Wednesday, July 2, 2014

Chapter 11 - Who Am I?

2 tahun sudah berlalu. Akhirnya keenam anak itupun selesai kuliah. Mereka lulus dengan nilai terbaik. Setelah mereka menghadiri acara kelulusan, mereka pun segera menuju bandara dan pergi ke pulau Jeju untuk berlibur. "Hyun ra~ya! Tao ikut kan?" Teriak Seung woo dari belakang Hyun ra "dia sedang di perjalanan! Tunggu saja!" Seung woo lalu menyeret kopernya dan langsung duduk di sebelah Heerin yang sedang mendengarkan musik. Seung woo pun akhirnya membuka ponselnya.

                         ' 1 pesan baru
                             Luhannie~'

"Eoh? Tumben. Ada apa ya?" Seung woo lalu membuka pesan dari Luhan

'Nae saranghaneun dongsaeng..ehem sayangnya itu bohong. Ya! Kau sudah lulus ya? Chukkahae! Mian tak bisa datang ke acara wisudamu! Aku sedang di Cina mengurusi perusahaan ayah! Oh iya Hyun woo akan pulang minggu depan pastikan kau sudah kembali dari Jeju ne? Akhirnya kakakmu kembali juga. Oh iya aku juga akan kembali minggu depan bilang pada Chanyeol kalau aku terus mengawasinya arasseo?'

"Mwoya? Hyun woo oppa pulang? Omona! Aku sudah tak bertemu dengannya kurang lebih 15 tahun. Seperti apa rupanya? Aih eomma keterlaluan. Masa aku tak boleh ke Inggris sih? Jahat" Chanyeol lalu menghampiri Seung woo yang sedang bergumam sendiri itu "mwohae?" "Hyun woo oppa akan pulang dari Inggris. Luhan oppa ke Cina. Ah dasar kukira dia akan menelpon tak tahunya hanya sms" "mungkin dia sudah di pesawat" "bisa jadi" ucap Seung woo. "Tao! Neo wasseo? Dari tadi kemana saja?" Tanya Heerin pada Tao "ah cheosunghaeyo aku tadi ada urusan sebentar. Biasa lah minggu depan kan aku tanding basket jadi ada briefing dulu dengan tim" "wah beda ya bergaul dengan atlet seperti kau" "hahaha apanya atlet aku kan hanya seorang pemain saja" "tapi bukan pemain hati Hyun ra kan?" Hyun ra langsung menyikut Heerin "sampai kau mengatakan Tao sama dengan Baekhyun mati kau!" "Siapa yang bilang begitu? Geer saja" "keundae...Sehun eodisseo?" Tao mencari Sehun yang daritadi tak terlihat penampakannya. "Oh....Sehun? Dia sedang beli minum" ujar Heerin "ini kopernya" ucap Hyun ra sambil menendang pelan koper Sehun "Ya! Park Hyun ra jangan ditendang koperku!" Ucap Sehun yang sambil membawa bubble tea. "Bubble tea lagi" ucap Hyun ra sambil mengambil bubble tea dari tangan Sehun "kalau tak mau kenapa diambil?" "Kalau barang gratis harus diambil walaupun kau tak suka. Namanya rezeki tak boleh ditolak" "bilang saja kau mau tapi tak mau mengakui kalau kau mau iya kan? Dasar" Hyun ra masih saja cuek dan meminum bubble tea itu. "Kalian berdua...tak mau ini?" Seung woo dan Chanyeol menoleh ke arah Sehun sambil menunjukkan bubble tea ke dua anak itu. "Gomawo Sehunnie" ucap Seung woo yang mengambil cookies n cream dari tangan Sehun. "Aku berdua Seung woo saja" ucap Chanyeol yang lalu mengambil cookies n cream dari tangan Seung woo "uh pasangan ini romantis sekali tak usah tunjukkan didepanku bisa kan?" Protes Heerin pada Chanwoo couple itu "kau mau juga Shin Heerin? Aku juga bisa" "t-tidak siapa juga yang mau? Kekanak-kanakan" "kalau menurutmu kekanak-kanakan kenapa kau gugup?" Heerin langsung memegangi mukanya "uh panas. Tumben sekali" "itu panas karena kau gugup Shin Heerin" ledek Seung woo pada Heerin " YA!" yang lain hanya tertawa saat melihat Heerin marah. Setelah menunggu sekitar 30 menit akhirnya mereka pun segera melakukan boarding pass. "Chanyeol~ah itu kok...seperti eomma dan appa?" "Eoh mana?" Chanyeol lalu melihat sekitar "ah bukan Woo~ah kau pasti salah" "aniyo! Aku hafal mereka kok! Eomma! Appa!" Chanyeol lalu membekap yeojanya itu "ih kau ini! Bukan babe mereka bukan eommonim" "ah chagi! Luhan oppa! Ya! Neo! Rusa! Danbi!" Chanyeol lalu membekap Seung woo yang berisik sedari tadi. "Dia kenapa?" Tanya Hyun ra pada Heerin "biasa. Autisnya kumat" "oh..." setelah boarding pass, mereka segera masuk ke pesawat untuk terbang ke Jeju "chagi! Tadi itu eomma!" "Lee Seung woo dengarkan aku. Banyak orang yang mirip di dunia ini. Bisa saja itu bukan bumeonim" "ah tapi...sudahlah berdebat denganmu akan membuatku lelah" Chanyeol lalu tersenyum pada yeojanya itu 'hampir saja ketahuan. Sampai ketahuan gagal rencanaku'  gumam Chanyeol.
                                 0o0
30 menit perjalanan akhirnya mereka pun sampai di Jeju. Mereka berempat segera mengambil barang bawaan mereka dan menuju resort yang telah Chanyeol pesan untuk mereka semua. Sebenarnya, yang membooking resort itu adalah orang tua Seung woo tapi mereka mengatasnamakan bookingan tersebut dengan nama Chanyeol. Setelah mereka check in, mereka segera memasuki rumah yang telah dipesan. Rumah itu berlantai 2 dengan banyak kamar. Seung woo dan Chanyeol ada di kamar bawah sementara yang lain berada di atas. Kamar di rumah itu berjumlah 8 jadi memungkinkan ke-6 anak itu mempunyai kamar sendiri. Setelah menata isi koper ke dalam lemari, Seung woo pun menuju balkon dan melihat pantai. Karena menurutnya ini momen langka, jadi ia memotret pantai tersebut dari balkon. Saat sedang memotret pantai, tiba-tiba ia menangkap sesosok manusia tengah tersenyum manis padanya "oi....sedang apa diatas? Turunlah" "tunggu dulu. Disini bagus aku ingin memotretnya dulu" "eih...ppali yang lain juga sudah dibawah" "arasseo" Seung woo lalu turun dan menghampiri Chanyeol yang merupakan sosok manusia yang berada di fotonya itu. Setelah Seung woo turun, Hyun ra berlari kembali ke villa dengan tergesa-gesa "wae? Wae?" Seung woo melihat wajah Hyun ra yang panik "ah...aku ingin pipis makanya lari. Minggir nanti aku mengompol" Seung woo hanya tertawa saat tau Hyun ra berlari karena ingin buang air kecil. Seung woo lalu berjalan dengan pelan sambil menikmati udara pantai.

