Saturday, June 28, 2014

Chapter 9 - Who Am I?

Kegiatan rutin Hyun ra setelah ia putus dari Baekhyun yaitu pergi ke taman dan mengunjungi Tao untuk melihatnya bermain basket. Hyun ra duduk di bangku penonton sembari membawa sandwich yang ia buat untuk Tao. Kalau bisa dihitung-hitung sudah hampir sebulan Hyun ra dekat dengan Tao. Entah apa yang ada dalam dirinya, ia merasa Tao lebih pantas untuknya dibanding Baekhyun. Setelah lama menunggu, akhirnya Tao menghampiri Hyun ra "sudah selesai mainnya?" Tanya Hyun ra yang sedang membaca novel itu "baru saja. Kau baca apa serius sekali" ucap Tao sambil melihat buku yang Hyun ra baca "ini buku Sherlock Holmes. Aku suka buku detektif makanya aku baca ini" "kau suka detektif? Wah berarti kau termasuk genius dong" "kenapa kau bilang begitu?" Hyun ra langsung heran dengan ucapan Tao "karena biasanya yang suka buku detektif itu orang yang senang berpikir dan sepertinya kulihat kau anak yang senang bermain dengan logika" Hyun ra hanya tertawa saja "hahahaha bisa saja. Aku diluar memang manis coba kalau kau tanya temanku wah jangan ditanya aku itu amat sangat beringas. Kau tidak tahu kan sebelum aku bertemu denganmu aku anak clubbing?" Tao tercengang mendengar ucapan Hyun ra tapi Hyun ra langsung menepuk bahu Tao "tenanglah. Aku sudah taubat kok. Aku sekarang jadi anak alim" Tao pun hanya tertawa mendengar ucapan Hyun ra "kau lucu. Baru kali ini aku melihat ada yeoja seasyik dirimu" Hyun ra hanya tersenyum pada Tao "besok ada waktu luang? Kalau ada nonton Transformer yuk! Aku yang bayar deh" Hyun ra dengan antusias langsung mengiyakan ajakan Tao "jam 4 kujemput ya. Ah iya kau sudah makan?" "Belum...aku menunggu kau makan dulu biar kita bisa makan bersama" Tao pun tersenyum "ah geurae? Wah enak juga ya makan sambil ditunggu oleh seorang yeoja begini...andai saja aku punya yeoja sepertimu. Ehem kira-kira aku punya kesempatan kan?" Hyun ra langsung kaget mendengar ucapan Tao "n-ne?" Tao hanya tertawa "ah aku hanya bercanda. Jangan bilang kau anggap serius lagi? Hahaha tapi kalau kau anggap serius juga tak apa sih toh aku mulai menyukaimu" Hyun ra langsung tertegun akan ucapan Tao "jangan langsung kau anggap serius dulu aku kan cuma mengungkapkan perasaanku" Hyun ra hanya tersenyum kikuk pada Tao. Akhirnya, mereka berdua pun saling pendekatan satu sama lain di taman itu.
                                 0o0
Pagi ini tak biasanya Heerin melakukan kegiatan semacam ini. Dia sampai memanggil Seung woo pagi-pagi ke rumahnya hanya untuk membantu nya melakukan hal itu "aduh tumben-tumbenan sekali sih kau memasak? Buat apa?" Heerin langsung meliriknya kesal "namanya yeoja itu kan harus bisa memasak! Kau pikir hanya kau saja yang bisa memasak? Aku juga harus bisa! Diantara kalian bertiga, hanya aku yang tak bisa memasak!" Seung woo hanya menganggukkan kepala mengerti. "Jadi nona Shin apa yang mau kau buat hari ini?" Heerin lalu berpikir menemukan suatu ide "aku mau buat pizza" "oh gampang...ok kau akan kubantu" "jadi pertama kita harus apa?" Seung woo lalu melihat ke lemari es "kau punya paprika atau daging cincang atau bawang bombay?" Heerin pun melihat ke lemari es "aku hanya punya daging cincang dan bawang bombay. paprika aku tak punya" "kau punya ragi?" Heerin menggeleng "baiklah yang perlu kita beli adalah keju mozarella, paprika, parmesan, saus tomat, sosis.." "sosis aku punya!" "Oh kalau begitu ragi dan minyak" "minyak aku punya tapi tepung tidak" "baiklah beli tepung yang protein rendah. Kkaja kau yang bawa mobil aku mau tidur dulu" "haish kau ini" "siapa suruh membangunkanku pagi-pagi?!" Omel Seung woo pada Heerin 'kalau bukan karena kau jago masak mungkin kau akan kutendang karena menyuruhku dengan seenak-enak jidatmu'  gumam Heerin. Akhirnya mereka ke supermarket untuk membeli semua bahan itu. Setelah selesai, mereka segera ke rumah Heerin untuk membuat pizza. Pertama-tama Seung woo mengambil air es untuk membuat adonan pizza. Dia memasukkan tepung serta ragi ke dalam situ. Setelah kalis, adonan pun ia diamkan selama kurang lebih 2 jama agar lebih mengembang. Sembari menunggu, mereka membuat isi pizza dengan menumis bawang bombay terlebih dahulu hingga harum lalu memasukkan daging, sosis, paprika, serta saus tomat ke dalamnya. Setelah 2 jam menunggu akhirnya mereka mengoleskan minyak pada adonan dan pada loyang agar tak lengket. Setelah mengoles minyak mereka pun mengoles pizza dengan topping dan menaburkan keju mozzarella diatasnya. Setelah menaruh topping, Heerin memasukkan pizza ke oven yang sudah di set 150°C oleh Seung woo tadi. Kurang lebih sekitar 20 menit akhirnya pizza pun jadi. "Wah daebak. Kau benar-benar master" ucap Heerin "apanya master. Chanyeol setiap minggu aku buatkan pizza dan pasta hahaha" "beruntung Chanyeol mendapatkanmu. Kasihan Sehun yang tak bisa mencicipi masakan buatanku. Yang ada malah dia yang memasak untukku" Seung woo hanya tertawa "yaampun ternyata Oh Sehun bisa masak? Daebak" Heerin yang mendengar ucapan tadi merasa kesal dengan dirinya "ah kenapa aku tak bisa masak sih?!" "Makanya...bersahabatlah dengan kompor makanya kau bisa memasak" Heerin lalu melirik Seung woo "kau kan kompor Seung woo~ah. Kau kan selalu memanas-manasi orang lain iya kan?" "YA! BUKAN KOMPOR YANG SEPERTI ITU AH NEO JINJJA! Ah ngomong-ngomong pizza ini untuk siapa?" "Untuk sehun" Seung woo hanya mengangguk mengerti "arasseo. Tugasku sudah selesai kan? Aku dipanggil oleh majikan nih" Heerin lalu menatapnya heran "majikan? Nugu?" "Park Chanyeol" "ooohhh hahaha yasudah sana layani majikanmu kalau tidak nanti kau dipecat lagi. Gomawo ya" Seung woo pun tersenyum dan segera pergi ke tempat Chanyeol dengan mobilnya sementara Heerin langsung memanggil Sehun untuk kerumah.
