Saturday, June 28, 2014

Chapter 10 - Who Am I?

"Oh..hai" ucap Seung woo sambil melambaikan tangannya pada Tao. Tao hanya tersenyum pada Seung woo. "Senang bertemu denganmu! Semoga kau bisa membuat teman kami bahagia ya!" Ucap Heerin. Yang lainnya hanya tertawa sedangkan Tao hanya tersenyum malu-malu. "Duduklah. Kami mengundang kalian hanya untuk berbagi makanan yang telah kami buat tadi" ucap Chanyeol "wah...kau ada bakat Chef juga. Sushinya enak" ucap Sehun yang langsung memakan sushinya. "Machanya juga enak" ucap Hyun ra "ah geurae? Semuanya sebenarnya Seung woo yang buat sih aku cuma membantu mengaduk dan menggulung" yang lain pun mengangguk mengerti. "Tao~ssi. Bagaimana menurutmu?" Tanya Chanyeol "enak" ucap Tao "ah geurae? Syukurlah" ucap Chanyeol "kalian berdua kompak. Sepertinya kalian akan bertahan lama" ucap Tao ah hahaha gomawo..kuamini saja ucapanmu" ucap Seung woo sambil tersenyum ramah "kalau kami?" Tanya Sehun sambil merangkul Heerin "kalian....bisa dibilang jauh dari masalah. Kudoakan kalian awet ya" "AMIN! SEMOGA KAU DAN HYUN RA BAHAGIA!" ucap kedua sejoli ini. Anak-anak yang lain pun tertawa karena kekonyolan mereka. "Sudah kubilang kan mereka orangnya asik?" Tanya Hyun ra "beruntung kau punya teman seperti mereka. Gomawo karena mengenalkan ku pada mereka" ucap Tao sambil memegang tangan Hyun ra "ehem! Pasangan baru telah muncul!" Ledek Chanyeol pada Hyun ra "ah apasih kau ini. Kau suka tak jelas" yang lainnya pun tertawa sambil menikmati sushi dan macha yang Chanwoo couple buat.
                                   0o0
"Temanmu baik semua ya...aku senang bisa berkenalan dengan mereka" Hyun ra langsung senang saat tahu Tao menyukai teman-temannya. "Ah jinjja? Wah kapan-kapan berarti aku harus mengajak kau bertemu mereka lagi" ucap Hyun ra sambil melirik Tao "hmm...bisa dibilang begitu" ucap Tao sambil tersenyum "mau kemana kita sehabis ini?" Tanya Hyun ra "ah aku ada latihan wushu. Mau nonton?" Hyun ra lalu mengangguk. Akhirnya, keduanya pergi ke tempat Tao biasa latihan wushu. Hyun ra duduk di bangku tamu di dalam ruangan itu. Tao pun sudah siap dengan alat-alat wushu nya dan kini dia beraksi. Pertama-tama ia melakukan gerakan bela diri biasa lalu menendang hingga menyebabkan tubuhnya melayang dan berputar di udara. Hyun ra sempat terkesiap melihat Tao dan agak ngeri juga takut-takut Tao akan jatuh. Setelah tanpa alat, kini ia bermain nanchuck. Dia terlihat mahir memainkan alat itu sambil memadukannya dengan gerakan bela diri tadi. Setelah dengan nanchuck dia berqlih ke tongkat bambu. Semua gerakan yang ia lakukan ialah memutar tongkat, melemparnya, memutar dirinya sambil bermain tongkat dan sebagainya. Setelah aksinya selesai ia akhiri dengan berputar di udara. Hyun ra pun bertepuk tangan setelah melihat Tao beraksi. Ia segera memberikan minum dan menyeka keringatnya "kau pasti lelah ya? Tapi tadi itu sangat bagus!" Tao hanya tersenyum sambil mengambil air dari tangan Hyun ra "ah geurae? Ah baru kali ini aku latihan dan ditunggu yeoja cantik sepertimu" Hyun ra lalu memukul lengan Tao pelan "ah apaansih" Tao tersenyum sambil mengelus puncak kepala Hyun ra "tak usah aku deklarasikan lagi kan kalau aku suka padamu?" Hyun ra lalu mengerjapkan matanya sambil memastikan apa yang