab dengan ragu "sebenarnya aku mau mengajak Seung woo ke rumah anak lesnya itu tapi berhubung dia tidur jadi ya..baiklah aku tak akan mengganggu dia. Kalian selamat tidur ya mimpi indah" Chanyeol lalu tersenyum pada Hyun ra dan menutup pintu. Hyun ra pun bingung harus kemana jadi ia memutuskan untuk main ke rumah Heerin. Heerin kala itu sedang bermain psp di halaman rumah dan itu membuat Hyun ra senang akhirnya ada juga yang menemaninya "Heerin~ah!" Heerin lalu menoleh dan melihat Hyun ra begitu bahagianya melambai padanya "kau...kenapa ceria sekali? Ada apa?" "Aku kesepian. Baekhyun dirumah Tae woo, Seung woo tidur jadi yang tersisa hanya kau" "lalu kau mau aku bagaimana?" "Temani aku main mau kan?" "Haaa...baiklah. kkaja" Hyun ra pun masuk ke rumah Heerin dengan bahagianya.
                                   0o0
Sehun dan Baekhyun sedang berada di perpustakaan untuk mengerjakan tugas. Baekhyun sibuk dengan bukunya dan Sehun sibuk dengan laptopnya. "Sehun~ah pinjam pulpen dong" Sehun lalu memberi Baekhyun pulpennya. Tak lama, Baekhyun meminjam correction pen dan Sehun masih memberinya. Saat Baekhyun mencolek Sehun lagi, Sehun emosi "nih! Ambil saja tempat pensilku! Ah kau ini benar-benar" "siapa yang mau meminjam lagi? Orang aku mau mengembalikannya" "oh yasudah" 'dasar aneh' gumam Baekhyun. Sehabis mengembalikan pulpen, Baekhyun melihat layar ponselnya. Ternyata ada sms dari Seung woo

"Baekhyun~ah aku tak bisa mengajar hari ini. Aku sakit bilang Tae woo ya"

Baekhyun pun menghela napas saat tau partnernya itu sakit

" Arasseo aku akan bilang Tae woo. Kau makan yang banyak biar kau cepat sembuh arrachi?"

Baekhyun pun langsung bergegas ke rumah Tae woo untuk memulai privatnya dengan Tae woo. "Hyung noona kemana?" Baekhyun menggaruk tengkuknya yang tidak gatal itu karena dia bingung harus menjawab apa "a-ah jadi Seung woo itu...sakit" "sakit? Ah geuraeyo? Alamatnya dimana?" "Ah dia bilang dia tak suka dijenguk toh sudah ada pacarnya ini" Tae woo mengangguk mengerti dan melanjutkan tugasnya lagi. Setelah 30 menit berjalan, Baekhyun pun mengakhiri privatnya "hyung kalau noona belum sembuh juga sampai minggu depan, aku akan menjenguknya" "ah ne" Baekhyun pun berpamitan dengan Tae woo dan segera bergegas menuju rumah sakit tempat Seung woo dirawat. Baekhyun pun sampai di rumah sakit. Dia segera menuju lantai 15 untuk ke ruangan vip milik Seung woo. "LEE SEUNG WOO!" saat Baekhyun berteriak disana ada Chanyeol yang tengah tertidur di sofa sambil menjaga Seung woo "omo....sesange...ige mwoya?" Baekhyun melihat Chanyeol dengan pulasnya tidur dengan kaus sleevless miliknya seperti biasa dan memeluk rillakumma "ya tuhan kenapa juga aku harus melihat pemandangan ini ckck" Baekhyun dengan usil lalu memotret Chanyeol dan memasukannya di instagram

         "Namja tertampan dan tereksis
          di Kyunghan memeluk Rillakumma.
          Aigoo neomu kyeopta"

