Sunday, July 13, 2014

Oneshot - Wait for you

Genre: romance, friendship

Rate: PG15

Cast: Kim Jongin
           Lee Seung woo
           Park Hyun ra
           Shin Heerin

Sinopsis: 3 bulan. Ya 3 bulan kami putus. Sebenarnya bukan putus, tapi menghentikan hubungan sejenak dikarenakan suatu alasan yang mungkin kalian pikir tak masuk akal. Berhenti berhubungan karena ego kalian masing-masing. Itulah yang aku alami dengan Jongin saat ini. Aku juga tak tahu kenapa aku bisa jadi begini. Padahal dulu kita pasangan yang serasi. Mungkinkah ada kesempatan aku memperbaiki semuanya? Dan mungkinkah ia....menungguku?

Flashback

"Jongin~ah...mian aku rasa aku tak bisa denganmu lagi" Jongin yang kala itu sedang memainkan ipadnya sontak langsung mengehentikan kegiatannya itu dan mulai melihat Seung woo lekat-lekat "apa maksudmu kita tak bisa bersama? Aku mengecewakanmu? Atau aku kurang memahamimu yang merupakan seorang asisten chef?" "Bukan itu. Aku....aku rasa aku tak bisa memprioritaskan dirimu saat ini. Aku lebih memilih memasak dibanding dirimu. Aku juga merasa....perasaanku padamu agak pudar karena itu..aku ingin kita break sejenak. Semoga saja itu bisa mengubah perasaanku padamu" Jongin yang tadinya terdiam pun akhirnya tersenyum dengan senyum yang ia paksakan "arasseo kalau itu maumu. Aku akan mendukungmu apapun keputusanmu. Aku juga akan selalu menunggu kapan kau akan kembali padaku. Tenanglah, aku selalu ada untukmu" "gomawo Jongin~ah...aku tahu kau bisa mengerti keputusanku ini. Mian" Jongin hanya tersenyum sembari menutupi rasa sakit hatinya itu.

Kini, Seung woo hanya bisa merutuki dirinya karena kebodohan yang ia buat. Sudah hampir 3 bulan ia berpisah dengan Jongin dan baru saat inilah ia merasa menyesal akan apa yang ia lakukan itu "kenapa juga aku minta break? Padahal kan aku bisa saja jadi asisten Chef tanpa harus melepasnya iya kan? Ah bagaimana sih" Seung woo yang tengah berada di taman itu pun kemudian mengomel sendiri sambil memberi makan ikan di kolam. "Bagaimana caranya agar aku bisa kembali lagi ya? Ah tuhan...." Seung woo yang sedang berpikir masalah hubungannya itu tiba-tiba dikejutkan oleh seorang anak kecil yang memanggil dirinya "eonnie...ada hadiah untukmu" "hadiah? Dari kau?" "Aniyo. Dari oppa itu...dia bilang jangan suka bicara dengan hewan. Kasihan nanti hewannya bisa stres. Lebih baik kau ucapkan keluh kesahmu dengan boneka ini begitu" "mana oppa yang kau maksud huh?" Seung woo pun celingukan mencari namja yang anak tadi sebut oppa. Namun, ia tetap saja tak menemukannya "gomawo...ini aku ada permen untukmu saja ya" "ah iya eonnie" "wae?" Anak itu pun mencium pipi Seung woo dan memeluknya "kata oppa itu, aku disuruh memeluk dan mencium pipimu agar kau semangat lagi" "oppamu? Dia siapa sih?" "Rahasia. Aku tak bisa memberitahumu. Pokoknya kata oppa dia menyayangimu!" Seung woo masih membatu akan perlakuan anak tadi dan juga teddy bear yang tengah ia pegang. "Siapa sih yang memberi ini? Aneh-aneh saja" Seung woo tadinya ingin menaruh bonek itu di tempat duduk taman namun dia mengurungkan niatnya karena ia melihat sesuatu. Teddy bear itu mengenakan sebuah kalung. Ya, kalung itu persis seperti kalung yang Jongin beri pada Seung woo saat ultahnya yang ke-17. Namun, saat 3 bulan lalu Seung woo memberikan kalung itu pada Jongin dengan alasan ia tak mau kalung itu hilang disaat ia sedang menjadi asisten Chef padahal ia memberikan kalung itu karena merasa perasaannya yang belum pasti pada Jongin. Berkat kalung itu, Seung woo pun tak jadi meninggalkan teddy bear itu di taman dan malah membawanya pulang. Namja yang sedari tadi memerhatikan Seung woo itupun tersenyum dan segera meninggalkan taman.
                                 0o0
"Jadi kau menemukan kalung ini berada pada boneka teddy bear ini begitu maksudmu?" Tanya Heerin sambil membaca buku novelnya "mm....kurasa ini Jongin" "dia setia sekali menunggumu...kau tak pernah menghubunginya?" "Tidak. Terakhir bertemu ya saat meminta break itu" "ya! Neo jeongmal...kenapa kau hindari dia?" "Ya....karena aku merasa perasaanku pada dia sudah agak pudar makanya aku butuh waktu sendiri tanpa adanya dia disampingku" "jadi kau meragukan perasaanmu pada Jongin karena kau terlalu sering bersama dengan Chanyeol itu hah?" Pertanyaan itu cukup membuat Seung woo berpikir 'mungkinkah ini karena Chanyeol? Apakah alu yang terlalu kekanak-kanakan? Atau memang hubungan ini yang salah? Aku juga tak mengerti'  "Hello~ Lee Seung woo?" Heerin melambaikan tangannya didepan wajah Seung woo namun ia tak menoleh "KIM JONGIN!" Barulah Seung woo celingukan seperti orang kebingungan "mana? Mana?" "Kau melamunkan apa? Jongin? Ah pasti iya. Soalnya saat ku kagetkan dengan kata Kim Jongin kau langsung bereaksi" "ah...kebetulan saja itu. Kukira benar ada dia ah kau" "bilang saja kangen. Tak usah disembunyikan begitu" "apaansih kau...sudah ah aku mau pulang" "yasudah sana. Mau kuantar pulang? Kebetulan aku bawa mobil" "assa! Ada tumpangan! Aku ikut! Kalau gratisan aku suka!" "Ah sama saja kau dengan Hyun ra. Yasudah kkaja" mereka berdua pun segera menaikki mobil sport milik Heerin dan menuju ke kediaman Seung woo di Apgujeong.
                                   0o0
"Aku pulang" Seung woo memasuki rumahnya dengan langkah gontai. Dia merasa sangat malas untuk berbincang dengan eommanya di dapur. Ia lebih memilih masuk ke kamar dan beristirahat. Setelah ia mandi dan membereskan kamarnya, ia menyalakan mp3 nya dan mulai memasang lagu-lagu clubbing. Dari Clarity sampai ke lagu-lagu dari Black Eyed Peas. Setelah memasang lagu tersebut, ia mengubahnya menjadi lagu All Of Me dan Right Here Waiting For You.

