Sunday, July 6, 2014

Chapter 12 - Who Am I?

Matahari telah naik, Seung woo yang masih terlelap itu segera bangun dari tidurnya. "Jam berapa ini?" Ternyata masih jam 8 pagi. Seung woo lalu menutup wajahnya dengan bantal dan pergi tidur lagi. Tapi tak lama, Chanyeol masuk dan membangunkan Seung woo "Woo~ah...ireona sudah pagi" Seung woo tetap tak bangun "Woo~ah..." Seung woo masih saja tak bangun hingga akhirnya Chanyeol menggendong Seung woo ke ruang tamu. Adegan tadi disaksikan oleh keempat anak itu. "Uuhh romantis sekali kau. Yeojamu kau gendong ke ruang tamu" ucap Hyun ra sambil mengoles selai ke roti tawar "oh iya dong. Aku harus bersiap sebelum aku menikahi Seung woo" Seung woo masih setengah sadar mendengar ucapan Hyun ra "haus" Ucap Seung woo lemah "mau minum apa? Susu?" Seung woo mengangguk "arasseo. Chakkaman" Chanyeol lalu mengambilkan susu dingin dan memberikannya pada Seung woo. "Wah menyebalkan. Aku malas melihat pemandangan ini" Sehun mengomel sambil memakan roti tawar dengan kasar "iri yaaa??" Hyun ra tertawa karena sikap Sehun yang kekanak-kanakan "geurae! Aku juga ingin bisa romantis seperti dia!" "Yasudah lakukan susah sekali" Sehun lalu mendekati Heerin dan memeluknya dari belakang "perlu bantuan apa?" "Tidak usah toh aku sudah merasa bisa melakukannya sendiri kok" "tuhkan! Yah..kau ini..aku juga mau seperti Chanyeol. Membangunkan yeojanya, menggendong ke ruang tamu, lalu memberinya susu dingin. Kalau aku kan semuanya kau yang menyiapkan" "yasudah besok saja kalau mau bantu" "bantu apa?" Sehun mulai antusias "bantu mencuci baju. Kau mau?" "Yaahh...yang lain?" "Eum.....hanya menjadi namja yang manis cukup membantu kok" Sehun lalu mencium pipi yeojanya itu "gomawo. Kau amat perhatian" Heerin hanya tersenyum pada Sehun. "Sepertinya hanya kita yang tak romantis" ucap Tao pada Hyun ra "hayoo kau mau apa hayoo?" "Eum...kalau begini bagaimana?" Tao menggigit roti yang Hyun ra buatkan tadi dan menyuruh Hyun ra menggigit roti yang tengah ia gigit. Hyun ra hanya tertawa sambil memukul pelan Tao. "Ah kau! Coklatnya belepotan ke mulutku!" "Sini aku bersihkan" Tao pun menyeka coklat itu dari bibir Hyun ra. Chanyeol yang sedari tadi memeluk Seung woo yang sedang meringkuk di sofa sambil tidur itu melihat ke arah Tao "wah...saingan dia denganku. Kau tak akan bisa mengalahkan kami" keempat anak itupun kesal dan segera keluar ke pantai "biarkan saja anak dua ini disini. Toh kan siapa tahu saja hari ini ada kejutan" ucap Sehun. Chanyeol hanya menatapnya garang karena takut rahasianya dibocorkan oleh Sehun. Setelah keempat anak itu keluar, Chanyeol masih tetap memeluk Seung woo di ruang tamu itu.