Baekhyun terkikik melihat Chanyeol. Tak lama, Seung woo bangun dan menyadari Baekhyun ada disebelahnya "eoh? Neo wasseo?" "Ya! Kenapa kau bisa sakit? Ah lemah sekali badanmu itu" "mana aku tahu! Aku tifus dan sampai minggu depan aku disini" "kasihan ckck...lihat itu namjamu tidur seperti itu ahahaha" "aigoo yang sakit siapa yang tidurnya pulas siapa. Ah iya Tae woo bagaimana?" "Dia katanya akan menjengukmu kalau kau tak keluar dari rumah sakit sampai minggu ini" "geuraeyo? Ah jinjja anak itu" "ah iya mian tak bawa apa-apa aku soalnya habis dari rumah Tae woo" "gwenchanha kau disini saja sudah menghibur. Park Yoda aku haus" "Kau haus?" Tanya Baekhyun "aniyo. Aku sengaja mau membangunkan dia kau diam saja" Seung woo lalu merajuk lagi "Yeol oppa~ aku haus ppali!" Yeol langsung bangun dan panik "Wae Seung woo~ah wae?! Kau haus? Chakkaman" Chanyeol langsung memberinya air dan setelah itu Seung woo tertawa "wae usseo?" "Neo neomu kyeopta" "Museun soriya?" "Kau berlari kesana kesini cuma untuk memperhatikanku haha uri chagi neomu kyeopta" Chanyeol menatap Seung woo bingung "sejak kapan kau memanggilku oppa dan chagi? Sepertinya membuatmu sakit lebih menguntungkan untukku. Karena kau bisa bermanja-manja denganku" Seung woo lalu melempar rillakumma miliknya yang dibelikan Chanyeol "Ya! Neo jeongmal. Kalau sampai aku tak sadarkan diri kau suka? Jahat" Chanyeol lalu memeluk Seung woo didepan Baekhyun "eih kalian ini tak tahu ada aku apa? Yasudah aku pergi" "pergi sana memang tak seharusnya kau disini" omel Chanyeol "ya! Neo jinjja arasseo! Kalkae" Baekhyun pun pergi meninggalkan kedua pasang itu "wae iraeyo? Ya neo jeongmal" Seung woo ingin melepaskan pelukan Chanyeol namun sulit "ah neo jeongmal...aku sulit bernapas" "1 menit lagi ne?" "Haish 30 detik!" "20!" "10!" "5!" "Deng! Sudah 1 menit. Berdebat denganmu memakan waktu 1 menit" "PARK CHANYEOL!" Seung woo lalu melempar rillakumma nya dan tak sengaja itu meleset dan mengenai Jae hyun yang berada di pintu "oops..sorry" "gwenchana Seung woo~ssi" ucap Jae hyun sembari memberika rillakumma itu "kau...bagaimana bisa disini?" "Adikku memberi tahu" "a-ah begitu ternyata" "kau tak apa kan?" Jae hyun lalu memegang tangan Seung woo. Chanyeol yang menyaksikan kaget dan segera keluar namun Seung woo tak memerhatikan "ah masih panas. Kau istirahatlah" "ah ne....Hyemi bagaimana?" "Aku putus dengannya. Benar yang dikatakan adikku sepertinya dia tak baik untukku" "ah geuraeyo? Aku turut sedih" "gwenchana...ah iya aku tadi bawa sedikit makanan. Kau makan ya? Ini bubur abalon" "gomawo Jae hyun~ssi" Jae hyun lalu tersenyum "ah iya aku masih ada jadwal kerja...aku pergi annyeong" "gomawo buburnya!" Jae hyun lalu meninggalkan Seung woo. Tak lama Chanyeol masuk dengan muka murung "neo wae geurae?" "Kau tak melihatku saat ada si Jae hyun itu?" "Ah iya...ah tapi namanya orang bicara harus menatap lawannya" "tanganmu juga dipegang" "dia hanya mengecek suhu tubuhku saja" "dia tahu kau disini dari siapa?" "Adiknya" "ah begitu...." "kau tak kuliah?" "Nanti malam paling..kau mau makan?" "Ani...masih kenyang" "makan apa kau?" "Makan bubur abalon yang Jae hyun berikan untukku" "oh my god Jae hyun lagi" "museun iriya?" "Aniyo...aku hanya merasa agak.....cemburu" Seung woo lalu membuka ponselnya dan segera tertawa "kenapa tertawa? Tak lucu" "apanya tak lucu? Ini memang tak lucu?" Seung woo lalu memperlihatkan foto Chanyeol yang diposting oleh Baekhyun di Instagram "Byun Baekhyun! Lihat saja kau" Chanyeol langsung meninggalkan Seung woo "YA! NEO EODIGA?!" Seung woo lalu tertawa lagi saat melihat foto itu.
                                  0o0
Hyun ra dan Heerin sedang bermain laptop di kamar Heerin. Tiba-tiba ponsel Hyun ra berdering.
                   
                       'Baekhyunnie♡'

Hyun ra pun melihat ke layar ponsel itu dengan heran "kenapa tiba-tiba menelponku? Aneh" "nugu?" Ucap Heerin sembari bermain laptop "Baekhyun. Aku juga tak tahu kenapa dia menelpon" Hyun ra pun mengangkat panggilan itu.