Wherever you go
Whatever you do
I will be right here waiting for you
Whatever it takes
Or how my heart breaks
I will be right here waiting for you

Saat Right Here Waiting For You diputar, ia kembali mengingat perkataan Jongin

"arasseo kalau itu maumu. Aku akan mendukungmu apapun keputusanmu. Aku juga akan selalu menunggu kapan kau akan kembali padaku. Tenanglah, aku selalu ada untukmu"

Seung woo lalu menoleh ke arah boneka teddy bearnya "kamu datang dari mana sih geommie? Kalung ini juga. Ah andaikan kau bisa bicara. Aku ingin kau mengatakan ini pada yang membelimu
who ever you are, why you have this neklace? And...why you send me this teddy and that neklace? Why? You know? Now I'm feeling not sure about my feeling to you. I don't know why but that's the fact. Because of that I want to break with you 3 months ago. For you who send this to me, I hope you pray hard for my feeling so i won't ask to end this relationship. Okay? Good" Seung woo lalu melempar teddy bear tadi dengan sembarangan. Tak lama, ponselnya pun berdering
                              
                         'Park Hyunra'

"Ah wae?" Jawab Seung woo sambil memainkan kukunya
"Neo eodiya?"
"Rumah...wae?"
"Aku mau bicara denganmu. Ke Cafe ya"
"Ah malas....disini saja"
"Andwae! Tak bisa disini. Kau yang kesini atau aku yang menjemputmu?"
"Arasseo....10 menit ya"