-flashback-
Seung woo kecil berlari di pantai bersama dengan Hyun woo yang merupakan kakak kandungnya. Dia bermain pasir, mencari keong, dan berlari mengejar ombak. Setelah bermain sampai sore, Hyun woo pun menatap adiknya dengan sayang "wae?" Tanya Seung woo kecil pada Hyun woo "aniya. Hanya saja aku akan merindukan masa-masa ini" "kenapa begitu?" "Aku akan pergi" "pergi? Kemana? Aku ikut ya?" "Andwae. Kau masih kecil. Aku mau sekolah" Seung woo lalu menatap kakaknya sebal "wae? Kau tak mau aku ikuti ke sekolah karena aku masih pakai pampers? Tenanglah! Nanti aku tak pakai pampers lagi" Hyun woo lalu tertawa "anak ini. Bukan itu. Aku....mau ke Inggris" "Inggris? Itu jauh?" "Eum...bisa dibilang...seperti menyebrangi lautan" Seung woo lalu mulai menatap kakaknya itu "kenapa harus kesana? Kenapa tidak disini?" "Aku kesana karena aku harus berpendidikan cukup untuk meneruskan perusahaan ayah. Jadi, kau akan bersama Luhan" "ah..Luhan oppa? Kenapa dia tinggal denganku?" "Karena dia yang mau menjagamu" "lalu kau tak akan kembali dan meninggalkanku dengan Luhan?" Hyun woo lalu tersenyum "aniyo. Aku akan kembali disaat kau menjadi seorang gadis cantik. Disaat kau menjadi lebih dewasa" "tapi itu...lama...umurku 6 tahun dan kau...11 tahun...kalau aku dewasa berarti aku...ah shireo!" Hyun woo lalu memegang bahu adiknya "aku akan kembali menjadi kakak yang membanggakan bagimu. Kau juga harus jadi gadis manis arasseo?" Seung woo lalu memeluk kakaknya sambil menangis di pantai bersama Hyun woo "aku akan selalu ada untukmu. Tenanglah" Hyun woo lalu tersenyum sambil memeluk adiknya.