telah ia dengar dari Tao "k-kau bilang apa?" "Ehem...wo ai ni..kalau disini apa namanya? Sarang..ah! Saranghae!" Hyun ra merasa pipinya mendadak panas, jantungnya berdegup kencang dan seolah ia ingin pingsan "ah kan kau begitu lagi...aku hanya mengucapkan perasaanku padamu itu saja" Hyun ra langsung salah tingkah "ya tapi kan kalau bagi seorang yeoja itu..." "aku tak mau kau mempunyai nasib seperti dengan mantanmu. Aku tak mau setelah aku memaksamu menjadi yeojaku aku tak bisa baik padamu. Karena itu aku lebih memilih untuk mengatakan rasa suka padamu berulang kali dibanding menjadikanmu yeojaku karena aku yakin dengan cara ini kita bisa bertahan lama" Hyun ra lalu tersenyum "aku boleh jujur?" "Silahkan" "hanya kau namja yang dari awal aku lihat sudah membawa ketenangan padaku. Dan hanya kau yang peduli padaku apapun masalah yang kuhadapi. Aku merasa kaulah namja yang tepat yang telah tuhan berikan untukku. Maka dari itu, aku ingin agar kita terus bersama" Tao lalu tersenyum "baiklah..mari kita terus bersama hingga akhir hayat memisahkan" Tao lalu memeluk Hyun ra dengan erat. Kedua sejoli ini amat sangat bahagia akan rasa suka dan saling perhatian yang mereka tunjukkan masing-masing.
                                    0o0
Sehun dan Heerin masih diaparte Chanyeol. "Eh Tao itu sepertinya tipe penjaga yang baik untuk Hyun ra" ucap Sehun "ah benarkah? Tahu darimana?" Tanya Chanyeol "lihat saja dia buktinya bisa membuat Hyun ra segembira itu coba dengan si bebek itu kan tidak mungkin dia tersenyum seperti itu" "Baekhyun namanya ah kau ini" bela Chanyeol. Seung woo dan Heerin memilih diam daripada ikut membicarakan Baekhyun. Apalagi Seung woo yang sudah benar-benar kesal dengan Baekhyun. Seung woo hanya menatap kebawah dan terkadang malah mendengus kesal "Woo~ah, neo wae geurae?" Tanya Chanyeol sambil memegang pundak Seung woo "ah aniya keunyang...sedikit kesal" ucap Seung woo pada Chanyeol "jangan begitu...dulu kan dia temanmu semasa kecil" "tapi dia mengkhianati Hyun ra aku kasihan padanya" Chanyeol lalu mengelus kepala Seung woo "sudahlah...jangan memusuhi orang seperti itu. Dia toh juga sudah merasa bersalah kan?" "Ah tapi...ah sudahlah" Seung woo memilih diam lagi. Sehun lalu melirik Heerin "kau diam saja karena kesal atau bagaimana?" Tanya Sehun "tidak...aku diam karena aku pikir dengan diam aku jadi tidak berkata sembarangan pada orang lain. Aku sih berpikir positif saja" Sehun lalu tersenyum melihat Heerin "kau bijak juga ya....berbeda dengan yeoja yang satu ini" "AISH APA MAKSUDMU OH SEHUN?!" omel Seung woo pada Sehun "ya! Aku kan hanya mengumpamakan saja!" "Sudah jangan ribut! Kalian ini seperti anak kecil saja!" Omel Heerin. Yang lainnya pun segera diam "apapun pilihan Hyun ra harus kita hormati. Karena itu hidupnya. Dia yang menjalankan bukan kita. Kalau memang ada yang salah ya kita peringatkan kalau menurut dia itu sudah benar yasudah biarkan saja" ucap Heerin. Yang lainnya pun mengangguk "ah kenapa aku jadi ceramah begini? Aku haus aku mau minum" "ne seonsaengnim" ucap Seung woo lalu berlari mengambil air "ya tuhan yeoja mu itu kenapa" Chanyeol hanya tertawa melihat Seung woo yang senang berlarian. "Ini minumnya!" Setelah Seung woo memberikan minum dan ingin duduk seketika ia