                                 0o0
Sehun baru saja bangun dari tidurnya setelah semalam ia begadang mengerjakan essay terakhirnya sebagai mahasiswa. Ia masih mengenakan celana pendek dan kaus v neck putih dan rambut yang acak-acakan. Tak lama setelah ia bangun, ia mendengar bel apartenya berbunyi. Ia pun segera melihat intercom dan ternyata itu Heerin yang sedang menunggu diluar. Sehun segera membukakan pintunya dan Heerin masuk dengan satu kotak makan. "Baru bangun?" Tanya Heerin "iya..semalam aku mengerjakan essay makanya baru bangun" Heerin lalu tersenyum "pasti belum makan kan? Kebetulan aku buat sesuatu. Sebenarnya ada bantuan Seung woo juga sih tapi over all aku yang masak" Sehun langsung tersenyum "ah geurae? Wah pasti enak" Sehun segera membuka kotak makan itu. Dan voila! Sehun melihat sebuah pizza dengan keju yang bertaburan membentuk love. "Ini minumnya. Tadi sebelum kesini aku ke cafe dulu" Heerin memberikan bubble tea pada Sehun. Sehun langsung mengambil pizza tersebut dan mencobanya "hmm...enak. karena kau yang buat apa saja enak" Heerin langsung menegur Sehun "jangan begitu! Nilailah dengan objektif jangan subjektif" Sehun lalu merasakan rasa pizza itu "semuanya sudah enak kok" "serius?" Sehun mengangguk. "Wah berarti kau sudah lulus ujian memasak" "geuraeyo?! Ah akhirnyaaa. Gomawo Lee Seung woo!" Heerin memekik bahagia. "Kau sudah mencoba ini?" Heerin pun menggeleng "makanlah" Sehun menyodorkan pizza yang baru saja digigitnya. Heerin lalu memakan pizza itu dan dia langsung tercengang "uwah daebak. Rasanya enak. Jinjja seperti dari restoran Italy" puji Heerin. "Bagaimana kalau kita besok undang Seung woo dan Chanyeol kesini? Untuk mengucapkan terima kasih" ucap Heerin "boleh. Aku juga mau berterima kasih pada Seung woo karena berkat dia aku tak jadi mabuk" Heerin segera menyikut Sehun "sampai kau mabuk lihat saja ya!" Sehun hanya tertawa lalu mencium yeojanya "aih jangan marah dong nanti jelek" Heerin pura-pura kesal sambil meminum bubble tea nya.
                                    0o0
Seung woo dan Chanyeol kini sedang memasak sushi di aparte Chanyeol. "Ya! Nasinya jangan ditambah cuka terlalu banyak!" Omel Seung woo pada Chanyeol "nanti kan ditambah gula Chagi" "ah tapi tetap saja! Ah kau ini..." Chanyeol akhirnya mengambil panci nasi dan membuat nasi lagi "mau buat nasi lagi?" Chanyeol hanya tersenyum "daripada yeojaku marah-marah lebih baik aku buat saja nasi lagi" Seung woo lalu segera tak enak pada Chanyeol "yah maaf ya harusnya aku tak mengomel tadi kau jadi masak nasi lagi deh" Chanyeol lalu mengelus kepala yeojanya "gwenchana aku memang senang melakukannya kok" Seung woo hanya tersenyum lalu lanjut menggulung sushi "habis ini buat apa? Macha?" Tanya Chanyeol "ide bagus! Ada plain yoghurt dan teh hijau bubuk kan?" Chanyeol mengangguk "bagus! Kalau begitu kita bisa buat macha dan sushi!" Setelah memasak nasi, Chanyeol membantu Seung woo menggulung sushi dengan nasi yang sudah Seung woo siapkan. Tak lama, sushi nya pun jadi. Setelah nasi tadi matang dan mereka kembali membuat sushi, mereka pun membuat macha dengan secepat kilat. Bisa dihitung sekitar 10 menit. "Selesaiiii!!!!" Ucap Seung woo sambil meregangkan tubuhnya "pasti enak. Soalnya kau yang buat" Seung woo hanya tertawa merespon ucapan Chanyeol "kau tahu? Sebelum kesini kan aku membantu Heerin membuat pizza untuk Sehun" "lalu? Yang banyak bertugas menumis dan lain lain siapa?" "Aku" ucap Seung woo "Heerin yang memasak topping nya tapi aku yang membuat rotinya" Chanyeol langsung mendesah "kenapa?" "Yah...berarti selain aku ada yang sudah mencoba masakanmu dong?" "Tenanglah..aku hanya membantunya sekali. Selebihnya masakanku ya hanya kau yang makan" Chanyeol lalu tersenyum dengan cerah "nah...kalau begitu kapan nona Lee yang cantik ini selesai kuliah?" Seung woo langsung melirik Chanyeol yang sedang membackhugnya itu "2 tahun? Aku mau mengambil master dulu" Chanyeol langsung merengut "apa lagi tuan Park?" "Kelamaan...1 tahun lagi bagaimana? Mastermu bisa kau lanjutkan setelah menikah denganku" "bisa saja asal aku belum mempunyai anak dulu" Chanyeol yang tadi sedang minum macha itu langsung tersedak "mwo?! Yah berarti..." "jangan berpikiran negatif. Kau ini. Sudah sana lebih baik kau makan saja agar otakmu jernih" "kau tak makan?" Seung woo lalu melihat cucian menumpuk "lihat kan? Aku harus beres-beres dulu" Chanyeol langsung mencuci piring secepat kilat "sudah! Nah sekarang kau makanlah!" "Itu masih kotor. Sudah biar aku saja yang bereskan kau duduk saja" Seung woo lalu membereskan dapur dan Chanyeol sibuk memotret makanan yang Seung woo buat. Setelah memotret ia menguploadnya di Instagram
            