-back to reality-
Saat sedang melamun, tiba-tiba seseorang merangkul bahunya "apa yang kau pikirkan sampai-sampai kau tak mendengarkanku?" Omel Chanyeol pada Seung woo "Hyun woo oppa. Hanya dia yang aku pikirkan" "ah...dia. kau amat sangat sayang dengannya ya?" Seung woo hanya tersenyum "mm..dia kakak yang sangat aku sayang" "melebihi rasa sayangmu padaku?" "Eih kalau itu lain cerita" Chanyeol hanya tersenyum mendengar ucapan Seung woo "ah iya..nanti malam kita buat api unggun yuk" Seung woo pun langsung meloncat kegirangan "yes! Aku mau! Nanti kau main gitar lalu aku bernyanyi" "jangan bernyanyi" Seung woo pun langsung murung "wae? Suaraku jelek ya?" Chanyeol lalu mencubit pipi pacarnya itu "aniyo. Aku hanya tak mau yang lain dengar suara manismu" Seung woo lalu memukul pundak Chanyeol pelan "cih gombal" "kkaja!" Chanyeol lalu menarik tangan Seung woo dan membawanya berlari menyusuri pantai. Setelah lelah berlari, akhirnya mereka duduk di pinggiran pantai sambil menggambar di atas pasir "kau gambar apa?" Tanya Chanyeol pada Seung woo yang masih menggambar dengan sebuah ranting "oh..aku menggambar.......chu!" "Chu? Gambar ciptaanmu?" Seung woo lalu tersenyum manis "lucu juga. Tapi tetap lucuan aku" "Park Chanyeol~ssi bisakah kau berhenti untuk terus membanggakan dirimu di hadapanku? Aish kau benar-benar..sampai nanti anakmu seperti mu kasihan kan" "kasihan siapa?" Seung woo lalu menjawab dengan gugup "y-ya kasihan...e-eommanya! Nah iya eommanya!" Chanyeol lalu mendekati wajah Seung woo sambil mengeluarkan evil smirknya. Seung woo kira Chanyeol mau menciumnya tak tahunya dia malah membisikkan sesuatu pada Seung woo "eommanya kan kau. Jadi kau merasa kasihan pada dirimu sendiri? Nona Lee tenanglah aku yakin anakmu tak akan menyusahkan" Chanyeol lalu mencium pipi Seung woo. Seung woo yang kesal lalu memukul Chanyeol "YA!" "Jangan teriak. Nanti disangka aku berbuat yang tidak-tidak padamu" "ah kau!" Seung woo lalu berlari meninggalkan Chanyeol. Namun karena Chanyeol larinya cepat, jadi dia bisa mengejar Seung woo dan menggendongnya "mau apa kau hah?! Turunkan!" "Lihat saja apa yang akan aku perbuat padamu" Chanyeol lalu membawa Seung woo ke arah lautan. Sementara digendong Seung woo terus meronta-ronta hingga akhirnya Seung woo diceburkan ke laut oleh Chanyeol. Untungnya, Seung woo bisa berenang jadi tak ada masalah ia diceburkan di laut. Chanyeol hanya tertawa melihat Seung wo yang ia ceburkan ke laut. Setelah Seung woo berhasil naik, Seung woo lalu menyeret Chanyeol masuk ke laut. Tapi berhubung Seung woo lebih lemah dari Chanyeol jadi usahanya sia-sia saja. "Ah gak fair! Masa hanya aku yang masuk laut kau tidak?!" "Lagian siapa suruh merajuk begitu. Kau sih" "kok aku?!" "Arasseo...kalau begitu.." Chanyeol menggendong Seung woo lagi dan kini mereka berdua sama-sama menceburkan diri ke laut. Setelah sudah benar-benar tercebur ke laut, mereka pun naik lagi dalam keadaan basah semua "pulang saja yuk badanku basah semua" ucap Seung woo "kkaja" kedua anak itu pun kemudian kembali ke villa untuk bersih-bersih. Setelah mereka bersih-bersih dan ganti baju, mereka pun berdua langsung menuju ke perapian di dalam rumah. "Disini saja?" "Jangan lah. Di halaman belakang saja. Nanti aku cari kayu bakar kau diam saja dirumah dengan yeoja yang