                                 0o0
Keempat anak itu berjalan-jalan di pantai sambil menikmati udara pantai "wah...bau laut" ucap Hyun ra "terakhir kau ke pantai kapan?" Heerin bertanya pada Hyun ra sambil melihat karang yang dihempas ombak "eum......saat aku masih smp? Kalau tak salah sih saat itu" "oh ya? Lama juga ya..aku sih baru bulan lalu ke pantai" "dengan Sehun?" "Aniyo. Dengan eomma dan appa" "oh..." Sehun lalu memanggil Tao "Tao~ya! Main yuk. Bagaimana kalau voli pantai?" "Wah...ide bagus. Kebetulan disana ada anak yang bermain voli kita join saja" "nah...cerdas" keempat anak itu pun langsung join untuk bermain voli pantai dengan pemuda setempat sementara para yeoja melihat permainan mereka. Setelah cukup lama bermain, mereka akhirnya memutuskan untuk bermain jet ski. Hyun ra dibonceng Tao sementara Heerin dibonceng Sehun. Mereka pun dengan asyiknya bermain ski air sampai matahari berada di atas kepala mereka "oy sudah panas nih...pulang yuk takut hitam nih" ucap Hyun ra "wah kalo Hyun ra hitam gawat! Ppali!" Tao segera menuju daratan dan kembali ke villa begitu pula Sehun. Mereka pun pulang dengan keadaan senang sementara kedua anak tadi malah tertidur di sofa "yah..dia tidur disini" ucap Sehun "biarkan saja. Toh juga yang punya acara sebenarnya dia kan?" Ucap Tao sambil melihat Chanyeol yang tertidur di sofa bersama Seung woo "acara apasih? Aku tidak mengerti" Hyun ra mulai mencium kecurigaan dari kalimat Tao dan Sehun "kalian tak tahu ya? Ah iya kalian para yeoja tau apa" ucap Tao meremehkan. Hyun ra yang kesal diremehkan begitu pun langsung menginjak kaki Tao "ppali malhae!" "Jangan keras-keras! Nanti ketahuan. Di kamarmu saja ya. Semua nanti ke kamar Hyun ra setelah mandi arasseo?" Yang lain pun mengangguk setuju. Keempat anak itupun segera membersihkan badan mereka sedangkan Chanwoo couple tetap saja tidur. Setelah membersihkan tubuh, anak-anak itupun berkumpul di kamar Hyun ra "jadi...sebenarnya nanti akan terjadi apa?" Tanya Hyun ra "jadi..Seung woo akan dilamar Chanyeol" ucap Tao sengan gamblangnya "MWO?!" kedua yeoja itu terkejut sedangkan para namja sibuk membekap mulut para yeoja "ya! Jangan keras-keras nanti ketahuan" Sehun mulai panik setelah kedua yeoja itu berteriak "oh iya benar juga" Heerin akhirnya mulai tenang "kapan dia akan dilamar? Lalu kita?" "Nah....kita diam saja dan berpura-pura tidak tahu apa-apa. Soalnya kalau kalian terlibat juga ya sudah gagal" setelah mendengar penjelasan Sehun kedua anak itupun menjadi kecewa "padahal aku mau lihat lamaran Seung woo" ucap Hyun ra "gampang. Kata Chanyeol, kalau mau melihat datang saja ke pantai tapi sambil sembunyi-sembunyi soalnya dia melamarnya di pantai" "UWAAAHHH" kedua yeoja itu berteriak lagi "kalau kalian masih berteriak kita tak akan cerita lagi" ancam kedua namja itu "mian...habisnya romantis sekali" "aku juga mau dilamar begitu!" Ucap Hyun ra yang tak sadar kalau ada Tao disitu "kau mau aku lamar di pantai? Bisa kok sekarang" "hah?! Itu kan hanya basa-basi. Jangan dianggap serius" Muka Hyun ra memerah setelah mengatakan hal itu pada Tao. Sementara 4 anak itu diatas, 2 anak yang dibawah masih tidur dan masih terlelap. Tak lama, Seung woo menggeliat dan merasakan seseorang memeluk tubuhnya. Seung woo pun menengok ke belakang dan ternyata itu Chanyeol. Seung woo pun berbalik dan memeluk Chanyeol. Chanyeol ternyata sadar kalau Seung woo memeluknya dan tersenyum. "Sudah bangun?" Ucap Chanyeol dengan suara seraknya "mm..sekarang jam berapa?" Chanyeol melirik jam dan ternyata "jam 12" "oh..." sesaat Seung woo tak sadar lama-lama "WHAT?! BERAPA?! 