Wednesday, December 16, 2015

Oneshot - I Love You, Son

Genre: family, life
Rate: G
Cast: Kim Joonmyeon
        :  Kim Joonhee

Hai, namaku Kim Joonmyeon dan aku adalah seorang anggota senat dalam sebuah pemerintahan yang berada di negara yang terkenal akan ginsengnya. Aku adalah seorang yang sangat berdedikasi tinggi dalam pekerjaanku juga keluarga. Pertama....mari bicarakan masalah pekerjaan terlebih dahulu. Aku merupakan seorang anggota senat yang bisa dibilang masih baru dalam hal ini. Aku baru saja memasuki dunia yang bisa dibilang begitu berbeda dengan dunia yang biasanya aku lewati. Dulu, aku menjadi seorang pengacara pidana di sebuah law firm terkenal di Korea, namun aku merasa setelah melihat adanya ketidakadilan pada pemerintahan yang sekarang ini, aku merasa aku harus ikut campur untuk memberi keadilan pada rakyat Korea di luar sana. Aku tahu aku mungkin orang akan berkata "apa? Ketidakadilan? Hidup memang tidak adil, bung. Jangan sok jadi pahlawan kesiangan" atau apalah tapi aku tetap pada pendirianku untuk menyejahterakan rakyat yang ada di luar sana. Baiklah......setelah selesai bicara masalah pekerjaan mari bicara masalah.....keluarga. Aku sebenarnya adalah orang tak begitu suka untuk diungkit masalah keluarganya...tetapi kali ini akan ku bahas. Aku mempunyai seorang anak bernama Kim Joonhee. Usianya sudah 10 tahun dan.....aku singleparent. Istriku bisa dibilang pergi meninggalkanku dengan anakku. Bukan berarti istriku berselingkuh dengan yang lain ya. Dia pergi meninggalkanku untuk menemui Tuhan. Aku tahu istriku sangat setia. Sampai pada saat-saat terakhir dia pergi saja, dia bisa-bisanya mengatakan ini "Oppa.....aku......kalau aku di surga nanti dan Tuhan ingin menikahkan aku kembali.....aku akan bilang pada Tuhan bahwa aku akan menunggumu disini supaya kita bisa menikah lagi dan mempunyai keluarga lagi. Di dunia setelah ini...aku ingin terus bersama oppa apapun yang terjadi. Ingatlah, aku selalu mencintai keluarga kecil kita ini..." ah.....aku jadi sedih mengingatnya. Istriku meninggal saat Joonhee berusia 5 tahun. Dia mengidap kanker darah yang aku saja tidak tahu kapan itu berawal. Kejadiannya begitu cepat dan....bam! Aku tiba-tiba ditinggalkan oleh istriku. Ah setelah aku menceritakan istriku, aku akan menceritakan Joonhee. Ya, Kim Joonhee. Dia anak semata wayangku. Bisa dibilang wajahnya mirip dengan ibunya dan sifatnya juga seperti ibunya. Tunggu, lalu aku dapat apa?! Hahahaha tenang...aku dapat bagian menentukan gender putraku. Ya walaupun hanya itu tak apa lah aku juga senang setidaknya aku ambil bagian dalam menghadirkan putraku ke dunia ini. Joonhee dulu adalah anak yang sangat patuh, sopan, manis, penurut, dan lain-lain. Sekarang pun juga masih begitu cuma bedanya dia lebih dewasa dan aku harus lebih sering memerhatikan dia mengingat usianya yang mendekati masa pubertas. Aku tak mau anakku nantinya akan terjerumus ke pergaulan yang salah. Aku ingin putraku menjadi seorang lelaki sukses dan mapan yang bisa membina sebuah keluarga dengan baik serta menjadi manusia yang berguna di dunia ini. Joonhee selalu ramah pada semua orang termasuk pada rekan kerjaku. Aku waktu itu tak sengaja mendengar beberapa orang membicarakan putraku. Bukan hal negatif sih tapi hal positif yang membuat aku merasa bangga menjadi seorang ayah. "Anak anggota senat Kim sangat ramah. Waktu itu dia ke kantor ayahnya, kukira dia akan diam saja pada orang kecil seperti kita nyatanya tidak. Dia malah memberiku makanan yang dia punya. Sungguh...aku sangat senang....ternyata masih ada anak muda yang dididik begitu baik oleh keluarganya padahal ibunya sudah tidak ada." Setiap minggu kuluangkan waktu agar bisa 'kencan' dengan Joonhee. Entah kita sama-sama ke sasana olahraga, ke perpustakaan bersama, mengajaknya pergi untuk sekedar mencari jajanan atau apalah yang penting aku bisa bersama dengan putraku dan terus mengajarinya untuk hidup sebagai orang yang baik di dunia ini. Aku tahu dia nantinya akan tergoda dengan sebuah tawaran yang akan menyesatkan dirinya tetapi aku tak takut karena aku juga menanamkan iman yang kuat pada putraku. Aku selalu mengajaknya ke gereja tiap minggu dan kami berdoa bersama. Kadang, sebulan sekali kami mengunjungi makam ibunya karena ya....walau bagaimanapun kami masih belum bisa menerima sosok pengganti dari wanita yang sangat kami sayangi. Ibunya Joonhee tentunya. Aku jadi teringat apa yang Joonhee katakan padaku "Appa, ingatlah......dimanapun kita berada eomma pasti selalu ada. Disini....di hati kita. Dan aku yakin, Tuhan pasti akan mempertemukan kita dalam satu kehidupan lagi. Aku ingin kita menjadi sebuah keluarga utuh dengan banyak kasih sayang yang kita berikan ke satu sama lain. Aku ingin kita menjadi keluarga yang paling bahagia." Aku pun tersenyum padanya "pasti. Appa akan terus berdoa pada Tuhan agar ucapanmu terkabul..." Joonhee tersenyum dan memelukku "I love you, daddy to the moon and never comeback" aku memeluk Joonhee juga dan berkata "I love you, son to the moon and never comeback too."
                            
                                 -end-