lain" Seung woo lalu meringkuk diatas sofa sambil mengemut permen lollipop. Tak lama, keempat anak itu pun masuk setelah seharian bermain di pantai "wah wah Chanwoo couple. Apa yang kalian lakukan sampai kalian mandi begini hah?" Tanya Sehun penasaran "menurutmu apa?" Ucap Seung woo sambil mengemut lollipopny "kalian tidak berbuat hal yang belum boleh dilakukan pasangan kan?" Tanya Tao lagi "YA TIDAK LAH!" Ucap Chanwoo couple serempak "kami berenang di laut" ucap Chanyeol "ah cham....yedeura bantu aku cari kayu. Kita akan adakan api unggun dibelakang. Kalian para yeoja dirumah saja atau...mungkin membuat makanan. Aku akan kembali 30 menit lagi" "ne leadernim" para namja pun segera mencari kayu bakar sedangkan para yeoja itupun sibuk memasak makanan ringan untuk api unggun.
                                    0o0
Setelah 30 menit, para namja kembali dengan kayu bakar dan mulai menyiapkan perapian sementara para yeoja sudah siap dengan makanan mereka. Setelah perapian siap, mereka semua duduk bersila mengelilingi api unggun. Chanyeol mulai memainkan gitarnya sambil bernyanyi-nyanyi kecil, Seung woo mulai bercanda dengan Hyun ra seperti biasa. Sedangkan Tao, Sehun,dan Heerin mengobrol tentang hal-hal biasa. Setelah 15 menit sibuk dengan kegiatan masing-masing, akhirnya Chanyeol mengusulkan untuk bernyanyi bersama "oy bagaimana kalau bernyanyi?" "Nyanyi apa?" Tanya Seung woo "In the summernya Infinite saja!" Ucap Heerin "ide bagus tuh!" Ucap Hyun ra. Mereka pun menyanyikan lagu in the summer milik Infinite. Setelah bernyanyi In the summer, mereka menyanyikan Sunset Glow milik BigBang. Setelah lelah bernyanyi, akhirnya mereka memutuskan untuk bercerita horror. Sambil menyalakan senter, Seung woo mengarahkan senter itu ke wajahnya "bagaimana kalau cerita hantu? Aku ada cerita bagus!" "Eih...andwae kasihan ada yang takut hantu. Kau kan bisa melihat dengan Hyun ra" "kau juga takut? Hahaha payah kau" ledek Seung woo pada Chanyeol "aniyo. Aku tak takut. Tapi namja itu yang takut" Chanyeol lalu menunjuk Tao yang sudah pucat pasi "Tao~ya kau takut ya?" Ucap Seung woo sambil menyeringai "wah...Hyunnie pacarmu payah" "tau nih...ah masa namja takut hantu! Payah!" Tao lalu mulai memberanikan diri bicara "a-aniyo! Aku tak takut! Kata s-siapa hah?! Kalau mau cerita juseyo!" "Joha" ucap Seung woo. "Jadi begini...waktu itu aku sedang berjalan ke kampus. Lalu, saat mulai masuk aku merasa hawanya sangat dingin" "ah pasti karena kau tertiup angin atau terkena hembusan kipas angin kan?" Ucap Sehun sambil memainkan botol air mineral "tunggu! Bukan itu. Jadi...aku pun masuk ke ruang laboratorium untuk mengambil tugasku yang tertinggal. Tiba-tiba....." yang lain pun masih penasaran dengan cerita Seung woo dan Seung woo malah menunduk "TAO~YA ADA HANTU DIBELAKANGMU!" "KYAAAAAA!!!!!!!!! YA!YA! HAJIMA! HAJIMAAAAA!" Seung woo dan Hyun ra hanya tertawa melihat kelakuan Tao. Yang lain juga tertawa tapi tidak seheboh Hyun ra dan Seung woo yang sampai guling-gulingan di tanah. Tao lalu melihat ke belakang dan tak ada siapa-siapa. Dia mulai kesal lalu merajuk pada Hyun ra "Hyun ra~ya! Neo neomuhae! Kan kau tahu aku takut hantu kenapa kau malah buat ini seperti lelucon? Kalau nanti keluar yang sungguhan bagaimana?" "Ah tak akan. Hantu itu tak akan keluar" ucap Hyun