12?!" Seung woo langsung bangun dan lari ke kamarnya "dia kenapa lagi ckck...ah iya anak-anak kemana ya?" Chanyeol mulai berkeliling dan menemukan anak-anak itu tengah tertawa di kamar Hyun ra yang agak sedikit terbuka "wah...ada apa ini?" Keempat anak itu hanya tersenyum pada Chanyeol "tidak ada apa-apa. Seung woo kenapa? Kok lari-lari? Tadi terdengar suaranya saat teriak" tanya Hyun ra "molla. Dia suka begitu" "ooh...ah iya nanti malam kita mau ke festival dekat sini kau mau ikut?" "A-ah aku ada acara lain jadi tak ikut. Kalian saja dulu nanti aku menyusul" "kuajak Seung woo ya?" "Seung woo denganku" "ah..okay" ucap Hyunra. Tak lama, Seung woo pun memanggil Chanyeol "Yeollie~ah! Turun dulu sebentar aku butuh bantuanmu!" "Ne!" Chanyeol pun turun menghampiri Seung woo. "Wah...sepertinya ada yang menjadi lebih serius nih. Kau bagaimana Heerin~ah?" Hyun ra melirik Heerin usil "mwo? Naega mwo? Kita lihat nanti saja lah" Sehun hanya tersenyum pada Heerin "apa senyum-senyum?" "Aniya. Hanya senyum memang tak boleh? Ah kau ini" "b-bukan begitu...kukira...kau punya motif lain" "motif lain? Ah kau kebanyakan nonton film misteri jadi begini kan? Ckck" Sehun lalu pergi keluar kamar Hyun ra "Heerin~ah...kau blushing ya?" Ledek Hyun ra lagi "ANIYA!" Heerin lalu keluar menuju ke kamar mandi. Tinggal Tao dan Hyun ra yang berada di kamar itu. "Jadi Park Hyun ra~ssi bagaimana kalau kita menyusul Chanyeol juga?" Tanya Tao dengan nada usil "eih...kau masih jadi atlet ingat itu. Kau masih ada jadwal tanding yang padat sampai tahun depan jadi....lupakanlah dulu rencana kau mau menyusul Chanyeol" "aish memang menyusahkan. Yasudah kalau begitu aku mau turun dulu ya kau ikut?" "Nanti saja aku mau mandi dulu" Tao lalu turun meninggalkan Hyun ra sendiri di kamar sementara Heerin dan Sehun pergi ke pantai lebih dulu. Tao pergi ke halaman depan untuk menunggu Hyun ra sembari melihat pantai.
                                 0o0
Sementara 2 anak itu, Chanyeol dan Seung woo, mereka tengah berada di kamar Seung woo. "Kau tadi memanggilku? Kenapa?" "Ah itu...begini jadi eomma bilang dia menitipkan paket ke villa ini. Kata ahjumma sih di atas lemari. Tolong ambilkan ya? Kau kan tinggi" "oh itu hahaha okay" Chanyeol lalu mencoba mengambil sebuah kotak yang berisi paket dari eomma Seung woo "ini kan?" Seung woo mengangguk "gomawo" "aku tinggal dulu ya" Chanyeol lalu meninggalkan Seung woo dengan kotak itu. Seung woo pun membuka kotak itu ternyata di dalam situ ialah sebuah dress putih dengan bahan satin. Disitu juga diletakkan bando perak dan parfum berbau Vanilla. Saat Seung woo melihat ke lemari, ia menemukan heels perak untuk ia kenakan nanti. "Kenapa eomma tiba-tiba mengirimi ini? Aneh" saat ingin meninggalkan kamar, ia menemukan sebuah catatan di dalam kotak itu

'pakailah saat malam nanti. Akan ada acara yang harus kau hadiri nanti. Ini untuk masa depanmu. Nae saranghaneun ddal ♡'