"Wae?"
"Kemarin kau ke rumah Seung woo kan?"
"Eoh...dan dia tidur dengan Chanyeol"

Heerin kaget dan langsung menatap Hyun ra "mwo?!" Hyun ra pun menyuruh Heerin diam dan mendengarkan penjelasannya lagi

"Sekarang anak itu di rumah sakit. Kemarin saat kau pulang dari sana ternyata badannya sudah panas"
"Omona! Yasudah nanti aku ke sana"
"Arasseo"

Heerin menatap Hyun ra dengan tatapan menuntut sebuah jawaban yang jelas. "Katakan yang sesungguhnya. Chanyeol tidur dengan Seung woo?" "Eih bukan yang seperti kau pikirkan Heerin~ah. Mereka bermalam di sauna lalu hanya tidur 3 jam. Nah karena mereka capek jadi mereka ketiduran di sofa" "ah kukira seperti itu" "ya tidak lah! Hubungannya saja baru beberapa minggu sudah begitu. Gila kali dia" "mau menjenguk ke sana?" Hyun ra pun mengangguk "ah tapi....aku harus ajak Sehun" Hyun ra pun tertawa "kenapa tertawa?" "Sejak kapan kau jadi meminta perhatian dari namja? Dulu kau kan dingin. Seperti lemari es" "Ya! Namanya manusia itu harus berubah bagaimanapun caranya. Kalau mereka tak berubah bagaimana nanti kedepannya? Ah kau ini" "arasseo. Ppali hubungi Sehun bilang padanya aku menumpang ke rumah sakit" "arasseo" Heerin pun menghubungi Sehun. Saat sudah tersambung, terdengar suara gemuruh di seberang

"Sehun~ah neo eodiya?"
"Di jalan...wae?"
"Kau bisa ke rumahku? Seung woo dirawat"
"Ah geurae? Arasseo 5 menit lagi sampai. Omong-omong kau sedang apa?"
"Main dengan Hyun ra. Kau habis dari mana?"
"Dari suatu tempat. Yasudah ku tutup ya annyeong"