ra sambil menyeka air matanya karena tertawa. "Seungie~ah giliranku sekarang" ucap Hyun ra sambil mengambil senter dari Seung woo dang mengarahkannya pada wajahnya "ini juga terjadi saat di fakultas budaya. Jadi aku akan pentas teater jadi malam itu aku berencana untuk mengambil properti untuk keperluan pentas. Kebetulan aku kuliah malam jadi aku mengambilnya saat malam hari. Aku lalu berjalan ke fakultas budaya dan menuju aulanya. Setelah aku masuk ke aula, aku mencium aroma dupa dari sana. Biasanya dupa dinyalakan saat akan pentas tapi kan hanya ada aku seorang disitu. Lalu bau itu aku abaikan hingga pada akhirnya aku...." Hyun ra menghentikan ceritanya karena Seung woo terus menyikutnya "wae woo~ah?" Seung woo lalu berbisik ke Hyun ra "kau lihat ke belakang Tao. Disitu sungguh ada hantu anak kecil" Hyun ra lalu melihat ke belakang Tao dan menemukan bocah lelaki sedang menyeringai kepada kedua yeoja itu sambil memakai celana pantai dan membawa papan selancar "woo~ah k-kau melihatnya juga?" Seung woo lalu mengangguk dan bertanya lagi pada Hyun ra "aku apakan dia?" "Komunikasi saja" Seung woo lalu berjalan ke belakang Tao dan mulai komunikasi dengan anak itu. Setelah 1 menit komunikasi, Seung woo memanggil Hyun ra. "Anak itu...kenapa? Kenapa di belakangku bicara sendiri?!" Tao panik melihat kedua anak itu bicara dengan sesuatu yang tak ia lihat "paling ada hantu" ucap Chanyeol tenang sambil memainkan gitarnya "kok kau tenang saja?" Heerin mulai angkat bicara "ah sudah biasa. Waktu kita kencan dia bicara dengan hantu gadis yang mati karena tersedak di cafe. Ah sudah biasa. Tao~ya memang Hyun ra tak suka begitu?" "Hyun ra sih...kalau bicara dengan hantu jarang cuma...kalau mencium bau aneh sih sering" setelah kedua anak itu selesai berbicara dengan hantu, mereka pun melambaikan tangannya pada anak itu dan kembali duduk di tempat semula. "Sudah?" Tanya Heerin pada kedua anak itu "mm..dia cuma suka dengan Tao saja makanya menghampiri dia" ucap Seung woo sambil cekikikan "tak lucu tau!" Tao hanya bisa melempar botol bekas ke Seung woo tapi Chanyeol malah melempar balas ke Tao "kok jadi kau yang marah? Kan aku melemparnya tak kena Seung woo" "tetap saja kau melempar ke arah yeojaku dasar penakut! Kudoakan hantunya muncul lagi!" "YA!" "sudah jangan bertengkar! Lebih baik ganti mainan saja" saran Heerin dan yang lainnya pun mengiyakan "main Truth or Truth" ucap Sehun "lah kok Truth lagi? Bukannya Dare?" Tanya Hyun ra "Dare sudah mainstream. Kita ganti jadi Truth or Truth" "joha! Lagipula ada yang mau aku ungkap kok"ucap Chanyeol sambil melirik jahil pacarnya "apa? Kau selingkuh? Kalau kau selingkuh yasudah masih ada yang mau denganku" "ya! Museun soriya?! Aniyo. Aku tak selingkuh tenang saja. Aku setia denganmu" "halah gombal" Seung woo kembali memakan lollipopnya yang tadi ia simpan. "Ada botol kan? Nah pakai ini saja" ucap Tao yang lalu mengambil botol. "Mulai!" Tao lalu memutar botol itu. Setelah 10 detik berputar, botol itu kemudian berhenti di hadapan Hyun ra "nah. Biar aku yang tanya" Chanyeol mulai berbicara "kau lebih cinta Tao apa Baekhyun?" Hyun ra dengan tegas menjawab "Ya Tao lah! Buat apa aku ingat si bocah manja itu? Toh saat jadian juga aku dipaksa dia" "aku mau tanya!" Heerin mulai bicara "eum...kalau misalnya kau