"Ah pasti rapat kepengurusan perusahaan. Aish itu lagi. Arasseo eomma naega kkanda" Seung woo lalu pergi keluar kamar untuk menonton tv. Tak disangka, tak beberapa lama hujan turun di Jeju "wah..hujan. Tumben ya" karena hawanya dingin, Seung woo membuat coklat panas untuk dirinya sendiri. "Ah anak-anak itu kemana? Hujan begini malah keluar. Yeollie juga kemana lagi ah dasar masa aku ditinggal sendiri dirumah" Seung woo menggerutu dengan kencangnya hingga tak sadar Chanyeol masuk dan menuju dapur. Seung woo pun menoleh dan melihat Chanyeol lewat. Karena takut ketahuan Chanyeol dia sedang menggerutu, Seung woo pun mengomeli Chanyeol "YA! NEO! MAU APA KAU KESANA?! BIKIN KAGET SAJA!" "aku cuma mau ambil minum. Tidak boleh?" Seung woo lalu kembali fokus pada coklat panasnya itu. Tak lama, Chanyeol kembali dengan segelas Capucinno di tangannya. "Ih Capucinno! Mau dong!" Chanyeol lalu memberikan gelasnya pada Seung woo. Setelah Seung woo meminum Capucinno itu, Chanyeol pun mengambil gelasnya itu "bekas mu yang mana?" "Ini" Seung woo menunjuk bekas ia minum. Bukannya memilih tempat lain, ia malah meminum dari tempat yang sama dengan Seung woo "ya! Jorok ih!" "Alah. Tak apa kan kau ini" setelah selesai meminum cappucino nya, Chanyeol malah menggenggam tangan Seung woo. Seung woo pun langsung melihat Chanyeol dengan senyum manisnya. Seung woo pun jadi ikut tersenyum dan menyandarkan kepalanya ke bahu Chanyeol. Tiba-tiba Chanyeol mencium tangan Seung woo yang tengah ia genggam itu 'Tuhan...aku tak ingin bangun dari mimpi ini jikalau ini memang mimpi. Kumohon, satukan kami dalam dunia yang nyata ini dan jangan pernah pisahkan kami. Kuharap kita berdua bisa selalu bersama sampai maut memisahkan' batin Seung woo. "Kau kenapa memejamkan mata begitu? Sakit?" Tanya Chanyeol yang melihat yeojanya tengah memejamkan mata "aniyo. Sedang berdoa" "yaampun kau ini. Ah iya kau tahu kan?" Seung woo menatap Chanyeol bingung "tau apa?" "Pertemuan perusahaan abeonim" "ah itu...tahu kenapa?" "Aku juga diundang. Untuk menemanimu" "ah geurae? Baguslah akhirnya ada yang menemani. Kapan berangkat?" "Jam 6. Ini sudah jam 4 kau siap-siap saja, ne? Kau kan perlu berdandan iya kan?" "Arasseo. Tunggu aku ya?" Seung woo lalu mencium pipi Chanyeol "keurom. Jangan lama-lama ya? Nanti aku bosan" ucap Chanyeol sambil mengelus pipi yeojanya itu. Seung woo lalu tersenyum pada Chanyeol dan menuju kamarnya untuk bersiap.
                                 0o0
Satu jam kemudian, Seung woo sudah siap dengan riasannya. Rambutnya juga telah ditata dengan cantik. Kini, ia siap berangkat. "Woo~ah..sudah selesai?" "Ne! Tunggu sebentar! Aku mau pakai sepatu dulu" setelah memakai sepatu, ia keluar kamar dengan terburu-buru "maaf ya lama...maklumlah yeoja" bukannya menjawab Chanyeol malah melamun. Seung woo pun menjentikkan tangannya didepan wajah Chanyeol "hoi...gwenchana?" "A-ah gwenchana...keunyang neo neomu yeppeuda..aku sampai tak bisa berkata-kata" "hahaha tak usah gombal. Jalan yuk" "okay!" Mereka pun keluar dan mendapati sebuah sedan hitam menunggu mereka "wait. Mobil siapa ini?" Seung woo lalu melihat ke arah mobil itu heran "ini bukan mobilku yang jelas. Soalnya mobilku mobil sport" ucap Seung woo lagi "ah kau banyak komentar. Ini mobil pribadi keluargamu saat ke Jeju lah ah kau ini" "ah iya ya? Kok aku tak tahu?" "Apa yang kau tahu sih nona Lee? Sepertinya kau tak tahu apa-apa" ledek Chanyeol "ya! Neo!" "Hahaha bercanda. Kkaja" kedua anak itupun menaiki mobil itu dan segera menuju ke tempat tujuan. Sesampainya disana, Seung woo bingung dengan dekorasi dari acara tersebut "hah? Banyak bunga? Putih pula. Lalu, ini ada semacam kain ckck bukan acara formal" "kata siapa? Perusahaan ayahku kalau menghias dekorasi acara begini" ucap Chanyeol "ya itukan kau bukan aku. Ada apa sih sebenarnya?" "Kau akan....diberikan saham oleh ayahmu" "saham? Aku saja tak bisa mengurus perusahaan" "tenang. Kan ada aku" ucap Chanyeol sambil menyikut Seung