             'Looks beautiful like the Chef
                           who made it'

Setelah membersihkan dapur, Seung woo pun memakan Sushi yang ia buat tadi bersama Chanyeol sembari menonton anime.
                                   0o0
"Wah kebanyakan nih sushinya" ucap Seung woo sambil melihat satu piring besar sushi yang ia buat dan masih ada satu blender lagi macha dingin "iya juga ya...panggil yang lain" "arasseo" Seung woo lalu segera memanggil teman-temannya itu

'Guys kita kelebihan stok makanan ppali ke aparte yeol'

"Done" mereka berdua pun menunggu kehadiran teman-temannya. Pertama yang datang adalah Heerin dan Sehun. Sehun lalu menepuk pundak Seung woo "makanannya enak. Gomawo" Chanyeol yang jealous itu lalu merangkul yeojanya "hanya sekali ini ya kau mencoba masakannya. Besok-besok kalau mau lagi beli sendiri" Sehun lalu tertawa sambil menepuk pundak Chanyeol "arasseo ima! Aku kan mendapatkannya dari Heerin" Seung woo hanya tertawa mendengar ucapan Chanyeol. Seung woo lalu berbisik ke Heerin "kapan-kapan panggil aku saja kalau mau memasak. Aku mau kok" Heerin hanya tertawa sambil mengacungkan ibu jarinya. Setelah Heerin dan Sehun datang barulah Hyun ra datang "wah ini dia yeoja terkuat jaman ini" ucap Heerin "oh iya dong. Apa gunanya seorang pengkhianat di kehidupanku nanti kan? Toh aku sudah punya yang baru" ucap Hyun ra sambil mengibas rambutnya "MWO?!" Teriak semua orang sehingga Hyun ra kaget "astaga...biasa saja lah. Kalian kalau kenal dia juga akan merasa senang kok" Seung woo lalu bertanya dengan penasaran "dia tampan? Iya?" Chanyeol segera menyikut yeojanya "ya! Masih saja menanyakan namja lain ah kau ini" "aku kan hanya bertanya ah kau" Hyun ra langsung memanggil Tao. Tao pun masuk dengan wajah dinginnya. Tao lalu memberi salam pada semuanya "annyeong. Tao imnida" - tbc

No comments:

Post a Comment