bertemu Baekhyun sekali lagi apa yang akan kau lakukan?" "Ya biasa saja lah. Namanya mantan itu sudah basi. Kan aku sudah punya yang baru kenapa juga mesti dengan yang sudah lama?" "Wah! Aku setuju!" Ucap Seung woo "HIDUP SEUNGRA COUPLE!" kedua anak itu kembali bertingkah aneh. "Lanjut ya" Tao lalu memutar botol itu lagi "wah...Park Chanyeol giliranmu" "aku yang tanya!" Seung woo langsung menatap Chanyeol "jadi Park Chanyeol~ssi...kenapa kau menyukai aku? Aku kan bisa dibilang agak...nyentrik" "NAH ITUDIA! aku suka pertanyaanmu. Karena keanehan itulah yang membuat kau berbeda dan aku suka yang lain daripada yang lain. Jelas Hara eomma?" "Aku tanya!" Hyun ra angkat bicara "kalau disuruh memilih, lebih memilih ditinggal Seung woo ke luar negeri atau diputus Seung woo?" "YA PARK HYUN RA! aku pilih atau" "tidak boleh. Mau 1 apa 2?" "Aku...pilih 1!" "Alasannya?" "Kalau Seung woo keluar negeri kan bisa saja aku menyusulnya susah sekali" "cerdas juga" Tao lalu memutar botol itu lagi "NAAAHHH KENA DIRIMU SENDIRIII!" Hyun ra langsung memekik kegirangan "Ehem..Huang Zitao~ssi...kalau kau disuruh pulang ke Cina kau akan meninggalkan ku atau...membawaku kesana?" "Ya membawamu kesana lah" "tapi kan...aku belum menikah denganmu jadi bagaimana?" "Aku akan melamarmu dulu lalu aku menikahimu dan ke Cina gampang kan?" "Cerdas" ucap Sehun "lalu...apa yang membuat mu suka pada Hyun ra?" Sehun mulai angkat bicara "Hyun ra itu spesial. Dia baik, perhatian, dan juga asik itulah yang membuatku suka dengannya dan ah kurasa dia adalah orang yang harus aku lindungi" "dengan hantu saja takut bagaimana melindungiku?" Ledek Hyun ra pada Tao "itu kan beda cerita Hyunnie. Ah sudahlah kita putar lagi" Tao pun memutar botol itu dan.."Heerin" Sehun segera melihat Heerin "wah...nona Shin giliranku bertanya" "mwonde?" "Lebih memilih aku apa Jongsuk?" "Ya kau lah. Jongsuk kan masa lalu. Seperti kata Seungra couple" "mantan itu basi" ucap keduanya serempak "nah itudia. Terjawab kan? Ada yang mau tanya lagi?" "Aku!" Hyun ra mengajukan diri "silahkan Nona Park" "eum.....kau suka Sehun dari apanya? Kan dia kurus bagai belalang. Muka datar dan lainnya. Kenapa kau suka?" "Ehm...begini Park Hyun ra kau suka Tao dengan segala yang dia punya kan? Begitu pula aku. Jelas kan?" "Singkat. Jelas. Padat" "aku putar lagi" Tao lalu memutar botol itu "Hun~ah giliranmu!" "Aku tanya!" Chanyeol mulai bicara "kau suka Heerin sejak kapan?" "Pertanyaan bagus. Aku suka Heerin sejak....dia selalu menyendiri? Jadi aku merasa harus menjadi partner dan pasangan yang baik. Sudah Park Chanyeol?" Chanyeol pun tersenyum "baiklah kalau begitu...permainan selesai. Mari kita tidur aku mengantuk" Seung woo dan Hyun ra sudah membereskan makanan dari tadi dan Heerin juga sudah masuk duluan dengan dua anak itu. Para namja pun juga mulai membersihkan api unggun dan segera ke kamarnya untuk tidur. Setelah beres-beres, Seung woo pun berganti baju dan segera merebahkan tubuhnya di kasur. Tak lama ponselnya bergetar

                       '1 new message
                            Hara appa'

'Jalja chagi. Sampai bertemu besok pagi! Jangan kaget besok akan ada surprise untukmu jadi bersiaplah. Xoxo ♡'

Seung woo hanya tersenyum akan pesan dari Chanyeol dan segera pergi tidur. -tbc

No comments:

Post a Comment