woo "kau sadar tidak sikutmu itu bagai pisau? Sakit tau!" Chanyeol lalu membackhug Seung woo sambil tersenyum bahagia "aigoo....mianhae uri chagi" tak lama, ayahnya Seung woo dan Chanyeol datang. Seung woo langsung menyikut Chanyeol agar melepaskan pelukannya tapi Chanyeol terus memeluknya "wah wah..ternyata kalian sedang bersenang-senang ya? Wah salah kita kalau berada di sini tuan Lee" ucap ayah Chanyeol sambil tertawa "a-aniyo ahjussi...ini memang dasarnya Chanyeol saja yang berlebihan. Ya! Lepaskan" "andwae. Biarkan saja appa tahu nanti juga kalau kita menikah appa dan abeonim tahu. Iya kan abeonim?" Ayah Seung woo hanya mengangguk sambil tersenyum "keundae appa...berarti saat aku melihat kalian di bandara itu...benar kalian? Iya?!" Ayah Seung woo hanya mengangguk sambil tersenyum "ah appa! Harusnya kau bilang kalau ke Jeju juga. Kalau ada appa kan aku tak harus duduk dengan jerapah ini" kedua ayah itu hanya tertawa dan hanya Chanyeol lah yang protes "tidak bisa begitu lah! Enak saja" "kita merahasiakan keberadaan kami agar kalian berdua bisa lebih dekat. Itu saja sih" ucap ayah Seung woo dan diiyakan oleh ayahnya Chanyeol. "Sudah sana kalian duduk. Pasti lelah kan berdiri terus? Tempat duduk kalian berdua di ujung depan ya" ucap ayah Chanyeol "ah ne...kamsahamnida ahjussi" ucap Seung woo ramah "jangan ahjussi. Panggil saja appa atau abeonim" "a-ah ne...abeonim" kedua ayah itu pun pergi sambil berbincang ringan sementara Chanyeol tertawa kecil saat mendengar Seung woo menyebut ayahnya abeonim "apa kau tertawa? Memang lucu?" "Sangat. Wah...aku memikirkan sebentar lagi kita menikah dan punya anak" "simpan pikiranmu itu tuan Park. Aku masih mau bersenang-senang dulu" "tenanglah nona Lee. Aku jamin hidupmu akan menyenangkan kalaupun kau sudah mempunyai Hara" Chanyeol pun merangkul Seung woo dan membawanya menuju ke tempat duduk yang dimaksud. Selama acara berlangsung, Seung woo hanya memasang wajah bosan dan terkadang tersenyum. Malah dia kadang mengajak ngobrol Yeol yang sebenarnya dia sedang nervous untuk mempersiapkan kata-kata apa yang pas untuk ia melamar Seung woo didepan nanti. "Baiklah...kali ini kami akan memulai pengakuisisian perusahaan Jaewoo group dan Jaeyeol group. Kepada pimpinan silahkan naik ke atas podium" kedua appa mereka pun naik dan menandatangani surat pengakuisisian perusahaan. "Ehem..para hadirin. Kami disini selain mengadakan pengakuisisian perusahaan, kami juga ingin menyatukan 2 keluarga menjadi satu. Yaitu...kami ingin menyatukan kedua pewaris perusahaan menjadi sebuah pasangan yang nantinya akan meneruskan perusahaan. Kepada Park Chanyeol dipersilahkan naik ke atas podium bersama dengan Lee Seung woo selaku pewaris perusahaan Jaewoo group" ucap ayah Seung woo panjang lebar. Seung woo hanya bertampang bingung dan masih saja bertampang bingung saat Chanyeol menyeretnya ke atas podium "ya! Ini ada apa sih?" Seung woo berbisik pada Chanyeol. Bukannya menjawab, Chanyeol malah memegang erat kedua tangan Seung woo "nona Lee....sebenarnya...aku yang merancang acara ini dengan uri appa. Saat kau melihat ada bumeonim mu dan juga Luhan hyung itu memang benar dia. Kau tahu? Aku ingin menjadikanmu yang terakhir dalam hidupku. Yang akan memberikan Hara kehidupan di dunia ini, yang akan merawatku setiap hari, yang akan mengomeli aku karena aku yang ceroboh, yang menjadi alasan mengapa aku tertawa. If Rihanna Love the way you lie, I will say I love the way you smile, Woo~ah..so would you be mine? Would you