terpeleset didepan Chanyeol "HAHAHAHA YA NEO! HAHAHAHAHA" tawa Sehun dan Heerin menggelegar di aparte Chanyeol. Chanyeol hanya menahan tawa sambil memegang tangan Seung woo dan membantunya berdiri. Seung woo lalu memukul Chanyeol sambil merengut "ih jahat! Pakai ketawa lagi! Jahat kau jahat!" Chanyeol yang tadinya tak tertawa jadi tertawa terbahak-bahak "bagaimana aku tak tertawa? Kau saja pertama mau jatuh sok sok cool dengan mengeles lalu yang kedua baru jatuh kan lucu" ucap Chanyeol sambil menangis karena tertawa. Disaat yang lain hening Seung woo tertawa sendiri memikirkan dirinya saat jatuh. Yang lain menatapnya heran sambil menahan tawa "anak ini kenapa sih? Ya tuhan dasar autis" ucap Sehun pada Seung woo "enak saja autis...dia tak autis cuma agak tidak normal" ucap Chanyeol "eh awas ketahuan Luhan hyung habis kau" ucap Sehun menakut-nakuti "adiknya saja sudah mengerikan apalagi kakaknya...hii" Seung woo lalu berhenti tertawa sebentar setelah itu dia malah berguling-guling di lantai. Chanyeol yang tak kuat melihat yeojanya jadi ikut-ikutan tertawa sambil menepuk-nepuk sofa yang ia duduki. Heerin hanya membenamkan wajahnya dengan bantal untuk menahan tawanya sementara Sehun tertawa sampai menangis.
                                  0o0
Di tempat lain, setelah latihan wushu Tao dan Hyun ra pergi ke salah satu toko baju. "Kenapa kesini? Aku kan sudah punya banyak baju" Hyun ra lalu merengut saat Tao bicara begitu "arasseo arasseo..kkaja..kau belikan aku baju yang bagus ya" Hyun ra lalu tersenyum lagi dan menggandeng Tao masuk. Hyun ra lalu memilih beberapa stel baju untuk Tao. Sembari Tao mencoba, Hyun ra mencari pasangan yang pas untuk baju itu. Saat sedang mencari, tak sengaja dia memilih pakaian yang sama yang dipegang oleh seorang namja. Saat menengok, ternyata namja itu adalah............. Byun Baekhyun. Hyun ra segera melepas tangannya dari jaket itu dan mulai mencari lagi. Baekhyun hanya melihatnya penuh rasa bersalah. Saat Tao keluar, Hyun ra langsung memberikan jaket itu pada Tao dan memakaikannya. Dengan sengaja, Hyun ra memeluk Tao berpura-pura membetulkan bajunya. Baekhyun melihatnya agak kesal tapi tatapan Tao lebih mengerikan dibanding Baekhyun. Tao melihat Baekhyun dan tatapannya semakin tajam. Setelah menatap Baekhyun, Tao menatap Hyun ra dengan sayang. Baekhyun yang tak kuat melihat pemandangan itu akhirnya segera membayar dan pergi. Setelah pergi Hyun ra lalu tersenyum "tatapan mu mengerikan. Baru kali ini aku melihat tatapan begitu" ucap Hyun ra. Tao hanya tertawa mendengar ucapan Hyun ra "itu hanya untuk seseorang yang tak penting. Kalau denganmu kan beda" ucap Tao sambil menunjukkan senyumnya "ah bisa saja. Yasudah ini sudah bagus kita bayar ya?" Tao masih melihat Baekhyun mengawasi mereka dari luar. Tao lalu merapikan rambut Hyun ra dan membisikkan sesuatu pada Hyun ra "sepertinya dia masih melihat. Dasar bocah" Hyun ra lalu tertawa dan malah mencium pipi Tao. Baekhyun kaget dan langsung pergi. Tao tertawa setelah Hyun ra menciumnya "wae?" "Anak itu marah hahaha baguslah" Hyun ra lalu tertawa dan menggandeng Tao. Mereka pun menuju kasir dan membayar baju yang ia beli. Setelah mereka keluar, mereka berjalan bergandengan tanpa tahu seseorang melihatnya geram dari belakang.