Seung woo lalu bersiap menuju Cafe dekat rumahnya. Setelah sampai, Hyun ra telah menunggu bersama Heerin. "Apalagi? Sepertinya aku sudah berbuat dosa lagi pada kalian" "geurae! Aku tahu kau memutuskan Jongin karena Chanyeol kan? Iya kan?!" Omel Hyun ra "museun soriya? Chanyeol temanku dan Jongin pacarku. Aku break dengannya karena masalah pribadi masing-masing" "kkeotjimal! Aku tahu kau ada rasa dengan Chanyeol! Asal kau tahu saja...Chanyeol itu sepupuku dan dia akan ditunangkan dengan cinta pertamanya jadi kau tak ada hak untuk masuk ke hidupnya" "Park Hyun ra~ssi! Aku tak memutuskan Jongin ataupun menaksir Chanyeol. Aku hanya merasa agak jenuh dengan hubungan ini jadi aku perlu waktu untuk membuat hubungan ini terus berlanjut! Aku berlaku begini karena aku tak mau kehilangan Jongin dan aku tak mau melepas dia! Aku sayang dengannya!" Seung woo menjawab dengan sangat mantap sementara kedua yeoja itu malah tertawa-tawa "apa kau tertawa-tawa? Memangnya lucu? Aku serius!" "Aku perlu bukti. No proof hoax" ucap Heerin "kalau aku bertemu Jongin aku akan mengatakan padanya kalau aku masih sayang dengannya dan aku...juga tidak akan melepasnya lagi. Aku telah membuat keputusan bodoh dengan mengatakan padanya 3 bulan lalu. Selama 2 minggu aku memikirkan ini akhirnya aku sadar. Dia yang terpenting dalam hidupku" kedua yeoja itu masih tertawa sambil melihat ke belakang Seung woo. "Apasih yang kalian tertawa....kan? Jongin??" Seung woo langsung kaget saat tahu Jongin ada di belakangnya sambil tersenyum "aku tahu kau tak akan melepasku Woo~ah" "sejak...kapan...kau...disitu? JADI KAU DENGAR SEMUA?!" Jongin pun mengangguk "KAU TAHU AKU MENGATAKAN AKU MASIH SAYANG PADAMU JUGA?!" Jongin mengangguk lagi "tak usah ditutupi Woo~ah...aku juga sudah tahu. Kau pikir aku tidak menghubungimu lalu aku melepasmu begitu saja? Ani. Aku melihatmu dari kejauhan" "a-ah? Geuraeyo? Jadi teddy bear itu?" "Maja...itu aku yang memberi. Dan kau tahu tidak? Boneka teddy bear itu aku tanam sebuah kamera jadi aku bisa melihatmu sedang apa di kamar" "Ya! Tak ada izin untukmu melihat kegiatanku! Jadi kau melihat aku saat berganti baju? IYA?!" Jongin lalu tersenyum "maybe?" Seung woo lalu memukul Jongin "dasar byuntae! Nappeun namja! Ya! Jadi kau dengar saat aku berbicara yang saat itu juga?" "Yang kau tak yakin perasaanmu itu? Yang aku disuruh berdoa agar kau yakin lagi? Ah aku selalu berdoa agar kau bersama ku lagi" Seung woo hanya terdiam lalu berbalik melihat temannya "kalau kami tak melakukan ini kau tak akan pernah kembali padanya!" "Kau mau tahu siapa anak kecil itu? Itu sepupuku!" Ucap Heerin "Heerin neo!" "Kau tahu siapa yang mengidekan ini? Aku"ucap Hyun ra "yeudeura neo jeongmal! Ah sudahlah...tapi bagaimanapun gomawo kau sudah menyatukan aku dengan dia" "cheonmaneyo Lee Seung woo!" Ucap kedua anak itu "ah kita harus pergi. Nikmati waktu berdua kalian!" Kedua anak itu pun pergi meninggalkan Seung woo "ya! Ya!" Seung woo ingin mengejar mereka namun Jongin malah menariknya. Jongin lalu membisikkan sesuatu ke telinga Seung woo "bagaimana kalau kita makan ayam? Aku lapar chagi. Sudah lama aku tak makan bersamamu" "m-makan saja sendiri! Kau kan bisa makan tanpa aku" "Lee Seung woo. Kau mulai menggodaku ya? Turuti saja" ucap Jongin dengan suara rendahnya "a-arasseo. Kkaja" Jongin lalu tersenyum dan menarik Seung woo untuk menaiki mobilnya dan menuju restoran ayam.
                                   0o0