be the last woman that I have? Would you be Hara eomma forever?" Seung woo hanya bisa diam dan membatu "Woo~ah...jawablah Chanyeol menunggu" ucap ayah Seungwoo "ah appa! Aku bingung! Ini lebih susah dari membuat skripsi tau!" Semua orang tertawa mendengar ucapan Seung woo "kalau aku tidak menerima?" "Yasudah aku akan melamarmu terus sampai kau mau" "kalau aku selalu bilang tak mau?" "Yakin?" "Y-yakin" "aku tahu kau bohong" "apanya bohong!" "Jawab aku. Kau suka bubble tea apa cappucino?" "Cappucino" "joha. Berarti kau menerima lamaranku" Seung woo diam sejenak dan lalu "HAH?! KOK BISA?!" "Bubble tea itu Sehun dan Cappucino itu aku. Kau pilih Cappucino kan? Berarti kau pilih aku" Chanyeol tersenyum bahagia "astaga...baiklah tuan Park..aku tak bisa bohong darimu. Aku terima lamaranmu" "yes!" Chanyeol langsung memeluk Chanyeol didepan para hadirin dan para ayah itu. "Ya! Ya! Aku tak bisa napas! YA!" Seung woo memukul-mukul punggung Chanyeol agar ia melepaskan pelukannya. Pata hadirin pun tertawa atas kelakuan dua anak ini. "Mian..aku terlalu bersemangat. Ah iya tapi kau tak akan menarik kata-katamu kan?" "Kau tak percaya? Tanya saja pada appa kapan aku berbohong?" Bukannya membela anaknya, ayah Seung woo malah berkata sebaliknya "Yeol~ah, Seung woo itu sering bohong. Dulu saat kecil saja dia nakal dan tak bisa diatur. Aku saja tak percaya padanya" Chanyeol lalu melihat Seung woo dengan tatapan bingung "APPA!" Seung woo melihat ayahnya dengan tatapan kesal sementara ayahnya hanya tertawa "walaupun uri Woo~ah dulu nakal, tapi dia tak pernah bohong kok. Dia polos" Chanyeol hanya tertawa sambil bergumam "polos apanya? Cih" "bilang apa kau tadi? Meremehkanku hah Park Chanyeol~ssi?" Ucap Seung woo sambil menatap tajam Chanyeol. Chanyeol pun menarik Seung woo turun dari podium dan mengajaknya duduk kembali. Para dewan direksi terus saja melihat mereka dengan perasaan lucu akan kelakuan mereka.
                                   0o0
Pagi itu, Seung woo masih terlelap di kasurnya yang empuk itu. Ketika ia ingin berbalik, ia mencium bau parfum maskulin di sebelahnya. 'Ah paling halusinasi saja' Seung woo pun berbalik. Bukannya memeluk guling, dia malah memeluk sesosok manusia berbau maskulin itu. Karena merasa ada yang janggal, Seung woo pun membuka matanya. Saat ia membuka matanya, ia melihat seorang namja tengah tertidur di sebelahnya dengan tenang. Bukannya membiarkan Chanyeol tidur, Seung woo malah membangunkannya. "Oi.....kapan kau tidur disini? Perasaan aku tidur sendiri semalam" "tadi malam....yaa sekitar jam 12 lah. Aku tak bisa tidur makanya kesini" gumam Chanyeol sambil memejamkan matanya "siapa yang memberimu izin tidur disini hah? Sembarangan saja" "ya! Bulan depan kita menikah" "oh menikah...." Seung woo terdiam sejenak dan lalu "WHAT?! WHAT DID YOU SAY BEFORE HAH?! ARE YOU KIDDING ME?! NO WAY!" "Siapa yang bercanda? Memangnya aku suka bercanda? Tanya saja pada eomma mu" "ah bohong" "tak percaya? Aku telpon eomma sekarang" Chanyeol pun menelpon ibunya

"Yeobseo?"
"Oh eomma?"
"Oh adeul...wae? Pagi-pagi sudah menelpon. Museun iriseo?"
"Kapan aku menikah eomma?"
"Kenapa bertanya?"
"Woo~ah tak percaya kalau kita menikah bulan depan"
"Hahahaha.....yaampun. Kan eomma sudah bilang ini rahasia. Ah kau tak bisa menyimpan rahasia rupanya"
"Habis aku tak boleh masuk ke kamarnya makanya aku bilang saja begitu"
"YA! Belum saatnya kau masuk ke kamar Seung woo apa-apaan kau ini!"
"Ah eomma! Kau juga mengomeli aku seperti Seung woo?"