                                 0o0
Sehun dan Heerin kini sedang berada di supermarket setelah dari aparte Chanyeol. Mereka berencana untuk membuat pie apel. Heerin membeli tepung, telur, agar-agar, dan apel. Sehun hanya mengikuti Heerin untuk membeli bahan-bahan pie. "Kau tahu darimana semua bahan untuk membuat pie?" Tanya Sehun sambil membantu Heerin mengambil apel kalengan yang diletakkan di rak tinggi "oh...dari Seung woo" Sehun pun berdecak kagum "benar-benar ya yeojanya Chanyeol itu. Apa saja bisa gila" "melawak saja bisa seperti tadi" Sehun lalu mulai tertawa mengingat kejadian tadi sementara Heerin menahan tawanya sambil memukul tangan Sehun. "Ah aku lelah tertawa..sudah yuk kita pulang" Heerin lalu mengangguk. Mereka pun ke kasir untuk membayar dan segera ke aparte Sehun. Setelah berbelanja, mereka segera mempersiapkan bahan untuk membuat pie. Sehun membuat adonan pie dengan sangat mahir. Heerin yang tak enak segera ingin membantu "aku harus apa?" Sehun lalu menunjuk agar-agar "buat cairan agar-agar dan buka kaleng apel" "arasseo" Heerin lalu mengambil panci dan mengisinya dengan air. Sehun lalu melihat air yang diambil Heerin "ya! Itu kebanyakan! Kurangi setengahnya! Kenapa jadi satu panci full astaga ckck kan agar-agarnya hanya untuk olesan apel saja biar cantik" "oh begitu ya? Arasseo" Heerin lalu mengurangi airnya dan menaruhnya di atas kompor. Heerin lalu memasukkan agarnya hanya setengah. Setelah itu, dia menarik baju Sehun "apa?" "Aku tak bisa menyalakan kompor. Nyalakan ya?" Sehun lalu tertawa "kau tak bisa menyalakan kompor? Astaga" Sehun lalu menyalakannya ke api sedang "bukannya tak bisa. Tapi aku pernah saat memasak hampir kebakaran. Kan aku jadi takut" "gwenchana...selama kau menggunakannya dengan baik tak akan terjadi apapun kok" Heerin lalu beralih ke kaleng apel. Heerin membukanya dengan pembuka kaleng. Saat ingin membuka kaleng itu, tangan Heerin berdarah karena terkena ujung tutup kaleng yang telah terbuka itu "yah...berdarah" Sehun lalu segera melihat jari Heerin dan menghisapnya "ah...perih. maaf ya aku bukannya membantu malah mengacaukanmu" Sehun lalu mencuci tangan Heerin dengan air setelah menghisapnya Sehun lalu tersenyum sembari mencuci tangan Heerin "lebih baik kau duduk saja melihatku. Itu juga sudah membantu kok. Tapi kalau kau mau membantu boleh sih. Kau bisa mencuci piring. Tapi aku takut dengan lukamu. Lebih baik kau obati saja. Atau kau mau menghias? Boleh juga" Heerin lalu mengangguk. Setelah selesai mengisi pie nya dengan buah dibawahnya, Sehun lalu melapisinya dengan adonan lagi dan membiarkan Heerin menghias apelnya. Setelah menghias, Sehun membakar pienya selama 10 menit. Setelah dibakar, Heerin mengolesi pie itu dengan agar-agar agar terlihat mengkilap. "Selesai! Wah bagus!" Ucap Heerin "iyalah. Siapa dulu yang buat. Serin couple" Sehun lalu merangkul Heerin sambil tersenyum. Heerin lalu memotong pie apelnya dan memberikan pada Sehun "chef...juseyo" Sehun lalu mencicipi pie apelnya. Awalnya dia berwajah datar namun melihat Heerin yang penasaran akhirnya Sehun tersenyum "enak kok...cobalah" Heerin lalu mencoba pie apel itu "oh iya...enak. wah kau pintar masak ya!" "Itu kan berkat idemu kalau tidak yaa aku tak akan menunjukkan keahlian memasak" Heerin hanya tersenyum pada Sehun. Mereka lalu menikmati pie apel itu di sore hari dengan meminum lemon tea yang dibuat Sehun.