Jongin memakan ayam dengan asyiknya sementara Seung woo hanya memakan salad ayam sembari melihat namjanya itu "wae?" Tanya Jongin sambil menatap Seung woo yang sedari tadi melihatnya "aniyo. Keunyang....mengingat masa lalu. Dulu kan aku suka menemanimu makan ayam sekarang juga begitu" "bahasamu seperti kita sudah berpisah saja. Kita kan tidak berpisah" "memang sih...tapi tetap saja" "Woo~ah...kau tahu tidak? Aku lebih senang jika kau menganggap hubungan kita tak ada masalah dibanding ada masalah seperti ini. Aku merasa seperti hubungan kita tak berjalan mulus. Aku mau....kalau kita terus menjalani apa yang ada tanpa melihat ke belakang. Yang lalu biarlah saja berlalu biarkan mereka jadi pelajaran untuk kehidupan mendatang, arrachi?" Seung woo pun hanya mengangguk selagi mengemut sendoknya itu "eih kau ini. Sendok malah diemut. Makan saladnya" Seung woo menggeleng "kenyang..buat mu saja" "ckck dasar manja" Jongin lalu mengambil makanan Seung woo dan mulai memakannya. Seung woo hanya tersenyum melihat kelakuan namjanya itu. Setelah selesai makan, mereka berdua pun menuju ke daerah Cheongdamdong. "Mau apa kesini?" Seung woo bertanya dengan wajah polosnya "temani aku beli baju. Kau yang pilihkan ya" Jongin terus saja menyetir dan menuju ke tempat yang ia mau. Mereka kini telah sampai di sebuah distro. Jongin menggandeng Seung woo dan menyuruhnya untuk memilihkan baju untuknya "ini bagaimana?" Jongin membawa sebuah long shirt "ah jangan itu. Kau biasa memakai itu" Seung woo lalu menoleh dan menemukan sebuah kemeja panjang press body untuk Jongin "ah! Ini saja! Ini bagus" "aku coba ya" Jongin lalu menuju ke fitting room untuk mencoba bajunya "eotte?" Seung woo hanya mengangguk layaknya desaigner "bagus. Lalu sekarang mau beli apa lagi?" "Tunggu disini" Jongin lalu pergi entah kemana dan meninggalkan Seung woo di area baju lelaki sendirian. Tak lama, ia kembali dengan sebuah dress se lutut dengan bagian pinggang yang dilipat ke dalam serta tangan yang buntung. "Cobalah" Jongin menyodorkan gaun itu pada Seung woo "aku? Kau mau aku mencoba ini?" "Ya iyalah. Masa aku yang mencoba ah kau ini" Seung woo tersenyum dan lalu mengambil gaun itu dan mencobanya. Seung woo keluar dari fitting room dengan gaya yang sok seksi. Dari berpose merapikan rambut didepan kaca sambil memajukan bibir, bergaya seakan sedang meratakan lipbalm dengan bibir dan yang lebih parah ia malah berpose mengatakan "wah" sambil meletakkan kedua tangannya di samping pipinya dengab wajah yang dibuat seperti anak kecil. Jongin hanya bisa diam melihat kelakuan Seung woo. Selain karena gaunnya yang tampak menggoda, juga karena hal aneh yang Seung woo lakukan tadi. Seung woo lalu menoleh ke arah Jongin yang diam dengan wajah bosannya sambil bersandar pada sofa dan menyilangkan tangannya itu padahal dalam hati Jongin sangat ingin memeluk anak itu dan juga ingin memainkannya layaknya boneka "sudah selesai drama di depan cerminnya?" "Eotte? Bagus kan?" Seung woo bertanya dengan wajah berseri-seri "bagus... aku suka. Joha kita beli itu. Kkaja" kedua anak itu pun menuju ke mobil dan pulang ke rumah masing-masing. Jongin mengantar Seung woo pulang kerumah terlebih dahulu lalu baru ia pergi ke aparte nya "gomawo" ucap Seung woo "untuk apa?" "Semuanya. Dari kejadian di Cafe sampai malam ini" "aku juga mau berterima kasih denganmu" "aku? Kenapa?" "Karena akhirnya kau mau kembali denganku" Seung woo lalu memukul Jongin pelan "ah bisa saja" Jongin lalu tersenyum dan memeluk Seung woo "kita akan terus seperti ini sampai kapanpun. Aku janji tidak akan membuatmu kecewa lagi apalagi meninggalkanku seperti kemarin" "arasseo...aku tidak akan kabur tapi aku akan menyelinap ke hati orang lain" "Neo!" Jongin menatap Seung woo sebal sementara Seung woo malah tertawa pada Jongin "hati-hati mengemudi. Jalja" "neo do jalja. Kalkae" Jongin lalu mencium pipi Seung woo dan segera meluncur pulang ke aparte nya. Seung woo pun masuk ke rumah dengan perasaan gembira.

Wherever you go
Whatever you do
I will be right here waiting for you
Whatever it takes
Or how my heart breaks
I will be right here waiting for you

-end

No comments:

Post a Comment