"Kau boleh masuk kamarnya bulan depan! Apa-apaan kau ini! Kalau sampai ada sesuatu bagaimana?"
"Ah tidak akan...aku kan anak baik"
"Sudahlah ini terakhir kalinya kau tidur dengan Seung woo! Besok-besok kalau tak bisa tidur, tidurlah di ruang tamu arasseo?"
"EOMMA!"

Seung woo hanya tertawa mendengar ucapan ibunya Chanyeol "puas kau?" Tanya Chanyeol dengan tatapan yang mengerikan "puas sekali! Wah eommonim memang baik! Love you eommonim!!" "Sudah ah kalau kau jahat begitu. Aku keluar nih" "wait! Aku ikut" "tak boleh!" "CHANYEOLLIE NEO! YA!" Chanyeol pun segera lari keluar kamar Seung woo dan Seung woo pun mengejar Chanyeol sambil membawa bantal. Keempat anak yang sedang di ruang tamu itu lagi-lagi heran "ada apa lagi dengan mereka? Ckck dasar" ucap Sehun dengan nada datarnya "EHEM SEPERTINYA SEMALAM ADA YANG TUNANGAN" Teriak Hyun ra sehingga membuat kedua anak yang sedang bertengkar di meja makan itu pun menoleh "tau darimana?" Ucap keduanya berbarengan "dari.........sumber terpercaya lah" "Oh Sehun...." Chanyeol langsung melihat Sehun nanar "apa? Kalau kabar gembira kenapa ditutupi? Toh yeojamu juga tak tahu" "ah iya juga sih...tapi tetap saja!" Heerin dan Tao yang sedari tadi diam hanya bisa mengehela napas karena kelakuan Chanwoo couple. "Aku bosan" ucap Hyun ra pada Tao "mau main apa?" "Apa ya? Woo~ah pinjam psp mu dong" Seung woo lalu segera menuju kamarnya untuk mengambil pspnya "nih. Jangan sampai rusak ya" belum sempat Hyun ra mengambil psp itu, Chanyeol langsung menyambar psp milik Seung woo "kau pakai punyaku saja. Ini untukku" "lah apa-apaan kau?! Kau memangnya siapa mengambil psp milik Seung woo?" "Aku? Aku tunangannya wae?" "Ya terus kalau kau tunangannya aku tak boleh meminjam pspnya begitu? Iya?!" Chanyeol hanya diam saja sembari memainkan psp Seung woo. Seung woo hanya bisa menghela napas mengetahui perbuatan namjanya itu. Hyun ra hanya melihat Chanyeol sebal karena mengambil psp milik temannya itu. "Yeol~ah psp ku berikan pada Hyun ra" titah Seung woo "andwae. Aku tak akan menurut padamu" "ya! Berikan saja!" "Tidak. Aku tak akan memberikannya sampai kau mau meminta maaf padaku karena mengusir ku keluar kamar tadi" "siapa yang mengusir sih? Aku kan hanya bertanya saja kenapa kau ada di dalam kamarku. Itu saja" "tuhkan. Itu sama saja kau tak suka aku di kamarmu" "jangan memulai pertengkaran. Aku sedang malas bertengkar. Berikan saja" "tidak mau" "berikan!" "Tidak!" Seung woo dan Chanyeol saling memperebutkan psp itu. Karena tenaga Chanyeol lebih kuat, alhasil Seung woo jatuh duduk di pangkuan Chanyeol. "Nah...kalau begini baru aku akan memberikanmu" Chanyeol tersenyum sembari menyodorkan pspnya pada Seung woo "apa-apaan kau?! Ah dasar!" Seung woo lalu bangun dan memberikan pspnya pada Hyun ra "dasar kau cari kesempatan dalam kesempitan!" Omel Hyun ra pada Chanyeol "biarkan saja. Lagi sih dia sok galak padaku padahal kan.." "apa kau?" Seung woo dengan sewot menatap Chanyeol. Bukannya merasa bersalah, Chanyeol malah tertawa karena melihat wajah Seung woo "aigoo uri aegi neomu kyeopta!" Seung woo dengan wajah malasnya pun langsung masuk ke kamar "ya! Ya! Hara eomma! Eodiga?!" Chanyeol pun menyusul Seung woo masuk ke kamar sementara yang lain hanya bisa berdecak pasrah. -tbc

No comments:

Post a Comment