                                    0o0
Seung woo sedang asyiknya menonton film horror setelah Heerin dan Sehun pulang. Chanyeol melihat Seung woo yang amat sangat serius menonton film "itu apa?" Chanyeol lalu duduk disebelah Seung woo sambil mengambil popcorn caramel yang Seung woo buat "horror..kau diamlah lagi asyik nih" "oh" Chanyeol lalu bersandar pada sofa dan memejamkan matanya. Seung woo yang lelah duduk tegak akhirnya bersandar. Namun karena ia terlalu serius menonton horror jadi tak sadar kalau Chanyeol sedang tertidur di sofa. Saat ia mulai bersandar, dia merasakan sesuatu di tangannya makanya ia teriak. Chanyeol lalu bangun dan melihat Seung woo "wae geurae?" "Tadi aku menyentuh sesuatu! Seperti tangan!" Yang tadinya panik Chanyeol menjadi flat face "itu tanganku. Ah kau ini. Sudah ah aku mau tidur kau nonton disini sendiri ya?" Seung woo lalu mengangguk. Chanyeol lalu masuk ke kamar dan meninggalkan Seung woo sendiri. Setelah film selesai, Seung woo merasa kesepian. Ia lalu ke kamar Chanyeol dan merebahkan tubuhnya di sebelah Chanyeol. Karena efek film tadi, Seung woo tak bisa tidur sehingga menyalakan lampu. Saat telah menyalakan lampu, Chanyeol pun terbangun "wae?" Seung woo hanya menatap Chanyeol "museowo" "waeyo?" "Filmnya..." "oh..film. kau tak bisa tidur? Mau aku temani supaya kau tidur?" Seung woo mengangguk. Chanyeol pun memeluk Seung woo tapi nyatanya ia tak bisa tidur "Yeol~ah...aku masih takut. Aku mau pulang" "pulang? Ini sudah jam 1 malam kau mau pulang?" Seung woo hanya panik karena ketakutan "jadi kau mau tidur dimana nona Lee?" Seung woo menggeleng "tak tahu...tapi disini aku tak merasa aman" "geurayo? Kenapa kau berpikir begitu?" "Disini gelap" Chanyeol lalu menyalakan semua lampu "kalau begini?" "Eum...baiklah" Chanyeol lalu memeluk Seung woo lagi "besok pagi aku antar kau pulang. Tenang saja" "ah salah aku menonton film horror tadi" Chanyeol hanya tertawa "lagian bukannya tidur bersamaku kau malah nonton film dasar" "habis filmnya seru" Ujar Seung woo sambil pout "hahaha mian aku tak menemanimu harusnya aku menemani. Sudah ya kau tidur" Seung woo lalu tertidur sambil tersenyum dan Chanyeol mencium pipi Seung woo "night sweetie. Have a nice dream" mereka berdua pun tertidur dengan amat sangat nyenyak -tbc

No comments:

Post a Comment