Setelah menunggu sekitar 5 menit, Sehun pun sampai di rumah Heerin. Heerin yang tengah berada di kamar pun segera turun dan menemui Sehun. "Sehun~ah kau mau kan mengantarku ke rumah sakit? Naik mobilku saja" "mobilmu? Arasseo ah iya ini...tadi aku sebelum ke sini melewati toko coklat jadi kubelikan ini untukmu" "gomawo hun~ah" ucap Heerin sambil tersenyum. "Hyun ra~ya kkaja aku sudah siap" "ne!" Teriak Hyun ra dari atas. Dia pun turun dengan sangat tergesa-gesa hingga akhirnya dia terjatuh saat di tangga terakhir. "Aduh!" "Hyun ra~ya! Neo gwenchana?" Teriak Heerin "gwenchana..nanti kita ke rumah sakit kan? Aku bisa mengecek saat disana" "arasseo" mereka pun berangkat menuju rumah sakit.
                                0o0
Sesampainya di rumah sakit, mereka langsung menuju kamar Seung woo. Saat menemuinya, ternyata Seung woo sedang bermain dengan ponselnya. "Oi" panggil Sehun pada Seung woo "oh wasseo? aku kira kau sibuk" "aniyo. Aku tak pernah sibuk kalau untuk teman sendiri apalagi kau kan temannya Heerin jadi ya mana mungkin aku sibuk karena kau?" "Eih bisa saja kau ini...oh iya Hyun ra~ya dahimu kenapa? Kok memar gitu?" "Ah ini? Aku terbentur tangga" Seung woo langsung berdecak kasihan pada Hyun ra "hidupmu malang sekali nak" "ah iya sepertinya sih sudah tak apa. Kau mau makan sesuatu?" "Aniyo. Aku sudah makan" "ah geuraeyo? Arasseo. Keundae Chanyeol eodisseo?" Seung woo celingukan mencari Chanyeol. Tak lama, ia baru ingat kalau Chanyeol kuliah "ah matta! Chanyeol kuliah aku lupa" "kau ini bagaimana" Heerin lalu memegang kening Seung woo "masih panas. Kau tidurlah" "aku bosan tidur. Aku mau jalan-jalan" "eih kau masih sakit! Mana boleh jalan-jalan" Seung woo memelas didepan Heerin, Hyun ra dan Sehun "hanboman ne? Koridor saja!" "Haahh arasseo" ucap Heerin. Seung woo pun keluar kamar dengan kursi rodanya. Dia merasa sangat lega karena bisa keluar dari situ "ah akhirnya keluar juga. Ah iya ponselku mana ya?" Hyun ra lalu menunjuk kantong baju Seung woo "itu apa?" "Oiya hehe" Seung woo lalu mengambil ponselnya dan mengirim pesa  ke beberapa orang. Kurang lebih sekitar 10 menit setelah Seung woo kembali ke kamarnya, Baekhyun berlari bagai maling yang dikejar polisi. "Kau bilang Hyun ra sakit? Mana??? Aku panik sampai tak sadar kalau buku tugas hukum ku ketinggalan di kampus. Mana Hyun ra?!" Seung woo hanya terkikik saja melihat Baekhyun "Hyun ra di kamar mandi hahahaha aku mengerjaimu. Dia memang habis jatuh dari tangga tapi dia hanya memar saja" "NEO JINJJA!" Hyun ra keluar dan melihat Baekhyun yang akan memukul Seung woo "Baekhyun~ah! Kau kenapa mau memukul Seung woo? Dia kenapa?" Baekhyun lalu menarik tangannya dan mengurungkan niatnya untuk memukul Seung woo "soalnya dia bilang kau itu dirawat dan masuk ICU karena kecelakaan makanya aku panik sampai meninggalkan buku hukum ku lagi aish kalau akselerasi ku gagal bagaimana?" Hyun ra menghampiri Seung woo dan memukulnya "neo jinjja! Kalau sampai Baekhyun tak akselerasi lihat saja kau..akan kubuat kau tua di kampus!" "Eonnie neo jinjja! Arasseo! Mianhae Baekhyun~ah" yang lain pun tertawa melihat Seung woo. Setelah menjenguk Seung woo, Baekhyun pulang dengan Hyun ra dan Heerin dengan Sehun.
                                   0o0
Sebelum pulang, Heerin dan Sehun mampir ke Cafe bubble tea tempat biasa ia membeli bubble tea. Saat ingin membeli bubble tea, tak disangka kakak Heerin menjadi barista disana bersama dengan kakak Seung woo. "Hyung! Kau disini?" Minseok menoleh dan melihat Sehun yang tengah bersama adiknya yang sedang duduk dan tengah membaca komik. "Oh! Kau dengan Heerin? Sedang apa disini?" "Habis menjenguk Seung woo. Dia sakit tifus" Minseok lalu mencolek Luhan yang tengah asyik membuat machiatto "ya! Adikmu sakit?" Luhan dengan santainya mengiyakan sambil terus meracik machiatto. "Kenapa kau tak bilang padaku? Kan kalau aku tahu aku bisa menjenguk juga" "dwaesseo...sudah ada Chanyeol disana dia akan baik-baik saja keochongma" Minseok lalu kembali menoleh ke arah Sehun "ah iya bubble tea ya? Sebentar ya" Minseok lalu membuatkan 2 bubble tea untuk adiknya dan Sehun "cha..sudah jadi. Kau bersenang-senanglah dengannya. Anggap kami tak ada" Sehun hanya tertawa menganggapi Minseok "arassso hyung" Sehun kembali menghampiri Heerin "kok lama?" Heerin bertanya dengan raut wajah kesal karena bubble tea nya amat sangat lama "mian tadi ada kesalahan..sedikit" ucap Sehun pada Heerin "ah iya. Heerin~ah" "wae?" "Mau ke namsan tidak?" "Namsan? Mmm boleh" "besok aku jemput ya" "arasseo" Heerin meminum Bubble teanya namun, Sehun langsung berdecak saat melihat Heerin minum "wae?" "Kalau minum jangan berantakan begini..ah kau ini" Sehun pun menyeka bibir Heerin yang terkena coklat dengan ibu jarinya dan lalu ia membersihkan ibu jarinya itu dengan menghisapnya "ih jorok" "tak apa kan bekas kau ini..sudah selesai belum?" "Sedikiiiittt lagi" "arasseo" setelah menunggu selama 5 menit akhirnya Heerin selesai. Mereka pun akhirnya pulang karena mengingat hari sudah malam.
                               0o0
Setelah 10 menit dari sana, Heerin pun sampai dirumah. "Jalja" ucap Heerin "jaljayo Heerin~ah" ucap Sehun sambil mengelus puncak kepala Heerin. "Kalkae" sebelum Heerin pergi Sehun mengecup pipi Heerin "arasseo. Tidur yang nyenyak ya" Heerin lalu tersenyum dan turun dari mobil. Kembali ke Baekhyun dan Hyun ra. Mereka berdua kini berada di aparte Baekhyun "sudah malam. Aku harus pulang" Baekhyun lalu menoleh ke jam. Ternyata sudah jam 00.00 "aish seperti cinderella saja jam segini baru minta pulang" "habis daritadi aku asyik main laptop jadi lupa" "yasudah ayo kuantarkan" Baekhyun pun mengantar Hyun ra pulang. Tak lama, ia sampai di rumah Hyun ra "gomawo Baekhyun~ah" "sudah kewajiban seorang pangeran memulangkan Cinderella nya iya kan?" "Hahaha kau ini...yasudah aku pulang ya" "tunggu!" Hyun ra lalu menoleh dan tanpa disangka-sangka Baekhyun mengambil first kiss Hyun ra. "Ya! Kau ini" "itu ongkos antar ku. Kalkae" "hati-hati ya!" Hyun ra lalu melambai ke Baekhyun dan setelah Baekhyun pergi dia masuk ke rumah. -tbc